
Sepulang dari jalan-jalan Dewa memutar arah menuju ke kampus tempat Aya dulu menempuh pendidikan untuk membelikan ketoprak pesanan Aya. Anak-anak pun tidak keberatan mampir sebentar ke tempat itu. Lalu Dewa turun bersama anak-anak dan memesan seporsi ketoprak sesuai pesanan Aya, pake 3 cabe, sambal kacang banyak dan tahunya sedikit. Tidak menunggu lama, ketoprak siap untuk di bawa pulang. Kemudian Dewa kembali kedalam mobil bersama anak-anak nya.
"Pacti bunda bakal ceneng banget" ucap Faza
"Tentu,,, " Sahut Dewa
Beberapa menit kemudian Mobil Dewa sampai dirumah, lalu dengan cepat anak-anak masuk kedalam rumah dan mencari keberadaan bundanya.
"Assalamualaikum bundaaaaaaa" teriak anak-anak
"Wa'alaikumsalam" jawab Aya berjalan kedepan menghampiri kedua putranya
"Loh Bagas?!" ucap Dewa saat melihat Bagas sudah duduk di ruang tamu
"Tuan,,, " jawab Bagas saat Dewa menyapanya
Lalu Dewa duduk di ruang tamu bersama Bagas.
"Kalian sudah pulang?" tanya Aya kepada anak-anak
"Cudahh,, ini ketoplak bunda" jawab Faza dan Gaza bergantian
"Wahhh,,, ayo kita coba didapur" ucap Aya yang kemudian mengajak kedua putranya ke belakang.
"Ada apa Bagaskara?!" tanya Dewa
"Tuan,,, ini laporan yang anda minta tadi siang. Semuanya sudah saya selesaikan dan tinggal menunggu persetujuan anda" ucap Bagas
Dewa mengambil laporan yang diberikan Bagas, lalu Dewa memeriksa laporannya.
"Tuan,, bagaimana soal tawaran kerjasama dengan perusahaan majalah Feminim?!" tanya Bagas
"Seperti nya aku tertarik dengan tawaran mereka. Bagaimana jika malam ini kita undang Nona Erika untuk makan malam bersama?!" ucap Dewa
"Baik tuan,, akan saya coba hubungi Asissten nya" ucap Bagas
Lalu Bagas mengambil ponselnya dan mengubungi Asissten Erika.
"Hallo selamat sore tuan Adi?!"
_____________
"Begini,, saya ingin menyampaikan, jika tuan Dewa mengundang Nona Erika untuk makan malam bersama" ucap Bagas
______________
"Malam ini, setelah isya di Resto Sultan" ucap Bagas
______________
Setelah menyampaikan itu,, Bagas mematikan sambungan telfon nya dan kembali berbincang bersama Dewa.
Sementara itu, di tempat lain,,,
Erika masih berada di kantor Evan, keduanya tengah membahas konsep pesta pernikahan mereka nanti yang akan diadakan 2 bulan lagi. Saat Keduanya tengah bertukar pikiran memilih design undangan, ponsel Erika berdering.
"Sebentar ya mas,,, ini Adi nelfon aku" ucap Erika yang kemudian mengangkat telfon dari Asissten nya
"Hallo,, ada apa di?!" ucap Erika
"Apa?!benarkah?! wah berita bagus kalau begitu,,, katakan pada mereka, aku akan datang malam ini" ucap Erika dari sambungan telfon dengan begitu gembira"
Kemudian Erika mematikan sambungan telfonnya.
"Mas,,," ucap Erika dengan sangat senang
"Ada apa sayang??" tanya Evan saat menyentuh wajah Erika
"Tuan Dewa mengundangku makan malam bersama" ucap Erika
__ADS_1
"Kapan?" tanya Evan
"Malam ini mas,,,, maaf ya mas,, terpaksa kita batalkan dinner kita malam ini. Mas ikut aku aja mas menemui tuan Dewa, siapa tau ada tawaran kerjasama dengan perusahaanya" ucap Erika
"Ah,, kenapa harus malam ini sih?! kita kan jarang banget dinner romantis! giliran ada waktu kamu malah gitu" ucap Evan tidak suka
"Mas,,, jangan ngambek gitu,,, ini semua kan demi kemajuan perusahaan ku juga mas, dan juga demi masa depan kita nanti. Kalau kita sudah menikah, tentu perusahaan ini nanti juga kita kelola bersama bukan?! Janji besok kita jadi Dinner. yah yah yah?? jangan ngambek" ucap Erika membujuk Evan
Evan menarik nafas kasar lalu membuangnya, dan menatap Erika.
"Baiklah, tapi janji,, besok malam kita Dinner ya?!" ucap Evan
"Iyah,,, janji besok kita Dinner mas" jawab Erika.
"Beri aku satu kecupan sayang" ucap Evan saat mendekatkan wajahnya pada Erika namun dengan cepat Erika menutup wajah Evan dengan undangan .
"Aku harus segera pergi untuk bersiap-siap mas,, jangan merayuku!" ucap Erika yang kemudian beranjak pergi.
Evan hanya tersenyum lalu Erika memberikan kecupan dari jarak jauh
"Love you mas" ucap Erika saat berada didekat pintu
"Love you too sayang" balas Evan
Lalu Erika menutup pintu dan berjalan keluar. Sementara Evan mengambil ponselnya dan menelfon Megan.
"Sayang,,, datanglah keruangan ku" ucap Evan
Erika sampai di depan lobby kantor Evan dan disana dia melihat Megan yang mengurungkan dirinya masuk kedalam mobil mewahnya
"Wah,, seorang model biasa bisa membeli mobil mewah begitu,,,??" batin Erika saat melihat mobil mewah Megan yang parkir didekat mobilnya.
Megan menutup telfonnya dan berbalik arah akan kembali masuk kedalam kantor.
"Mbak Erika,,, mau pulang ya?!" sapa Megan saat melihat Erika
"Iya, hebat juga kamu ya,,, hanya menjadi model bisa membeli mobil mewah,,," ucap Erika
"Berkat kerja kerasku, apa yang aku inginkan bisa aku miliki mbak" jawab Megan
"Satu hal yang ingin aku tegaskan padamu!! jangan pernah kau dekati mas Evan! atau kau akan rasakan akibatnya!" ucap Erika yang kemudian berlalu meninggalkan Megan.
Megan hanya tersenyum sinis dan masuk kedalam kantor.
"Siapa kau mengancam ku!! bahkan mas Evan sendiri yang tergila-gila padaku!! selama mas Evan masih menjadi tambang emas ku, aku tidak akan pernah melepaskannya!" batin Megan seiring langkahnya berjalan menuju keruangan Evan.
Sementara Erika sudah menjalankan mobilnya pulang kerumah untuk bersiap-siap makan malam penting bersama Dewa.
****
Malam Menjelang,,,,
Setelah selesai isya, Dewa bersiap akan pergi makan malam, lalu Aya menghampiri Dewa yang tengah memakai kemejanya.
"Mas,,, jadi mau pergi ya?!" tanya Aya saat menghampiri Dewa dan berdiri dihadapan
"Iya sayang,,, maaf yah,, mas gak bisa menemani kalian makan malam" ucap Dewa
"Makan malam dengan perempuan?!" tanya Aya dengan cemberut
Dewa tersenyum lalu menangkup wajah istrinya
"Single?! janda?! atau udah punya suami?!" tanya Aya lagi
"Single, namanya Erika Syahbana, dia pemilik majalah Feminim" jawab Dewa lengkap
"Tuuuu kan!!!! ngeselin deh! milih makan malam sama gadis!! daripada bersama keluarga!! jangan-jangan mas mau sel,,,,," belum selesai Aya bicara, Dewa sudah menutup mulut istrinya dengan kecupan dalam. Aya berontak dan memukuli dada suaminya namun Dewa tidak mau melepaskannya. Setelah puas, baru Dewa melepaskan Aya dan memberikannya ruang untuk bernafas
"Masss!!" teriak Aya
__ADS_1
"Apa?! mau lagi?! belum puas?!" ucap Dewa
Aya langsung manyun dan memalingkan wajahnya
"Cahaya Sukma Wijaya,,,,,,,, mas makan malam untuk projek kerjasama perusahaan saja, ada Bagas kok, dan pasti Erika bersama Asisstent nya juga. Atau kalau kamu gak percaya sama mas, kamu ikut bersama anak-anak. Mas gak masalah" ucap Dewa
Aya tidak menjawab dan langsung memeluk Dewa dengan erat
"Aya gak rela mas berdua dengan wanita lain,,, Aya takut mas akan berpaling dari Aya" ucap aya
Dewa terkekeh lalu melonggarkan pelukan Aya
"Mas gak akan pernah berpaling darimu,,, mas sudah cinta mati sama kamu Cahayaaaaaa!" ucap Dewa penuh penekanan
"Beneran ya!" ucap Aya
CUP
Dewa mengecup Aya dengan cepat
"Iya beneran! selesai makan malam mas langsung pulang" ucap dewa
Lalu Aya mengangguk dan melepaskan pelukannya, Setelah itu dia akan berlalu pergi
"Awas aja sampai mas main hati dengan wanita lain! Aya bakal kabur dari rumah lagi!" ancam Aya sambil berjalan menjauh dari dewa
Mendengar ucapan Aya, Dewa berjalan cepat dan menarik lengan Aya dan kembali mencium Aya dengan dalam, Keduanya sama-sama larut lalu Dewa mengigit bibir Aya
"Aaahhh!!! sakittt mas!!" teriak Aya mendorong Dewa dengan kuat
"Itu hukuman untuk mulut pedasmu Aya!" Sarkas Dewa
"Ngeselin!" teriak Aya memukul bagu Dewa
"Mau lagi?!" tanya Dewa yang akan menangkap Aya namun tidak kena
"ENGGAAAKKKK!!!" Teriak Aya yang kemudian segera kabur dari hadapan Dewa
Dewa terkekeh lalu berjalan santai turun kebawah.
"Aku menang banyak kan?! makanya jangan main-main dengan yang namanya DEWA!" ucap Dewa sendiri karena Aya sudah kabur kebawah berlindung dibelakang kedua putranya.
Kemudian Dewa berpamitan kepada anak-anak dan juga istrinya untuk keluar sebentar. Setelah berpamitan, Dewa pergi bersama Bagas yang sudah menunggunya didalam mobil.
***
Sampai di Restoran Sultan,,,
Erika berjalan masuk kedalam bersama Adi Kuncoro Asisstent nya. Kemudian pelayan mengarahkan keduanya untuk ke ruang VIP yang sudah dipersiapkan Dewa untuk mereka bertemu. Saat pelayan membuka pintu VIP Erika masuk kedalam dan disana sudah ada Dewa dan juga Bagas.
"Selamat malam Nona Erika, silahkan duduk" ucap Dewa dengan sopan
"Selamat malam, terima kasih" jawab Erika yang kemudian duduk di kursi yang sudah disiapkan untuknya.
Bagas sekilas melirik kearah Erika, kemudian Bagas kembali menunduk dan tidak berani menatap Erika. Erika merasa seseorang memperhatikannya lalu dengan penasarannya dia menoleh ke Asissten Dewa.
"Semoga dia tidak mengenaliku!" batin Bagas
.
.
.
Bersambung,,,,,
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍...
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
__ADS_1
...Semoga Suka❤️...