Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Harus bahagia atau Sedih?


__ADS_3

Aya tengah bersiap untuk ke pabrik, namun sudah beberapa hari Aya terus-terusan mual setiap pagi. Rasanya semua yang dimakannya tidak berguna karena Aya akan memuntahkannya semua. Belum lagi kondisi Aya yang terlihat lebih kurus dari biasanya, matanya sedikit cekung dan tulang belikatnya semakin terlihat karena nafsu makan Aya juga turun drastis.


Aya baru saja keluar dari kamar mandi sehabis muntah, lalu ia mengambil segelas air putih dan meminumnya sambil duduk.


"Ya Allah, kenapa ya aku?? masuk angin kok gak sembuh-sembuh, padahal udah dikasih minyak kayu putih dan biasanya langsung sembuh. Ini kok nambah parah" Kata Aya saat memegangi perutnya


Kemudian Aya berdiri dan akan mengambil tasnya, sepintas Aya melihat kalender yang terpasang di dinding, lalu Aya mengingat ingat kapan terakhir dia mendapat tamu bulanan.


"Seingetku, terakhir aku selesai dapet passss mau nikah sama mas Dewa, dan ini tanggal........" Kata Aya belum selesai ia sudah menutup mulutnya sendiri saat kaget


"Jangan-jangan aku hamil? Ya Allah apa benar aku hamil??" Kata Aya yang merasa kurang yakin, lalu ia menghitung ulang jumlah hari setelah dia terakhir mendapatkan tamu bulanan sudah genap 2 bulan lalu


Tubuh Aya bergetar, lalu ia terduduk di lantai memikirkan semuanya. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi jika dirinya benar-benar hamil anak Dewa. Aya memegangi perutnya dan kembali teringat semua tentang dewa, dari hal manis sampai kehal yang paling pahit sekalipun masih begitu jelas di memori Aya dan sampai kapanpun Aya tidak akan pernah melupakan semuanya.


"Aku harus membuktikan kebenarannya!" kata Aya yang kemudian ia berdiri dan melangkah keluar dari rumah. Saat Aya mengunci pintu, Aya disapa oleh Anam dengan ramah


"Pagi mbak Sukma, mau berangkat bareng?" tanya Anam


"Ayo, tapi nanti aku mampir ke apotik dulu ya, mau beli minyak angin" kata Aya


"Oke dehhh" jawab Anam dengan lembut. Anam memanglah seorang pria namun prilaku nya sedikit gemulai, meski begitu Anam adalah teman yang baik untuk Aya, dialah orang yang mau menemani Aya kemanapun Aya ingin pergi, termasuk malam itu Aya ingin sekali makan roti bakar yang ternyata harus menempuh jarak lumayan jauh untuk menemukan penjual roti bakar. Dengan menaiki motor anaknya bu Desy, Anam rela membelikan roti bakar untuk Aya. Anam sudah menganggap Aya seperti kakak perempuannya sendiri.


Aya mampir ke apotik untuk membeli tespack, setelah itu ia berjalan kembali menuju ke pabrik bersama Anam.


"Mbak Sukma, aku lihat-lihat mbak itu kok makin kurus??" kata Anam


"Apa iya?? mungkin karena kecapekan aja kali" jawab Aya Asal


"Ah mungkin aja mbak, makanya mbak Sukma jangan terlalu capek. Oh iya minggu nanti kita ke tempat refleksi mau gak?? biar badan seger" kata Anam


"Kayaknya dikontrakan aja deh istirahat" Jawab Aya


"Ohh ya udah kalau gitu. Anam keruangan dulu ya mbak, selamat bekerja mbak Sukma" kata Anam

__ADS_1


"Selamat bekerja" jawab Aya


Kemudian Aya berjalan cepat menuju toilet dan akan segera mengetahui kebenarannya. Lalu Aya mengeluarkan tespack dan mengujinya. Aya harap-harap cemas saat menunggu pergerakan dari air seni yang merangkak naik dan sudah muncul garis 1 semakin naik dari samar-samar garis 2 dan pada Akhirnya jelas terlihat garis 2. Aya menangis saat berada didalam toilet. Ntah dirinya harus merasa senang atau sedih saat itu. Sangat sulit bagi Aya untuk mengungkapkan hatinya, ketika melihat hasilnya positif hamil. Jika pasangan lain akan langsung merasa senang namun sepertinya berbeda dari Aya.


Aya memasukkan kembali tespacknya lalu menyimpannya kedalam tasnya. Setelah itu Aya keluar dan mencuci wajahnya dengan air bersih untuk menghilangkan sisa air matanya. Setelah merapikan hijabnya Aya keluar dan akan memulai pekerjaannya. Meski dalam hatinya tengah dirundung gelisah, tapi Aya tetap ingin bekerja profesional seperti biasa.


Sementara itu........


Megan berencana untuk menemui kedua orang tua Dewa, karena Megan tau jika kedua orang tua Dewa sangat menyukainya dan lagian mereka belum tau jika Dirinya cerai dengan Dewa bahkan soal Dewa menikahi Aya pun mereka tidak di beri tahu. Sebelum kesana, Megan membelikan buah tangan untuk mengikat hati kedua orang tua Dewa. Mama Dewa sangat ngefans dengan Megan yang sangat terkenal di jagad hiburan, belum lagi sikap manisnya yang sangat bisa membuat orang lain menyukainya.


Tinggg Tunggg


Seorang pelayan membukakan pintu dan menyapa Megan dengan ramah.


"Selamat datang Nyonya, silahkan masuk" kata pelayan


"Nyonya dan tuan Besar dimana??" tanya Megan


"Ada di dalam Nyonya" jawab Pelayan


"Assalamualaikum mama.... apa kabar ma??" Sapa Megan saat melihat mama Dewa tengah duduk membaca buku


"Wa'alaikumsalam, ehh mantu cantik mama dateng, baik sayanggg kamu gimana?? udah selesai syutingnya??"tanya mama


"Alhamdulillah udah ma, Megan kangen banget sama papa dan mama, makanya Megan langsung kesini. Oh iyaa tadi Megan bawain kue kesukaan mama dan papa loh" kata Megan saat memberikan bingkisan


"Makasih sayang, kamu harusnya gak usah repot-repot bawain mama dan papa. Oh iya kamu kesini sendiri?? Dewa mana??" tanya mama


"Mas Dewa kekantor ma, katanya ada urusan dikantor. Jadi Megan kesini sendiri. Papa kemana ma??" jawab Megan


"Papa lagi diruang kerjanya, Oh iya Kamu udah ngisi belum sayang?? mama dan papa udah gak sabar pengen gendong cucu" kata mama


"Doain ya ma, supaya kami bisa segera memberikan cucu buat papa dan mama" kata Megan dengan ramah.

__ADS_1


Mereka berdua nampak sangat hangat saat bercerita. Megan begitu pandai membolak balikan kata dan membuat Mama Dewa semakin menyukainya. Tak lama Saat mereka berbincang, pelayan menghampiri mereka dan mengatakan ada teman Dewa yang berkunjung.


"Teman Dewa?? siapa ya bik namanya?" tanya Mama Dewa


"Kalau gak salah namanya Nadya" kata pelayan


"Ohh Nadya, suruh masuk bik, biar kenalan sama istri Dewa" kata mama


Pelayan pun kembali kedepan dan memanggil Nadya.


"Ma, Nadya yang pernah dateng pas nikahan aku sama mas Dewa ya ma?" tanya Megan


"Iya Nadya yang itu. Kamu masih inget?" tanya mama


"Inget ma" Jawab Megan


Megan ingat betul kepada Nadya, bagaimana tidak, saat di pesta pernikahannya dan Dewa, Nadya datang dan saat memberi ucapan selamat terlihat dari raut wajah nya tidak mengukai Megan. Belum lagi saat dia berbicara kepada Dewa seolah tersirat Nadya memiliki perasaan lebih dari sekedar teman. Megan begitu kesal ketika mendengar Nadya berkunjung kerumah itu....


Ditempat Lain,,,,,


Dewa disibukkan dengan pekerjaannya yang beberapa hari belakangan ini tidak di sentuhnya karena dirinya terus menerus memikirkan Aya, bahkan Gairah hidupnya sudah tidak ada lagi. Kini penampilan Dewa pun juga seperti tidak terurus, rambut jadi lebih panjang, kumis yang tidak pernah di rapikan lagi hingga membuat Dewa memiliki jambang yang cukup lebat, bahkan Dewa terlihat lebih menyeramkan saat ini di banding beberapa waktu lalu sangking tidak ada yang mengurusnya.


Dewa lebih banyak menghabiskan waktunya untuk kerja, kerja dan kerja, rasanya tanpa ingin beristirahat sedikitpun, karena saat dia menyendiri, bayangan Aya selalu menghantuinya dan Dewa akan seperti orang tidak waras.


"Tuan, ada pertemuan dengan kolega kita dari KL sudah menunggu diruang rapat" kata Asisstent Dewa


"Baiklah kita kesana sekarang!" kata Dewa dengan tegas


Lalu Dewa mengambil Agendanya dan berjalan keluar dari ruangannya menuju ke ruang rapat bersama Asistentnya. Dari langkahnya Dewa sangat terlihat dingin dan mencekam. Tatapannya tajam menusuk siapa saja yang dilihatnya. Dewa masuk dan menyapa koleganya, lalu mereka mengadakan perbincangan bisnis mereka.


.


.

__ADS_1


.


Kalian bahagia apa sedih lihat Aya hamil?😁


__ADS_2