
Diruangan Evan terjadilah suasana menegangkan, Erika masih menunggu Evan bicara namun Evan belum juga angkat bicara
"Sudah berapa lama mas menjalin hubungan dengan wanita itu diam-diam dibelakang ku!" sarkas Erika
"Hubungan apa yang kamu maksud Erika? aku dan Megan hanya sebatas profesional pekerjaan! kau sangat keterlaluan!" ucap Evan marah
"Apa belum jelas bukti yang aku dapatkan?! Bahkan sepertinya hubungan kalian sudah sangat jauh! lihat saja di tubuh ja*ang itu sudah di penuhi dengan jejak-jejak cu*ang!" sarkas Erika
"Itu ranah pribadinya! mungkin dia melakukan dengan kekasihnya! kau menuduhku tanpa bukti! apa kau melihat sendiri aku yang melakukan nya!! pikiranmu sangat sempit! kala di butakan api cemburu!!"" sarkas Evan menutupi kesalahannya
"Oh,,,! jelas aku cemburu! aku tunanganmu dan jelas dimataku kau bermain api dengan wanita lain! wanita mana yang rela jika kekasihnya berpaling dengan wanita lain?!" sarkas Erika
"Mama buktinya!" Hardik Evan dengan nada tinggi
Erika sangat marah dan kesal dengan sikap Evan kepadanya. Lalu Erika memilih pergi dari ruangan itu. Begitu juga Evan yang merasa kacau pikirannya
"Aaarrrggghhhh!!! kenapa jadi begini!!!" teriak Evan yang Kemudian menyapu apapun yang ada di atas meja kerjanya. Sementara Erika sudah pergi meninggalkan kantor Evan dengan rasa kecewa yang mendalam
"Aku akan buktikan sendiri , Jika ucapan ku itu benar, lihat saja mas!!!" Sarkas Erika ketika dia berada didalam mobil.
Mata Erika sudah memanas, dan akhirnya dia pun menangis dengan pikirannya yang sudah jauh melayang. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana jika memang Evan berselingkuh dibelakangnya, Erika tidak akan sanggup merasakan patah hati nantinya.
Bagaimanpun mereka sudah menjalin hubungan lebih dari 3 tahun dan sebentar lagi akan menikah. Jujur Erika akui jika dirinya juga mencintai Evan, karena dia terlihat baik dan terlihat sangat mencintainya. Tapi melihat gelegat Evan dan Megan membuatnya yakin jika keduanya sudah menjalin hubungan lebih dari sekedar profesional kerja. Mobil Erika berhenti saat lampu merah, Dia mengusap air matanya sendiri saat mengingat Evan membentaknya.
"Erika?!" ucap Bagas saat menoleh ke samping dan melihat dari kaca mobilnya, memang benar itu Erika.
Lampu hijau menyala, semua mobil bergerak maju dan Bagas mengikuti pergerakan mobil Erika, sampai di tempat sedikit sepi, Bagas menyalip mobil Erika dan berhenti didepannya. Sontak Erika kaget ketika melihat ada mobil menyalip mobilnya. Emosinya langsung naik, namun ketika melihat siapa yang turun dari mobil emosi Erika langsung menguap.
Tok
Tok
Bagas mengetuk kaca mobil Erika dan Erika membuka pintu mobilnya. Bagas melihat mata sembab Erika yang tidak bisa di tutupinya
"Rika,, kamu,,,,habis nangis?!" tanya Bagas
"Udah deh gak usah kepo!" jawab Erika
Bagas terkekeh lalu menyentuh bahu Erika
"Jangan membohongiku! aku cukup mengenalmu, mau cerita?!" tanya Bagas dan Erika mengangguk
"Oke,, kita cari tempat untuk bicara" ucap Bagas
Lalu keduanya kembali masuk kedalam mobil masing-masing, Setelah itu keduanya menjalankan mobilnya dan menuju ke sebuah restoran. Bagas melihat jam sudah menunjukkan jam makan siang, jadi sekalian dia akan mengajak Erika untuk makan siang bersama. Sampainya di restoran mereka duduk dan memesan makanan
"Aku sholat sebentar ya," ucap Bagas
" Iya,, aku lagi gak sholat" jawab Erika
Bagas tersenyum lalu berlalu meninggalkan Erika ke Mushola yang ada di resto itu. Tak lama kemudian Bagas sudah kembali dan melihat makanan mereka sudah terhidang diatas meja
"Kok gak makan duluan?!"tanya Bagas
"Nunggu kamu" jawab Erika
"Cieee nungguin mantan" ejek Bagas dan membuat Erika terkekeh
__ADS_1
"Berhenti berkata begitu! atau ku pukul kau sekarang!" sarkas Erika dan Bagas malah cengengesan
Lalu Bagas duduk dan mereka berdoa setelah itu memulai untuk menikmati makanan mereka
"Kamu kenapa?!" tanya Bagas memulai pembicaraan
"Tadi,,, aku berantem sama tunanganmu" jawab Erika
Deg!
"Terus?!" tanya Bagas datar
"Bagas,, aku minta tolong padamu bisa gak?!" tanya Erika
"Apa?? jangan bilang kau menyuruhku untuk bicara kepada tunangan mu!!" ucap Bagas mengerutkan alisnya
"Kau ini!! aku serius!!" sarkas Erika
"Hehe terus apa??"tanya Bagas
"Aku minta kau selidiki wanita ini" ucap Erika saat menunjukkan foto Megan di ponselnya
Uhuuukkkkk uhuuuukkkkkkkk
Bagas langsung tersedak dan segera mengambil air minum lalu menghabiskannya.
"Kenapa kamu?!' tanya Erika panik
"Ngapain kamu menyuruhku mencari informasi soal dia?!" tanya Bagas kaget bukan main
"Dia,,,, selingkuhan Evan" jawab Erika dengan bersedih
"Apa kamu yakin mereka berselingkuh?!" tanya Bagas
"Makanya aku minta bantuan mu!" Sarkas Erika
"Terus aku dapet apa?!" tanya Bagas menatap Erika dan malah membuat Erika gugup
"Kau jangan menatapku begitu!!! ah pokoknya nanti aku akan memberimu imbalan yang setimpal!" jawab Erika yang langsung memalingkan pandangannya
Bagas tersenyum lalu melanjutkan makannya
"Aku mengenalnya,,," jawab Bagas
"Hah?!" balik Erika kaget
"Iya,, dia itu mantan istri tuan Dewa. Masak kamu gak tau! bahkan berita itu tersebar di seluruh pelosok negeri !" ucap Bagas
"Mana ku tau!! aku tidak mengurusi urusan orang lain! kok mereka berpisah?!" tanya Erika
"Karena Megan kabur dengan pria lain dan tuan sangat benci dengan penghianatan akhirnya memutuskan untuk bercerai di hari berikutnya" jawab Bagas
"Memang benar-benar murahan!! pantas saja dia menggoda mas Evan!" ucap Erika dengan kesal
"Bagas,,, kamu mau kan membantuku mengungkapkan semuanya?!" tanya Erika
"Sudah ku bilang, aku akan dapat apa jika membantumu?! kalau gak sepadan aku gak mau!" jawab Bagas
__ADS_1
"Perhitungan banget sih kamu sekarang!!" sarkas Erika
Bagas terkekeh saat mendengar ucapan Erika
"Baiklah aku akan membantu mu, tapi gak bisa banyak yang bisa aku lakukan, karena bagaimanapun aku juga bekerja, jadi aku hanya bisa menggunakan waktu senggang ku!" jawab Bagas
"Terima kasih" jawab Erika dan Bagas hanya mengangguk
"Kasihan banget sih di selingkuhin!" ucap Bagas
"Sialan kamu!!" Sarkas Erika
"Lagian, ngapain sih tetep bertahan kalau memang gitu?! pria lain masih banyak kali di dunia ini!" ucap Bagas,
(Othor: Sebenarnya ngarep balikan, cuma udah ciut kayaknya!😅)
"Aku gak mungkin bisa mengakhiri jika aku tidak memiliki bukti. Dan juga ,,,,,," jawab Erika jadi sendu
"Sepertinya kamu sangat mencintainya" ucap Bagas saat melihat sorot mata Erika
"Mungkin dulu iya,, tapi ntahlah jika memang benar dia terbukti berselingkuh. Aku akan mengakhirinya sendiri. Dengan bukti itu aku bisa menjelaskan kepada semua keluarga" ucap Erika
"Baiklah,,, baiklah,,, jangan menangis,,, aku akan membantumu!" ucap Bagas dengan cepat
"Terima kasih Bagas" ucap Erika dengan refleks menggenggam tangan Bagas yang berada di atas meja sangking senangnya karena ada yang mau membantu nya
Bagas kaget dan langsung melihat kearah tangannya dan begitu juga Erika. Buru-buru Erika menarik tangannya dan dia terlihat jadi sangat malu
"Sorry! gak sengaja" ucap Erika
"Eleh bilang aja pengen pegang tanganku kann?! dulu kamu juga gitu!!" sindir Bagas
"Kita sudah sepakat untuk tidak membahas masa lalu! kita sudah berteman!" jawab Erika
"Iya iya,,,, terserah padamu!" jawab Bagas
Sementara di tempat lain,,,
Dewa, Aya dan anak-anak sudah bersiap untuk ke rumah papa dan mamanya. Tentunya mereka tidak melupakan hadiah ulang tahun mamanya, jika mereka sampai lupa, mama bisa mengamuk habis-habisan kepada Dewa.
Setelah semuanya masuk kedalam mobil, Edo menjalankan mobilnya menuju ke rumah besar keluarga Wardana dan di tempat lain juga Keluarga Dewi juga sudah dalam perjalanan menuju ke rumah orang tua mereka. Malam nanti akan ada acara syukuran kecil-kecil an dan juga kumpul keluarga di keluarga besar Wardana.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,
Udah rindu banget 2 bab keromantisan Aya dan Dewa gak muncul, besok deh lanjut lagi🤗
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
__ADS_1
...Semoga Suka❤️...