Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Jawaban Bunda Aya


__ADS_3

Dewa menyusul Aya keluar dari kontrakan rumah nya dan saat keduanya keluar, Sikembar dan Anam juga ibu Desy sudah menunggu mereka.


"Bundaaaa,,, bunda gak papa?? Bunda diapain om jahat itu bunda??" Tanya Faza dan Gaza saat merangkul Aya


"Bunda gak papa sayang, Ayo kita pergi" jawab Aya


"Tapi kenapa bibil bunda bengkak gitu???" Tanya Faza saat memperhatikan bundanya.


Aya melipat bibirnya dan sedang berfikir mencari alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan putranya.


"Bibir bunda kesengat monster tadi" ucap Aya spontan


"Monctelnya Om itu ya bunda? Kan om itu celem kayak monctel" ucap Gaza saat berbisik kepada Aya.


"Sudahlah jangan dibahas, kita pergi sekarang" ucap Aya dengan wajahnya sudah sangat merah. Sebenarnya orang-orang dewasa di sana ingin sekali tertawa ketika mendengar alasan dari Aya untuk putra-putranya. Namun merasa tidak enak kepada aya dan juga Dewa.


Lalu Aya pamit kepada Ibu dessy dan juga Anam, setelah itu Aya pergi dari kontrakan ibu Desy


"Ibu, Anam,,,,, saya dan Ibunya sikembar adalah suami istri JADI jangan salah paham. Dia meninggalkan saya karena kesalahpahaman dan sampai 3 tahun ini saya mencarinya kemana-mana namun tidak ketemu dan ternyata dia ada disini, bekerja di pabrik saya dan malah mengganti nama panggilannya. Jadi mempersulit saya untuk mencari jejak kepergian Aya eh maksud saya sukma. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih karena sudah membantu istri saya selama tinggal disini" ucap Dewa


"Apa Ibu sukma akan ikut bapak?" Tanya Anam

__ADS_1


"Harus ikut saya, karena saya tidak akan mungkin melepaskannya. Kalau begitu saya permisi dulu" ucap Dewa


Kemudian Dewa pamit dan berlari menyusul Aya dan juga Sikembar. Saat Dewa bisa menyusul mereka, terjadi lagi perang mulut diantara mereka. Aya tidak mau ikut ke guest house bersama Dewa, Aya ingin pergi ke terminal dan membawa putra-putranya menjauhi Dewa, namun apalah daya kekuatan Aya dibandingkan Dewa, dan akhirnya Aya pergi ke Guest house bersama Dewa dan putra-putra mereka. Dewa menggenggam erat tangan Aya saat mereka memasuki Area pabrik menuju ke Guest House, meski Aya begitu enggan tapi genggaman tangan dewa sangat erat dan tidak mungkin bisa Aya lepaskan, sementara Anak-anak mereka sudah berlarian lebih dulu. Disana sudah ada Devan yang menunggu dibangku depan.


Devan sangat terkejut ketika melihat Dewa datang bersama Aya dan juga dua anak kecil yang wajahnya sangat mirip. Devan mengucek ucek matanya untuk memperjelas pandangan matanya.


"Van, siapkan tiket penerbangan kita semua" ucap Dewa


"Baik tuan" ucap Devan


Dewa mengajak masuk Aya dan juga putra putranya. Lalu mereka duduk di ruang tamu


"Bunda,,, kenapa om itu ngajakin kita kecini bunda?" Tanya Faza


"Faca gak mau diajak pelgi cama Om itu! Celem Facaa takut!" Ucap Faza ketika teriak


"Faza,,, Gaza,,, sini sayang,,, aku adalah Ayah kalian, jadi jangan takut" ucap Dewa


Sikembar langsung melongo ketika mendengar Dewa mengatakan bahwa ia adalah Ayah mereka.


"Ayah?! Benalkah bunda?? Ayah cudah kembali?" Tanya Faza dan diangguki oleh Aya

__ADS_1


"Telus mana baby chalknya?" Tanya Gaza


"Apa maksud Gaza??" Tanya Dewa


"Kata bunda, ayah lagi belayal di lautan luac untuk nangkep baby chalk" jawab Gaza


"HAH?!" ucap Dewa kaget


Dewa menatap Aya sementara Aya bersikap cuek dan dingin kepadanya. Belum Dewa angkat bicara, Devan masuk dan memberitahukan bahwa mobil sudah siap dan tiket penerbangan mereka sudah disiapkan. Lalu Dewa mengajak Aya dan anak-anaknya menuju ke mobil. Aya masuk lebih dulu disusul anak-anak dan terakhir Dewa. Kedua orang tua itu memangku satu satu dari sikembar, lalu Supir menjalankan mobilnya menuju bandara.


Ada rasa lega dihati Dewa karena dia bisa berkumpul lagi dengan Aya ditambah lagi kebahagaiaannya dengan kehadiran 2 jagoannya yang sangat mirip dengan dia saat kecil. Namun Dewa memiliki PR besar untuk dapat mengembalikan hati Aya yang hancur. Meski terasa sulit, tapi Dewa tidak akan menyerah.


Begitu sampai bandara, Dewa mengajak Aya dan anak-anak mereka untuk segera masuk karena pesawat sebentar lagi akan Take off. Ini adalah pengalaman pertama bagi Faza dan Gaza menaiki pesawat terbang.


Aya belum bisa berfikir langkah apa yang akan diambilnya setelah ini, namun yang jelas, Hatinya masih begitu sakit dan belum bisa menerima Dewa kembali.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2