
1 Minggu kemudian,,,,,,,,
Dewa, Aya dan juga anak-anak sudah bersiap untuk berangkat ke bandara pagi itu, Jadwalnya mereka akan melakukan penerbangan ke Surabaya. Setelah selesai bersiap Dewa mengajak anak-anak dan istrinya untuk segera masuk kedalam mobil dan berangkat. Lalu Edo menjalankan mobil tuannya menuju ke bandara
"Udah gak ada yang ketinggalan kan sayang?' tanya Aya
"Insyaallah gak ada mas" jawab Aya
Mobil terus melaju membelah jalanan menuju bandara.
Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di Bandara. Lalu mereka segera turun dari mobil dan di sana sudah ada Asissten Dewa yang sudah sampai lebih dulu.
"Selamat Pagi Tuan, ini tiket kita"
"Oke kita masuk sekarang" ucap Dewa
Mereka berlima langsung masuk kedalam bandara dan memproses tiket pesawat mereka. Setelah selesai mereka berjalan menuju pesawat karena sebentar lagi akan segera berangkat.
"Apa kalian senang naik pesawat?" tanya Dewa kepada anak-anaknya
"Cenang yah" jawab Si kembar
"Baiklah, nanti kita beli pesawat sendiri untuk keluarga kita" jawab Dewa
"Mas,,,, jangan aneh-aneh deh mau beli pesawat, mau parkir dimana?" tanya Aya
"Ya Di bandara lah sayang, jadi kalau mau pergi-pergi gak perlu pake pesawat kayak gini. Sudah tidurlah,,, tidak perlu kamu memikirkannya. Cukup mas saja!" ucap Dewa
"Hmmm terserah mas saja"jawab Aya yang kemudian mencoba memejamkan matanya saat pesawat sudah mengangkasa.
Gaza turun dari kursinya dan berjalan menghampiri Ayahnya
"Ayah,,,," ucap Gaza saat menggoyang-goyangkan tangan Ayah nya dan Dewa langsung terbangun
"Ada apa sayang?" tanya Dewa
" Gaca mau pipicc nicc!" ucap Gaza yang sudah menahan pipis.
"Oh,,, ayo kita ke kamar kecil" ucap Dewa yang kemudian mengajak Gaza menuju ke kamar kecil. Beberapa saat kemudian Dewa dan Gaza sudah kembali dan duduk di tempat semula.
Aya terbangun dari tidurnya dan melihat Dewa
"Dari mana mas??" tanya Aya
__ADS_1
"Tadi Gaza pipis sayang,,, jadi mas anter ke toilet" ucap Dewa
"Ohh,,,, kita belum sampai ya mas?" tanya Aya lagi
"15 menit lagi sayang" ucap Dewa
Setelah perbincangan mereka Aya kembali memejamkan matanya, ntah kenapa beberapa hari ini dirinya merasa sangat mengantuk, mungkin karena Aya kelelahan terlalu banyak fikiran.
Beberapa menit kemudian,,, pesawat sudah landing di bandara dan Dewa mengajak istri juga anak-anak bersiap untuk segera turun dari pesawat. Mereka berjalan menuju ke lobby sementara Devan mengurusi koper mereka. Ketika mereka sudah sampai di depan bandara, supir yang bertugas menjemput Dewa dan keluarganya sudah menunggu.
"Selamat datang di Surabaya tuan,,, silahkan masuk kedalam mobil" ucap nya
Dewa masuk kedalam bersama Aya dan si kembar, sementara Devan dan supir menata koper mereka di dalam bagasi mobil belakang setelah itu mereka berdua masuk dan supir menjalankan mobil menuju ke pabrik.
***
Mobil baru saja memasuki kawasan pabrik, namun tidak lantas parkir melainkan terus melaju menuju ke guest house. Setelah sampai di depan guest house Dewa mengajak Aya dan anak-anak mereka untuk beristirahat sejenak setelah perjalanan panjang mereka. Sementara pelayan membantu Devan membawakan barang-barang mereka masuk kedalam.
"Anak-anak,,, kalian istirahat dikamar itu ya" ucap Dewa
"Baik Ayah" jawab Sikembar
Lalu Aya berjalan bersama anak-anak menuju kamar mereka sementara Dewa duduk di ruang depan bersama Devan.
"Sudah tuan, semua sudah dipersiapkan dan Kita masih ada waktu 3 jam sebelum acara dimulai. Kalau tuan ingin istirahat dulu silahkan, saya akan pergi" ucap Devan
"Baiklah, kalau kau lelah, pakai saja kamar tamu itu kan masih kosong" ucap Dewa
"Baik tuan, nanti saya akan tidur sebentar, tapi sebelumnya ada sedikit pekerjaan yang harus saya selesaikan" ucap Devan
Dewa beranjak menuju kamarnya Sementara Devan keluar dari guest house dan berjalan ke arah pabrik untuk memastikan semua persiapan benar-benar sudah siap. Dewa tidak akan mentolerir jika ada kesalahan sekecil apapun.
Tak lama kemudian, Aya keluar dari kamar anak-anak setelah keduanya tertidur, lalu Aya menyusul Dewa yang berada di kamar sebelahnya.
Ceklekk
Aya membuka pintu dan melihat Suaminya yang sudah berbaring di tempat tidur mereka. Aya berjalan mendekati Dewa lalu ikut merebahkan dirinya di samping Dewa
"Anak-anak sudah tidur sayang?" tanya Dewa saat merasakan Aya merapat kepadanya
"Sudah mas,,,, mungkin karena kecapekan mereka langsung tidur" jawab Aya
"Sepertinya begitu,,, kamu tidurlah nanti setelah jam makan siang, kita ke pabrik. Disana akan ada acara pertemuan karyawan pabrik dan mas akan memperkenalkan kamu dan juga anak-anak" ucap Dewa yang kemudian mengecup kening istrinya
__ADS_1
"Baik mas,,, " jawab Aya
Aya menenggelamkan wajahnya di dada bidang Suaminya, di pejamkan matanya dan Aya berusaha untuk segera tidur, begitu juga Dewa.
****
Waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 WIB, Dewa, Aya dan anak-anak sudah bersiap setelah makan siang bersama mereka berjalan menuju ke pabrik. Devan mengarahkan mereka untuk masuk ke gedung Aula yang sudah siapkan. Dengan langkah penuh wibawa Dewa masuk kedalam Aula dengan menggandeng Faza sementara dibelakangnya diikuti Aya yang menggandeng Gaza. Semua mata tertuju kepada Dewa yang kali ini hadir membawa keluarganya. Wanita di samping Dewa tidak terlihat asing lagi karena mereka dulu sering melihatnya, hanya saja yang mengherankan adalah, bagaimana Sukma bisa berada di samping Boss besar mereka.
Dewa berdiri didepan podium setelah pembawa acara mempersilahkannya untuk memberi sambutan. Dewa menatap ke depan dengan percaya diri, pandangan nya menyapu ke seluruh karyawan yang hadir didalam ruangan itu.
Kata pembuka telah terucap diawal pembicaraan Dewa,
"Berdirinya saya disini, ingin memberitahukan beberapa hal yang sangat penting bagi kemajuan perusahaan dan juga kemakmuran semua karyawan yang sudah bekerja keras dalam membangun perusahaan ini menjadi lebih maju.
Pertama,,,,
Melalui rapat seluruh Kepala Devisi yang dilaksanakan pada Minggu lalu di kantor pusat, semuanya akan sepakat akan melakukan pembaharuan sistem dan nanti kalian semua akan mendapatkan penjelasannya dari Devisi masing-masing.
Kedua,,,,
Terkait pembaharuan sistem, maka akan berpengaruh kepada gaji dan juga tunjangan yang juga akan berubah. Saya berharap dengan adanya perubahan ini dapat membuat kalian semua semakin semangat bekerja dan membantu perusahaan semakin maju pesat
Ketiga,,,,,
Saya ingin memperkenalkan Anak dan istri saya, yang belum banyak yang tau. Mungkin semuanya tidak asing dengan sosok Istri saya tapi tidak ada yang tau jika ternyata Ibu Sukma itu adalah Istri saya yaitu Cahaya Sukma Wijaya. Kami sempat terpisah dan akhirnya Allah kembali mempertemukan kami ditambah kedua jagoan kami yang kelak akan menjadi penerus perusahaan ini, mereka bernama Faza Sadewa dan Gaza Sadewa.
Semua ini cukup menjawab semua kabar burung yang sempat saya dengar dari kebanyakan karyawan disini!" ucap Dewa
Setelah selesai menyampaikan sambutan, Dewa menutupnya dan kembali ke tempat duduknya.
Masuk ke acara Inti, Dewa menandatangi dokumen pembaharuan sistem sebagai tanda resminya sistem baru yang akan di jalankan di pabrik itu. Semua karyawan hanya bisa menurut dan mengikuti peraturan baru yang berlaku.
Setelah acara siang itu selesai, Semua karyawan kembali ke pekerjaan nya masing-masing, sementara Dewa dan yang lainnya berkeliling melihat area pabrik. Dewa ingin memperlihatkan kepada kedua putranya, bahwa inilah perusahaan Ayahnya yang dibangunnya dari 0. Dewa ingin memperkenalkan dan mengajarkan kepada kedua putranya soal bisnis sedini mungkin, agar kelak keduanya bisa menjadi pembisnis yang handal dan lebih dari Ayahnya.
.
.
.
.
Bersambung.........
__ADS_1