Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Lebih Menantang


__ADS_3

Setelah kepergian Bagas, Aya kembali menghampiri Dewa yang masih berdiri didekat meja kerjanya. Aya mengalungkan tangannya pada lengan dewa dan satu tangan mengusap lembut dada suaminya.


"Sabar ya mas" ucap Aya dengan perlahan


"Hm,,, tentu" jawab Dewa singkat


"Setelah kepergian Bagas, apa mas akan mencari pegawai baru?!" tanya Aya


"Tidak" jawab Dewa saat menatap istrinya


"Terus? kalau gak cari pegawai baru apa mas gak pake Asisstent lagi untuk membantu pekerjaan mas di sini? emm,,, atau Aya saja yang membantu mas bekerja di kantor?!" tanya Aya


Dewa membulat saat mendengar Aya akan bekerja di kantor


"Kenapa dipikiranmu terlintas kamu bekerja di kantor ini hah?!" tanya Dewa yang kemudian berjalan memepet Aya dan Aya semakin mundur hingga menabrak ke dinding. Aya melihat tatapan Dewa yang jadi sangar dan siap menerkam dirinya saat itu juga membuat Aya merinding


"Hehe,, kalau saja kan,,, mas butuh orang untuk membantu pekerjaan mas dan belum dapat ganti, Aya bisa kok bantu-bantu pekerjaan mas" ucap Aya mengusap dada Dewa agar luluh dan tidak menatapnya begitu


Tangan Dewa sudah mengunci Aya di dinding sedangkan tangan satunya sudah sangat jahil menjamah apapun yang diinginkannya


"Maaasss,,,, kita lagi di kantor,,, hehe,,,, lepasin dong,,,," ucap Aya dengan berharap Dewa tidak berbuat lebih pada dirinya


"Memangnya kenapa kalau di kantor?! tidak akan ada orang yang berani masuk kedalam ruangan ku tanpa seizin ku!" jawab Dewa semakin menggoda istrinya. Terlihat wajah Aya sudah sangat memerah saat itu


"Hehe,,,, iya Aya tau,,, gimana kalau kita bahas yang lain aja??" ucap Aya dengan bergetar karena tangan dewa sudah merajalela kemana-mana, tawa Aya pun sangat garing sangking Aya ingin mencoba menahan sentuhan suaminya


Dewa menarik Aya dan membuatnya semakin merapat pada dirinya.


"Jika kamu yang berada disini, maka yang ada dipikiran ku hanya ingin mengurungmu di kamar Aya! dan,,, bukannya bekerja, aku akan membuatmu lelah setiap hari. Kamu paham?!" bisik Dewa dengan penuh penekanan


Aya mengangguk perlahan saat mendengar ucapan Dewa yang sudah mampu membuatnya membayangkan bagaimana jika dirinya benar bekerja di kantor Dewa. Aya pasti tidak akan bekerja dan malah hanya akan tidur setelah kelelahan.


"Hehe,,, Aya hanya bercanda mas" ucap Aya saat mendorong pelan dada Dewa agar melonggarkan pelukannya


Dewa terkekeh kecil ketika mendengar jawaban Aya yang terakhir. Belum lagi Dewa bisa merasakan debaran jantung istrinya yang berdetak tak karuan saat itu.


"Mas masih ada Devan yang bisa membantu pekerjaan mas disini. Besok mas akan menyuruhnya pindah ke pusat" ucap Dewa yang kemudian mengecup lembut Aya dengan penuh perasaan. Semakin lama Dewa memperdalamnya dan membuat Aya hanyut kedalam manisnya cinta yang Dewa berikan. Dewa menggiring Aya untuk duduk diatas meja kerjanya setelah itu Dewa akan membuka kancing kemeja Aya namun di tahan oleh Aya.


"Tidak mas! nanti ada orang masuk!" ucap Aya


"Tidak akan ada orang yang masuk!" jawab Dewa melepaskan tangan Aya


"Didalam saja mas, jangan disini,,,," ucap Aya dengan bergetar saat Dewa terlihat tidak sabaran


"Disini lebih menantang!!" jawab Dewa yang kemudian menenggelamkan wajahnya pada tempat yang sudah menjadi tempat Favorit nya.

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


Sontak Dewa terhenti saat mendengar ketukan pintu dari luar. Buru-buru Aya mendorong Dewa dan turun dari meja lalu berlari ke privat room Dewa. Sementara Dewa Merapikan kembali pakaiannya dan juga meja kerjanya, Setelah itu Dewa duduk di meja kerjanya


"Masuk" ucap Dewa


"Permisi tuan,,,, dia didepan ada pak Handoko ingin bertemu anda" ucap Vannya


"Ohh,,, persilakan dia masuk" jawab Dewa


"Baik tuan" jawab Vannya yang kemudian keluar lagi dari ruangan Dewa, tak lama pak Handoko masuk keruangan Dewa bersama Asissten nya dan mereka berbincang membahas bisnis mereka. Sementara itu, di privat room Dewa, Aya lebih memilih merebahkan dirinya dan sejenak beristirahat.


Di tempat lain,,,,,,,,,,,


Mobil Bagas sudah sampai di kantor papa Erika. Baru kali ini Bagas menginjakkan kaki di perusahaan Syahbana Group, Terlihat Bagas sedikit gugup ketika melihat perusahaan itu sangat besar. Kemudian Mereka turun kebawah dan menuju ke ruangan papa Erika.


"Apa mas gugup?!" tanya Erika saat mereka berada didalam lift


"Sedikit" jawab Bagas terlihat sangat tegang saat itu


Erika hanya tersenyum kecil, lalu di genggaman tangan Bagas dan ditariknya sedikit membuat Bagas menunduk lalu Erika mengecup pipinya dengan sayang. Tiba-tiba saja wajah Bagas memerah dengan mata membulat saat merasakan kecupan Erika di pipinya.


"Apa aku boleh membalasnya?!" tanya Bagas


"Tidak! kalau mas balas sekarang akan membutuhkan waktu yang lama, aku yakin itu!" ucap Erika saat mencubit hidung mancung suaminya dan Bagas terkekeh saja mendapatkan perlakuan manis dari istri nya.


Ting!


Pintu lift terbuka, lalu Erika mengajak Bagas untuk keluar dari lift dan berjalan menuju keruangan papanya. Setelah sekertaris papa Erika mempersilahkan keduanya masuk, barulah Bagas dan Erika masuk kedalam


"Assalamualaikum Paa" sapa Erika saat mereka masuk kedalam


"Wa'alaikumsalam" jawab papa Erika datar. Didalam ruangan itu hanya ada papa Erika dan juga Asisstent nya.


Kemudian Bagas dan Erika duduk didepan meja kerja papanya


"Karena kalian sudah ada disini, kita langsung keruang rapat!" ucap papa Erika yang kemudian beranjak dari tempat duduknya lalu keluar dari ruangannya diikuti semuanya. Sampai nya di ruang rapat, ternyata disana sudah banyak orang berkumpul menunggu kedatangan Mereka.


"Selamat pagi semuanya" sapa papa Erika


"Pagi tuan" jawab semuanya

__ADS_1


"Baiklah, langsung saja,,,, perkenalkan di samping saya ada Bagaskara Adji Kusuma. Dia akan memimpin perusahaan ini 3 bulan kedepan mengganti kan saya untuk sementara waktu, dan Bagas,,, mereka adalah kepala Devisi di perusahaan ini" ucap papa Erika tanpa basa basi


Bagas mengangguk dan membungkuk memberikan salam kepada semuanya


"Selamat pagi semuanya, Saya Bagas,,, terima kasih saya ucapkan kepada pak Syahbana yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk bekerja di perusahaan ini. Karena saya masih baru, saya berharap semua departemen bisa bekerja sama dengan baik secara maksimal untuk memajukan perusahaan ini. Tanpa kerjasama semua pihak, maka hasil yang baik tidak akan terwujud" ucap Bagas sebagai kata sambutan dirinya.


Beberapa Kepala Devisi terlihat meragukan kemampuan Bagas, sementara ada juga yang seperti kagum dengan sosok Bagas yang terlihat seperti orang yang memiliki integritas tinggi. Setelah perkenalan mereka, Bagas dan Erika kembali keruangan papanya. Papa Erika memilih untuk pulang dan tidak ingin tinggal lama di ruangannya.


"Apa yang mas Cari?!" tanya Erika saat Bagas membuka beberapa dokumen di lemari papanya


"Sebelum memulai semuanya, mas harus tau historis perusahaan ini" ucap Bagas ketika mendapat kan dokumen yang dia cari


Kemudian Bagas duduk dan mempelajari historis perusahaan mertuanya. Sementara Erika memanggil Asisstent papanya untuk keruangannya.


"Ada yang bisa saya bantu Nyonya?!" tanya Asisstent papa Erika


"Tolong kamu berikan semua data perusahaan ini kepada suami saya dan juga laporan perkembangan perusahaan ini" ucap Erika


"Baik Nyonya" ucap Asissten papa Erika yang kemudian dia pergi dan mengambil apa yang di suruh oleh Erika.


Lalu Erika mengambil ponselnya dan menghubungi Asisstent nya yang tengah menghandle pekerjaan di Perusahaan nya sendiri. Erika memilih duduk di sofa tamu dan tidak ingin mengganggu suaminya dalam mempelajari seluk beluk perusahaan papanya.


"Kirimkan semua laporan hari ini ke email ku" ucap Erika kepada Asissten nya


Beberapa saat setelah menelfon, Ponsel Erika berdering dan dilihatnya laporan yang diminta nya sudah masuk. Lalu Erika memeriksa laporan yang di kirimkan Asissten nya dengan serius.


Terlihat kedua anak manusia itu tengah fokus dengan pekerjaannya masing-masing.


Sementara itu di tempat lain,,,,,


Megan sudah di perbolehkan pulang dan beristirahat dirumah. Papa dan mama Aya pun yang mengurus semua keperluan Megan saat itu. Tidak ada lagi mobil mewah, tidak ada lagi apartemen mewah, yang ada Megan ikut papa dan mama pulang ke rumah mereka setelah mobil dan apartemen yang di berikan Evan Ditarik kembali untuk menutupi hutang perusahaan Setelah perusahaan papa Erika mencabut investasi nya.


Megan cukup syok dengan semuanya, belum lagi dia harus menelan perasaan pahit karena kini wajahnya yang dulu terlihat mulus dan cantik bagai bidadari kini terdapat cacat yang tidak akan pernah bisa hilang sampai kapanpun, dan hanya bisa tersamar dengan bantuan makeup nya.


Begitu pun dengan Evan yang juga sudah di perbolehkan untuk keluar dari rumah sakit, namun karena kakinya patah, maka Evan harus menggunakan bantuan kursi roda. Kini Evan harus menelan kenyataan pahit, karena kondisi yang tidak sempurna lagi dan perusahaan satu-satunya peninggalan papanya tengah berada di ujung tanduk kehancuran. Dengan sisa-sisa modal perusahaan yang masih ada, Evan akan berusaha bangkit lagi.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,,,


...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......

__ADS_1


...❤️ Terima kasih sudah mampir,...


...Semoga Suka❤️...


__ADS_2