Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Rika ku sudah kembali


__ADS_3

Bagas duduk didepan penghulu dan di dampingi Dewa di sebelahnya.


"Maharnya apa?" tanya penghulu


Bagas mengeluarkan cincin peninggalan ibunya dari dalam kantong sakunya yang selalu dibawanya kemana-mana, kemudian juga 10lembar uang seratus ribu,


"Apa ini cukup pak? emas 1 suku dan uang 1juta rupiah" tanya Bagas


"Cukup!"


Kemudian Bagas berjabat tangan bersama penghulu dengan erat dan ijab qobul pun di mulai.


Terdengar suara lantang dan tegas Bagas menyelesaikan ijab qobul nya dengan sempurna.


"Bagaimana saksi?!" tanya penghulu


"SAH!"


"SAH!"


"Alhamdulillah,,,Baarakallaahu laka, wa baarakallahu 'alaika, wa jama'a bainakuma fii khaiir"


Setelah ijab qobul selesai, mempelai wanita dipanggil untuk keluar kamar dan menemui suaminya. Namun na'as Erika sudah sangat malu jika harus keluar menghadapi semua orang. Dia masih tidak tau jika pria yang menikahinya adalah Bagas.


"Kakak tidak mau keluar paman" ucap sepupu Erika


"Pak, apa saya boleh menemui Erika di kamarnya?!" tanya Bagas


"Tentu" jawab papa Erika


Bagas tersenyum lalu mengambil cincin mahar dan melangkah menuju ke kamar Erika di tunjukkan oleh sepupu nya. Sementara yang lain melanjutkan acara makan bersama dan juga berbincang bisnis. Setidaknya kepercayaan diri papa Erika sudah sedikit kembali, karena putrinya tidak jadi batal menikah meski bukan menikah dengan Pria yang seharusnya sesuai diundangkan, namun sosok Bagas juga tidak kalah gagah dibanding Evan sebagai mantu keluarga Syahbana. Papa Erika sampai detik ini belum mengingat jika Bagas adalah sosok pria yang dulu di hinanya saat mendekati putrinya.


Sepupu Erika membuka pintu kamar dan membiarkan Bagas masuk kedalam. Perlahan Bagas masuk kedalam kamar Erika, dilihat kamar itu sudah dihiasi hiasan kamar pengantin yang begitu cantik. Bagas mencari keberadaan Erika dan ternyata Erika tengah duduk di tepian tempat tidur dengan sudah berganti pakaian dan rambutnya yang panjang sangat berantakan ketika terlihat dari belakang.


"Rika" panggil Bagas


Erika menoleh kebelakang dan melihat sosok Bagas berdiri didepan pintu. Erika pun berdiri dan menatap kehadiran Bagas dihadapannya. Mata Erika kembali berair, mulutnya bergetar dan tangisnya sudah akan kembali pecah saat melihat Bagas.


Bagas bisa melihat betapa berantakannya Erika saat itu, meski makeup diwajahnya sudah hilang semua, namun rambutnya masih mengembang seperti singa, Lalu Bagas merentangkan kedua tangannya dengan lebar dan Erika berlari menghampiri Bagas dan langsung memeluknya. Tangis Erika benar-benar pecah saat itu.


"Aku,,,,,aku ,,,,, aku sangat malu!!!" ucap Erika di Isak tangisnya

__ADS_1


Bagas memeluk erat Erika, dengan Erika tak kalah erat memeluk dirinya. Keduanya saling memeluk hingga tangis Erika mereda, lalu Bagas melonggarkan pelukannya. Ditatapnya wajah sembab Erika, kemudian Bagas mengusap air mata Erika yang sudah kering, terlihat matanya bengkak, hidung nya merah, dan begitu juga bibirnya. Bahkan Erika sudah tak sanggup lagi untuk bicara saat itu.


Tanpa bicara lagi, Bagas mencium bibir Erika dengan sangat lembut, menyalurkan semua rasa yang mereka berdua rasakan saat ini. Erika pun kaget saat Bagas menciumnya, namun sesaat kemudian Erika ikut memejamkan mata seperti bagas dan mencengkram kuat jasnya, saat Bagas terus memperdalam ciuman mereka. Setelah cukup lama mereka saling meluapkan rasa, lalu Bagas melepaskan Erika dan sepertinya erika merasa kehilangan.


Keduanya saling menatap, menatap dalam diam, menyelami sorot mata masing-masing, lalu Bagas tersenyum saat tatapannya bertemu Erika semakin dalam


"Kenapa,,,, kau menciumiku?!" tanya Erika bingung


"Memangnya kenapa? gak boleh?!" tanya Bagas


"Katanya kemarin kau tidak ingin menyentuhku, tapi,,, kenapa sekarang,,,,,," belum Erika melanjutkan ucapannya, Bagas kembali mencium Erika, memperdalamnya tanpa meminta balas sedikitpun, lalu Bagas menggiring Erika hingga mereka terduduk di tepian tempat tidur setelah itu Bagas melepaskannya. Disatukan kedua kening mereka, hingga ujung hidup mereka bersentuhan


"Aku sudah berhak menyentuhmu, karena sekarang kamu adalah istriku" ucap Bagas saat menangkup wajah Erika


"Istri?!" tanya Erika bingung lalu menarik wajahnya kaget


"Iya,,, kita sudah resmi menjadi suami istri" jawab Bagas


"Jangan membual!! bagaimana bisa papa merestui begitu saja hah?!" tanya Erika masih tidak percaya.


Lalu Bagas menggenggam kedua tangan Erika dan menceritakan semuanya kepadanya. Erika benar-benar dibuat kaget dengan apa yang didengarnya saat ini. Dia tidak menyangka jika dirinya akan menikah dengan Bagas saat semudah itu. Kemudian Bagas mengeluarkan cincin kawin dan memasangkan nya dijari manis Erika


Erika sangat-sangat terharu, bahkan belum sepenuhnya dia percaya jika pria dihadapannya ini adalah suaminya.


"Kamu mau kan hidup bersamaku?!" tanya Bagas saat menatap Erika dengan penuh cinta


Erika mengangguk lalu berhambur kembali memeluk Bagas dengan rasa yang dia sendiri tidak mengerti kenapa sebahagia ini. Bahkan rasa itu baru kali ini dia rasakan seumur hidupnya.


Sesaat kemudian Erika melepaskan pelukannya, dan menatap Bagas dengan sedikit rasa malu,,


"Maaf" ucap Erika sedikit tersipu karena dirinya terlalu gembira


"Gak papa,,,, Rikaku sudah kembali,,,," ucap Bagas saat memegang dagu Erika dan mengangkatnya agar mereka kembali bertatapan.


"Boleh cium lagi?!" tanya Bagas dan Erika tersenyum malu-malu


Saat Bagas akan kembali mencium Erika, adik sepupu Erika masuk dan membuyarkan semuanya.


"Ehem,,,!"


Erika maupun Bagas terlonjak dan memisahkan diri mereka sedikit berjauhan

__ADS_1


"Maaf yah ganggu hihihi,,, kata paman, kakak sama kak Bagas disuruh keluar"


"Em,, baiklah,,, tapi aku siap-siap dulu" jawab Erika


Kemudian adik sepupu Erika keluar dari kamar, lalu Erika berdiri dengan sedikit canggung.


"Ada apa??" tanya Bagas


"Aku,,, mau ganti baju" ucap Erika


"Ganti aja,,, aku kan suamimu,,, kenapa harus malu?!" tanya Bagas sedikit menggoda Erika


"Aku malu Bagaskara!!!! aku gak terbiasa berganti pakaian didepan pria!!" ucap Erika


"Aku bisa membantumu" ucap Bagas


Erika sedikit ragu, namun melihat gaun yang akan di kenakan Erika cukup ribet dan Rita terletak di belakang membuat Erika masih membutuhkan bantuan orang lain. Kemudian Erika memberanikan diri membuka kaosnya dan menyisakan tank top miliknya. Begitu saja sudah membuat Bagas kelabakan dan memalingkan pandangannya. Wajah Bagas memerah dan jiwa lelakinya pun langsung meronta-ronta ingin keluar.


Dengan cepat Erika memakai gaun itu dan menghadap kebelakang


"Bagas,,, tolong dong tarikin Rita nya" ucap Erika


"B...baiklah" jawab Bagas sedikit gugup


Lalu Bagas berdiri dan memasangkan Rits gaun Erika dengan perlahan. Rasanya ingin sekali Bagas menyentuh kulit putih mulus istrinya. Namun Bagas segera membuang segala pikiran kotor itu, karena ini bukanlah waktu yang tepat untuk hal itu. Setelah selesai memakai gaun, Erika duduk di kursi riasnya dan mengenakan make-up sendiri sementara Bagas membantu menyisir rambut panjang Erika dengan perlahan.


Ternyata Erika cukup lihai dalam tata rias wajah dan juga menata rambut. Kini penampilan sudah terlihat cantik dan juga elegan, meski riasan di wajah dan di kepala nya tidak seramai tadi, namun kali ini Erika terlihat lebih segar dan ceria. Setelah selesai bersiap, Erika merangkul lengan Bagas dan mereka berjalan beriringan keluar dari kamar pengantin. Tugas mereka selanjutnya adalah menyapa para tamu undangan yang sudah menunggu.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,


...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......


...❤️ Terima kasih sudah mampir,...


...Semoga Suka❤️...

__ADS_1


__ADS_2