Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Beri Aya Kesempatan


__ADS_3

Dewa dan keluarga kecilnya saat ini sudah berada di bandara dan bersiap akan kembali ke rumah setelah kemarin sempat menikmati liburan sehari di kota Surabaya. Harusnya mereka pulang sore nanti, namun kepulangan mereka dipercepat karena mendapat kabar dari papa Dewa jika mama Dewa pingsan dikamar mandi. Beberapa saat kemudian pesawat sudah bergerak dan akan segera take off.


Pikiran Dewa maupun Aya sudah tidak fokus lagi, schedule yang akan diadakan hari ini terpaksa di cancel Dewa karena dia harus segera pulang dan melihat keadaan ibunya.


"Mas,, makan dulu,,, dari tadi kita belum makan mas" ucap Aya


"Kamu saja sayang yang makan" ucap Dewa


"Mas,,, semua orang khawatir soal mama, tapi mas harus memikirkan kesehatan mas juga,, kalau mas sakit perut gimana?" ucap Aya yang kemudian menyuapi Dewa dengan makanan di depannya. Dewa membuka mulutnya dan menikmati makanannya bersama Aya, sementara Anak-anak yang berada di bangku depan mereka terus asyik mengunyah makanan mereka. Tak lama kemudian mereka selesai sarapan bersama.


1 jam kemudian pesawat sudah mendarat di bandara, Dewa bersama istri dan anak-anak bergegas turun dari pesawat.


Devan bertugas mengurus koper mereka sementara Dewa dan keluarganya sudah lebih dulu masuk kedalam mobil. Beberapa saat kemudian Devan sudah menyusul mereka masuk kedalam mobil dan mereka pergi meninggalkan Bandara menuju ke rumah papa Dewa.


Begitu sampai di rumah papa Dewa, mereka segera turun dan masuk kedalam rumah


"Assalamualaikum" ucap Dewa saat masuk kedalam rumah


"Wa'alaikumsalam,,," jawab pelayan dirumah itu


"Papa dan mama dimana bik?!" tanya Dewa dengan cemas


"Ada di kamar tuan,, belum lama tadi pak Ilham pulang setelah memeriksa keadaan Nyonya besar"


Dewa bersama Aya dan anak-anak berjalan menuju ke kamar papa dan mama Dewa


Ceklek


Dewa membuka pintu dan melihat mama terbaring di tempat tidur dan papa duduk di sampingnya.


"Mama,,,,"


Dewa dan Aya bergegas mendekat kepada mama


"Mama gimana keadaanya?" tanya Dewa

__ADS_1


"Mamamu sudah gak papa, kata dokter Ilham, mama terlalu banyak fikiran sampai darah tingginya naik dan sampai pingsan begitu. " ucap papa Dewa


" Apa sih sebenarnya yang mama pikirkan?" tanya Dewa


"Gak ada, cuma kecapekan aja mungkin" jawab mama Dewa


"Mama jangan banyak fikiran ma,,, kalau mama ada masalah mama bisa cerita sama Aya" ucap Aya


Mama Dewa tidak menjawab dan lebih banyak diamnya. Beberapa menit kemudian Papa mengajak Dewa dan cucu-cucunya untuk keluar dari kamar, meninggalkan Mama dan Aya didalam kamar. Papa tau jika semua pikiran mama bersumber dari Aya.


"Mama mau makan?? atau mau minum?" tanya Aya dengan lembut


"Mama gak mau apa-apa, cuma mau tidur" jawab mama Dewa


"Tapi tadi kata papa, mama belum makan,,, itu makanannya masih utuh. Mama makan dulu yah,,," ucap Aya saat mengambil piring berisi makanan


"Mama bilang gak laper!" ucap mama Dewa sedikit meninggi


Aya tidak ingin marah ataupun menyerah saat itu.


"Oh iya ma,, kemarin Aya belikan oleh-oleh khas surabaya buat mama,, mama mau coba spikoe gak ma?? enak loh ma,, anak-anak juga suka semalem udah nyobain" ucap Aya dengan semangat saat memotong kan kue spikoe khas Surabaya.


Deg!


Aya kembali meletakan piring kecilnya dan tersenyum kepada mama Dewa


"Ya sudah kalau mama memang tidak mau makan, jangan salahkan siapa-siapa jika mama gak sembuh-sembuh kalau gak mau makan" ucap Aya


"Kamu doain mama cepat......" ucap mama belum selesai


"Aya gak mungkin doain mama begitu,,, tapi bagaimana mama mau sembuh kalau mama gak mau makan, dan gak mau minum obat. Yahhh pasti sembuhnya lama kan ma" ucap Aya


"Kamu ini cerewet sekali!" ucap mama Dewa yang kemudian mengambil piring berisi makanan dan memakannya meski lidahnya terasa pahit. Aya sedikit tersenyum di dalam hati saat melihat mama mertuanya mau makan saat itu.


Lalu Aya mengambil obat yang harus di minum oleh mama Dewa dan menyiapkan di piring kecilnya beserta air minumnya. Setelah selsai makan, mama Dewa mengambil obat dan meminumnya.

__ADS_1


"Sudah, sekarang mending kamu keluar dari kamar ini" ucap mama Dewa


"Baik ma,, Aya akan keluar. Mama silahkan istirahat ya ma. Namun sebelum itu,,, Aya minta maaf kepada mama jika selama menjadi mantu mama, Aya belum bisa menjadi mantu yang baik. Sampai mama terus membenci Aya. Jika mama sampai detik ini belum bisa menerima Aya, Aya mohon beri Aya Kesempatan untuk menjadi anak mantu mama yang baik" ucap Aya


"Terserah kau saja!!" jawab mama yang langsung memejamkan matanya.


Aya berdiri dan menarik selimut dan di tariknya sampai ke atas perut mama Dewa. Setelah itu Aya beranjak pergi


"Semoga cepet sembuh ma" ucap Aya


Aya berjalan keluar kamar dan akan menemui Dewa dan yang lainnya. Sementara mama Dewa kembali membuka matanya dan menatap kepergian Aya sampai tidak terlihat lagi. Ntah kenapa mama Dewa merasa perlakuan Aya terlihat sangat tulus bukan seperti berpura-pura. Namun bukan mama Dewa jika langsung percaya begitu saja.


"Bagaimana mamamu Aya?" tanya papa Dewa


"Mama sudah makan dan minum obat pa, sekarang mama mau istirahat katanya" ucap Aya yang kemudian duduk di samping Dewa


"Sayang,,, mas dan papa sepakat, selama mama masih sakit, kita tinggal dirumah ini dan papa ingin kamu yang merawat mama, bagaimana?" tanya Dewa


"Aya terserah mas saja,, Aya juga senang jika diberi kesempatan untuk merawat mama" ucap Aya


"Baiklah,,, jadi malam ini kita akan menginap disini" ucap Dewa


"Iya mas,,, dimana anak-anak mas?" tanya Aya yang tidak melihat anak-anak


"Ada didepan sama pelayan, mungkin mereka lagi main" jawab Dewa


"Oohhh,,,, "


Mereka kembali berbincang membahas berbagai topik pembicaraan. Papa Dewa juga memberitahu sifat asli mama Dewa seperti apa. Beberapa saat kemudian anak-anak menghampiri Aya dan mengatakan jika mereka ingin tidur siang. Aya pamit kepada papa Dewa untuk mengajak anak-anak ke kamar mereka. Sementara Dewa dan papa masih duduk diruang keluarga sambil berbincang.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung........


__ADS_2