
Suster kembali membawa Aya keruangan dokter kandungan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terhadap kondisi kandungannya. Kali ini Dewa yang menemani Aya untuk bertemu dengan dokter. Suster mendorong kursi roda dan Dewa berjalan di samping Aya dengan terus menggenggam tangan kanannya.
Sampainya mereka di ruangan dokter, Aya langsung berbaring dan dokter akan melakukan USG kembali, sementara Dewa masih setia berdiri di samping Aya dan menggenggam erat tangannya sembari melihat layar monitor yang menampilkan kondisi janin di dalam kandungan Aya.
Dokter sempat diam dan memeriksa dengan detail agar tidak salah nantinya. Diperdengarkan melalui alat suara detak jantung janin yang ada didalam kandungan dan membuat dokter kaget saat itu
"Bagaimana dok?!" tanya Dewa penasaran saat dokter tidak berkomentar apa-apa
"MaasyaaAllah,,, detak jantung janinnya kembali normal pak,,, kondisi juga aktif lagi,,, ini benar-benar diluar dugaan kami. Kami sempat pesimis saat memeriksa kondisinya pagi tadi" ucap dokter dengan perasaan terharu
Aya menatap Dewa dengan tatapan bahagia, begitu juga Dewa yang menggenggam erat tangan Aya dan mengecup tangannya dengan sayang. Keduanya tersenyum bahagia mendengar penjelasan dari dokter
"Jadi saya bisa membawa Istri saya pulang hari ini?" tanya Dewa
"Bisa pak, saran kami,,,, ibu Cahaya harus banyak istirahat untuk beberapa hari kedepan, jaga kondisi mood dan pikirannya agar tetap tenang dan jangan banyak fikiran, karena kalau ibunya stress, janin juga ikut stress" ucap dokter
"Baik dok" jawab Dewa dan Aya bersamaan
Setelah melakukan pemeriksaan, Dewa mengajak Aya kembali ke ruangannya. Terlihat pancaran wajah bahagia menghiasi wajah keduanya saat itu.
"Bagaimana Wa?!" tanya mama penasaran saat mereka sudah kembali ke kamar inap
"Alhamdulillah ma, janinnya kembali aktif dan detak jantung nya normal lagi" jawab Aya dengan perasaan bahagia
"Alhamdulillah,,,, ini benar-benar berita membahagiakan" ucap mama
"Kita siap-siap pulang kerumah, dokter sudah memperbolehkan Aya untuk pulang" ucap Dewa
Semua orang bahagia, lalu mereka membereskan semuanya dan bersiap untuk pulang kerumah. Saat semua orang sudah keluar ruangan, tinggalan Dewa yang tengah menurunkan Aya di kursi rodanya. Dewa menatap Aya dengan penuh cinta dan kerinduan, lalu mengecupnya sedikit dalam. Aya sangat kaget ketika dewa nekat melakukan itu dirumah sakit.
"Massss!!" ucap Aya setelah dewa melepaskan nya
Dewa terkekeh lalu bangkit dan mendorong kursi roda itu keluar dari ruangan itu. Wajah Aya langsung merona, senyumnya pun terus mengembang tanpa ingin luntur sedikitpun, begitu juga Dewa yang jadi senyum-senyum setelah apa yang dilakukan pada istrinya terbilang nekad. Kemudian semua keluarga pergi meninggalkan rumah sakit.
****
__ADS_1
Sampainya di rumah,,,,,,
Dewa menggendong Aya menuju kekamar mereka, meski Aya awalnya menolak saat Dewa akan menggendongnya. Aya malu, karena banyak keluarga mereka disana, dan juga Aya bisa jalan sendiri. Tapi Dewa malah tidak memperdulikan Aya yang menolaknya. Dewa terus menggendong Aya sampai di kamar mereka
"Kamu istirahat,,, mas akan buatkan sup hangat untukmu" ucap Dewa saat mengusap wajah Aya dengan sayang
Lalu Dewa mengecup kening Aya dan akan beranjak meninggalkan nya
"Mas,,,,, mas tidak perlu repot-repot seperti itu" ucap Aya menahan tangan dewa
"Mas gak repot Aya" ucap Dewa yang kemudian berlalu dari pandangan Aya.
Tak lama setelah kepergian dewa, anak-anak berlarian menghampiri Aya yang tengah bersenderan di dinding tempat tidur nya
"Bundaaaa" sapa anak-anak saat masuk
"Sayang,,,, sini-sini" ucap Aya dan kedua putranya naik ke tempat tidur mendekati bunda nya
"Bunda peyutnya macih Cakit yah?" tanya Faza
"Alhamdulillah,,,, kami gak cabal lihat dedek bayinya lahil. Pelempuan apa laki-laki ya bunda?!' tanya Gaza
"Bunda juga belum tau,,,, kan dedek bayinya masih kecil,, nanti kalau sudah besar baru kita bisa lihat, perempuan atau laki-laki. Kalian berdua doain dedek bayinya agar kuat dan tumbuh berkembang" ucap Aya
"Iya bundaa" jawab si kembar bersamaan
"Aya,,,"
"Mama,,," jawab Aya saat melihat mamanya masuk kedalam kamar Aya
"Mama dan papa pamit pulang ya,,,,Kamu cepet pulih, dan inget jangan banyak fikiran!" ucap mama
"Iya ma,,, mama dan papa hati-hati, terima kasih sudah menjenguk Aya" ucap Aya
"Iyah,,,, Faza,, Gaza,,, nenek pulang dulu yah sama kakek,, lain kali kakek dan nenek main lagi kesini" ucap mama Aya
__ADS_1
"Iya nek"
Setelah berpamitan, Anak-anak mengantar nenek dan kakek mereka pulang, sementara Aya masih berada di kamarnya untuk beristirahat. Lalu Dewa masuk membawakan semangkok SOP ayam hangat untuk istrinya
"Ayo makan dulu,,, ini perdana mas masak di dapur" ucap Dewa saat akan menyuapkan sup ayam buatannya
Aya tidak ragu-ragu membuka mulutnya dan menikmati sup ayam buatan Dewa. Aya yakin Dewa sangat berusaha untuk memasakkan sup itu untuknya
"Gimana?" tanya Dewa
"Enak" jawab Aya dengan tersenyum, Dewa penasaran lalu mencicipinya sedikit
"Tidak terlalu buruk, masih bisa di makan" ucap Dewa
Kemudian Aya meminta Dewa untuk menyuapinya lagi dan lagi sampai sup itu habis dari mangkuknya. Dewa merasa senang karena Aya mau memakan makanan yang di buatnya. Aya tidak tau bagaimana perjuangan Dewa membuat sup itu sendiri, dan Diah hanya memberitahu bahan-bahan nya saja. Dewa membuat dapur menjadi berantakan seperti kapal pecah hingga terhidang lah semangkuk sup Ayam untuk istrinya.
Setelah kekacauan yang di ciptakan Dewa, Asisstent rumah tangga dirumah itu sedikit ekstra membersihkan dapur hingga bersih seperti sedia kala. Tidak ada yang protes dan mereka tetap menjalankan tugas mereka.
Setelah Aya selesai makan, keduanya bersiap untuk menjalankan ibadah Ashar mereka. Dewa memanggil anak-anak untuk menjalankan ibadah bersamanya.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍...
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
...Semoga Suka❤️...
__ADS_1