Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Dia Tidak akan Berubah!


__ADS_3

Mobil Dewa baru saja tiba dirumah keluarga Aya, Dewa memarkirkan mobilnya di depan pagar, lalu Aya mengajak putra-putranya untuk segera turun dari mobil, Dewa pun ikut turun tanpa diminta. Kemudian Aya menekan tombol bel rumah. Seorang pembantu membukakan gerbang dan melihat siapa yang datang pagi-pagi seperti itu


Greeeeekkkkkkkkkk


"Non Aya?"


"Assalamualaikum bik, mama dan papa Ada?" tanya Aya


"A...ada non didalam, mari silahkan masuk" ucap bibik


Lalu Aya bersama Dewa dan juga anak-anaknya menuju kedalam rumah, sementara pembantu itu berlarian lebih dulu dan memberitahukan kepada papa dan mama Aya jika Aya berkunjung kerumah itu berbersama Dewa. Papa dan mama Aya begitu kaget ketika bibik mengatakan Aya datang bersama Dewa, dengan cepat mereka keluar dan menyambut kedatangan mereka


"Aya?" ucap mama dengan kaget


"Assalaualaikum ma" ucap aya saat menyapa ibunya


"Wa'alaikumsalam sayang,, ya Allah Aya, bagaimana keadaanmu sayang, kamu kemana selama ini??? kami sangat khawatir dengan keadaanmu" ucap mama yang langsung memeluk Aya dengan erat


"Ayo aya, Nak Dewa silahkan masuk.... eh siapa ini??" ucap papa Aya kaget melihat 2 bocah kembar yang sangat menggemaskan dengan badannya yang gembul dan juga sangat-sangat mirip.


"Mereka Gaza dan Faza pa, ma, anak Aya dan,,, mas Dewa" jawab Aya dengan sedikit berat ketika menyebut nama Dewa. Sementara Dewa hanya diam menyaksikan semua drama didepan matanya. Semua orang masuk kedalam dan duduk di ruang tamu, lalu Aya menyuruh kedua putranya untuk berkenalan dengan kakek dan nenek mereka. Sikembar pun menurut saja saat disuruh bundanya. Tak lama bibik keluar dengan membawakan minuman untuk majikannya.


"Selama ini kamu kemana Aya?" tanya papa


"Aya ke Surabaya yah, maaf tidak mengabari kalian" ucap Aya


"Mama gak bisa bayangin kamu hidup sendiri disana merawat kedua anakmu sendiri" ucap mama dengan sudah meneteskan air matanya sementara Aya hanya tersenyum kecil


Tak lama Megan baru saja turun dari kamarnya setelah mendengar percakapan orang di bawah. Begitu terkejutnya Megan saat melihat ada Aya, Dewa dan juga kedua bocah yang Megan tidak tau siapa mereka. Megan masih terpaku di tangga bawah dan belum sanggup melangkahkan kakinya lagi


"Aya?" ucap Megan

__ADS_1


"Kakak?"/"Megan" ucap Aya dan Dewa didalam hati mereka saat melihat Megan


Biasanya Aya langsung menghampiri kakaknya namun tidak untuk kali ini. Aya masih duduk di tempatnya tanpa bergerak sama sekali. Lalu Megan berjalan menghampiri mereka dengan bersikap bisa saja dan menutupi kegugupannya.


"Kamu sudah kembali?" tanya Megan kepada Aya, ia duduk di sebelah mama mereka


"Iya, kemarin" ucap Aya santai, sementara Megan tersenyum manis namun palsu didalam hatinya.


"Siapa mereka ya? lucu sekali??" tanya Megan ketika melihat sikembar dengan sangat ramah


"Dia Anak-anakku kak" ucap Aya


"Menghilang selama 3 tahun kau pulang membawa anak? jangan-jangan mereka anak hasil perse....." ucapan Megan terpotong


"JAGA UCAPANMU MEGAN! JANGAN SEKALI-KALI KAU BERUCAP KOTOR DIDEPAN ANAKKU!" Hardik Dewa yang sudah tidak tahan untuk membuka suara


"Mas yakin jika mereka anak mas Dewa? Aku cuma mau bantu mastiin aja mas, bukan maksud apa-apa. Selama 3 tahun kan apa saja bisa terjadi" ucap Megan dengan lembut namun begitu tajam


Lalu Aya beranjak dari tempat duduknya dan berjalan kebelakang, saat akan melewati Megan, Aya menoleh kebelakang, seolah memberikan kode kepadanya untuk ikut kebelakang. Megan pun berdiri dan menyusul Aya kebelakang, sementara yang lain masih berada di ruang tamu. Untuk memecah kesunyian papa dan mama Aya mengajak kedua cucunya berbicara, sementara Dewa merasa tidak tenang membiarkan Aya berbicara dengan wanita licik seperti Megan, meski mereka kakak beradik.


Aya duduk di kursi belakang dan tak lama Megan juga duduk tak jauh dari Aya duduk


"Kenapa kamu kembali kesini lagi?" ucap megan tanpa basa basi


"Aku kesini karena aku ingin bertemu dengan papa dan mama,,,, soal Gaza dan Faza, mereka adalah anak mas Dewa kak, bukan anak orang lain!" jawab Aya tanpa melihat kakaknya


"Ohh...Udah bagus kamu menjauh dari hidup mas Dewa, kenapa harus kembali? kamu tau kan kalau mas Dewa itu orangnya kasar, pemarah, dan gak bisa ngerhagain wanita! kamu gak akan bahagia hidup sama dia, karena dia gak akan pernah cinta sama kamu Ya" ucap Megan dengan menatap Aya tajam


"Kak, Setiap orang itu bisa berubah" ucap Aya


"Gak Aya! mas Dewa gak akan berubah! Aku lebih lama kenal mas Dewa dibanding kamu, jadi aku tau betul watak dan karakter dia. Apalagi selama kamu menghilang gak jelas, kakak sering bertemu dengannya dan sering kali kakak lihat dia bersama wanita lain!" ucap megan memanas manasi Adiknya

__ADS_1


"Aku memang tidak mengenal mas Dewa selama kakak mengenalnya, tapi aku yakin jika mas Dewa akan berubah" ucap Aya


"Kamu jangan terlalu bego Aya! jangan kamu sia-siakan hidup kamu! jangan dibutakan karena cinta! buka matamu! coba kamu pikir, kenapa dia menikahimu? karena dia marah dan kesal sama kakak! Apa disebut pria baik-baik setelah menikahiku, lalu menceraikanku dan kemudian menikahi adiku? coba kamu pikirkan semua! aku gak bermaksud apa-apa tapi aku tidak ingin melihat kamu menderita. Lebih baik kamu cari laki-laki lain Aya, yang jauh lebih baik dari Dewa! yang pasti dia mencintaimu dengan tulus!" ucap Megan dengan nada sedih


Aya terdiam ketika mendengar ocehan megan, ia kepikiran dengan kalimat megan yang mengatakan alasan Dewa menikahi Aya, dan juga sikap Dewa yang menceraikan kakaknya lalu memaksa nya menikah dengan Dewa. Itu semua bukan landasan cinta namun hanya alat balas Dendam.


"Semoga pikiranmu kebuka Aya" ucap Megan yang langsung meninggalkan Aya. Megan berjalan cepat menuju ke atas sementara Dewa yang sudah gatal ingin menyusul Aya pun berdiri dan akan menyusul Aya, namun niatnya terhenti saat melihat Aya sudah kembali menuju keruang tamu.


"Ma, pa, Aya pamit ya, karena mas Dewa harus kekantor" ucap Aya mencari Alasan


"Ya sudah, terima kasih karena sudah mengunjungi kami ya nak, dan Faza, Gaza,, nanti main kesini lagi ya" ucap papa Aya


"Iya kakek" jawab Faza dan Gaza bersamaan


Lalu Aya pamit kepada papa dan mamanya, begitu juga Faza dan Gaza.


"Kami pulang pak, bu" ucap Dewa singkat sebelum kepergiannya.


Papa dan mama sempat kaget ketika mendengar Dewa berpamitan kepada mereka. Setelah mereka masuk kedalam mobil, Dewa menjalankan mobilnya meninggalkan rumah keluarga Aya. Sepanjang perjalanan pulang Aya hanya diam memikirkan semua ucapan kakaknya, sementara Dewa memikirkan apa yang dibicarakan Aya dan juga Megan di belakang tadi.


Mobil terus melaju menuju kerumah Dewa dan hanya terdengar ocehan Faza, Gaza dan Dewa, Aya hanya sesekali bicara jika kedua putranya bertanya kepadanya. sementara Antara Dewa dan Aya tidak saling bicara, sepi, sunyi dan mencekam.


.


.


.


Bersambung......


Tekan love dan komen yang banyak dong

__ADS_1



__ADS_2