Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
AKU BUKAN ISTRIMU LAGI!


__ADS_3

Sikembar merasa ketakutan dengan perawakan pria bertubuh besar dan juga wajah menyeramkan, belum lagi jambangnya semakin membuat keduanya ketakutan


"Kalian kalau jalan gak lihat-lihat apa?!" Ucap Dewa


Dewa berjongkok dan menatap kedua bocah didepannya. Alangkah terkejutnya Dewa saat kedua bocah itu sangat mirip dengan dirinya waktu kecil. Sampai-sampai dewa terduduk di lantai dengan sangat terkejut. Sikembar pun tambah terkejut ketika pria itu menatapnya dan sangat menakutkan.


"Aduhh anak-anak,,,, maaf tuan Dewa, keponakan saya sudah mengotori pakaian anda. Jangan marahi mereka tuan" ucap anam ketika berjongkok mensetarakan tingginya dengan sikembar


"Keponakan?!" Tanya Dewa


"Iya tuan, sekali lagi kami minta maaf, ayo kalian minta maaf sama bosnya Om" ucap Anam


Dengan wajah menunduk dan rasa takut sikembar menghampiri Dewa


"Kami minta maaf ya Om" ucap Faza


"Iya om Maaf ya" ucap Gaza


"Iya gak papa" jawab Dewa


Lalu Sikembar mengangkat kepalanya ketika mendengar Dewa sudah memaafkan mereka.


"Bundaaaaaa" ucap Sikembar saat melihat Aya yang baru sampai di depan minimarket untuk menjemput Sikembar yang sejak tadi pergi belum juga kembali.


Lalu sikembar berlari menghampiri Aya dan memeluknya sangat erat. Dewa yang penasaran juga ikut melihat kebelakang dan tambah terkejut lagi Dewa saat melihat bunda yang dimaksud oleh kedua bocah kembar itu adalah Aya.


"Aya?!" Ucap Dewa sontak membuat aya melihat kedepan dan Aya pun juga ikut terkejut begitu melihat Dewa akan berdiri dari posisi duduk dilantai.


"Orang itu?!" Ucap Aya kaget


"Ayo anak-anak kita pergi dari sini!!!" Ucap aya yang langsung menggandeng kedua putranya dan berlari meninggalkan minimarket.


Sangat sulit bagi Aya berlari dengan membawa dua bocah gembul untuk berlari cepat, Anam pun juga ikut mengejar Aya bersama Dewa, Begitu sampai di halaman rumah ibu Desy, Dewa mencengkram erat lengan Aya dan membuatnya berhenti melangkah. Aya melepaskan tangannya pada Sikembar, lalu dihempaskan tangan dewa dari lengannya.


"Lepaskan Aku!!" Teriak Aya


"ENGGAK!" Ucap Dewa semakin kuat mencengkram lengan Aya

__ADS_1


"Om lepacin tangan bunda kami Om,,, lepacin om hiii hiii hiii" ucap Gaza dan Gaza saat menarik-narik baju Dewa sambil menangis.


Anam bingung mau bagaimana melihat drama pagi itu. Mau membantu Aya tapi dia takut dengan Dewa, tidak membantu Aya tapi sangat kasihan


"Anam, bawa mereka pergi!" Ucap Dewa


"B....baik pak" ucap Anam gagu


Lalu Anam mengajak sikembar menuju kerumah ibu Dessy sementara Dewa mengarahkan Aya untuk masuk kedalam kontrakan Aya. Dewa bisa melihat jika itu adalah kontrakan Aya dari koper yang masih ada didepan pintu yang terbuka. Lalu Dewa membawa Aya masuk kedalam kontrakan dan Dewa menguncinya tanpa melepaskan cengkraman tangannya kepada Aya meski aya memberontak.


"Lepasin saya!!!!! iihh lepasiiinnn!!!" Teriak Aya saat melepaskan cengkraman tangan Dewa


Kemudian dewa melepas dasinya dan mengikatkan pada kedua tangan Aya dengan sangat kuat, sehingga membuat Aya kesulitan untuk melepasnya.


Setelah itu Dewa menjatuhkan Aya di tempat tidurnya. Aya sangat takut ketika melihat kemarahan pria didepanya. Sangat bringasan sama seperti dewa.


"Dasar Gila!!!" Teriak Aya


"YA! AKU MEMANG GILA AYA! AKU GILA KARENA KAU YANG MEMBUATKU GILA!!!" Sarkas Dewa


Deg!


Jantung Aya berdetak cepat saat ia yakin jika itu benar adalah Dewa, meski tampilannya saat ini tidak seperti dewa yang dulu, tapi Aya yakin jika itu memang dewa. Dari semua nya menunjukkan bahwa itu memang Dewa. Dewa mengunci Aya di bawahnya dan menatapnya dengan tajam


"KENAPA KAU PERGI MENINGGALKANKU?!" Ucap Dewa


Aya menatap balik Dewa dengan tatapan tanpa rasa takut setelah meyakini bahwa itu benar adalah Dewa


"Untuk apa aku bertahan jika kehadiranku tidak diinginkan?! Bukankan mas bilang kalau mas gak pernah cinta sama aku?! Bahkan aku hanya pelampiasan dendam mas sama kakakku! Untuk apa aku ada disana jika kakakku sudah bersamamu?!" Ucap Aya tak kalah tegasnya kepada Dewa


"Oh! Jadi kau pergi karena alasan Megan sudah kembali?! Atau kau cemburu ketika melihatku bersama megan malam itu?! Kau pergi tanpa mengetahui kebenarannya?!" Ucap Dewa


"Aku gak peduli! Dan aku gak mau peduli lagi!" Ucap Aya


Dewa tersenyum kecut saat mendengar ucapan Aya,


"KAU HARUS MEMBAYAR HUTANGMU MENINGGALKANKU SELAMA 3 TAHUN LALU! AKU AKAN MENCABIK-CABIKMU CAHAYA!!" Sarkas Dewa

__ADS_1


Aya sudah tidak mempunyai tenaga lagi untuk melawan, dia hanya bisa menggerak - gerakkan kepalanya kekanan dan kekiri saat Dewa akan menciumnya. Tangan Aya terkunci diatas kepalanya sehingga membuatnya sulit untuk bergerak


"TERIMALAH HUKUMAN UNTUK ISTRI YANG PERGI MENINGGALKAN SUAMINYA!!" Ucap Dewa


"AKU BUKAN ISTRIMU LAGI!" kata Aya saat menjawab ucapan Dewa, namun Aya tak bisa lagi berkata ketika Dewa sudah membungkamnya, namun kali ini berbeda dari sebelum-sebelumnya dewa melakukannya sangat lembut dan penuh perasaan. Aya yang awalnya menyangka jika Dewa akan kasar namun dugaannya salah. Dewa sama sekali tidak menyakiti Aya, perlahan saat Aya sudah mulai terbuai, dilepaskan dasi yang mengikat di tangan Aya dan Dewa terus membuai aya dengan hujan cinta.


"Maaf,,, maaf untuk semua lukamu itu" ucap dewa saat melepaskan Aya.


Aya melihat linangan airmata dewa jatuh membasahi pipinya. Baru kali inilah Aya melihat Dewa sampai menangis dihadapannya


"Maafkan aku Aya, maaf karena aku selalu melukai hatimu, sungguh aku sangat merindukanmu" ucap Dewa saat menyatukan kening keduanya. Aya tak bisa berkata apa-apa saat itu, batinnya berperang namun masih terasa sulit bagi aya untuk memaafkan Dewa secepat itu.


Lalu Aya mendorong Dewa perlahan dan dewa pun melonggar hingga keduanya kini duduk berhadapan.


"Apa kedua anak itu adalah anak kita?" Tanya Dewa


"Iya namanya Faza dan Gaza" jawab Aya


Dewa ingin menangis bahagia saat mengetahui jika kedua bocah yang menabraknya tadi adalah putranya. Namun melihat sikap aya yang dingin membuatnya mengurungkan niat untuk memeluk Aya. Dewa mengerti banyak hal yang hilang dan harus ia tebus untuk mendapatkan aya kembali.


"Terima kasih karena kamu sudah menjaganya dengan baik" ucap Dewa


"Mereka anakku, dan sampai kapanpun mereka adalah anakku!" Ucap aya yang kemudian bangkit, namun Dewa menahannya


"Jangan lupa aku juga ikut andil dalam pembuatannya" ucap dewa


"Mskipun begitu! Aku tidak akan pernah memberikan anakku kepadamu mas!" Ucap Aya menghempaskan tangannya dan pergi meninggalkan Dewa


.


.


.


.


Lanjut jam 23.00 yah😍

__ADS_1


__ADS_2