Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Buah Simalakama


__ADS_3

Suara Adzan subuh berkumandang,, Aya terbangun dari tidur nya, meski terasa melelahkan, Tapi Aya tetap bangun dan kemudian membangunkan Dewa agar segera mandi karena mereka harus membersihkan diri mereka setelah semalam.


Setelah selesai membersihkan diri, keduanya bersiap untuk ibadah subuh, tak lupa Aya membangunkan kedua jagoannya untuk diajak sholat bersama. Dewa menggendong Gaza dan Aya menggendong Faza ke kamar mandi. Setelah selesai berwudhu, Keempatnya menjalankan ibadah subuh bersama.


Beberapa saat kemudian mereka selesai sholat Aya turun ke dapur sementara Dewa mengajak anak-anaknya untuk berjalan santai menghirup udara segar di puncak, Eyang Kakung juga tak mau kalah dan ikut bersama Dewa juga si kembar.


Aya dibantu Sofi tengah menyiapkan sarapan untuk keluarga. Pagi itu Aya tengah memasak Nasi uduk untuk keluarga nya.


"Sof,, tolong itu mie nya kamu tiriskan ya" ucap Aya


"Baik Nyonya" jawab Sofi


"Baru bangun?" tanya mama saat melihat Aya dan Sofi yang terlihat sibuk mempersiapkan ini dan itu


"Enggak ma,, tadi Aya udah bangun pas adzan Subuh" jawab Aya


"Harusnya kamu itu bangun lebih pagi kalau niat mau buat sarapan seriweh ini. Buat menu itu yang cepet jadi, contoh nasi goreng! itu kan gak ribet masak ini dan itu! buang-buang waktu aja. Untung anak-anak kamu jalan bersama Ayahnya!!" ucap mama


"Maaf ma,,, lain kali Aya akan bangun lebih pagi" ucap Aya tidak ingin memperpanjang masalah sementara pekerjaannya masih banyak


Bukanya bantu mama Dewa hanya mengawasi gerak-gerik Aya.


"Heran deh, mantu jaman sekarang! Bangunnya kesiangan terus! gak mikiri anak dan suami Mau sarapan apa!" Sarkas mama


Aya terus beristighfar didalam hatinya, membuat dinding kesabaran yang tinggi dan kokoh untuk mendengarkan ucapan mertuanya. Padahal selama tinggal bersama Dewa, Dewa tidak pernah sekalipun mempermasalahkan Aya bangun saat Adzan berkumandang. Belum lagi rasa lelah Aya setelah seharian mengasuh anak-anak, saat malam harus memanjakan suaminya yang tak lain adalah anak mertuanya juga.


"Maaf ma,, Aya belum bisa menjadi mantu yang baik untuk mama" ucap Aya dengan merendah


"Bagus kalau kamu sadar! Harusnya kamu itu menyenangkan hati mama juga sebagai mama kamu!" ucap mama


"Apa yang harus Aya lakukan agar Aya bisa menyenangkan hati mama?" tanya Aya


"Turuti semua kemauan mama! Jangan bantah!"" ucap mama Dewa


Aya hanya menunduk ketika mendengarkan ucapan mama. Bagaimana bisa dia menuruti semua kemauan mamanya, sedangkan dirinya adalah istri Dewa yang jelas akan menuruti ucapan Dewa dibandingkan mama. Aya jadi serba salah bagai makan buah simalakama.


Beberapa saat kemudian Dewa sudah kembali ke Villa bersama Eyang Kakung dan anak-anak


"Bundaaaa" teriak anak-anak yang kemudian menghampiri bundanya

__ADS_1


"Sayang,,,,, udah pulang?? seneng gak jalan-jalan?" tanya Aya saat berlutut dan mensejajarkan tingginya dengan anak-anak


"Ceneng bunda,,, udalanya cegellll banget" ucap Gaza dan Faza bersahutan


"Wahhh sayang banget bunda gak bisa ikut,, padahal pengen" ucap Aya


"Bunda kan macak,,," ucap Faza


"Hehehehe" Aya terkekeh


"Bunda macak apa?" tanya Gaza


"Nasi uduk,,, yuk sarapan,,," ucap Aya


Kemudian anak-anak duduk di meja makan begitu juga Dewa dan eyang Kakung. Lalu semua keluarga menikmati sarapan pagi mereka sebelum berkemas dan akan kembali ke rumah.


Setelah selesai sarapan Aya mengajak anak-anak untuk segera mandi dan bersiap untuk perjalanan pulang. Tak lama kemudian Semua keluarga sudah masuk kedalam mobil masing-masing dan supir sudah menjalankan tugas mereka. Perjalanan yang cukup panjang akan mereka lalui sebelum sampai dirumah.


"Mas, hari ini mbak Nadya sudah di perbolehkan pulang, apa kita gak menjenguknya mas?" tanya Aya


"Oh iya ya??" Tapi sepertinya kita akan lelah sayang. Biar mas minta Dion untuk menjemputnya" ucap Dewa yang kemudian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Dion


"Wa'alaikumsalam salam,, ada apa wa? tumben pagi-pagi nelfon" ucap Dion


"Kamu ada kerjaan gak hari ini?" tanya Dewa


"Enggak sih,,, ada apa?" tanya Dion


"Hari ini Nadya sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah, kami sedang dalam perjalanan dari puncak dan sepertinya kami tidak bisa menjemput Nadya" ucap Dewa


"Oh begitu,, baiklah aku akan menjemput Nadya, kamu tenang saja" ucap Dion


Dewa terkekeh dan terdengar oleh Dion


"Kenapa kamu tertawa?!" tanya Dion


"Gak papa,,, kayaknya ada yang bakal sebar undangan sebentar lagi" sindir Dewa


"Hah, doakan saja aku bisa segera meminangnya. Aku ingin bahagia sepertimu dan Aya" ucap Dion

__ADS_1


"Aamiin,, ya sudah kalau begitu, sampaikan salam maaf kami kepada Nadya karena tidak bisa menjemputnya" ucap Dewa


"Baiklah" jawab Dion. Setelah mengucap salam Dewa mematikan sambungan telfonnya


Sementara ditempat lain, Dion segera bersiap ke rumah sakit untuk menjemput pujaan hatinya.


Aya sesekali melihat Sofi melihat kearah Depan, dari sorot matanya seperti sedang melihat kearah Edo yang masih menyetir


" Ehem,,, mas,,," ucap Aya


"Ada apalagi sayang?" tanya Dewa berbalik kebelakang dan menatap Aya


" Sepertinya ada satu lagi yang harus kita comblangin" ucap Aya


"Siapa?" tanya Dewa bingung


"Sofi sama Edo mas, hahaha" ucap Aya yang langsung tertawa ketika melihat wajah merah Sofi saat itu


"Nyonyaaaaaaa" ucap Sofi


"Hahahaha,,,,, kamu sudah Do sama Sofi?" tanya Dewa


"Tuan dan Nyonya apaan sih? ya enggak lah Nyonya, Edo belum siap untuk menikah sekarang" ucap Edo


"Ya gak sekarang, kan bisa nanti kalau mau kenal lebih dekat dulu" ucap Dewa saat semakin memepet Edo


"Daripada curi-curian pandang, mending dihalalin ajaa" Sahut Aya yang kemudian menyenggol lengan Aya


Untung saja sikembar sudah tidur sehingga tidak mendengar pembicaraan mereka. Terlihat Sofi dan Edo jadi malu-malu dan tidak ingin lagi menjawabi ucapan majikan mereka. Sementara Dewa dan Aya terkekeh berdua seolah pikiran mereka sama saat itu


.


.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2