Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Menyelesaikan Semuanya


__ADS_3

Pagi itu Aya sudah di riwehkan oleh suami dan anak-anak nya. Rencana pagi ini Dewa dan keluarga nya akan menghadiri acara pernikahan Nadya dan Dion yang akan di selenggarakan di kediaman paman Nadya yang tak jauh dari rumah papa dan mamanya.


"Mass,,, cepet pake donggg bajunya,,,, malah main hape terusss!!" Ucap Aya yang tengah mengancingkan baju batik pada Faza


"Iya nihhh ayah,,,, main hape telus!" Sahut Gaza


Kemudian Aya bergantian mengancingkan baju batik Gaza yang sama persis dengan milik Faza dan juga Dewa.


"Sebentar dong sayang,,,, ayah lagi ngecek laporan dari om Devan" jawab Dewa


"Hmm,,, ya sudah, kalian tunggu dibawah yah,,, nanti bunda susul. Ingat, jangan makan eskrim dan coklat, nanti bajunya kotor" ucap aja kepada anak-anaknya


"Cookies boleh?!" tanya Faza


"Boleh" jawab Aya


Kemudian Sikembar berlari kebawah dan menunggu bunda dan juga ayahnya di bawah. Lalu Aya mengambil baju batik Dewa dan menghampiri Dewa yang masih duduk di tepian tempat tidur mereka.


"Sini Aya bantuin mas" ucap Aya


"Mas sengaja gak mau pake baju sendiri, mas pengen kamu yang pakein" ucap Dewa yang kemudian meletakkan ponselnya dan berdiri


"Dasar manja!" sarkas Aya dengan memukul dada Dewa ringan dengan manjanya


"Anak-anak aja boleh manja, masak mas gak boleh?!" tanya Dewa dengan menjawil dagu Aya


"Hehe bolehhhhhh,,,, boleh banget!" Jawab Aya


Kemudian Dewa menunduk dan sudah tidak tahan melihat bibir Aya yang merah menggoda mata. Namun saat dewa semakin mendekat cepat-cepat Aya menutup mulut Dewa dengan tangannya


"Iiihhhh jangan cium-cium massss!! nanti lipstik ku habis!" ucap Aya dengan berpura-pura kesal


"Habis?! nanti mas belikan sama pabriknya sekalian!!" Jawab Dewa yang malah membuat Aya terkekeh


Dewa kembali mendekat namun Aya kembali menutup mulut Dewa, nanti kita telat mas! sebentar lagi akad akan di mulai! tuh udah jam setengah 9" ucap Aya


"Ngeselin ah" ucap Dewa yang kemudian melepaskan Aya dan membalas Aya dengan berpura-pura ngambek, agar dapat simpati dari Aya. Benar saja, Aya langsung menarik Dewa kemudian memberikan satu kecupan di pipinya.


"Iiiih apaan di pipi!" ucap Dewa tidak terima


"Hadeeh! nanti deh pulang kondangan di lanjutin" ucap Aya yang kemudian menggandeng tangan dewa dan mengajaknya keluar dari kamar mereka


"Beneran ya?!" Ucap Dewa


"Iya iyaaaaa!" Jawab Aya


"Hutang loh ini! Wajib dibayar!" Sarkas Dewa


"Iya iyahhhh,,,, nanti Aya bayar!" Jawab Aya dan Dewa tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


"Pokoknya yang lama!" Bisik Dewa dan membuat Aya membulat


"Mesum!" Ucap Aya dengan memukul lengan Dewa


"Hahahaah biarin! Ayo anak-anak kita berangkat!" Ucap Dewa


Kemudian Dewa dan Keluarganya masuk kedalam mobil, Setelah itu Edo menjalankan mobil nya menuju ke kediaman paman Nadya.


Sementara itu di tempat lain,,,,,,


Megan dan Evan juga akan menghadiri acara pernikahan Nadya dan Dion. Meski awalnya Megan sangat enggan datang karena bagaimanapun Megan dan Nadya pernah berselisih dulu saat memperebutkan Dewa yang nyata-nyata Dewa malah memilih Aya. Namun dia tidak bisa menolak permintaan Evan karena Evan adalah teman baik Nadya dulu saat mereka masih duduk di bangku SMA.


"Sudah siap mas?" tanya Megan saat sudah selesai berdandan


"Udah,,, ayo kita berangkat" ucap Evan


"Aku punya sesuatu untuk mas" ucap Megan yang kemudian beranjak dan membuka lemari nya. Terlihat Evan penasaran dengan kejutan apa yang akan di berikan Megan untuknya


"Apa Sayang?" tanya Evan


Kemudian Megan mengeluarkan Tongkat kruk dan membawanya kepada Evan


"Mas coba deh pake ini,,,," ucap Megan


"Tapi,,, " ucap Evan dengan sedikit ragu


"Coba dulu aja mas,,, kalau gak nyaman, pake kursi roda lagi" ucap Megan


"Nah sekarang,, coba mas jalan" ucap Megan yang kemudian memapah Evan dan membantunya berjalan perlahan. Terlihat Evan sangat berusaha untuk bisa berjalan menggunakan bantuan tongkat itu, dan pelan-pelan Megan melepaskan papahan tangannya


"Sayang!! jangan di lepas!! aku takut!" Ucap Evan


"Ayo mas,,, mas pasti bisaa" ucap Megan memberi semangat pada Evan


Perlahan Evan terus berjalan hingga dia tidak sadar sudah sampai di depan teras rumah


"Alhamdulillah,,,, mas sudah bisa berjalan mesti masih pake tongkat, gak papa." ucap Megan dengan sangat senang. Evan pun tersenyum bahagia saat melihat dirinya bisa berjalan tanpa kursi roda meskipun masih menggunakan bantuan tongkat.


"Masih Sakit mas kakinya?" tanya Megan


"Enggak,,, makasih yah sayang" jawab Evan dan Megan mengangguk


Kemudian Megan membuka pintu mobil dan membantu Evan masuk kedalam, Setelah itu dia juga ikut masuk kedalam mobil, lalu supir menjalankan mobilnya menuju ke rumah keluarga Nadya.


Di tempat lain,,,,,,,


Bagas dan Erika sudah berada di perjalanan menuju ke rumah Nadya. Dion dan Bagas memiliki hubungan cukup dekat karena dulu Bagas sering ikut Dewa saat menemui Dion, dan juga Dion sering bertemu Bagas saat tengah berkunjung ke kantor Dewa. Maka dari itu Bagas mendapatkan undangan pernikahan Nadya dan juga Dion hari ini dan ini adalah kali pertama Bagas membawa pasangan saat menghadiri acara pernikahan.


Namun sepertinya Bagas harus kembali menahan malu saat nanti di acara itu. Bagaimana tidak, saat ini Bagas dan Erika mengenakan pakaian couple motif jumputan dengan dominan berwarna pink. Pasrah, dan tidak bisa menolak hanya itu yang bisa Bagas lakukan saat ini. Apalagi setelah mereka tau jika Erika tengah hamil, malah membuat Erika semakin menjadi meminta Bagas melakukan hal-hal konyol dan semua mengatasnamakan karena dia Ngidam.

__ADS_1


"Mas,,," ucap Erika yang tak henti-hentinya menatap Bagas dari mulai mereka keluar rumah sampai di perjalanan saat ini


"Iya sayang,,,, ada apa?!" tanya Bagas yang sekilas menatap Erika Kemudian kembali fokus menyetir


"Manis banget sih mas,,," ucap Erika yang senyum-senyum sendiri sedari tadi dengan menatap bagas


Senyum dibibir Bagas pun mengembang mendengar pujian istrinya


"Gombal banget sih" ucap Bagas.


Biasanya Bagas yang terus menggombali erika, tapi sekarang berbalik, Erika yang terus-terusan menggombali Bagas , supaya Bagas mau menuruti semua permintaan nya


"Beneran,,,,,!!! Emm,,, nanti anak kita mirip siapa yah?? mirip aku apa kamu ya mas?? hihihiih geli dehhh,,, gak sabar!" ucap Erika yang kemudian mencubit pipi Bagas dan Bagas hanya bisa meringis saja


"Mirip kita lah pasti! memangnya mirip siapa lagi?!" jawab Bagas


"Iya juga sihhh,,,, heheh" ucap Erika yang masih betah memasati Bagas yang tengah menyetir dengan senyum-senyum sendiri. Ntah kenapa Erika begitu senang melihat Bagas dan tanpa ada rasa jenuh sedikitpun. Ditambah lagi dengan Bagas mengenakan baju berwarna pink membuat Erika betah berlama-lama menatapnya.


Beberapa saat kemudian Mobil Dewa sudah lebih dulu sampai di area komplek elite itu, Tapi Dewa lebih memilih untuk mampir kerumah orang tuanya lebih dulu dan memarkirkan mobilnya di sana. Setelah mobilnya terparkir Dewa mengajak keluarga kecilnya untuk segera turun dan menuju ke rumah paman Nadya yang tak jauh dari rumah papa dan mamanya, sementara papa dan mama sudah lebih dulu kesana karena harus menyambut tamu-tamu yang datang.


"Eyang kakung,,,,,," teriak Faza dan Gaza saat melihat papa Dewa tengah berdiri bersama bapak-bapak di depan tenda


"Cucu-cucu Eyang sudah datang,,,," ucap papa Dewa


Kemudian Aya menyapa mama mertuanya dan juga ibu-ibu yang lain. Setelah itu mereka masuk kedalam tenda yang sudah banyak orang berkumpul disana.


Tak lama kemudian mobil Bagas sudah sampai di parkiran yang disiapkan panitia, setelah memarkirkan mobilnya, Bagas dan Erika keluar dari dalam mobil dan menuju ke kediaman pengantin. Terlihat beberapa kali Bagas menarik nafas dan membuangnya kasar demi mengusir rasa malunya. Tak lupa Erika terus menggandeng lengan Bagas dan tidak ingin lepas sedikitpun. Lalu keduanya berjalan masuk kedalam tenda.


Sementara itu mobil yang di tumpangi Evan dan Megan baru saja memasuki area parkiran, terlihat rasa ragu di hati Megan saat melihat di deretan penyambut tamu ada mantan mertuanya. Rasanya Megan tidak ingin turun namun Evan menggenggam tangannya seolah menguatkannya


"Ayo kita turun,,," ucap Evan


"Tapi mas?" ucap Megan Ragu


"Kita turun saja,,,, kita hadapi semuanya" ucap Evan saat menatap Megan dan meyakinkan nya. Kemudian Megan mengangguk dan turun dari mobil. Tidak lupa Megan membantu Evan turun dari mobil mereka, Setelah itu mereka berjalan menuju ke kediaman pengantin.


"Aku harus menyelesaikan semuanya!" batin Megan


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,


Mampir ke Novel baru uni yukkk,,, Judulnya SKANDAL CINTA. Mampir yahhhh Pleaseeeeeeeee 😍


...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......

__ADS_1


...❤️ Terima kasih sudah mampir,...


...Semoga Suka❤️...


__ADS_2