
Mobil Bagas sudah berada di depan kantor Erika. Lalu Bagas dan Erika turun dari mobil dan berjalan menuju ke ruangan Erika. Sampai nya diruangan, ternyata tuan Dimas belum sampai di kantor nya.
"Alhamdulillah gak telat" ucap Erika
"Jelas gak telat, supirnya supir batak!" sahut Bagas dan Erika terkekeh lalu memukul bahu suaminya
Tak lama kemudian Asisstent Erika masuk bersama tuan Dimas dan juga Asisstent sendiri. Erika pun menyambut nya dengan ramah, namun saat tuan Dimas mengulurkan tangannya Erika hanya mengangguk dan tidak membalas uluran tangan Dimas kepadanya. Bagas tersenyum saat melihat sikap Erika yang tidak lagi mau bersentuhan tangan dengan pria lain. Kemudian mereka duduk dan membahas kerjasama diantara mereka.
Dari pembicaraan antara Erika dan Dimas, terlihat Dimas begitu mengagumi sosok seorang Erika. Terlihat dari tatapan Dimas yang seolah tidak ingin terlepas sedikitpun kepada Erika dan hal itu membuat Bagas meradang.
"Ehem!" Bagas mencoba membuyarkan tatapan Dimas terhadap istrinya
Erika menoleh kearah Bagas dan melihat sorot mata kecemburuan dari mata suaminya.
"Nona Erika,,, saya sangat tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan anda. Apalagi anda yang mengelola, wanita yang cerdas, cantik dan memiliki integritas tinggi. Saya yakin kerjasama ini akan berjalan dengan baik" ucap Dimas
"Jika tertarik, tentunya bukan karena saya, tapi karena kinerja perusahaan saya tuan. Dan mungkin setelah ini, anda akan banyak berhubungan langsung dengan suami saya, karena tidak lama lagi yang akan menjalankan perusahaan ini adalah suami saya Bagaskara" ucap Erika saat memegang tangan Bagas
Erika teringat akan pembicaraan nya bersama Bagas saat mereka berdua baru saja menyelesaikan misi terpenting dalam hidup mereka.
"Sayang,,,,," ucap Bagas dengan mengusap lembut punggung Erika. Sesekali Bagas mengecup kening Erika dengan rasa sayang yang meluap-luap.
"Iya mas?" jawab Erika yang masih betah berlama-lama berada didalam dekapan hangat Bagas
"Jika nanti kamu hamil,,, apa boleh mas meminta mu untuk beristirahat dirumah? Maksud mas,,, mas tidak ingin kamu terlalu capek dan lelah bekerja. Mas hanya ingin yang terbaik untuk kamu dan anak-anak kita nanti" ucap Bagas yang masih setia mengusap punggung Erika dengan lembut
"Emm,,,, nanti aku pikirkan lagi yah masss" jawab Erika dan Bagas mengangguk.
Setelah Erika pikir-pikir kembali, ada benarnya juga yang di katakan suaminya. Jika Erika hamil dan kelak mereka memiliki anak, pasti Erika akan merasa kerepotan jika harus mengurus perusahaan yang sudah di rintis nya. Erika yakin Bagas melakukan itu karena Bagas sangat mencintai dirinya dan ingin yang terbaik untuk dia dan anak-anak mereka kelak.
"Suami?!" ucap Dimas kaget membuyarkan lamunan Erika. Setahu Dimas, Erika gagal menikah dengan Evan dan berita itu sudah menyebar keseluruhan media. Sementara pernikahan Bagas dan Erika tidak terekspos oleh media,
"Iya,,, saya Bagaskara suami Erika, tuan" jawab Bagas dengan tegas
__ADS_1
Dimas menatap Erika dan Bagas bergantian, Setelah dia yakin, kemudian Dimas angkat bicara
"Baiklah,,, itu tidak masalah. Mari kita selesaikan pembahasan kontrak kerjasama kita" ucap Dimas yang tidak ingin berlama-lama lagi karena sudah tau jika Erika ternyata sudah menikah. Awalnya Dimas ingin mendekati Erika, namun diurungkannya setelah mengetahui kebenaran nya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Dimas pun pamit pulang ketika dia dan juga Erika sudah sepakat untuk menandatangani kontrak kerjasama diantara perusahaan mereka.
Sementara di tempat lain,,,,,,
Saat itu Aya tengah menemani anak-anak nya bermain di ruangan tengah bersama Sofi. Saat Aya tengah menikmati secangkir teh lemon hangat, ponsel Aya berdering lalu Aya melihat mama Widia yang menelfonnya. Dengan ceoat Aya mengangkat telfon dari mamanya
"Assalamualaikum ma,,,," ucap Aya yang kemudian meletakkan cangkirnya
"Wa'alaikumsalam ayaaaa,,,,,,, papa,,,,,, pingsan dari pagi Aya, dan sampai sekarang papa belum sadarkan diri!" ucap mama Widia dengan menangis
"Apa?! ucap Aya kaget bukan main
"Sekarang mama dimana?!" tanya Aya
"Baiklah ma,,, Aya akan segera kesana" ucap Aya dengan perasaan cemas.
Setelah mama mematikan sambungan teleponnya, Aya dengan cepat menghubungi Dewa.
Tuuuuuttttttt Tuuuuuttttttt Tuuuuuttttttt
"Hallo mas assalamualaikum" ucap Aya dengan suara tangisnya
"Wa'alaikumsalam sayang,,, ada apa? kenapa kau menangis?" tanya Dewa
"Papa,,, papa masuk rumah sakit mas,,, papa pingsan dari pagi dan sampai sekarang papa belum sadar mas" jawab Aya dengan segukan
"Apa?! baiklah, kamu siap-siap mas akan jemput kamu dan kita kerumah sakit" jawab Dewa
"Iya mas Assalamualaikum" jawab Aya
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam"
Setelah itu Aya segera bersiap untuk kerumah sakit, namun Aya tidak mengajak anak-anak, karena pasti anak-anak tidak akan diperbolehkan untuk ikut masuk kedalam rumah sakit.
Beberapa menit kemudian Mobil Dewa sudah sampai di depan rumah, lalu Edo mengklakson mobil itu dan Aya Langsung keluar dari rumah. Aya masuk kedalam mobil dan disana sudah ada Dewa yang menunggunya. Tidak menunggu lama Edo langsung menjalankan mobilnya menuju ke rumah sakit.
Aya terus menangis didalam pelukan Dewa, Aya sangat takut jika terjadi hal buruk pada papanya. Sementara Dewa terus mencoba menenangkan Aya semaksimal yang dia bisa.
"Yang sabar sayang,,,, doakan papa yang terbaik" ucap Dewa saat mengusap kepala Aya dan Aya hanya mengangguk pelan didalam pelukan suaminya
Sampai nya mobil Dewa di rumah sakit, Aya dan Dewa segera turun dan langsung menuju ke ruang IGD. Aya terlihat tidak tenang sebelum memastikan sendiri kondisi papanya.
Ketika Aya dan Dewa sudah hampir sampai didepan pintu IGD, langkah nya melambat saat melihat didepan pintu ruangan itu ada mama, Megan dan juga Evan.
"Aya" ucap mama saat melihat Aya dan dewa dari kejauhan. Evan dan Megan pun menoleh ke samping dan melihat Aya juga Dewa tengah berjalan mendekat kepada mereka.
Ini akan menjadi sejarah, pertemuan antara Megan, Aya, Dewa dan juga Evan.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,
Mampir ke Novel baru uni yukkk,,, Judulnya SKANDAL CINTA. Mampir yahhhh😍
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
...Semoga Suka❤️...
__ADS_1