Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Aduan Si Kembar


__ADS_3

Waktu menjelang sore,,,,


Mobil Dewa sudah sampai didepan rumah lalu dia segera turun dan akan masuk kedalam rumah.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam Ayahhhhh" Teriakan Sikembar menggema di seluruh sudut ruangan itu saat Sikembar berlari menghampiri ayah mereka.


Aya yang masih duduk pun berjalan menghampiri suaminya yang baru pulang dari kantor.


"Hallo jagoan-jagoan ayah,, kalian lagi apa?" tanya Dewa saat berlutut mensejajarkan tingginya dengan kedua putranya


"Main sama bunda"


"Ohh,, tapi kalian gak nakal kan? gak bikin susah bunda kan?" tanya Dewa


"Enggak Yah"


"Anak pintar!!"


"Mas,, sudah pulang?"


"Iya sayang,,,,," jawab Dewa menatap istrinya dengan tersenyum, dia tau kalau Aya seperti nya sudah tidak marah lagi kepadanya.


Lalu Dewa berdiri dan mengajak anak-anak untuk duduk di ruang keluarga. Sementara Aya ke dapur mengambilkan air minum untuk suaminya.


"Ayah,,,,,, tadi ada bibi monctel kecini" kata Faza


"Bibi monctel?? apa itu?? mainan baru??" tanya Dewa bingung maksud anaknya


"Bukan mainan,,,,,Itu loh yah,,, bibi galak, yang celiing keciniii, yang celing malah-malah" jawab Faza


"Apa bibi Megan maksud kalian?" tanya Dewa


"Iyah yah, iccu,,,," jawab Gaza


"Terus kalian bermain sama bibi Megan?" tanya Dewa


"Enggak,,, kami gak mau main lagi cama dia,, celemmm,,, telus tadi dia pulang malah-malah juga cama bunda,, iihh celem banget yah kayak monctel!" jawab Gaza


Dewa terkekeh saat mendengar anak-anaknya bercerita mengenai Megan dan memberi julukan bibi monster. Anak-anak saja tau kalau Megan tidak baik,


"Pasti dia marah karena Aya menolaknya!" batin Dewa

__ADS_1


"Yah,,, tadi kan,, dia datang, katanya bawain kita kue keju cama mainan, tapi dibawanya pulang lagi!" kata Faza


"Benarkah??" Tanya Dewa


"Iyah,,, tapi gak papa,,, bunda udah buatin cake keju yang lecaaaaaattt cekali!" jawab Gaza


"Iya yah benal!" kata Faza


"Mainannya juga jelek!" sambung Gaza


"Hahah,,, nanti kalau bibi monctel itu datang lagi kerumah,, kita Ucil dia!" sahut Faza


Aya sampai di ruang tengah dengan membawa minuman dan makanan untuk anak dan suaminya.


"Kalian cerita apa sih?? seru banget kayaknya?" tanya Aya saat meletakkan nampannya di atas meja. Lalu Aya menurunkan piring berisi cake keju dan juga es lemon tea untuk Dewa


"Tadi Megan kesini lagi ya yang?"


"Iya mas,, tapi Aya udah sampaikan sama dia soal mas keberatan dengan dia mengasuh anak-anak, dan dia langsung pergi dari sini mas"


"Ohh bagus lah! biar dia cari pekerjaan lain diluar sana. Kata anak-anak dia marah-marah sama kamu?" ucap Dewa


"Iya mas,, mungkin karena dia kecewa jadi marah-marah dan langsung pergi, Sudahlah mas gak perlu di bahas lagi, yang jelas dia sudah gak dirumah ini lagi" jawab aya


Setelah cukup lama mereka berkumpul di ruang keluarga, Dewa pergi ke kamar atas untuk membersihkan dirinya, sementara Aya bersama Sofi memandikan Sikembar karena waktu sudah semakin sore. Setelah selesai Aya menuju ke kamar atas untuk membersihkan dirinya juga.


Ceklekkkk


Aya masuk kedalam kamar dan melihat Dewa tengah merebahkan dirinya di tempat tidur sembari memejamkan matanya. kemudian Aya duduk di samping Dewa dan menatapnya dengan penuh cinta


"Setelah Aya pikir-pikir,,, Aya juga bakal gak nyaman kalau ada kak Megan dirumah ini mas, apalagi kalau sampai ketemu terus sama mas Dewa, Aya rasa,,, Aya bakal cemburu berat dan bisa saja kita akan berantem setiap hari. Aya gak rela kak Megan merebut kebahagiaan Aya,, meski itu terdengar sangat egois,, tapi Aya juga ingin bahagia" Batin Aya saat menyentuh lembut wajah suaminya


Dewa membuka matanya saat merasakan tangan lembut Aya menyentuh wajahnya, ditatapnya Aya dengan tatapan sendu penuh sayang dan cinta


"Kamu kenapa sayang?" tanya Dewa dengan lembut diraihnya tangan Aya dan dikecupnya perlahan


"Gak papa mas,, mas sore-sore kok tidur?" tanya Aya mencoba mengalihkan topik pembicaraan


"Enggak, mas hanya merem sedikit heheh" jawab Dewa


"Itu mah sama aja mas,, gak boleh loh tidur sore-sore"


Kemudian Dewa duduk dan masih menatap istrinya. Dewa menggenggam tangan Aya semakin erat namun tetap lembut.

__ADS_1


"Dari matamu aku bisa melihat kegelisahan sudah memudar,, apa yang kamu pikirkan?" tanya Dewa saat menatap lekat istrinya


"Hehe,,, apaan sih mas! Aya gak mikir apa-apa kok" jawab Aya berusaha menutupi kekhawatiran nya dari kemarin malam. Aya memang tidak pandai berbohong apalagi menutupi apa yang ada dipikirannya.


"Kamu gak bisa bohong sama mas" Ucap Dewa saat mengangkat dagu istrinya dan membawanya tetap membalas tatapan Dewa


"Aya,,, Aya hanya berfikir jika sampai kak Megan ada dirumah ini setiap hari, pasti Aya akan sangat cemburu karena bisa saja kak Megan terus-menerus bertemu dengan mas Dewa!" Jawab Aya


Dewa tersenyum lalu menangkup wajah istrinya


"Jadi kamu cemburu?" Aya mengangguk pelan


"Terima kasih sudah cemburu,, karena rasa cemburu mu itu mas tau kamu begitu mencintai mas, dan itu salah satu sebabnya kenapa mas tidak suka dia ada dirumah ini, karena mas tau kamu itu sangat pencemburu!" ucap Dewa saat kemudian mengecup istrinya


"Jadi mas meragukan cinta Aya?!"


"Tidak sayang,,,, mas percaya kamu cinta sama mas, bahkan cinta mati sudah! iya kan???" tanya Dewa kembali menatap istrinya


Wajah Aya langsung merona saat tersenyum, benar sekali apa yang di katakan Dewa, jika dia sangat mencintai Dewa suaminya. Kemudian Dewa memeluk Aya dengan sayang, sambil mengusap pelan punggungnya.


"Mas juga sangat mencintaimu Aya,, sampai kapanpun!" ucap Dewa ketika mengecup kening istrinya.


"Terima kasih mas, karena mas sudah mencintaiku" Balas Aya dengan pelukannya yang tak kalah erat


"Emm bau acemmm! bunda belum mandi nihhh!!!" ucap Dewa setengah bercanda


Buru-buru Aya melepas pelukannya dan dia baru ingat jika dirinya belum mandi dan sebenarnya keatas berniat mau mandi.


"Aya kan belum mandi! udah Aya mandi dulu mas!" ucap Aya yang kemudian menyaut handuk di sampingnya dan akan segera beranjak dari tempat tidurnya


"Mau di mandiin?" tanya Dewa yang kemudian mengkerlingkan mata kirinya menggoda istrinya


"Enggak, terima kasih tawarannya!" jawab Aya yang langsung berlarian kecil ke kamar mandi. Sementara Dewa hanya tersenyum menatap kepergian istrinya yang menghilang dibalik kamar mandi.


Kemudian Dewa turun dan mencari keberadaan kedua putranya.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,,,,,,,,,,


__ADS_2