
Hari Berikutnya,,,,,,
Pagi itu, Aya tengah menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga nya. Setelah semuanya beres, Aya memanggil kedua putranya dan kemudian Aya ke kamar atas untuk memanggil suaminya. Saat Aya masuk kedalam, terlihat dewa sudah rapi dengan berpakaian batik pagi itu.
"Mas" sapa Aya saat masuk kedalam kamar
"Hm,,," sahut Dewa singkat
"Sarapan sudah siap, anak-anak juga sudah menunggu dibawah" ucap Aya saat menghampiri Dewa . Terlihat Dewa masih malas menatap Aya Setelah obrolan mereka kemarin, semalam pun Dewa tidak seperti biasanya. Dia memilih segera tidur dibandingkan menggoda Aya seperti malam-malam sebelumnya
"Baiklah" jawab Dewa yang kemudian akan berlalu meninggalkan Aya.
Aya merasa Dewa kesal padanya, lalu Aya menahan tangan Dewa dan membuat Dewa menghentikan langkahnya
"Ada apa lagi?" tanya Dewa saat berbalik dan menatap istrinya dingin
"Maaf, karena aku dan keluargaku terus-menerus membuat mas kesal" ucap Aya dengan tatapan sendu nya.
Dewa menghela nafas kasar, melihat tatapan sendu Aya membuatnya langsung luluh.
"Mas menyadari kita tidak akan bisa terlepas dari keluarga Wijaya. Mas menikahi mu berarti mas juga harus menerima keluarga mu begitu juga sebaliknya. Hanya saja, mas tidak ingin terlalu jauh ikut campur terhadap urusan kakakmu. Mas masih bisa menghormati papa dan mama, tapi tidak untuk kakakmu dan juga Evan jika mereka sudah menikah nanti. Apalagi Evan memiliki niatan untuk menghancurkan perusahaan mas" ucap Dewa
"Aya tau mas,,, terlalu banyak kesalahan yang dilakukan kak Megan terhadap semuanya. Bahkan mungkin sampai ntah kapan kak Megan bisa sadar jika semua yang dilakukan itu adalah hal yang salah. Tapi,, Aya sebagai adik tentu masih memiliki ikatan darah dengannya, seburuk apapun prilakunya dia tetaplah kakakku. Jika mas Dewa melarang Aya untuk ke acara mereka nanti, Aya akan menuruti ucapan mas, Bagaimana pun mas adalah suami Aya yang harus Aya ikuti. Aya akan sampaikan kepada mama nanti dan memberi pengertian kepada mereka" ucap Aya
Dewa menarik Aya dan memeluknya dengan erat dan Aya membalas pelukan Dewa.
"Aya sangat takut jika mas marah kepadaku" ucap Aya dengan perasaan campur aduk
"Mas tidak marah padamu, mas hanya tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan kakakmu. Mas harap kamu mau mengerti Aya" ucap Dewa dan Aya mengangguk perlahan
Kemudian Dewa merenggangkan pelukannya dan menatap mata Aya yang terlihat sembab. Dewa mengusap wajah Aya dengan lembut hingga membuat Aya memejamkan mata saat merasakan sentuhan Dewa
"Yang harus kamu pikirkan sekarang hanya suami dan anak-anak mu bukan yang lain." ucap Dewa dan Aya membuka matanya menatap Dewa
"Iya mas" jawab Aya
__ADS_1
Lalu Dewa menunduk sementara Aya sedikit berjinjit saat Dewa akan menciumnya, baru Dewa menempel sedikit, keduanya dikagetkan dengan panggilan Sikembar
"Ayah,,,, bundaaaa" ucap si kembar yang sudah berdiri didepan pintu kamar mereka.
Sontak Aya dan Dewa melihat ke samping dan melihat kedua jagoan mereka sudah mensedekapkan tangan mereka didepan dada
"Anak-anak" ucap Aya dan Dewa bersamaan
"Kami sudah lapal Bundaaaaaaa" ucap Faza
Aya tersenyum kaku, merasa tidak enak dengan kedua putranya
"Maafkan bunda ya sayang,,,, sekarang kita turun kebawah, okey?" ucap Aya sedikit kaku dengan tatapan tidak enak kepada kedua putra dan juga suaminya. Sementara Dewa hanya menahan tawa ketika melihat wajah Aya memerah saat ketahuan kedua putranya mereka seperti itu.
"Sudah,,, sudah,,, ayo kita sarapan" ucap Dewa yang kemudian merengkuh pinggang Aya dan mengajaknya turun kebawah. Lalu Anak-anak berlarian lebih dulu turun kebawah di susul Aya dan dewa yang berjalan santai menuruni anak tangga
"Wajahmu memerah sayang" bisik Dewa
"Semua gara-gara kamu mas" jawab Aya dengan sangat malu
Kemudian Dewa duduk bersama kedua putranya, lalu Aya mengambilkan Sarapan untuk anak-anak dan juga Suaminya, setelah itu untuk dirinya sendiri, lalu mereka pun menikmati sarapan pagi bersama.
Sementara itu di tempat lain,,,,,
Bagas tengah memasak didapur bersama Erika, Dengan telaten Bagas mengajari Erika tahapan demi tahapan membuat nasi goreng seafood yang akan mereka masak. Erika pun terlihat sangat antusias mengikuti arahan dari suaminya.
"Nah,, biar ngulek bumbu nya mudah,,, bawang nya bisa di geprek dulu atau di potong-potong " ucap Bagas
"Iya mas" jawab Erika yang kemudian menggeprek bawang baru mengulek nya. Setelah halus, Erika menumis bumbunya sampai harum semerbak sementara Bagas menyiapkan nasi yang dan seafood yang akan di campurkan. Meski masih terlihat sangat kaku, tapi Bagas cukup bahagia karena Erika mau belajar memasak.
Beberapa saat kemudian, nasi goreng seafood sudah terhidang diatas meja. Erika menatap nasi goreng itu sedikit haru, baru kali ini dirinya memasak nasi goreng yang terlihat enak tidak seperti kemarin.
"Mau sarapan sekarang?!" tanya Bagas saat memeluk Erika dari belakang
"Masss,,, geliii" ucap Erika saat Bagas menyelusuri jalanan mulus tanpa penghalang
__ADS_1
Bagas membalikkan Erika lalu mendudukkan diatas meja makan. Kemudian Bagas menatap nya dengan tatapan penuh cinta dan Erika terlihat malu-malu jika ditatap seperti itu oleh suaminya
"Jangan menatapku begitu mas,,, aku malu" ucap Erika dengan wajah memerah
"Mas mau sarapan kamu aja boleh?" tanya Bagas saat mendekat kan wajahnya pada Erika
"Semalem kan udah dapet jatah,,, double lagi" jawab Erika menahan bibir Bagas yang sudah hampir menyentuh nya. Bagas tersenyum lalu mengecup pipi Erika dengan lembut
"Aku sudah kecanduan dengan manisnya sayang,,,tidak cukup sekali, dua kali,,, pengennya berkali-kali" ucap Bagas dan Erika jadi terkekeh
"Ternyata suamiku sangat mesum!" sarkas Erika dan berganti Bagas yang terkekeh
"Aku hanya mesum padamu Rika,,,,," ucap Bagas yang kemudian mengecup Erika dengan lembut. Awalnya lembut namun setelah nya semakin cepat dan menuntut. Erika pun jadi ikut terbuai dengan sejuta sentuhan Bagas yang selalu memabukan dirinya.
Kemudian Bagas mengangkat Erika dan menggendong menuju ke sofa ruangan tengah lalu menjatuhkannya disana. Satu persatu kancing baju tidur Erika sudah terlepas, sementara Bagas sudah menanggalkan kaosnya dan melemparkan ke sembarang arah namun keduanya belum sepenuhnya polos karena Bagas tidak ingin terburu-buru menikmati sarapan utamanya.
Saat suasana terasa sudah memanas, Kini posisi berbalik Erika yang berada diatas Bagas, bahkan kedua anak manusia itu sudah sama-sama ingin lebih, namun sesaat kemudian terdengar suara menggelegar membuyarkan segalanya
"ERIKAAAA!!"
Sontak Erika dan Bagas terkaget ketika mendengar suara besar itu tidak asing lagi ditelinga mereka berdua. Erika yang berada diatas Bagas langsung menoleh ke belakang begitu juga Bagas yang melihat kedepan
"Papa,,,, mama,,,,," Ucap Erika kaget setengah mati.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
__ADS_1
...Semoga Suka❤️...