Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Kemarahan Megan


__ADS_3

Taksi yang ditumpangi Mama dan Megan sudah sampai didepan rumah Dewa. Kemudian Mega dan mama segera berjalan menuju ke pintu dan menekan bel rumah


Tinggg tuuung


Tak lama kemudian pintu terbuka dan dilihatnya pelayan yang membuka pintu rumah


"Silahkan masuk Bu" ucap pelayan saat melihat Megan dan mama nya


Mereka dipersilahkan untuk duduk diruang tamu oleh pelayan


"Kami ingin bertemu Nyonya Aya" ucap Megan


"Baik, tunggu sebentar saya panggilkan" ucap Pelayan yang kemudian berjalan keruang tengah untuk menemui Aya


"Nyonya,,, didepan ada ibu Megan dan mama anda" ucap pelayan


"Oh iya??? baiklah,,, tolong buatkan minum" ucap Aya


Kemudian Aya mengajak kedua putranya untuk menemui nenek mereka. Sikembar pun berlarian menghampiri nenek mereka


"Nenekkkkkkkkkk"


"Hallo sayang,,,,,, kalian lagi apa?"


"Lagi main cama bunda,," ucap Sikembar


"Ohh main apa??"


"Banyak pelmaianannya"


"Mama"


"Aya,,, " kemudian Aya duduk di dekat mamanya


"Aya, ini kami bawakan buah-buahan segar, tadi kami pas mau jalan kesini ada yang jualan buah segar di pinggir jalan" ucap Megan dengan ramah


"Ohh iya kak,,, makasih yah" ucap Aya dengan rasa tidak enak. Pasalnya tumben kakak ya itu bersikap manis kepadanya.


"Aku dengar kamu hamil lagi?" ucap Megan


"Iya kak, Alhamdulillah" jawab Aya


"Aya,,, kamu gak boleh kecapekan loh ya,,, harus banyak-banyak istirahat, apalagi masih hamil muda gini" ucap mama


"Iya ma,, Aya juga sudah mengurangi aktivitas Aya" jawab Aya


"Terus siapa yang bantuin kamu jagain anak-anak? kamu tau sendiri kan anak-anak kamu seaktif ini"tanya mama


"Ada Sofi ma yang bantuin Aya, jadi mama jangan khawatir" jawab Aya


"Sofi yang pembantu itu?" tanya Megan


"Iya kak, anak-anak cukup akrab dengan Sofi, jadi sekarang Sofi yang membantu Aya menjaga anak-anak" ucap Aya


"Hmm,,,, Sofi itu kan gak pendidikan Aya, nanti kalau anak-anak kamu diajari yang gak bener gimana? malah kamu yang repot!" ucap Megan


"Insyaallah enggak kak,,," jawab Aya


"Bagaimana kalau aku yang bantuin kamu ngasuh si kembar? setidaknya aku bisa mengawasi Sofi jika dia macam-macam dengan anak-anakmu" ucap Megan


Aya terlihat bingung dengan maksud Megan,

__ADS_1


"Apa? kak Megan mau jagain anak-anakku?" batin Aya. Mama tidak berkata apapun dan hanya menatap Aya saat itu


"Emm,, kak Megan kan harus kerja,, kayaknya gak usah kak yah, Aya gak enak sama mas Dewa" ucap Aya


"Aku kan hanya mengasuhnya di siang hari, saat sebelum mas Dewa pulang, aku akan pulang" ucap Megan


"Kalau mama terserah kamu,, karena keputusan ada di tangan kamu Aya" ucap mama


Sejenak Aya berfikir, langkah apa yang akan di ambilnya. Aya takut jika Megan ada dirumah itu akan membuat keributan saat Dewa tau nantinya.


"Anak-anak,,, apa kalian mau diasuh sama bibi?" tanya Megan


Anak-anak menatap Megan dan Megan tersenyum manis kepada mereka berdua. Kemudian kedua putra Aya mengangguk bersama.


"Tuh,,, anak-anak aja mau diasuh sama aku" ucap Megan


"Ayo Sikembar kita bermain" ucap Megan yang langsung mengajak anak-anak Aya ke ruang tengah. Megan begitu senang ketika anak-anak Aya malah menginginkan nya untuk menjadi pengasuhnya.


"Kamu kenapa Aya?" tanya mama


"Gak papa ma,, Aya cuma gak enak nanti sama mas Dewa, dan Aya takut kalau akan terjadi keributan" jawab Aya


"Mama juga berfikir begitu, tapi anak-anak mau diasuh Bibi nya, setidaknya biarkan beberapa hari Megan mengasuh anak-anakmu" ucap mama


"Iya ma" jawab Aya merasa tidak enak.


Beberapa menit kemudian mama pamit lebih dulu karena papa harus minum obat, lalu mama Pamit kepada Aya dan cucu-cucunya.


Setelah mengantar mama pulang, Aya masuk kedalam rumah dan menghampiri anak-anaknya yang tengah bermain bersama Megan.


"Aya, kamu istirahat aja di kamar,,," ucap Megan menyuruh Aya


"Aku ke atas dulu ya kak, nitip anak-anak" ucap Aya yang kemudian naik ke kamar atas.


Megan menyeringai ketika Aya pergi meninggalkan mereka.


"Bibi,,, ayo kita main tembak-tembakan!" ucap Faza saat keluar dari kamarnya membawa mainan pistol air.


"Baiklah" jawab Megan


Lalu Megan mengajak anak-anak untuk mengisi air terlebih dulu pistol itu hingga penuh


"Bibi,,, bibi yang jadi penjahatnya ya! kami jadi polici" ucap Faza dan Gaza bersahutan


"Baiklah" ucap Megan tanpa berfikir aneh-aneh terhadap kedua keponakannya. Kemudian Megan berjalan dan mencari tempat persembunyian. Sementara itu Sikembar sudah bersiap untuk menemukan keberadaan Megan.


Kedua bocah itu berlarian dan berpencar mencari keberadaan Megan yang ternyata bersembunyi di samping rumah, dibalik pot bunga yang lumayan besar dan bisa untuk dia bersembunyi. Sayangnya Megan tidak melihat jika sampingnya ada jendela kaca besar yang dari dalam bisa terlihat jika dia bersembunyi disana. Faza melihat keberadaan Megan lalu mengajak Gaza untuk mengepungnya.


"Ini dia penjahatnya,,, ciuu ciuu ciuu ciuu!" ucap Faza yang kemudian menembakkan tembakan air itu kearah Megan, begitu juga dengan Gaza yang menyerang Megan saat itu.


Megan gelagepan ketika kedua bocah itu terus menembakinya dan mengenai wajahnya. Ternyata air yang keluar cukup banyak dan terus membasahi wajah dan pakaian Megan saat itu


"Cukup!! cukup!! cukupp" teriak Megan namun anak-anak pantang menyerah sebelum menghabiskan air didalam tank di pistolnya.


"Aaarrgghhh!!! cukup anak-anak!!" teriak Megan dengan kesal namun anak-anak malah tertawa melihat Megan marah


"Penjahatnya ngamuk!" ucap Gaza yang masih menembaki bibi nya


"Awass kalian yah!! akan bibi tangkap!" ucap Megan yang kemudian akan menangkap Sikembar, namun Sikembar berhasil kabur ketika Megan mengejarnya, malangnya Megan malah terpeleset karena sepatunya jadi licin akibat air yang menetes dari pakaiannya.


Sssstttttttt

__ADS_1


Bruukkkkkkkkkkkkk


Megan terduduk di lantai dengan penampilan yang sangat berantakan.


"Aaarrgghhh sakitt!!" teriak Megan kesal kepada anak-anak


Sementara anak-anak sudah bersembunyi didalam kamar Faza dan menguncinya.


Megan berdiri dan melepas sepatunya kemudian menjinjing ya. Badannya terasa sakit lalu dia melihat penampilannya di kaca sudah sangat berantakan saat itu.


"Dasar bocah sialan!! mereka malah mengerjai ku!!! Ahh!! Lebih baik aku pulang dulu,, pakaian ini sudah sangat basah!" ucap Megan yang kemudian berjalan kedepan dan mengambil tasnya, lalu keluar dari rumah Dewa untuk mencari taksi. Megan begitu kesal dengan Sikembar yang malah mengerjai nya seperti itu.


Sementara itu,, Aya turun kebawah karena merasa tidak tenang, dia ingin melihat anak-anak sedang bermain apa, namun ketika turun kebawah, Aya tidak melihat ada anak-anak yang sedang bermain.


"Loh kemana mereka?" batin Aya


Lalu Aya berjalan kebelakang dan disana hanya ada pelayan yang sedang bersih-bersih, Aya menanyai mereka namun tidak ada yang tau, lalu Aya berjalan kedepan dan bertemu Sofi, Sofi tidak melihat karena dia baru saja pulang dari mini market karena disuruh Megan membeli makanan.


"Anak-anakkkkk,,,, dimana kalian?!" teriak Aya yang sudah cemas


Ceklekkk


Faza membuka pintu kamar mereka dan berlari menghampiri Aya


"Bundaaaa,,,,, "


"Sayang,,,, kalian gak papa?" tanya Aya khawatir


"Gak papa bunda, kemana penjahat tadi?" tanya Gaza dan Faza bersahutan


"Penjahat? kemana bibi kalian?" tanya Aya


"Gak tau,, tadi bibi belmain sama kami telus sekalang hilang" ucap Faza


"Sof, coba kamu cari ibu Megan" ucap Aya


"Baik Nyonya"


Lalu Aya mengajak anak-anak kekamar mereka dan bersiap untuk tidur siang. Aya bersyukur anak-anaknya tidak apa-apa meski Aya tidak tau apa yang terjadi sebelumnya. Beberapa saat kemudian anak-anak sudah tertidur, lalu Aya keluar dari kamar anak-anak.


"Nyonya,,, dirumah ini tidak ada Ibu Megan" ucap Sofi saat menghampiri Aya


"Benarkah? kamu sudah pastikan semua ruangan?" tanya Aya


"Sudah Nyonya,," jawab Sofi


"Hmm baiklah, mungkin dia sudah pulang" ucap Aya


Kemudian Aya berjalan menuju ke kamarnya.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,

__ADS_1


__ADS_2