
"Allah hu Akbar!" Teriak Aya dan sesaat kemudian terdengar tangisan bayi memenuhi ruangan itu.
"Ooeekkk oooeeekkkkk"
"Allah hu Akbar!! Alhamdulillah Ya Allah!!" Ucap Dewa dengan tangisnya yang malah pecah saat dokter mengangkat bayi merah itu. Tak henti-hentinya Dewa bersyukur dengan apa yang dirasakan saat ini.
Aya melihat sayup-sayup dokter mengangkat bayinya dan memberikan nya kepada suster. Air matanya kembali menetes karena rasa bahagianya saat ini. Aya menatap bahagia kearah Dewa dan Dewa berkali-kali mengacup tangan Aya dengan penuh rasa syukur
"Alhamdulillah anak kita sudah lahir sayang" ucap Dewa saat menatap Aya dengan penuh rasa cinta. Aya tersenyum lalu Dewa menyeka air mata Aya yang menetes
"Alhamdulillah" ucap Dewa yang kemudian mengecup Aya dengan penuh rasa bahagia. Sangat sulit dijelaskan Dengan apapun bagaimana perasaan Dewa dan Aya saat itu. Tidak peduli ada dokter yang melaksanakan tugasnya dan beberapa suster yang berada disana. Dewa meluapkan kebahagiaan kepada istrinya.
Beberapa menit kemudian dokter membawa bayi mungil itu menghampiri kedua orang tuanya
"Bapak,,, ibu,,,,, Alhamdulillah bayinya cantik dan sehat,,," ucap dokter yang kemudian memberikan bayi merah itu kepada Dewa.
Seumur-umur baru kali inilah Dewa menggendong bayi merah, dengan sedikit gemetar Dewa mengendong putrinya dan menatapnya dengan penuh rasa syukur
"MaasyaaAllah,,,, sangat cantikkkk,,,," ucap Dewa dengan mata berkaca-kaca.
Dewa bingung bagaimana perasaan bisa sebahagia itu, mengungkapkan nya saja dia bingung sendiri. Kemudian Dewa memberikan bayi cantik itu kepada bundanya untuk mendapatkan ASI pertamanya.
"MaasyaaAllah dia cantik sekali ya mas,,, hidungnya mancung seperti ayahnya" ucap Aya saat menatap cinta putrinya yang tengah menyusu
"Iyaaa,,, cantik kayak kamu" jawab Dewa
"Gomballll!! masih cantikan dia mas" ucap Aya dan Dewa hanya tersenyum menatap putrinya
Dokter dan suster pun ikut terkekeh saat mereka mendengarkan perbincangan Aya dan Dewa saat itu.
"Ayah sudah persiapan kan nama yang cocok untuk mu sayang" ucap Dewa saat mengusap sayang pipi merah putrinya
"Siapa mas?" Tanya Aya penasaran
"Felicia Karissya Sadewa, dan nama panggilannya CIA,, Baby CIA,,," jawab Dewa dengan masih mengusap lembut pipi putrinya
"Cantik,,,, nama yang cantik,,,,, Baby CIA sayang,,,," ucap Aya saat menatap putrinya
Lalu setelah baby CIA selesai menyusu, suster mengambil baby CIA dan membawanya pindah keruangan rawat inap berserta bundanya. Dewa pun ikut mengiring kemana suster membawa istri dan anaknya pergi.
"Aya" ucap mama Aya dan mama Dewa bersamaan ketika melihat mereka keluar dari ruangan bersalin
"Mama,,,," ucap Aya saat melihat sudah banyak keluarga yang berkumpul didepan ruangan itu. Terlihat kedua putra kembarnya juga ada disana.
__ADS_1
Kemudian mereka semua ikut mengiringi Aya menuju keruangannya.
Sementara di tempat lain,,,,
Bagas tengah mengadakan rapat besar di kantor papa mertuanya setelah 3 bulan Bagas menjalankan perusahaan itu bersama Erika. Rapat di gelar dengan dihadiri para kolega Perusahaan dan juga para petinggi perusahaan itu, dan disana juga ada papa Erika yang ikut didalam rapat itu.
Satu persatu dari kepala Devisi di Perusahaan itu menjelaskan perkembangan perusahaan selama tiga bulan ini, dan semua yang hadir mendengarkan dengan sesakma.
"Dari laporan keuangan yang telah tim kami susun , pertiga ini profit perusahaan kita melonjak jauh dari biasanya. Penambahan nya tidak tanggung-tanggung hingga mencapai 53% dari profit biasanya pertiga bulan mencapai 30%. Ini adalah progress yang sangat baik untuk perusahaan ini, dan penunjang nya sebagian dari para pedagang mikro kebawah" ucap kepala Devisi keuangan
Terlihat dari wajah semua orang berseri-seri bahagia mendengar kabar baik ini. Begitu juga papa Erika yang semakin yakin jika Bagas bisa diandalkan untuk menjalankan perusahaan nya.
"Alhamdulillah ya mas" bisik Erika
"Alhamdulillah ini semua berkat doa dan usaha kita semua" ucap Bagas
"Iya mas,,," jawab Erika
Setelah cukup lama rapat digelar, dan diakhiri dengan makan siang bersama. Setelah makan siang bersama Bagas mengajak Istrinya menjalankan ibadah Zuhur bersama.
"Bagas,,, Erika,,,," ucap papa saat masuk kedalam ruangan kerja mereka
"Iya paaa,,, sebentar,,,, " ucap Erika
"Papa,,, loh mama,,, Kok ada disini juga?" ucap Erika
"Tadi mama baru pulang dari belanja mampir kesini" jawab mama
"Papa ingin bicara pada kalian" ucap papa
Kemudian mereka berempat duduk di sofa tamu bersama. Dari wajah Bagas terlihat sedikit tegang karena papa Erika ingin bicara dan sepertinya sangat serius.
"Ada apa pa?" tanya Erika
"Papa tidak menyangka jika kamu Bagas, bisa menjawab tantangan papa dan lebih dari ekspektasi papa!" ucap papa Erika
"Alhamdulillah pa,, ini juga berkat doa dan kerjasama semua pihak" jawab bagas sedikit bisa bernafas lega
"Iya, tapi ide itu muncul dari kamu! papa bangga dengan kerja keras kamu! maka dari itu,,, papa berencana akan pensiun lebih dini dari perusahaan ini dan kamu,, kamu yang akan bertugas menggantikan papa mengurus perusahaan ini" ucap papa Erika
Erika dan Bagas kaget bukan main saat papa Erika memberi kepercayaan kepada Bagas untuk menjalankan perusahaan papanya.
"Yang bener pa?!" tanya Erika meyakinkan pendengaran nya tidak salah
__ADS_1
"Iya,,," jawab papa
Erika terlihat begitu senang karena yang didengarnya itu tidak salah.
"Makasih pa" ucap Erika
"Terimakasih pa,,, saya akan berusaha tidak mengecewakan papa dan mama" jawab Bagas.
Papa dan mama tersenyum senang mendengar jawaban Bagas yang bersedia menggantikan papa mengurus perusahaan nya
"Tapi ingat Erika, kamu harus istirahat dirumah! papa dan mama gak mau sampai terjadi kenapa-kenapa pada cucu kami karena kamu ikut bekerja!" Sarkas mama
"Aku jarang ma ikut mas Bagas ke kantor, lagian kantorku kan juga mas Bagas yang urus. Janji dehhh aku bakal banyak istirahat" jawab Erika
"Secepatnya papa akan urus pengalihan tugas CEO perusahaan ini kepada kamu" ucap papa
"Baik pa" jawab Bagas
Setelah cukup lama mereka berbincang, papa dan mama pamit pulang lebih dulu. Sementara Bagas dan Erika masih berada di kantor itu.
"Selamat ya mas,,,,,, mas udah dapet kepercayaan dari papa sepenuhnya, cieeee mantu pak Syahbana!" ucap Erika saat menjawil dagu Bagas dengan jahilnya. Bagas terkekeh melihat kejahilan istrinya
"Mas lakukan semaksimal mungkin agar papa tidak mencoretku sebagai mantu! kamu tau kan,,, seberapa dalam cintakuu padamuuuu! istriiikuuu!" ucap Bagas yang kemudian menarik Erika duduk di pangkuannya, giliran Erika terkekeh mendengar ucapan Bagas
"kalau sampai papa mencoretmu sebagai mantu, aku pasti nangis darah mas! aku dan anak kita gak akan kuat hidup tanpamu!" jawab Erika
"Sekarang udah pinter gombal ya?!" ucap Bagas yang kemudian mencubit ujung hidung Erika
"Heheee,,,, kan mas yang ngajarin aku hahaha!" ucap Erika dengan tawanya
"Aku bahagia bersamamu mas" ucap Erika saat menangkup wajah Bagas
"Aku juga sayang" jawab Bagas dengan tersenyum, Erika membalas senyum lalu mengecup Bagas dengan penuh cinta. Sesaat kemudian Erika melepaskan kecupannya dan langsung memeluk Bagas dengan rasa bahagia.
Bagas pun merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan Erika saat ini. Keduanya saling meluapkan rasa.....
Yuk Follow IG nya uni😘
Banyak teman banyak Rejeki😍
__ADS_1
Instagram : @uniramadhani.id