Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Masih Belum Menyerah


__ADS_3

Keesokan harinya,,,,,


Aya baru saja selesai membantu Dewa mengenakan pakaian kerjanya, setelah berbagai macam drama yang Dewa ciptakan untuk istrinya, Kelakuan Dewa benar-benar tidak mencerminkan seperti dewa biasanya , terlihat Dewa sangat manja dan apapun yang diinginkannya harus didapatkan, sedari tadi Dewa tidak lepas memeluk Aya dan sesekali mengecup apapun yang diinginkannya. Hal seperti ini sering terjadi saat di pagi hari


"Mas,,, udah dong manjanya,,, nanti telat loh ke kantor nya,,," ucap Aya yang masih berada didalam pelukan suaminya


"Itu kan kantor mas, jadi terserah mas dong mau dateng jam berapa, mas masih mau peluk kamu" ucap Dewa saat mengecup pipi istrinya yang sudah mulai terlihat bertambah gembul


"Hmmm baik lah suamikuuu" ucap Aya pasrah dan menunggu sampai Dewa melepaskannya.


Beberapa saat Dewa melepaskan istrinya juga ketika melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 08.00 WIB, Lalu Aya menggandeng suaminya dan menariknya turun kebawah.


"Udah,, manjanya udah selesai, sekarang waktunya Mas kerja" ucap Aya


"Jadi kami maksa mas kerja?!" ucap Dewa


Aya langsung terhenti dan melepas tangan Dewa


"Terserah mas, mau kekantor apa enggak,," jawab Aya yang kemudian berjalan turun kebawah tanpa memperdulikan Dewa lagi.


Melihat istrinya ngambek, buru-buru Dewa mengejarnya dan memeluknya dari belakang


"Jangan marahhh,,,,"


"Enggak kok, bener kata mas Dewa, gak seharusnya Aya nyuruh-nyuruh mas ke kantor. Toh perusahaan itu juga milik mas kan? jadi ya terserah mas kan? Udah ah lepasin,,,, Aya mau sarapan!" ucap Aya melepaskan pelukan Dewa


Dewa merasa tidak terima ketika melihat istrinya ngambek begitu, padahal Dewa hanya ingin berlama-lama dengan istrinya.


Tak lama Anak-anak menghampiri mereka setelah selesai bermain sepeda didepan rumah


"Bundaaa,,, Ayahhhhh"


"Hai,,, kalian sudah sarapan?" tanya Aya, merasa sedikit bersalah karena tidak bisa sarapan bersama dengan anak-anak akibat Dewa tidak mau melepaskannya


"Cudahhhh,,,," jawab Sikembar bersama


Lalu Sikembar duduk dan mengambil buah-buahan kesukaan mereka.


"Maaf yah, bunda gak bisa temenin kalian sarpaan tadi,,,"


"Iya bunda gak papa"


Aya mengambil kan makanan untuk Dewa dan dirinya sendiri lalu keduanya menikmati makanan mereka masing-masing. Terlihat Aya masih mendiami Dewa dan sesekali Dewa melirik kearah istrinya dengan rasa bersalah. Sebenarnya dia juga tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya setiap pagi. Rasanya dia tidak ingin sedikitpun berjauhan dengan Aya, bahkan sangat betah berlama-lama mendekap istrinya.


Setelah selesai sarapan, Aya dan anak-anak mengantar keberangkatan Dewa kekantor sampai didepan teras rumah. Si kembar mencium tangan ayahnya bergantian lalu Dewa mengecup pipi keduanya. Setelah itu Aya pun mencium tangan suaminya namun masih tetap mendiami suaminya. Kemudian Dewa mengecup pipi Aya dan berbisik kecil padanya


CUP


"I Love You"


Wajah Aya langsung berubah memerah, senyumnya ingin mengembang namun dia berusaha menahannya, Kemudian Dewa tersenyum saat tatapan mereka bertemu

__ADS_1


"Ayah hati-hati" ucap anak-anak membuyarkan tatapan Dewa terhadap aya


"Iya Sayang,,, assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam" Jawab Aya bersama anak-anak


Kemudian Dewa masuk kedalam mobil dan meninggalkan rumahnya mereka. Setelah mobil Dewa tidak terlihat lagi, Aya mengajak anak-anak masuk kedalam rumah. Rasa kesal di dada sudah menguap begitu saja hanya dengan kata Cinta dari Dewa. Dewa memang benar-benar pandai meluluhkan hati Aya.


Sementara itu, ditempat lain,,,,,


Megan tengah bersiap-siap untuk kerumah Dewa lagi, tak lupa Megan membawakan kue untuk menyogok kedua keponakannya agar mereka tidak nakal lagi kepadanya.


"Pokok nya aku gak boleh nyerah!! setan-setan kecil itu akan aku taklukan hari ini!! Awas aja sampai mereka berani ngerjain aku lagi!!" batin Megan. Lalu Megan berpamitan kepada mama untuk berangkat kerumah Aya.


Megan menaiki taxi menuju kerumah Dewa, hari ini dia berencana ingin mengambil hati anak-anak Aya dengan membawakan makanan kesukaan nya dan kemarin dia membelikan mainan untuk Sikembar nanti.


Beberapa menit kemudian taksi yang di tumpangi Megan sampai dirumah Dewa, lalu Megan keluar dan berjalan menuju kearah pintu


Tinggggg Tungggg


Beberapa saat pelayan membukakan pintu dan melihat Megan sudah berdiri didepan pintu rumah itu


"Nyonya Aya ada?"


"Ada didalam, silahkan masuk, saya panggilkan dulu ya mbak"


Pelayan berjalan kebelakang dan memanggil Aya yang tengah menemani kedua putranya bermain pancingan di kolam plastik. Kemudian Aya berjalan kedepan untuk menemui kakak ya


"Iya,, ayo kita lihat kak" ucap Gaza


Sikembar pun tidak mau ketinggalan, mereka berdua menyusul bundanya menemui bibi monster.


"Kak Megan"..


"Aya,,, dimana Anak-anak?"


"Ada di belakang,"


"Ouhh,,, gitu,,,, ini aku bawain kue dan mainan untuk mereka" ucap Megan dengan semangat


Si Kembar berlarian seolah menuju kearah Megan, Lalu Megan merentangkan tangannya ingin memeluk si kembar tapi ternyata Sikembar berbelok kepada bundanya.


"Kalian gak kangen bibi?" ucap Megan dengan menahan rasa kesal dan malunya


"Enggak" jawab si kembar


"Kalian jahat sekali,, padahal bibi bawakan kue kesukaan kalian dan juga mainan" kata mengan dengan mengiming-imingi mereka


Keduanya melihat kearah Megan yang tengah membawa brownis keju dan juga mainan mobil-mobilan


"Kak"

__ADS_1


Megan melihat kearah Aya


"Aku ingin bicara,,, kemarin aku sudah membicarakan soal kakak yang ingin mengasuh anak-anak Aya kepada mas Dewa, dan mas Dewa,,,, keberatan kak" ucap Aya


Deg!


"Sialan mas Dewa!" sarkas Megan didalam hati


"Tapi kenapa?! daripada kalian mencari baby sister?!" ucap Megan


"Mungkin mas Dewa kurang nyaman kak, dan Aya tidak bisa berbuat apa-apa selain menjalankan perintah suami Aya. Aya mohon kak Megan mau mengerti dengan keputusan ini. Lagian kak Megan kan juga sibuk pemotretan iklan, jadi mungkin lebih baik Aya dibantu Sofi saja ya kak" ucap Aya


"Ya sudah kalau memang begitu! aku pergi!" ucap Megan yang kemudian beranjak


"Maaf ya kak" ucap Aya


Megan tidak menjawab dan dia berlalu pergi membawa kembali kue dan juga mainan yahh dibawanya


"Loh bunda,, itu bibi monctel kemana?" tanya


"Bibi Monster? maksud kalian bibi Megan?" tanya Aya


"Iyah"


"Dia pergi sayang,, ayah tidak mengizinkan kalian bermain bersama bibi, dan dia bukan bibi monster tapi bibi Megan"


"Bibi Megan kalau malah kayak monctel bunda"jawab Gaza


"Memangnya kalian pernah di marahi?" tanya aya


"Pelnah, waktu kami belmain kemalin" jawab Gaza


"Kok bisa sih!" tanya Aya kaget ketika tau Megan memarahi anak-anaknya


"Iya,, kami kan main tembak-tembakan, teluc kami tembak bibi pake pistol ail dan dia malah"jawab Faza


"Padahal bibi yang mengici ail nya" jawab Gaza


"Hmm kalian ini,,, gak boleh nakal yah sama orang tua"


"Iya bundaa"


Setelah menasehati Anak-anak Aya mengajak anak-anak kembali ke halaman belakang untuk melanjutkan permainan mereka. Sementara Megan yang kesal akhirnya memutuskan ke tempatnya bekerja.


.


.


.


Bersambung,,,,,

__ADS_1


__ADS_2