Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Siapa Kamu?


__ADS_3

Di pabrik semua pegawai bekerja seperti biasa namun batasan waktu mereka bekerja hanya sampai setengah hari nanti, karena di pabrik akan di adakan pesta maka semua pegawai pabrik akan di libatkan didalam acara tersebut. Pesta akan di adakan di halaman pabrik yang cukup luas menampung semua pegawai nanti. Aya dan teman-temannya ikut membantu persiapan untuk konsumsi nanti malam. Sementara itu di kantor pusat, Dewa masih menemui Kliennya dan rencana sore baru akan terbang ke Surabaya.


Semua pegawai tengah menajalankan tugas mereka masing-masing untuk mempersiapkan segala keperluan Pesta. Karena nanti malam akan hadir CEO dari perusahaan itu, maka tidak ada yang boleh salah ataupun kurang sedikit pun. Halaman pabrik pun sudah terpasang tenda dan juga dekorasi yang tersusun rapi. Sementara untuk konsumsi juga sudah siap dan lengkap sore itu. Setelah semua persiapan 99% selesai, para pegawai satu persatu pulang dan bersiap untuk nanti malam.


Aya baru saja sampai dikontrakannya, saat ia sampai sikembar sudah menyambutnya dengan senyum bahagia


"Bundaaaaaaaaaaaaa" teriak sikembar bersamaan


"Assalamualaikum jagoan bunda. Emm wangi, udah pada mandi yahh?" Tanya Aya


"Udah bunda, tadi mandi cama dapid juga" jawab Faza


"Tadi mereka main air, jadi sekalian ibu mandikan mereka Sukma" jawab ibu Desy


"Wah ngerepoti eyang putri kalian,,cepet bilang apa saya eyang" ucap Aya


"Makacih eyang" ucap sikembar


"Sama-sama, Oh iya sukma, nanti malam kamu ikut ke pabrik ya? Sikembar di ajak??" Ucap ibu Desy


"Gimana ya bu, sebenernya Sukma pengen dirumah aja sama anak-anak tapi kayaknya yang lain bakal keteteran kalau gak di bantuin" jawab Aya


"Sikembar nanti dirumah eyang aja ya kalau mama ke Pabrik" ucap ibu dessy dan diangguki sikembar


"Maaf ya bu, sukma ngerepotin ibu lagi" ucap aya


"Gak papa Sukma, ibu seneng kok kalau ada sikembar rumah ibu kerasa rame" ucap ibu


Setelah berbincang, Aya mengajak Kedua putranya masuk kedalam rumah dan bersiap untuk ibadah maghrib.


Sementara itu,,, Dewa ditemani Devan tengah berada di pesawat menuju ke Surabaya....


***


Sehabis Isya', Aya bersiap untuk ke pabrik, Aya menggunakan pakaian dinas cleaning service seperti biasa, setelah selesai bersiap Aya menitipkan sikembar kepada ibu Desy.


"Nanti jam 10an bunda baru selesai acaranya. Nanti bunda jemput kalau sudah selesai yah" ucap Aya


"Iya bunda, hati-hati" ucap sikembar


Aya tersenyum lalu mengucapkan salam, setelah itu ia berjalan sendiri menuju ke pabrik, karena Anam sudah lebih dulu pergi ke pabrik. Begitu sampai di pabrik, Aya sudah langsung ke ruangan khsusus konsumsi dan mengecek kelengkapan makanan untuk pesta malam ini.

__ADS_1


Semua pegawai maupun kepala devisi di pabrik sudah duduk di kursi yang disiapkan oleh panitia, tak lama kemudian Mobil yang membawa Dewa dan juga Devan sudah tiba di area pabrik. Dewa turun ketika supir membukakan pintu mobil untuknya. Melihat semua orang sudah berkumpul Dewa langsung di sambut oleh kepala Devisi di pabrik itu dan diarahkan untuk duduk didepan. Kini semua pegawai pabrik dapat melihat secara langsung CEO dari pabrik tempat mereka berkerja saat ini. Acara pun di mulai.......


Acara pembukaan sudah berlangsung, dan selanjutnya adalah sambutan dari CEO mereka, begitu namanya dipanggil, Dewa berdiri dan melangkah dengan penuh wibawa dan terlihat sangat tegas. Saat Dewa menyampaikan sambutannya, Aya masih berada di dalam ruangan membantu bagian konsumsi, sehingga membuatnya tidak mendengar jelas suara Dewa bahkan nama nya saat di panggil pun Aya tidak mendengar. Hingga sampai pada Acara makan-makan bersama Aya baru keluar bersama temannya dari ruangan konsumsi dengan membawa nampan berisi minuman berasa yang akan di berikan ke meja para petinggi pabrik. Kemudian Aya meletakkan satu persatu minuman itu di setiap meja.


Saat Aya mendekat kearah Meja Dewa, dirinya tidak fokus terhadap Dewa. Aya masih fokus pada pekerjaannya. Lalu Aya menurunkan gelas minuman di samping Dewa. Saat Dewa mencium aroma parfume yang di pake Aya, ia pun langsung menoleh dan menatap wanita di sampingnya. Sementara yang di tatap juga kaget, meski Aya memakai masker, tapi tatapan matanya tidak bisa mengelabui Dewa. Aya yang ditatap dalam oleh pria berjambang itu pun jadi takut, manalagi mata pria itu sangat mirip dengan Dewa. Sontak Aya langsung berlari meninggalkan meja Dewa. Dewa pun langsung bangkit dan mengejar larinya Aya.


Semua orang merasa heran, namun tidak satupun yang berani bertanya atau melarang Dewa pergi. Sementara Dewa terus mengejar Aya yang berlari ke belakang dan kemudian Aya bersembunyi dibalik sebuah tembok belakang. Ia merasa takut dengan pria itu, Aya tidak mengenali pria itu, namun ketika ia melihat tatapan matanya, pria itu seperti Dewa. Sementara Dewa seperti kehilangan jejak, berhenti tak jauh dari Aya bersembunyi saat ini


Saat Aya tidak mendengar lagi langkah kaki manusia, Kemudian ia keluar dari persembunyiannya dan melihat tidak ada orang lagi .


"Siapa dia??" ucap Aya ketika mengusap dadanya karena debaran jantungnya semakin cepat. Ketika Aya melangkah keluar dari persembunyiannya alangkah terkejutnya Aya saat tangan kekar mencengkram lengan Aya dan menariknya hingga Aya berbalik dan terhuyun jatuh di dada bidang seorang pria. Pria itu pun mengeratkan pelukannya hingga membuat wajah Aya terbenam didalam pelukannya.


Aya mencium bau harum dan merasakan kehangatan seseorang yang selama ini selalu menghantuinya. Ingatan Aya langsung tertuju pada Dewa, tapi ia begitu takut melihat kenyataan jika benar itu adalah Dewa


"Siapa kamu?" ucap Dewa


Deg!


Deg!


Deg!


Deg!


"Aya?!" ucap Dewa dengan rasa tidak percaya.


Wanita yang dicarinya 3 tahun ini ada dihadapannya, wanita yang begitu ia rindukan sekarang ada didalam pelukannya. Sementara Aya masih bingung dengan pria dihadapannya, bagaimana bisa dia mengetahui namanya Aya.


Lalu Dewa kembali memeluk Aya dengan sangat erat, mengecup pucuk kepalanya berkali-kali hingga air mata Dewa menetes dengan sendirinya.


"Kamu kemana saja selama ini Aya? aku sudah mencarimu kemana-mana!" ucap Dewa


Aya masih terdiam meresapi semua kata-kata pria dihadapannya. Lalu Aya mendorong Dewa dengan kuat dan membuat Dewa melepaskan pelukannya karena tanpa persiapan


"Anda siapa?? kenapa anda memeluk saya sembarangan?!" sarkas Aya


"Aya,,, aku Dewa! suamimu!" ucap Dewa meyakinkan Aya


Deg!


"Dewa??.... enggak... aku gak percaya!!" ucap Aya dengan jalan mundur

__ADS_1


"Percaya padaku Aya, ini aku suamimu" ucap Dewa


Aya terpojok di dinding sementara Dewa terus memepetnya.


"Gak!! lebih baik kamu pergi dari sini!!" Sarkas Aya


Dewa tidak mau mendengar, lalu tangan Dewa mengunci di dinding dan merapat ke Aya


"Aku Dewa, suamimu Cahaya Sukma Wijaya!" ucap Dewa membuat Aya terkejut


Lalu ditariknya tengkuk Aya dan dikecupnya dengan dalam. Aya sangat terkejut dan ia pun berontak dengan sekuat tenaganya.


"Bahh,,, lepasin aku!! aku benci sama kamu!!! aku benciii!!!" ucap aya yang kemudian berlari keluar dan dikejar oleh Dewa.


"Aya!! tunggu!!!!"teriak Dewa namun tidak diindahkan oleh Aya. Saat Dewa berada di lobby, langkahnya terhenti saat Devan memanggilnya


"Tuan, anda mau kemana?" tanya Devan.


"Cahaya ada disini Van!" ucap Dewa


"Apa? Nyonya ada disini??" ucap Devan


"Ya!" ucap Dewa yang kebali berlari keluar dari area pabrik namun sudah tidak menemukan Aya.


"Sial!! kemana perginya Aya!" ucap Dewa saat menyugarkan rambutnya karena kesal.


"Tuan, jika benar Nyonya ada disini, berarti Nyonya bekerja di pabrik ini. Bagaimana jika kita lihat data pegawai kita disini?" ucap Devan


"Ya kau benar! ayo kita temui Pak Samsul" ucap Dewa


Lalu Dewa kembali ke tengah acara dan menemui pak Samsul. Sementara Aya sudah sampai di kontrakan dengan nafas terengah karena berlarian. Aya mengetuk pintu rumah ibu Desy dan menjemput kedua putranya ternyata Faza dan Gaza sudah tidur, terpaksa Aya menggendong satu persatu putranya untuk pindah ke kontrakannya.


.


.


.


.


Bersambung...........

__ADS_1


__ADS_2