
Aya" ucap mama saat melihat Aya dan dewa dari kejauhan. Evan dan Megan pun menoleh ke samping dan melihat Aya juga Dewa tengah berjalan mendekat kepada mereka.
Terlihat wajah tegang dari Megan, Evan, Aya dan juga Dewa. Pertemuan ini tidak akan bisa dihindari karena bagaimanapun Megan dan Aya memiliki papa dan mama yang sama.
Aya dan Dewa terus berjalan mendekat kearah ruang IGD, lalu Aya langsung menyapa mamanya yang tengah menangis di tempat duduk
"Mama,,, bagaimana kondisi papa?" tanya Aya yang kemudian berlutut dan dengan nada khawatir.
"Dokter,,,,, belum keluar,,,,, dari ruangan ini. Kita tunggu saja" jawab mama dengan mengusap air matanya
Terlihat Megan juga menangis namun tak ingin melihat kearah Aya lagi, Megan juga merasakan kesedihan yah sama seperti mama dan juga Aya, namun dirinya mencoba menahan perasaan sedih nya saat itu. Sementara Dewa memilih untuk diam dan Evan juga diam di tempat nya. Mereka diam dengan pikiran masing-masing.
Tak lama kemudian dokter keluar dari ruang IGD dengan melepas masker nya.
"Dokter! bagaimana kondisi suami saya??" tanya mama Aya yang langsung menghampiri dokter
"Pasien sudah sadar Bu, tapi kondisinya sangat lemah dan pasien ingin bertemu dengan pihak keluarga" ucap dokter
"Baiklah dok,,, ayo Aya,, Megan dan semuanya" ucap mama yang kemudian ikut dokter masuk kedalam ruangan IGD.
Aya dan megan mengiringi langkah mama dari belakang, sementara Dewa dan Evan juga ikut masuk kedalam. Sedikit pun Dewa tidak menyapa Evan meski dewa melihat Evan tengah menggunakan kursi roda.
"Papa" ucap mama ketika mereka sudah berada di dekat papa yang masih terbaring lemah
Papa tersenyum kecil dan menatap satu persatu orang di ruangan itu bergantian.
"Aya,,,, Megan,,,, kemarilah" ucap papa dengan suara sangat lemah
__ADS_1
Megan dan Aya berjalan lambat dan semakin mendekat pada papa mereka. Aya maupun Megan berusaha menahan tangisnya yang hampir akan pecah saat itu. Aya memegang tangan kanan papa dan Megan memegang tangan kiri papanya.
"Papa harus sembuh" ucap Aya dengan suara bergetar
"Kalian berdua sudah dewasa, sudah memiliki rumah tangga masing-masing. Bagaimana pun kalian ada saudara sekandung, papa ingin kalian berdua hidup rukun nak,,, papa tidak ingin melihat hubungan kalian berdua renggang lagi. Dan kamu Megan,,,, kamu sebagai kakak, harusnya kamu lebih bisa berfikir, seberapa besar kamu sering menyakiti hati adikmu,,, seberapa besar adikmu berkorban dan selalu mengalah dengan keinginan mu. Harusnya kamu bisa mengambil pelajaran dari kejadian yang sudah menimpamu saat ini. Kembalilah kejalan yang benar anakku,,,, sayangi adikmu,,, mamamu,,," ucap papa saat menatap Megan dengan buliran air mata yang sudah menetes
Mata Megan memanas, bibirnya bergetar ingin bicara namun lidahnya kelu. Megan tidak tau mau memulai bicara dari mana. Sementara Aya masih tidak melihat Megan dan terus menatap papanya yang menangis saat bicara
"Aku,,, minta maaf Aya" ucap Megan dengan sangat berat
Aya menoleh kearah Megan saat mendengar ucapan Megan saat itu. Kemudian Megan memegang tangan Aya diatas dada ayah mereka
"Aku,, minta maaf atas segala kesalahan yang pernah aku perbuat kepadamu,, atas semua rasa sakit yang pernah kamu rasakan karena aku. Aku benar-benar minta maaf" ucap Megan dengan bergetar dan tangisnya sudah pecah akibat perasaan yang sudah tidak bisa terbendung lagi, Megan hanya mampu menunduk tanpa berani menatap Aya
Aya pun ikut menangis saat Megan meminta maaf kepada nya seperti terlihat sangat tulus dari lubuk hati Megan yang terdalam. Aya pun mengerat kan genggaman tangan nya terhadap Megan dan membuat Megan menatap Aya
"Kamu tidak salah Aya, tapi kakak yang selalu salah. Kakak terlalu iri dengan semua yang kamu miliki, hingga membuat kakak gelap hati dan ingin lebih dari kamu!" ucap Megan dengan segukan
Papa kembali tersenyum ketika melihat kedua putrinya mau berbaikan dihadapan nya. Sementara mama masih menangis haru melihat kedua putrinya kembali akur dan saling memaafkan.
"Maka papa akan pergi dengan tenang,,,,," ucap papa yang kemudian memejamkan mata dan menghembuskan nafas terakhirnya.
"PAPAAAAAAAAAAAAA" Teriak Aya, Megan Dan mama histeris saat melihat papa tidak lagi bergerak dan bedside monitor menuju garis lurus tanpa putus.
Ketiga perempuan itu pun menangis pilu saat setelah dokter memeriksa kondisi papa dan menyatakan papa mereka sudah tidak bisa di selamat kan lagi. Sontak mama Langsung pingsan di tempat saat mendengar penjelasan dari dokter, untung saja di belakang mama ada Dewa yang bersiap menangkap mama Aya agar tidak sampai terjatuh di lantai. Sementara Aya dan Megan menangis di pelukan papa mereka. Dewa pun langsung menggendong mama mertuanya dan menurunkan diatas bed pasien yang lain.
Suasana menjadi suram dan dipenuhi kesedihan, Setelah cukup lama Aya dan Megan meratapi kematian papanya, dokter akan mempersiapkan kepulangan papa mereka sebelum Keluarga membawa kerumah duka. Evan pun tidak berdiam diri, Dia menjalankan kursi rodanya otomatis ke arah administrasi untuk mengurus semuanya.
__ADS_1
Setelah mama sadar, barulah mereka bergerak pulang kerumah keluarga untuk mempersiapkan pemakaman papa tercinta mereka. Aya menemani mama ikut mobil ambulans sementara Megan menyetir mobil Evan dan Dewa bersama Edo menuju kerumah Duka. Tidak lupa, Dewa memberi kabar duka itu kepada keluarganya dan juga menyuruh Dodi membawa anak-anak Dewa kerumah Nenek dan kakeknya.
Sepanjang perjalanan Aya terus menguatkan mama agar kuat menjalani semua ini. Mama pun rasanya sudah lemas dan merasa tidak kuat menjalani hidup ini tanpa papa
"Ma,, mama harus kuat,, mama gak sendiri,,, masih ada Aya, kak Megan, dan cucu-cucu mama disini" ucap Aya memeluk mamanya
Mama tidak mampu lagi bicara, jiwa raganya sudah tidak memiliki energi lagi. Aya pun terus membimbing mama untuk beristighfar. Beberapa menit kemudian mobil ambulance sudah sampai didepan rumah keluarga Aya. Disana pun sudah berkumpul para sanak saudara dan juga para tetangga yang menyambut kedatangan mereka. Berita itu sudah tersebar saat Megan memberitahukan kepada pamannya.
Tidak menunggu nunggu proses persiapan pemakaman pun akan dipercepat. Sementara mama kembali pingsan saat jenazah papa dibawa mobil jenazah dan akan di makamkan.
Dewa dan juga Evan ikut mengiring mobil jenazah mertua mereka menuju ke pemakaman.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,
Mampir ke Novel baru uni yukkk,,, Judulnya SKANDAL CINTA. Mampir yahhhh😍
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
__ADS_1
...Semoga Suka❤️...