Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Jangan Pura-pura Bodoh!


__ADS_3

Mobil Bagas sudah sampai dirumah sakit, kemudian Bagas dan Erika segera turun dari mobil dan menuju ke ruangan Evan di rawat. Bagas menanyakan kepada pusat informasi untuk menanyakan ruangan Evan. Setelah mendapat informasi mereka berdua langsung menuju ke kamar itu. Tidak jauh dari mereka ada 3 orang pria yang mengikuti pergerakan Bagas dan Erika.


"Ini ruangan nya mas" ucap Erika


"Iya, ayo kita masuk" ucap Bagas


Kemudian Bagas membuka pintu ruangan itu dan melihat Evan tengah bersama mama dan juga Keluarga lainnya


"Erika" ucap mama Evan saat melihat Erika dan Bagas datang


Evan terlihat kaget saat melihat Erika datang bersama pria yang waktu itu bersama Erika memergoki dirinya dan Megan saat di apartemen.


"Apa ini Bagas?!" batin Evan saat menatap Bagas yang berdiri di samping Erika


"Tante,, aku kemari ingin menemui anak Tante" ucap Erika dengan menekan rasa marahnya saat menatap Evan dengan tatapan tajam


"Kemari lah Erika" ucap mama Evan


Erika berjalan mendekat kearah Evan yang saat itu juga menatapnya. Evan sedikit kesal saat Erika datang namun bersama pria lain.


"Ada apa Erika?" tanya Evan


"Evan! aku kemari ingin menegaskan padamu, dia adalah Bagas dan dia adalah suamiku! kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dan berhenti untuk mengganggu ku dan kehidupanku!!" sarkas Erika


"Apa yang kau bicarakan?! aku tidak mengerti" ucap Evan berpura-pura tidak mengerti


"Jangan pura-pura bodoh kamu! kamu menyuruh orang-orang mu untuk mengusik kehidupan ku dan juga suamiku! Jangan kira aku tidak tau!" ucap Erika


"Kau jangan menuduhku Erika!! bagaimana bisa aku melakukan itu sementara aku masih berada di rumah sakit? kau itu sudah diracuni oleh dia, Erika!" ucap Evan


"Jangan bertingkah bodoh Evan! bahkan orang-orang mu mengancam tuan Dewa karena mereka tau jika suamiku berkerja dengannya!!Aku peringatan padamu!!! jangan pernah mengganggu hidup kami dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah kembali padamu!!" Sarkas Erika dengan tatapan tajamnya pada Evan.


Evan hanya tersenyum tipis saat mendengar perkataan Erika, meski dalam hatinya merasakan kekesalan yang luar biasa.


"Begitu mudahnya kamu melupakan semua hubungan yang pernah ada diantara kita. Bahkan kamu dengan mudah berpaling dariku" ucap Evan


"Apa aku tidak salah dengar?! kau lupa jika kau sendiri yang merusak semuanya!! dan satu hal yang perlu kau tahu, Dia adalah cinta pertamaku sebelum aku bertemu denganmu!!!" Ucap Erika saat menatap Evan dengan sangat tajam. Evan semakin kesal didalam hatinya, namun saat ini bukan waktunya untuk menunjukkan semuanya


Setelah mengatakan itu, Erika mengajak Bagas untuk keluar dari ruangan Evan.


"Van,,, apa benar yang di katakan Erika?" tanya mama Evan

__ADS_1


"Ma,,, dia hanya mengarang cerita, bagaimana aku bisa melakukan itu semua ma, sedang aku berada disini dan mama selalu menemani ku bukan?!" ucap Evan


"Ingat ya Van! kamu harus menikahi Megan! bagaimanapun dia saat ini mengandung anakmu! mama tidak mau kamu melakukan kesalahan lagi! sudah cukup kamu membuat malu keluarga kita!!!" Sarkas mama


Evan hanya terdiam dan mendengar ucapan mamanya dengan sangat malas. Berkali-kali mama Evan mengatakan hal itu dan mama selalu mengingat kan jika Evan harus menikahi Megan setelah mereka keluar dari rumah sakit.


Sementara itu Erika dan Bagas masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan rumah sakit. Terlihat Erika masih sangat kesal dengan sikap Evan yang berlagak tidak tau dengan apa yang dia lakukan. Kemudian Bagas memegang tangan Erika sembari tetap menyetir mobilnya


"Tenanglah sayang,,,, kita hadapi semuanya bersama. Aku tidak akan pernah membiarkan Evan merusak rumah tangga kita" ucap Bagas meyakinkan Erika


"Mas tidak kenal Evan, dia itu orang yang nekad mas" jawab Erika


"Kita tidak perlu takut, percaya kan semuanya pada Allah" ucap Bagas dan Erika hanya mengangguk.


Bagas melajukan mobilnya membelah jalanan menuju kerumah mereka. Sementara orang-orang suruhan papa Erika masih terus mengikuti mereka dari kejauhan. Tidak lupa mereka melaporkan semua yang diketahui oleh mereka kepada papa Erika.


"Ternyata Evan belum menyerah!! bahkan dengan aku mencabut saham pun dia masih ingin mendapatkan putriku!! Aku tidak akan membiarkan Evan kembali pada Erika! laki-laki itu hanya mengincar perusahaan ku!!! Aku tidak akan Tinggal Diam!!" ucap papa Erika setelah mendapat laporan dari anak buahnya.


Sementara di tempat lain,,,,


Aya tengah menemani anak-anak nya bermain di ruang tengah, Saat tengah memperhatikan keduanya bermain, ponsel Aya bergetar dan Aya melihat mama Aya menelfon. Lalu Aya mengangkat telfon dari mamanya


"Hallo ma,, Assalamualaikum" ucap Aya


"Emm,,, Aya dirumah ma nemenin anak-anak, dan,,,, mas Dewa melarang Aya ke rumah sakit lagi setelah kejadian kemarin. Kak Megan malah marah-marah saat Aya kesana jadi sebab itu mas Dewa melarang Aya kesana lagi ma" jawab Aya


"Oh,, ya sudah gak papa kalau kamu gak bisa kesini, daripada Dewa marah denganmu. Mama cuma mau kasih kabar ke kamu, hari ini dokter akan membuka perban di seluruh wajah kakakmu, dan setelah nanti kakakmu diperoleh pulang,,,, Evan dan keluarga nya akan kerumah dan menikahkan kakakmu dengan Evan. Mama harap kamu, Dewa dan anak-anak mau kerumah nanti" ucap mama


"Nanti Aya sampaikan pada mas dewa yaa ma" ucap Aya


"Iya,, kalau begitu mama tutup telfon nya dulu, itu dokter sudah sampai, assalamualaikum" ucap mama


"Wa'alaikumsalam" jawab Aya. Kemudian mama mematikan sambungan telepon nya.


Dari luar terdengar suara mobil berhenti didepan rumah, Tak lama kemudian Dewa masuk kedalam rumah


"Assalamualaikum" ucap Dewa saat masuk kedalam


"Wa'alaikumsalam ayahhhhhhh" jawab anak-anak yang langsung berlarian menyambut kedatangan ayah mereka.


Aya pun ikut menyambut kedatangan suaminya, dan mencium tangan Dewa

__ADS_1


"Mas sudah makan siang?" tanya Aya


"Belum,,," jawab Dewa


"Anak-anak,,, kalian sama mbak Sofi dulu yah, bunda akan menyiapkan ayah makan siang" ucap Aya


"Baik bunda" jawab Sikembar


Kemudian Aya mengajak Dewa ke meja makan, Aya mengambil kan makanan, lalu Dewa menikmati makan siangnya.


"Mas, bagaimana masalah di kantor? apa sudah selesai?" tanya Aya saat Dewa sudah selesai makan siangnya


"Sudah, orang-orang yang menghadang kita seperti nya orang-orang Evan yang ingin mencelakai Bagas. Mereka mencari informasi soal Bagas dan jika mas tidak memberi tahu informasi soal Bagas, mereka akan menghancurkan perusahaan mas. Bermimpi saja mereka akan menghancurkan perusahaan mas! bahkan mas sanggup membuat Perusahaan Evan gulung tikar saat ini juga! tapi selama mereka tidak mengganggu perusahaan mas, maka mas tidak akan bertindak jauh!" ucap Dewa


Masih jelas diingat Aya bagaimana Dewa membuat perusahaan kolega nya hancur karena berani berkhianat kepada perusahaan nya. Bahkan tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Dewa membuat perusahaan tuan Darjha tidak beroperasi lagi.


"Iyah mas,,, Oh iya mas,, mama tadi nelfon,,, kata mama hari ini perban kak Megan akan di lepas dan nanti setelah kak Megan boleh pulang,,, Keluarga Evan akan kerumah dan mereka akan melangsungkan akad nikah" ucap Aya


Dewa menghela nafas kasar, sebenarnya Dewa sudah muak dengan Megan. Dewa sudah sangat malas mendengar Aya menyebutkan nama kakaknya.


"Mama berharap kita bisa datang saat acara itu" ucap Aya dengan takut-takut


"Mas tidak akan pergi!!" jawab Dewa dingin, yang kemudian beranjak dari meja makan


Deg!


Aya hanya terdiam ketika Dewa sudah berkata tidak.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,


Info yahh para readers tercinta,,,


Cerita Project Cinta Istri Kedua bakal Ending beberapa Bab lagi,,,

__ADS_1


Jangan bersedih yahh


😊


__ADS_2