Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Dalam Masalah Besar


__ADS_3

Mobil Keluarga Wijaya sudah sampai di rumah sakit, kemudian para Suster menyambut tuan Wijaya dan segera membawanya ke ruang IGD, Sementara Aya dan mamanya menunggu diluar. Aya mengambil ponselnya dan menelfon kakaknya


Tuuutttt Tuutttttttt Tuuutttttttt Tuutttttttt


Panggilan Aya tidak terjawab, kemudian Aya kembali menelfon Megan namun masih tidak mendapat jawaban.


"Kamu nelfon siapa Ya?" kata mama Aya


"Kak Megan ma, tapi gak di angkat" kata Aya sedikit kesal


Sesaat kemudian mama menangis kembali mengingat apa yang terjadi tadi. Aya bingung melihat mamanya seperti itu


"Sabar ma,, Aya yakin papa baik-baik aja" kata Aya menenangkan mamanya


"Aamiin... tapi kakak mu Ya,, Megan hiks hiks" kata mama dengan segukan


"Kak Megan kenapa ma??" tanya Megan semakin bingung


"Megan dan Dewa cerai Ya hiks hiks" kata mama dengan terisak tangis


"Apa?!" ucap Aya kaget bukan main mendengar ucapan mamanya


Disaat kekagetan Aya, seorang pegawai papa Wijaya menghampiri mereka.


"Permisi Nyonya,,," katanya menyapa


" Dava, ada apa kamu kesini?" tanya Mama Aya


"Begini Nyonya, Koperasi kita tengah kacau Nyonya, Investor utama kita mencabut dana Investasinya tadi pagi" kata Dava


"Apa??? Ya Allah..... cobaan apa lagi ini...." kata mama Aya dengan terduduk lemas dilantai, kemudian Aya mengangkak mamanya dan mendudukannya di kursi.


"Kak Dava, tolong di handle dulu ya kak, papa lagi gak stabil, Aya gak mau sampai papa tau akan hal ini. Nanti Aya coba cari jalan keluarnya" kata Aya


"Baiklah,, kamu yang sabar ya" kata Dava yang kemudian meninggalkan mereka.


Mama masih terisak dengan mengingat semua masalah yang menimpa keluarganya. Tak lama Dokter pun keluar dari ruang IGD dan menemui mereka.


"Dok, bagaimana keadaan papa saya?" tanya Aya


"Pasien saat ini masih dalam keadaan kritis, dan kita harus segera melakukan tindakan operasi agar pasien tertolong" kata Dokter


"Lakukan apapun yang bisa membuat suami saya sembuh dok!" kata mama


"Kami akan lakukan semaksimal mungkin bu, silahkan anda selesaikan administrasi dan juga surat persetujuan tindakan operasi" kata dokter

__ADS_1


"Baiklah dok" kata Aya


Kemudian Dokter kembali masuk kedalam ruangan IGD, dan Aya pamit kepada mamanya untuk mengurus semua administrasi rumah sakit. Namun begitu sampai di sana, begitu terkejutnya Aya saat melihat nominal yang harus di bayar bukan main-main.


"200 Juta?? Ya Allah,,, dari mana aku bisa mendapatkannya?" batin Aya bersedih. Aya pun terkulai lemas saat meninggalkan ruangan administrasi


Kemudian Aya berfikir untuk ke kantor dan mengambil sejumlah dana untuk operasi papanya.


Beberapa menit kemudian Aya sudah tiba di kantor koperasi papanya, lalu ia masuk dan menemui bagian keuangan.


"Bu Dina, saya mau mengambil uang 200 juta untuk biaya operasi papa saya" kata Aya


"Maaf ya mbak Aya, tapi kas koperasi saat ini tinggal 50 juta dan itupun jika di ambil semua maka koperasi ini akan benar-benar tutup mbak. Pagi tadi Investor kita mencabut semua dananya dari koperasi ini" kata ibu Dina


"Kalau boleh tau, siapa investor besar di koperasi ini bu?" tanya Aya


"Tuan Dewa, mbak kakak ipar anda" jawab Ibu Dina


Deg!


Aya terdiam dan tidak mengerti apa yang harus dilakukannya lagi. Kemudian Aya pamit dan akan kembali kerumah sakit tanpa membawa hasil apa-apa. Saat di perjalanan, Aya kepikiran untuk menjual mobil papanya. Lalu ia mengajak Jupri untuk mampir ke dealer mobil dan menjual mobilnya dan mobil itu hanya di hargai 100 juta. Aya pun kembali berfikir untuk mencari setengahnya lagi. Aya pun kembali kerumah sakit menggunakan Taxi sementara pak Jupri kembali kerumah Wijaya menaiki angkutan kota.


Aya segera ke bagian administrasi saat tiba di rumah sakit.


"Baiklah mbak, kami akan proses. Tapi untuk pelunasannya segera kami tunggu. Jika tidak di lunasi maka pasien tidak bisa pulang" katanya


"Baik" kata Aya


Kemudian Aya keluar dari ruangan itu dengan tertunduk lesu. Pikirannya terasa ruwet dengan masalah keluarga yang tengah di hadapinya. Manalagi kakaknya Megan tidak ada kabar sama sekali.


Saat Aya akan kembali menemui mamanya, langkahnya terhenti saat mendengar suara yang tidak asing lagi baginya


"Aya" katanya


Kemudian Aya menoleh kebelakang dan dilihatnya Dewa yang berdiri tegak tak jauh dibelakang Aya dengan tatapan tajamnya menusuk. Lalu Dewa berjalan mendekati Aya


"Mau apa lagi kak?! apa belum cukup kak Dewa membuat kami sengsara?!" sarkas Aya dengan penuh kekesalan terhadap Dewa.


"Belum! aku belum puas sebelum membuat kalian lebih sengsara!!" kata Dewa dengan senyuman sinisnya.


"Jahat!! Aya gak pernah menyangka kak Dewa sejahat ini!!" Sarkas Aya dengan rasa kebencian


Dewa hanya tersenyum kecut menatap Aya, lalu ia mensedakepkan kedua tanganya


"Aku kesini hanya ingin memberikan tawaran untukmu!" kata Dewa dengan sinis

__ADS_1


"Aya gak mau tawaran apapun dari kak Dewa!" kata Aya yang akan pergi meninggalkan Dewa


"Bukannya kau membutuhkan uang untuk operasi Papamu!!" Sarkas Dewa dan membuat Aya terhenti langkahnya


"Ya kami memang membutuhkan uang! tapi kami tidam butuh uangmu kak!!" Kata Aya dengan tegas dihadapan Dewa


Dewa tersenyum kecut mendengar penolakan Aya saat itu.


"Kita lihat saja, sejauh mana usahamu untuk mendapatkan uang sebanyak itu dalam 1 hari!" kata Dewa dengan penuh penekanan. Lalu Dewa pergi meninggalkan Aya, sementara Aya tidak mau ambil pusing, ia pun pergi menemui mamanya. Terlihat mama Aya yang tengah duduk didepan ruang operasi


"Ma,, bagaimana keadaan papa??" tanya Aya


"Dokter baru saja membawanya masuk Ya, semoga operasi papa lancar" kata mama


"Aamiin" kata Aya


Aya duduk bersama mamanya dan menunggu jalannya operasi yang tengah berlangsung. Mereka tak henti-hentinya berdoa, memohon kelancaran operasi papa. Kemudian Aya izin ke musholah saat mendengar suara adzan Zuhur.


Aya terduduk di depan sajadahnya, airmatanya menetes tiada henti diadukan semua masalahnya kepada Allah sang pencipta Alam semesta karena tidak ada tempat mengadu selain kembali ke sisi Nya.


Setelah selesai ibadah Zuhur, Aya masih terduduk di atas sajadahnya dan ia pun berfikir apa lagi yang bisa ia jual agar bisa membayar pelunasan operasi papanya.


"Apa lagi yang bisa aku jual?" kata Aya didalam hatinya


"Apa sebaiknya aku gadaikan rumah saja? yah... aku bisa gadaikan rumah itu" Kata Aya saat mendapatkan ide bagus.


Kemudian Aya beranjak dari musholah dan akan menemui mamanya. Aya ingin membicarakan soal rumah yang akan digadaikannya nanti. Berharap mama Aya mendukung apa yang direncanakannya.


Sementara itu,,,,


Dewa terus saja mengawasi setiap gerak-gerik Aya dan keluarganya. Dewa tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.


Dewa berkata "Penghianatan harus dibalas dengan penderitaan!".


.


.


.


.


.


Vote dan dukungan kalian sangat uni tunggu yah readers uni. Komen dong di bawahhhhhh yang banyakkk biar semangat.

__ADS_1


__ADS_2