Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Bertahan Hidup


__ADS_3

Sore itu Aya membantu ibu Desy menyapu teras di bedeng ibu Desy, sementara ibu desy menyapu di halamannya. Tak lama kemudian datanglah para rombongan pekerja yang baru saja pulang dari pabrik. Aya pun tersenyum ramah kepada mereka.


"Wah penghuni baru ya bu desy?" tanya seorang pria dengan nada sedikit gemulai


"Iya Nam, semuanya kenalin namanya mbak Sukma, dia disini mau cari kerja. Kira-kira di pabrik masih ada lowongan gak ya??" kata ibu Desy


"Lulusan apa bu??" Tanya Anam


"SMA mas, tapi saya gak bawa ijazah" kata Aya


"Waduh gak ada ijazah ya, agak susah e mbak kalau gak punya Ijazah. Orang pabrik gak bakal percaya mbak kalau gak ada Ijazah. Tapi coba nanti tak hubungi pak samsul, kali aja ada kerjaan buat mbak sukma" kata Anam


"Makasih ya mas" kata Aya


"Iya mbak, saya masuk dulu ya mbak sukma, ibu dessy" kata Anam


Aya dan Bu Desy pun kembali mengerjakan pekerjaannya sore itu. Setelah selesai Aya masuk kedalam rumah dan membersihkan dirinya lalu bersiap untuk ibadah maghrib. Saat setelah Aya sholat, Aya ingin berdiri namun kepalanya terasa sangat pusing.


"Aduhh kepala ku pusing banget, kliyengan kayak darah rendah" kata Aya saat memegangi kepalanya.


Sesaat Aya duduk, lalu perlahan berdiri dan bertumpu pada dinding bedeng hingga Aya benar-benar bisa berdiri tegak. Lalu Aya berjalan ke dapur untuk mengambil makanan yang di berikan oleh ibu desy siang tadi. Aya pun memakannya sebagai makan malamnya.


Ketika Aya tengah makan malam, terdengar ketukan pintu, lalu Aya mencuci tangan dan berjalan menuju pintu depan.


"Siapa yah??" tanya Aya


"Anam mbak" jawab Anam


Ceklekkkkk


"Ada apa mas?" tanya Aya


"Begini mbak, tadi saya sudah nelfon pak samsul, kata beliau kalau mbak beneran mau kerja di pabrik, palingan di bagian cleaning service mbak. Karena mbak Sukma kan gak ada ijazahnya. Jadi dianggap stara lulusan SMP dan bisanya di bagaian itu" kata Anam


"Iya mas, gak papa saya mau. Yang penting saya bisa bekerja untuk bertahan hidup" jawab Aya


"Baiklah mbak, besok mbak ikut saya dan saya akan ajak mbak untuk menemui pak Samsul. Oh iya saya hampir lupa, mbak sukma sudah menikah yah?? Maaf mbak saya hanya ditanya tadi sama pak samsul" tanya Anam

__ADS_1


"Iya mas saya sudah menikah dan saya berpisah dengan suami saya" jawab Aya


"Ohh baik mbak, nanti akan saya sampaikan dengan pak samsul ya mbak. Emm saya balik ke tempat saya dulu, permisi" kata Anam


Setelah perbincangan Aya dan Anam, Aya pun menutup pintunya dengan rasa bahagia karena akan mendapatkan pekerjaan.


"Alhamdulillah,, besok aku sudah mulai kerja. Semoga aku bisa betah kerja disana" kata Aya dengan semangat.


Kemudian Aya melanjutkan makannya dan setelah itu ia bersiap untuk sholat isya. Meski hidup seadanya dengan penuh kekurangan, tapi Aya merasa bebas. Untuk sesaat Aya bisa melupakan Dewa, namun saat ia termenung, Aya kembali mengingat semua tentang Dewa.


Sementara itu dirumah Dewa.....


Dewa nampak menjadi pendiam dan sangat dingin, bahkan pelayan dirumah itu tidak ada yang berani untuk membuka suaranya sama sekali selain jika dewa bertanya atau menyuruh mereka. Sungguh suasana rumah itu sangat mencekam dan menakutkan. Sama halnya dengan di kantor seperti itu juga.


Dewa membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur, pandangannya lurus keatas langit-langit kamarnya. Semua tentang Aya kembali muncul dipikiran Dewa saat itu, bagaimana tingkahnya, senyumnya, hangatnya semua menyerang hati dan pikiran Dewa. Perlahan Dewa mengusap samping tempat tidurnya yang biasa di tempati Aya kini kosong tanpa penghuni. Rasanya sangat sepi, bahkan hampa tanpa kehadiran Aya di hidup Dewa


"Kamu pergi kemana sih Aya?! aku sudah mencarimu kemana-mana tapi kenapa gak ketemuuu??!" kata Dewa dengan rasa kesal dihatinya.


Sampai detik ini Dewa belum mendapatkan informasi keberadaan Aya dari anak buahnya. Padahal Dewa terus mengrahkan anak buahnya untuk mencari Aya kesegala penjuru. Dewa pun mengawasi gerak gerik keluarga Wijaya, siapa tahu mereka mengetahui keberadaan Aya dan sengaja menyembunyikannya dari Dewa.


Pagi menjelang.....


Aya tengah bersiap untuk ke pabrik pagi itu, dengan semangat 45 Aya sudah bertekad untuk bekerja keras. Saat Aya akan keluar rumah, Aya merasa mual dan ingin muntah, lalu ia berlari kekamar mandi dan memuntahkan makanan yang sempat dimakannya tadi, meski hanya roti isi saja. Wajah Aya terlihat pucat, lalu Aya keluar dari kamar mandi dan mengambil minyak kayu putih dan membalurkannya ke perutnya. Setelah merasa baikan, Aya pun keluar dari bedengnya dan didepan sudah ada Anam.


"Aduh maaf ya mas, jadi nungguin saya" kata Aya


"Gak papa mbak, ini masih pagi juga belum masuk jam pabrik. Ayo mbak kita berangkat" kata Anam


Setelah mengunci bedengnya, Aya pergi bersama Anam kepabrik kertas itu. Sepanjang jalan Anam bercerita mengenai pabrik tempat ia bekerja. Begitu sampai di pabrik, Anam mengajak Aya untuk menemui pak Samsul diruangannya


Tok


Tok


"Masuk"


Anam membuka pintu ruangan pak Samsul

__ADS_1


Ceklekkkk


"Selamat pagi pak" kata Anam


"Oh Anam, masuk Nam,, silahkan duduk" kata pak Samsul


Anam masuk bersama Aya dan mereka duduk di depan pak Samsul


"Ini pak mbak Sukma yang saya ceritakan semalam. Dia ingin bekerja disini" kata Anam


"Perkenalkan pak, nama saya Sukma. Benar saya ingin bekerja disini, Saya lulusan SMA tapi saya kesini tidak membawa Ijazah saya" kata Aya


"Seperti yang saya sampaikan kepada Anam, mungkin mbak Sukma hanya bisa bekerja sebagai cleaning Service disini" kata pak Samsul


"Saya gak masalah pak, yang penting saya bisa bekerja disini pak" kata Aya


Lalu pak samsul mengeluarkan kertas yang berisi form data diri, Pak Samsul menyuruh Aya untuk mengisi Form itu sesuai data dirinya. Aya pun mengisi satu persatu kolom yang ada di dalam form itu. Namun untuk nama Aya hanya menuliskan 'Sukma'.


"Pak, saya tidak punya hp jadi ini saya kosongkan saja ya pak" kata Aya


Pak Samsul dan Anam sempat kaget mendengar Aya tidak memiliki ponsel, dijaman yang canggih begini masak masih ada yang tidak memiliki ponsel.


"Kamu gaptek ya??!" tanya pak Samsul


"Tidak pak, Insyaa allah, Cuma saya tidak punya uang untuk membeli ponsel. Nanti kalau saya sudah dapet gaji pertama saya, saya akan membeli ponsel pak hehe" kata Aya


"Hmm baiklah, gak masalah kamu kosongkan itu Sukma" kata pak Samsul


Setelah Aya selesai mengisi form, Pak Samsul menyurih Anam untuk mengantarkan Aya ke kepala cleaning Service untuk mendapatkan seragam kerja dan alat safety. Kemudian Aya dan Anam pamit dari ruangan pak Samsul menuju keruangan Cleaning Service. Setelah mengantarkan Aya, Anam pun bekerja di bagiannya sendiri, sementara Aya bersiap untuk pekerjaan pertamanya yaitu membuatkan minuman untuk pak Samsul sebagai kepala HRD pabrik setelah mengganti pakaiannya dengan seragam Cleaning Service, tak lupa Aya menggunakan masker sesuai peraturan perusahaan. Aya pun dengan cekatan membuatkan kopi dan mengantarkannya keruang pak Samsul.


.


.


.


Semangatttt Aya!!!

__ADS_1


__ADS_2