Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Pesan Cinta Untuk Aya


__ADS_3

Keesokan paginya,,,,


Dewa sudah bersiap-siap menuju ke kantor tuan Seno untuk melanjutkan pembahasan kerjasama diantara perusahaan mereka. Sebelum berangkat, Dewa menyempatkan diri untuk sarapan dan setelah itu menelfon istrinya . Namun beberapa kali Dewa menelfon tidak ada jawaban sama sekali


"Tumben jam segini Aya belum bangun?!" ucap Dewa saat melihat jam tangannya menunjukkan pukul 07.00 WIT berarti di rumah pukul 05.00 WIB karena hanya selisih 2 jam saja.


"Mungkin Aya lagi masak di dapur" Ucap Dewa yang kemudian mengirimkan pesan cinta untuk istrinya


_My Love_


Assalamualaikum,,, selamat pagi sayang,,, aku merindukanmu, begitu merindukanmu. Jangan kecapekan yah, dan tunggu aku pulang sore nanti. Love you Cahaya


Setelah mengirimkan pesan, Dewa bersiap untuk pergi dari kamar hotelnya.


Sementara itu,,,


Aya terbangun dari tidurnya dan melihat disekitar tempat itu terasa sepi. Aya membetulkan hijabnya dan tidak melihat siapapun diruangan itu. Aya melihat sekelilingnya dan diyakininya dia masih berada dirumah sakit.


"Aya,,,, kamu sudah bangun?!"


Aya menoleh dan melihat mamanya baru keluar dari kamar mandi


"Mama,,, mama ada disini?!" tanya Aya


"Iya,, semalam mama menginap disini bersama papamu bergantian dengan mertuamu.


"Papa kemana ma?!" tanya Aya


"Palingan papa ke mushola Aya. dan kedua mertua mu pulang, bagaimanapun dirumah anak-anak mu gak ada yang jaga" ucap mama yang kemudian duduk di samping aya


"Ma,, Aya belum sholat" ucap Aya


"Baiklah" jawab mama


Kemudian mama mengajak Aya ke toilet mengambil air wudhu dan setelah itu Aya kembali ke bed pasien. Aya memakai mukenah mama dan menjalankan ibadah subuh nya diatas bed pasien saja. Beberapa saat kemudian, Aya sudah selesai sholat dan mama membantu Aya membereskan mukenah nya.


"Aya,,,, apa yang kamu pikirkan hah? sampai kamu stress begitu? kamu gak kasihan pada calon bayimu juga ikut stress?!" tanya mama

__ADS_1


"Aya,,, Aya hanya kepikiran mas Dewa ma, perusahaan mas Dewa sedang dihadapkan dalam masalah besar" ucap Aya


"Kamu percayakan saja semuanya pada suamimu. Mama yakin dewa bisa melewati semuanya, dia orang yang pantang menyerah! tugasmu hanya menjaga dirimu dan anak-anak mu selama dewa tidak ada dirumah" ucap mama


"Aya tetap mencemaskan mas dewa ma, bagaimanapun, Aya bisa merasakan beratnya masalah yang sedang mas dewa hadapi saat ini" ucap Aya


"Kamu doakan saja agar masalah itu segera selesai" ucap mama dan Aya mengangguk.


Tanpa disadari Megan tengah menguping pembicaraan mereka. Dia berdiri didepan pintu kamar Aya dirawat setelah kembali dari luar.


"Jadi, perusahaan mas Dewa akan bangkrut?! dan dia akan jatuh miskin?! trus buat apa aku terus mengejarnya?! dia sama saja dengan mas Donny!!" batin Megan


"Kau masih berdiri disitu Megan?!" ucap papa membuyarkan lamunan Megan


"Eh papa" ucap Megan yang kemudian membuka pintu ruangan Aya.


Lalu papa dan Megan masuk kedalam ruangan Aya dan duduk di sofa. Sekilas Aya melihat Megan yang menatapnya dengan tatapan yang tak biasa.


"Ma,,, pa,,, Megan balik duluan ya,, pagi ini Megan ada pemotretan" ucap Megan


"Iya"


Sementara itu dibelahan bumi yang lain, Dewa dan Bagas tengah menunggu kedatangan tuan Seno di kantornya. Beberapa menit kemudian, tuan Seno sudah masuk keruangannya bersama Asissten nya.


"Selamat pagi tuan Dewa,,, mohon maaf atas keterlambatan kami. Tadi saya harus mengantarkan putra saya ke sekolah lebih dulu baru kekantor" ucap tuan Seno saat berjabat tangan bersama dewa


"Tidak masalah tuan, kami juga belum lama sampai di kantor Anda" jawab Dewa


Kemudian mereka duduk bersama dan membahas kelanjutan kontrak kerjasama mereka.


"Saya sudah mempelajari kontrak yang anda tawarkan kepada perusahaan kami. Dan saya memutuskan untuk menerima kerjasama ini tuan Dewa"


"Alhamdulillah berita bagus kalau begitu, mudah-mudahan kedepannya kita bisa menjadi partner bisnis yang baik dan dalam jangka waktu yang lama" ucap Dewa


"Aamiin mudah-mudahan tuan,,, mari kita selesaikan perkara dokumen kerjasama ini" ucap Tuan Seno


Kemudian mereka berdua menandatangi kontrak kerjasama diantara kedua perusahaan. Dewa sedikit merasa lega ketika pasokan bahan baku di pabriknya akan kembali stabil. Setelah berbincang cukup lama Tuan Seno mengajak Dewa untuk melihat proses penebangan dan juga penanaman pohon baru di lahan milik perusahaan tuan Seno.

__ADS_1


Kembali ke rumah sakit,,,


Papa dan mama Dewa baru saja tiba dirumah sakit bersama Sikembar dan juga Sofi pengasuhnya. Lalu mereka berjalan menuju ke ruangan Aya di rawat. Saat mereka tengah berjalan, ponsel mama Dewa berdering dan mama Dewa mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang menelfonnya


"Dewa?!" ucap mama yang langsung berhenti berjalan saat itu juga


"Biar papa yang bicara" ucap papa Dewa


Lalu mama Dewa memberikan ponselnya kepada papa Dewa sementara mama Dewa mengajak anak-anak untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju keruangan bunda mereka.


"Hallo Assalamualaikum wa" ucap papa yang kemudian duduk di ruang tunggu yang ada didekatnya


"Wa'alaikumsalam pa,,, pa, kenapa Aya gak angkat telfon dewa ya pa?" tanya Dewa


"Kau sedang dimana? berisik sekali?" tanya papa


"Dewa sedang ada di lahan kolega baru dewa pa. Tapi Dewa khawatir karena Aya gak jawab telfon Dewa dari tadi pagi" ucap Dewa


Papa menghela nafas berat dan mengatur kata-kata untuk diucapkan pada putranya


"Wa,, Aya masuk rumah sakit tadi malam" jawab papa


"Apa?! bagaimana bisa pa? dan kenapa kalian tidak ada yang memberi tahu dewa?!" tanya Dewa marah dan cemas menjadi satu


"Aya mengeluh sakit perut dan kami langsung membawanya kerumah sakit. Kata dokter istrimu terlalu stress dan banyak fikiran akhirnya mempengaruhi kondisi janin yang ada didalam kandungannya" ucap papa


"Dewa pulang sekarang!" ucap Dewa dengan tegas dan langsung mematikan sambungan telfonnya.


Lalu Dewa berpamitan kepada Tuan Seno untuk kembali ke Jawa, Dewa menyampaikan permintaan maaf kepada tuan Seno karena tidak bisa mengikuti agenda hari ini sampai selesai, tentunya Dewa memberi tahukan alasannya dan tuan Seno tidak mempermasalahkannya.


Setelah berpamitan, Dewa dan juga Bagas langsung menuju ke Bandara.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung,,,,,,,


__ADS_2