
Papa Dewa masuk keruangan Aya Setelah selesai berbicara dengan Dewa.
"Gimana pa, Dewa??" tanya mama
"Dewa langsung meninggalkan agendanya dan balik kesini begitu mendengar Aya masuk rumah sakit ma" jawab papa
"Pa,,, kenapa papa kasih tau mas Dewa?sedang mas Dewa tengah menghadapi masalah yang juga sangat serius" ucap Aya
"Sudahlah,, papa rasa urusan dewa sudah selesai. Dia bilang di lahan baru milik koleganya mungkin saja Dewa sudah mendapatkan partner bisnis yang baru" jawab papa
"Aya,,, gak mau mas Dewa jadi kepikiran pa" jawab Aya
"Sudahlah Aya,,, Dewa sudah dewasa, dia tau mana yang menjadi prioritas nya saat ini. Dia mencintaimu,, tentu dia akan khawatir dengan kondisimu setelah tau kamu masuk rumah sakit" ucap mama Dewa saat melihat Aya meneteskan air mata
"Bunda jangan nangis" ucap Sikembar saat melihat Aya bersedih
"Bunda gak nangis kok sayang" ucap Aya mengusap air matanya dan tersenyum
Lalu papa Dewa mengajak cucu-cucunya untuk bermain di taman rumah sakit, disana banyak juga anak-anak yang menunggu keluarga mereka dirawat dirumah sakit itu.
.
.
Beberapa saat kemudian, Dokter bersama suster masuk keruangan Aya dirawat, di ruangan itu hanya ada Aya dan mama Dewa yang tengah berbincang sembari Aya sarapan bersama mama Dewa.
"Selamat pagi ibu Cahaya,,,, bagaimana keadaan pagi ini??" tanya dokter
"Alhamdulillah lebih baik dok" jawab Aya yang kemudian meletakkan piringnya di meja kecil di sampingnya
"Alhamdulillah,,, kita periksa dulu ya Bu,,, nanti kita USG lagi untuk melihat kondisi janin ibu cahaya" ucap dokter, Lalu Dokter memeriksa kondisi Aya.
Setelah selesai memeriksa kondisi Aya, dokter menyuruh suster untuk membawa Aya ke ruang dokter kandungan untuk di periksa lebih lanjut. Mama Dewa pun tidak ingin ketinggalan, dia ikut kemana suster membawa Aya pergi saat itu.
Sampailah mereka di ruangan dokter kandungan, lalu suster membawa Aya masuk kedalam bersama mama Dewa
"Kita periksa lebih lanjut ya Bu kandungannya" ucap dokter
"Iya dok" jawab Aya
Lalu suster membantu Aya untuk berbaring di bed periksa dan dokter mempersiapkan alat USG. Dokter memeriksa kondisi janin di dalam kandungan Aya, di periksa detak jantungnya.
__ADS_1
"Ibu cahaya,,, kondisi janin ibu semakin melemah dan ini detak jantung nya melemah,, kita sudah berikan obat kemarin dan tidak membuahkan hasil,,,,maka kita akan persiapkan tindakan lanjutan" ucap dokter dengan berat hati
" TIDAK DOK! Saya yakin anakku kuat dan mampu bertahan!" ucap Aya menekan perasaannya, Aya sangat takut kehilangan, dan dia meyakini jika janin yang ada didalam kandungannya akan bisa bertahan.
"Apa tidak ada cara lain lagi dok? atau gak kita tunggu beberapa waktu lagi untuk melihat perkembangannya lagi?" ucap mama Dewa
Dokter menghela nafas kasar lalu mengangkat wajahnya menatap Aya
"Baiklah,, kita tunggu lagi dan kita pantau terus perkembangan nya Bu,,, mudah-mudahan keyakinan ibu benar,, janin itu akan kuat bertahan" ucap dokter pasrah
Setelah selesai pemeriksaan, suster membawa Aya kembali keruang inapnya. Aya terus berdoa didalam hatinya, semoga Allah memberikan kekuatan untuk buah hatinya. Aya sangat takut jika harus merasakan kehilangan.
Saat Aya dan mama sudah sampai di kamar, disana sudah ada papa, anak-anak Aya dan juga papa mama Aya. Mereka duduk dan menunggu kedatangan Aya setelah pemeriksaaan.
***
Beberapa jam kemudian,,,,
Pesawat yang di tumpangi Dewa sudah mendarat dengan selamat di bandara. Lalu dengan cepat, Dewa dan Bagas turun dari pesawat.
Dewa berlarian menuju ke depan bandara dan masuk kedalam mobilnya, karena Edo sudah menunggu tuannya sebelum pesawat mendarat. Sementara Bagas bertugas menunggu koper dan juga barang-barangnya yang masih di bandara. Tidak menunggu lama, Edo langsung menjalankan mobil menuju kerumah sakit.
Dewa tidak banyak bicara, pikirannya hanya tertuju kepada istrinya. Semua rasa bercampur aduk didalam perasaannya, berharap tidak terjadi hal yang buruk pada istrinya.
"Tuan, Nyonya di rawat di ruang VIP. Anggrek no 02" ucap Edo
"Baiklah" ucap Dewa
Kemudian Dewa berlari cepat menuju ke ruangan yang di beritahukan Edo kepadanya. Rasanya Dewa ingin segera bertemu dengan Cahaya.
Ceklekkkk
Dewa membuka pintu kamar anggrek no.02 dan melihat didalam ruangan itu cukup banyak orang. Fokusnya hanya satu yaitu melihat istrinya yang saat itu tengah duduk dan juga menatapnya
"Assalamualaikum" ucap Dewa saat menatap istrinya
"Wa'alaikumsalam" jawab semua orang yang ada diruangan itu
"Ayah" panggil anak-anak
Dewa berjalan cepat menghampiri Aya dan langsung memeluk nya. Aya pun membalas pelukan dewa tak kalah eratnya.
__ADS_1
"Aku merindukanmu Aya" ucap Dewa saat mengecup kening Aya
"Aya juga mas" jawab Aya
Setelah cukup lama memeluk istrinya, Dewa melonggarkan pelukannya dan menatap istrinya
"Bagaimana kondisimu sekarang?!" tanya Dewa
"Aya sudah jauh lebih baik mas" jawab Aya dengan tersenyum
"Wa,,, Aya terlalu keras memikirkan mu! sampai dia drop begitu" mama Dewa mengadu
"Apa yang kamu fikirkan???,, kamu tidak perlu memikirkan masalah mas Aya, kamu hanya harus memikirkan anak-anak kita" ucap dewa saat menangkup wajah istrinya
"Mama juga sudah bilang gitu, tapi yahh namanya juga aya, jadi ngeyel gitu" ucap mama Aya menimpali
"Maafkan aku mas" ucap Aya
"Jika seperti ini, aku yang malah khawatir dengan kondisimu" ucap dewa mengecup kening istrinya
"Kata dokter, kandungan Aya lemah wa, dan mungkin sebentar lagi akan di periksa lagi" ucap mama
"Aya akan mempertahankan anak ini mas,, Aya yakin anak kita pasti kuat dan bisa bertahan!!!" ucap Aya dengan sedih
"Iya,,, mas percaya dia akan bisa bertahan" ucap Dewa menguatkan istrinya.
Apapun yang akan terjadi setelah ini, dewa sudah pasrah dan akan menerima jika memang kenyataan pahit akan mereka terima nantinya.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍...
__ADS_1
...❤️ Terima kasih sudah mampir, ...
...Semoga Suka❤️...