
Saat suasana terasa sudah memanas, Kini posisi berbalik Erika yang berada diatas Bagas, bahkan kedua anak manusia itu sudah sama-sama ingin lebih, namun sesaat kemudian terdengar suara menggelegar membuyarkan segalanya
"ERIKAAAA!!"
Sontak Erika dan Bagas terkaget ketika mendengar suara besar itu tidak asing lagi ditelinga mereka berdua. Erika yang berada diatas Bagas langsung menoleh ke belakang begitu juga Bagas yang melihat kedepan
"Papa,,,, mama,,,,," Ucap Erika kaget setengah mati.
"Papa tunggu kalian didepan!!" Hardik papa
Kemudian papa dan mama Erika berjalan keruang tamu dengan perasaan sangat malu dengan apa yang mereka lihat pagi ini. Bagaimana bisa putrinya malah berada diatas suami nya dan terlihat sangat mendominasi. Keduanya orang tua Erika tidak menyangka dengan apa yang dilakukan putrinya pagi ini.
Sementara itu, dengan cepat Erika turun dari atas Bagas dan mengambil baju tidurnya yang teronggok diatas meja, sementara Bagas berlari ke dapur untuk mengambil kaosnya dan segera memakainya. Setelah kedua berpakaian dan mengatur nafas yang terlihat tidak beraturan, belum lagi mereka harus menurunkan hasrat yang sudah sampai ke ubun-ubun,
"Jangan takut,,,," ucap Bagas saat mengenggam tangan Erika. Begitu terasa tangan Erika berkeringat, menandakan dirinya tengah gugup.
"Aku,,, sangat gugup mas" ucap Erika dengan wajah pucat
"Percaya padaku, tidak akan terjadi apa-apa padamu, aku akan melindungi mu!" ucap Bagas dan Erika mengangguk
Setelah semuanya normal lalu Bagas dan Erika menemui papa dan mama Erika yang sudah berada di ruang tamu. Terlihat dari raut wajah papa dan mama Erika sangat tegang, begitu juga Erika dan Bagas. Kemudian Erika dan Bagas duduk tak jauh dari papa dan mama Erika duduk.
"Kenapa papa dan mama kesini sepagi ini? mana gak ketuk pintu dulu" ucap Erika memulai semuanya meski jantungnya sudah serasa akan copot
"Siapa yang tidak ketuk pintu?! dari tadi kami berdiri didepan sambil mengetuk pintu dan mengucap salam tapi tidak ada jawaban! pintu rumah kalian juga terbuka begitu saja!!" Jawab mama sedikit emosi
"Untung saja mama dan papa yang masuk, kalau orang lain BAGAIMANA?!" ucap mama pelan namun masih terdengar oleh semua
"Astagfirullah! aku lupa tutup pintu Setelah mengambil pakaian didalam mobil mas" ucap Erika pelan saat menatap Bagas dengan perasaan bersalah sementara Bagas hanya tersenyum kaku mendengar pengakuan istrinya. Erika baru ingat jika dirinya lupa menutup pintu rumah kembali
"Kami tidak mendengar" jawab Erika
"Bagaimana kalian mendengar? kalian saja sedang enak-enakan bercumbu sampai tidak menyadari kami masuk!!" Sarkas mama
"Sudah-sudah!! kalian berdua ribut saja!!!" Hardik papa dan membuat semua orang terdiam
"Ehm,,, pak,, ada urusan apa papa kemari??" tanya Bagas menengahi
Papa Erika menatap Bagas dengan tatapan tajam dan menusuk. Bagas berfikir pasti papa Erika akan sangat marah karena dia menyentuh putrinya. Bagas sudah menyiapkan seribu jawaban yang akan di lontarkan jika sampai papa Erika membahas soal itu
"Kau,, berhenti bekerja di perusahaan Wardana!" ucap papa Erika dengan tegas
"Kenapa seperti itu pak? Jika saya tidak bekerja, Bagaimana saya mencukupi kebutuhan keluarga?" tanya Bagas
__ADS_1
"Mulai sekarang, kau akan mengurus perusahaan Syahbana!!" jawab papa Erika
Deg!
Erika dan Bagas saling menatap bingung mendengar ucapan papa Erika. Padahal waktu itu papa Erika bahkan tidak menginginkan Bagas untuk bekerja di perusahaan itu, tapi pagi ini papa Erika malah meminta nya untuk bekerja di perusahaan besar milik keluarga Erika.
"Tapi pak,,,,"
"Aku tidak akan memberikan kepercayaan cuma-cuma padamu!!! aku akan memberikan restu untuk kalian berdua, Asalkan kamu BAGAS ,,, kamu mampu menaikkan profit perusahaan diatas 50% dalam 3 bulan!! jika dalam waktu 3 bulan itu kamu tidak mampu, maka siap-siap kalian berdua harus berpisah!!" Ucap papa Erika dengan tegas
"Apaaaaaa?! 50% pa??? mana bisa sebesar itu dalam waktu singkat?! papa tau sendiri bukan, pertumbuhan profit perusahaan papa itu perbulan hanya 10%, Jika 3 bulan berarti hanya 30%!!!" Sarkas Erika tidak terima. Erika yakin ini hanya akal-akalan papanya untuk memisahkan dirinya dan juga Bagas
"Papa tidak peduli bagaimana caranya!! papa hanya ingin,, kau membuktikan jika kau layak menjadi mantu di keluarga ini!!!" ucap papa Erika dengan menatap tajam kearah Bagas
"Papa keterlaluan!!!" Sarkas Erika
"Baik pak,,, saya akan menyanggupi permintaan bapak terhadap saya" ucap Bagas dengan mantap
"Mas!!!! jangan gila kamu massss!!!" sarkas Erika terhadap Bagas
"Segala sesuatu sudah ditakdirkan sayang, kita tidak akan tau bagaimana hasilnya jika kita takut untuk mencoba!" ucap Bagas saat menatap Erika
Erika mengelengkan kepala menandakan dia tidak setuju dengan ucapan Bagas.
"Aku tidak mau berpisah denganmu!" ucap Erika
Erika menatap Bagas dengan pikiran yang sudah bercampur aduk, Erika sangat takut jika Bagas gagal dan mereka akan berpisah. Tapi melihat dari tatapan Bagas, sepertinya Bagas begitu yakin dapat menyelesaikan semuanya dengan baik.
"Aku anggap kau sudah menerima tantangan itu!!" Ucap papa Erika membuyarkan lamunannya Erika dan Bagas.
"Baik pak" jawab Bagas
Erika terlihat sangat kesal kepada papanya, Bagaimana bisa papa Erika memberikan persyaratan didalam hubungan pernikahan putrinya. Erika tidak akan siap jika harus ditinggal oleh Bagas, dirinya merasa sudah terlanjur nyaman dan tidak ingin ditinggal bahkan sedetik pun. Ini malah papa Erika menantang Bagas menaikkan profit perusahaan papanya, dan jika Bagas gagal maka mereka harus berpisah.
"Ehm,,,, pasti kalian belum sarapan kan,,, tadi mama bawakan sarapan untuk kita" ucap mama memecah ketegangan diantara papa, Erika, dan juga Bagas
Lalu Mama beranjak membawa kotak makanan yang dibawanya dari rumah menuju ke dapur. Mama Erika melihat seisi rumah itu meski rumahnya kecil dibandingkan rumah keluarganya, mungkin hanya sebesar kamar Erika saja, namun rumah kecil itu terlihat cukup lengkap dan rapi. Mama melihat ada nasi goreng seafood sudah terhidang diatas meja
"Itu aku yang masak ma" ucap Erika saat menghampiri mama didapur, sementara papa dan Bagas masih berada di ruang tamu dan tengah berbincang kaku.
"Kamu bisa masak?! sejak kapan?!" tanya mama penasaran lalu mencoba nasi goreng itu
"Emm,, enak,,,,," ucap mama
__ADS_1
"Mas Bagas yang mengajariku" jawab Erika
"Ohh,,,, " sahut mama
"Ma! papa keterlaluan banget sih!! bisa-bisanya papa,,,,,"
"Sudahlah Erika,,, jangan berkeras dengan papamu! pasti papamu punya maksud dengan semua ini!!" jawab mama
"Maksud apa ma?! mau pisahin aku sama mas Bagas?!" Sarkas Erika
"Pikiranmu kotor sekali!!! kau tidak percaya dengan kemampuan suamimu?! coba kamu pikir baik-baik, kamu itu anak semata wayang kami, dan siapa lagi yang akan meneruskan perusahaan besar papamu kalau bukan kamu dan suamimu?! Buka pikiran mu Erika!!! Jika Bagas mampu membuktikan kepada papamu kalau dia layak menjadi mantu di keluarga kita, maka otomatis papa akan memberikan kepercayaan penuh kepada kalian berdua!! mama sudah mati-matian membujuk papamu untuk merestui kalian berdua itu sangat sulit!! kau pikir papa mau kemari atas bujukan siapa kalau bukan mama hah?!" Ucap mama panjang lebar
"Tapi ma,,, Erika takut"
"Kau percaya saja pada suamimu!! mama yakin Bagas itu orang yang baik dan akan bertanggung jawab dengan apa yang diucapkan nya!! makanya mama mau mendukung hubungan kalian!!! daripada kamu bersama Evan? mama sudah dari awal tidak menyukai anak itu!!!" ucap mama
Erika baru tersadar dengan ucapan mama ada benarnya juga. Bagas tidak sendirian, tapi masih ada dirinya yang akan membantu Bagas menjalankan misi dari papanya, dengan mereka berkerjasama, maka tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.
"Mama benar,,, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini!!" ucap Erika dengan penuh keyakinan
"Nah sekarang sudah waras otakmu!!!" Sarkas mama dan Erika cengengesan
"Hehe,,,, Aku hanya takut ditinggal ma" ucap Erika dengan nada malu
"Mana mungkin Bagas akan meninggalkan mu?! mama yakin benih-benih Bagas sudah menyebar ke segala arah!! lihat saja tubuh mu itu sudah penuh dengan,,,,,,,,,," Sindir mama belum selesai
"Mama!!!!" Sarkas Erika dengan wajah memerah, Erika menarik kerah baju tidurnya dan mengedepankan rambut panjangnya untuk menutupi leher nya yang terdapat banyak tanda cinta dari Bagas.
"Hahahaa!!! apa yang mau kau tutupi dari mama?? mama sudah melihat semuanya!! tapi tidak masalah,,, lebih cepat kalian memberi mama dan papa cucu itu lebih baik!!" ucap mama dengan mengusap kepala putrinya
Kemudian Erika berhambur memeluk mamanya dengan rasa tenang, setidaknya mama Erika mendukung penuh atas hubungan mereka berdua.
"Mama memang yang paling mengerti aku,,,,, makasih ma" ucap Erika saat memeluk erat mamanya
"Tentu!!" sahut mama
Tak lama kemudian papa Erika dan Bagas sudah sampai didapur, meski diantara papa dan Bagas masih terlihat tegang dan kaku, namun mereka masih mau sarapan bersama. Papa Erika sedikit terkejut ketika mama mengatakan Erika yang memasak nasi goreng.
"Ternyata anak manja itu sudah Dewasa sekarang!" Batin Papa Erika saat mencicipi nasi goreng buatan putrinya
.
.
__ADS_1
.
Bersambung,,,,,,,,,