
Mobil Dewa sampai didepan rumah, kemudian Aya dan anak-anak bersiap untuk turun dari mobil sementara nanti Dewa akan pergi kekantor
"Mas,,, nanti malam ada acara dirumah papa, kak Megan mau merayakan ulang tahun mama. Apa,,, Aya boleh membelikan kado untuk mama?" tanya Aya
"Boleh,, pakai saja kartu yang mas berikan padamu waktu itu sayang, dan belikan kado untuk mama. Jangan lupa beli keperluan mu dan anak-anak juga" ucap Dewa
"Terima kasih ya mas,, nanti Aya akan pergi cari kado sama Sofi dan Anak-anak. Apa kita akan datang nanti malam atau,,, Aya langsung kasihkan saja sama mama?" tanya Aya dengan takut-takut
"Kita lihat nanti ya, kalau pekerjaan mas selesai, kita ke sana tapi kalau belum berarti kadonya dititip" ucap Dewa
"Baik mas,,, Aya masuk dulu ya,,, hati-hati dijalan" ucap Aya yang kemudian turun dan menutup pintu mobil.
"Nanti tunggu Edo balik baru kalaian pergi ya,,, Assalamualaikum" ucap Dewa melambaikan tangan
" Iya masa,,,,,Wa'alaikumsalam,,,, hati-hatiii" ucap Aya membalas lambaian tangan
Tinnnn
Mobil bergerak kembali meninggalkan halaman rumah Dewa, lalu Aya mengajak anak-anak masuk kedalam rumah.
"Sofi,,,"
"Iya Nyonya?" ucap Sofi menghampiri Aya
"Nanti kamu temani saya ke Mall ya, saya mau mencari kado untuk mama saya" ucap Aya
"Baik Nyonya" jawab Sofi
"Kita mau kerumah kakek dan nenek ya bunda?" tanya Si kembar
"Iya sayang,,,," Jawab Aya
Kemudian Aya mengajak anak-anak bermain di ruang tengah. Semua mainan yang anak-anak miliki dikeluarkan dan mereka bermain bersama. Bukan hanya Aya dan anak-anak melainkan disana ada para pelayan yang ikut bermain setelah pekerjaan mereka selesai.
1 Jam kemudian Edo baru saja tiba dirumah besar Dewa. Lalu Edo masuk kedalam rumah dan menghampiri Aya
"Nyonya,,,, jam berapa kita akan pergi?" tanya Edo
"Jam 10an aja Do,, kami akan siap-siap dulu" ucap Aya
"Baik Nyonya" jawab Edo, lalu Edo keluar menuju ke pos penjaga dan berkumpul dengan para penjaga rumah
Sementara Aya mengajak anak-anak untuk bersiap. Tidak ketinggalan Aya mengambil kartu blackcard yang diberikan Dewa. Kartu itu hanya tersimpan rapat didalam tasnya dan tidak pernah Aya pakai untuk berbelanja. Mau belanja apa? jika semua sudah dibayari suaminya. Setelah semuanya beres Aya, anak-anak dan juga Sofi bersiap untuk pergi ke Mall.
"Ayo Do, kita berangkat" ucap Aya
"Baik Nyonya,,, silahkan masuk" ucap Edo
__ADS_1
Aya masuk dan duduk di belakang bersama si Kembar, sementara didepan ada Edo dan Sofi. Lalu Edo menjalankan mobilnya menuju ke salah satu pusat perbelanjaan di kota itu. Rencananya Aya ingin membelikan pakaian untuk mamanya. Sepanjang perjalanan yang terdengar didalam mobil, hanya obrolan Si kembar dan juga sahutan Aya, sementara Edo dan Sofi hanya menjadi pendengar setia.
"Kenapa kalian berdua diam saja? lagi marahan?" tanya Aya
"Tidak Nyonya" Jawab Sofi dan Edo bersamaan
Aya terkekeh ketika keduanya menjawab serempak
"Terus kenapa diam gitu?" tanya Aya
"Lagi puasa ngomong Nyonya" ucap Edo
"Lagi,,,,, lagi males nyonya" jawab Sofi
"Hmm baiklah kalau memang begitu ceritanya....." ucap Aya
Tak lam kemudian mobil Edo sudah sampai didepan Mall, lalu Aya turun bersama anak-anak dan juga Sofi, Sementara Edo menunggu didalam mobil. Lalu Aya berjalan masuk kedalam Mall dengan menggandeng kedua putranya diikuti oleh Sofi
"Sof, kita ke butik itu ya" ucap Aya
"Baik Nyonya" jawab Sofi
Aya tengah memilih pakaian untuk mamanya, sementara Sofi menjaga anak-anak.
"Kayaknya ini bagus buat mama,,, " ucap Aya yang melihat gamis dan juga hijab senada. Aya melihat harga yang tertera disana Rp. 500.000,- dan Aya mengambilkan satu. Saat akan membayar ke kasir, Aya malah bertemu Megan
"Kak Megan disini juga?" tanya Aya
"Iya,, kakak mau cari cardigan buat besok,,, kamu??" tanya Megan
"Sama aja kak,,, Oh iya ini bagus kan buat mama yah" ucap Aya memperlihatkan baju yang dipilihnya, Megan melihat pilihan Aya cukup bagus, tapi dia berfikiran lain
"Bagus sihh,, tapi kan mama udah punya banyak baju Ya,, kemarin Aja Kakak belikan mama Baju saat balik dari Singapura. Mending yang lain deh" ucap Megan
"Yang lain?? apa ya kak?" ucap Aya
"Mas Dewa kan banyak uang,, rasa kakak, gak masalah jika kamu belikan mama cincin atau kalung yang bagus, itu pasti dipake terus sama mama. Kalau baju kan,, udah numpuk banget baju mama" ucap Megan
Aya berfikir kembali dengan ucapan Megan, Aya ingin membelikan mama Perhiasan tapi dia takut jika Dewa akan marah kalau Aya menggunakan uang Dewa terlalu banyak.
"Emmm,,,, coba nanti Aya tanya sama mas Dewa dulu ya kak,, setuju apa enggak. Aya takut kalau menggunakan uang mas Dewa terlalu banyak" ucap Aya yang kemudian mengembalikan baju yang di pegang ya tadi ke gantungan
"Mas Dewa gak akan marah Aya,,, percaya deh,,, itu kan kado buat mama mertuanya juga. Lagian uang mas Dewa gak akan habis hanya karena kamu membelikan perhiasan buat mama. Jadi orang kok perhitungan banget sekarang kamu Ya?!" ucap Megan
"Bukan begitu kak, ini kan uang mas Dewa bukan uang Aya,,, Meskipun Aya sudah menikah dengan mas Dewa, Aya gak berani menggunakan uang terlalu berlebihan kak. Kecuali kalau Aya menggunakan uang tabungan Aya sendiri" jawab Aya
Megan merasa muak dengan ucapan Aya yang menurutnya sangat keterlaluan. Dulu Aya tidak begitu, namun setelah menikah, sikapnya menjadi berubah.
__ADS_1
"Terserah kamu saja lah!" ucap Megan yang kemudian menuju ke kasir dan akan membayar belanjaannya.
Aya jadi ragu saat itu, Lalu Aya mengambil ponselnya dan menelfon Dewa. Beberapa kali Aya menelfon tapi Dewa tidak mengangkatnya karena Dewa tengah memimpin rapat Direksi. Saat Aya akan keluar butik bersama anak-anak, Aya melihat Megan seperti kebingungan
"Kak Megan kenapa?" tanya Aya
"Kakak lupa bawa kartu kredit,,, duh gimana ini bayarnya?!" ucap Megan berpura-pura kebingungan.
Melihat Megan kebingungan begitu membuat Aya tidak enakan ketika pegawai kasir dan juga yang lainnya melihat kearah mereka
"Berapa belanjaannya mbak?" tanya Aya
"Semuanya Tiga juta lima ratus kak" ucap Kasir
Aya mengeluarkan blackcard nya lalu memberikan kepada kasir untuk membayar belanjaan Megan. Setelah selesai mereka keluar dari Butik itu.
"Terima kasih yahh udah bayarin kakak tadi,," ucap Megan
"Iya kak" jawab Aya
Lalu Megan berlalu pergi meninggalkan Aya dan anak-anaknya. Senang sekali rasanya barang belanjaannya dibayari oleh Aya. Padahal sebenarnya Megan membawa kartu kreditnya dan dia juga sengaja mengambil baju sedikit banyak
"Aku harap mas Dewa gak marah padaku, karena aku membantu kak Megan membayari belanjaannya" batin Aya
"Nyonya,,, jadi kita mau beli apa?" tanya Sofi membuyarkan lamunan Aya
"Kita belikan Jam tangan saya Sof" ucap Aya yang kemudian memilih jam tangan saja untuk ibunya. Setidaknya jam itu bisa dipakai oleh mamanya nanti. Aya mengajak anak-anak dan Sofi menuju ke toko Jam tangan. Kemudian Aya membelikan satu jam tangan wanita dengan merk yang cukup terkenal.
Sebelum pulang Aya juga membelikan keperluan untuk anak-anak dan satu hadiah untuk Dewa. Ntah Dewa nanti akan senang atau malah menghukumnya, Aya sudah pasrah. Tidak mungkin Aya meminta Megan mengembalikan uang Dewa yang dipakainya tadi sementara Aya orangnya tidak enakkan.
Setelah selesai berbelanja, Aya mengajak anak-anak untuk pulang kerumah.
.
.
.
.
.
Bersambung.........
Note dari Uni
Terima kasih buat para readers tercinta yang sudah support karya ini ini,, terima kasih atas dukungan kalian, kritik dan saran semuanya. Mohon maaf jika Uni belum sempet bales komentar kalian, tapi pasti uni baca dan uni Like satu-satu tanpa terkecuali. pengennya sih dibalas semua,,, tapi apalah daya tangan hanya dua dan harus berbagi dengan yang lain. Pokoknya teriiimmmaaa kasihhhh banyakkk semua readerku yang sudah mengikuti cerita ini sampai di bab iniππ
__ADS_1