Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Aku Minta Hatimu


__ADS_3

Dewa dan Aya berpamitan kepada papa dan mama untuk pergi kekantor, hari ini Aya ingin sekali ikut Dewa, katanya dia ngidam makan nasi Padang yang ada di dekat kantor Dewa. Aya ingin sekali makan disana dan tidak mau dibungkus, bahkan pagi ini Aya tidak mau sarapan dirumah bersama yang lainnya karena dia begitu ingin menikmati rendang yang sudah membuatnya ngiler.


Sementara Dewa tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti istrinya yang tengah ngidam itu namun kali ini anak-anak mereka tidak ikut kekantor karena dirumah Oma dan opa mereka ada anak-anak kak Dewi yang masih berada disana.


"Mas,,, nanti Aya mau rendangnya 2 yah" ucap Aya saat mereka berjalan kedepan


"Iyahhhhh,,,,, apa yang tidak untuk kamu hm?? eh ada deng,,,, kamu gak boleh makan pedes-pedes" ucap dewa


"Iya,,, gak pake cabe ko" jawab Aya dan Dewa mengangguk


Dewa dan Aya masuk kedalam mobil, lalu Edo menjalankan mobil menuju ke kantor Dewa.


Sementara itu ditempat lain,,,,,,,


Suasana di dalam mobil terlihat sangat tegang, dengan cepat Bagas membenarkan duduknya begitu juga dengan Erika dan keduanya terlihat jadi canggung. Untuk mengurangi kecanggungan mereka, Akhirnya Bagas membuka pembicaraan


"Sekarang kau mau kemana?!" tanya Bagas sedikit kaku


"Ke kantor " jawab Erika jadi kaku


"Sepertinya itu bukan ide yang bagus, karena aku yakin pasti Evan akan mencari mu di kantor" ucap Bagas


"Jadi aku harus bagaimana?!" tanya Erika


"Apa kau mau ke kantor tuan Dewa? aku punya rekaman kejadian tadi, kita akan menyalin disana" ucap Bagas


"Baiklah,,, tapi aku ambil dulu bekal yang aku bawakan untukmumu" ucap Erika yang kemudian turun dari mobil Bagas lalu berjalan menuju ke mobilnya. Erika mengambil kota makanan dan kembali menutup mobilnya


"Bagaimana dengan mobilmu??" tanya Bagas


"Nanti biar di ambil sama Adi" jawab Erika


"Baiklah" jawab Bagas


Lalu Bagas menjalankan mobilnya meninggalkan apartemen menuju ke kantor Dewa. Sesuai yang di katakan Bagas, dia akan menyiapkan rekaman video yang sudah sempat di rekamnya pada kejadian tadi saat Erika memergoki Evan dan Megan di apartemen milik nya.


Tak lama Kemudian mobil Bagas sudah sampai di depan kantor dewa lalu dia memarkirkan mobilnya.

__ADS_1


"Sepertinya tuan Dewa belum sampai dikantor" ucap Erika


"Iya,,, biasanya jam 9 dia baru sampai ke kantor, kita masih ada waktu 30 menit untuk menyelesaikan tugas kita" jawab Bagas yang kemudian mereka turun dari mobil dan masuk kedalam. Bagas mengajak Erika untuk masuk kedalam ruangannya.


"Masuklah" ucap Bagas dan Erika masuk kedalam ruangannya.


"Ruangan ku tidak sebesar ruangan Asisstent mu, jadi tidak perlu kaget" ucap Bagas dengan cengir kudanya


"Apa-apaan! bahkan ini bisa untuk bermain tennis!" ucap Erika dan Bagas terkekeh


Lalu Bagas mengeluarkan laptop nya kemudian menghidupkan nya sementara Erika duduk di sofa bersama Bagas saat itu


"Sarapan lah dulu,, aku yakin kau belum sarapan!" ucap Erika yang kemudian memberikan kotak makanan untuk bagas


"Cieeee,,, perhatian banget sih!! kau masih ingat saja jika aku pasti belum sarapan jam segini!" ucap Bagas


"Berhenti berkata begitu!! atau aku ambil lagi makanan itu!!!" ancam Erika


"Eitssss kalau sudah di kasih gak boleh di ambil lagi!! pamali!!" jawab Bagas dan Erika hanya tersenyum


Erika tentu tau jika Bagas pasti belum sarapan, karena dulu Erika selalu membawa 2 kotak sarapan ke sekolah, satu untuknya dan satu lagi untuk Bagas. Bagas bukanlah dari kalangan orang berada seperti Erika yang terlahir dari keluarga berkecukupan bahkan berlebih. Tapi Erika suka dengan kepribadian Bagas dan juga otaknya yang cerdas selalu membantu Erika mengerjakan tugas mereka.


"Emm,,, hampir 9 tahun aku bekerja disini. Tuan Dewa memiliki 2 Asisstent, satu aku dan satunya Devan Pratama yang sekarang di pindah tugaskan di pabrik Surabaya, sementara aku membantunya di sini" jawab Bagas sembari menikmati bekal dari erika


"Ouhh!!!"


"Apa ini kau yang memasak?!" tanya Bagas


"Tentu bukan aku! kau tau aku tidak bisa memasak dari dulu! goreng telur saja sampai gosong!!" ucap Erika dengan sangat malu,, dia kembali teringat saat berkunjung kerumah Bagas untuk mengerjakan tugas, Ketika akan makan siang, Erika sok-sok akan menggoreng telur untuk lauk makan siang mereka, namun na'as telur goreng itu malah menjadi telur goreng negro yang sudah gosong karena Erika terlalu membesarkan api kompor nya.


Bagas terkekeh ketika mengingat juga moment itu, bahkan Bagas rela menghabiskan telur goreng Negro itu dan menggorengkan Erika telur yang baru untuk Erika.


"Kau terus saja mentertawakan ku!!" ucap Erika dengan wajah yang sangat memerah karena malu


Bagas segera menyelesaikan makannya dan melahap habis bekal yang dibawakan Erika untuknya. Setelah itu Bagas mengambil bulpane dan mengirimkan file video itu ke laptop nya. Setelah itu Bagas menyalinnya ke memori card kosong yang dimilikinya, Erika pun melihat apa yang di lakukan oleh Bagas saat itu


"Apa itu?!" tanya Erika penasaran

__ADS_1


"Ini?? ini hanya bulpane,, tapi bukan bulpane biasa. Tuan memberikan ini kepadaku untuk menunjang pekerjaan ku. Alat ini bisa merekam suara, bahkan video dengan jelas. Jadi ketika kami meeting di luar aku bisa menggunakan untuk merekam semua yang di bicarakan oleh tuan dan kliennya. Setelah pulang, baru aku akan membuat laporan untuk tuan dewa" jawab Bagas


"Bener-bener canggih" ucap Erika


"Ini filenya sudah aku salin" ucap Bagas saat memberikannya kepada Erika


"Terima kasih,,,,,, Bagas,,,,," ucap Erika dan Bagas menatapnya


"Emm,,, terima kasih karena sudah membantu ku menguak semuanya" ucap Erika


Bagas tersenyum dan mengangguk perlahan


"Jadi apa bayaran ku?!" tanya Bagas dengan tersenyum manis didepan Erika, sontak Erika gelagepan ketika melihat senyum manis yang dulu sering dilihatnya saat mereka masih bersama


"Kau,,, kau minta apa? rumah? mobil? apartemen?! atau apa??" tanya Erika dengan gugup


"Kalau,,, aku minta hatimu bagaimana?!" tanya Bagas dan membuat Erika spot jantung dadakan


Bagas tersenyum lalu mengacak-acak poni Erika


"Jangan tegang begitu!!! aku hanya bercanda!!" ucap Bagas dengan terkekeh ketika melihat wajah kaget Erika saat itu


Ceklekkkk


Dewa membuka pintu ruangan Bagas dan disana juga ada Aya yang berdiri tegak disamping Dewa


"Tuan?!" ucap Bagas kaget bukan main saat melihat Dewa dan Aya berdiri disana belum lagi mereka menatapnya dengan penuh tanda tanya ketika melihatnya bersama Erika di ruangannya. Dengan cepat Bagas menurunkan tangannya yang jahil dari poni Erika saat itu


.


.


.


Bersambung,,,,,,


...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......

__ADS_1


...❤️ Terima kasih sudah mampir,...


...Semoga Suka❤️...


__ADS_2