Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Masuk Sayang.....


__ADS_3

Dewa membuka pintu kamarnya dan mengajak Aya masuk kedalam kamarnya. Kamar yang sudah jarang di tempati oleh Dewa semenjak dirinya memiliki rumah sendiri.


"Masuk sayang" ucap Dewa


Aya melihat kamar besar itu dengan sangat Khas kamar seorang pria, untung saja dikamar itu tidak ada koleksi foto wanita berpakaian kurang bahan, bisa-bisa Aya mengamuk kepada Dewa. Lalu Aya melihat setiap sudut kamar itu.


"Ini kamar mas dari remaja sampai dewasa gak ada yang berubah" ucap Dewa


"Dari remaja mas?" tanya Aya saat duduk di tepian tempat tidur


"Iyah, tapi setelah mas pindah rumah, mas sangat jarang menginap dirumah papa. Meskipun begitu, palayan dirumah ini selalu membersihkannya karena persiapan siapa tahu mas mau menginap" jawab Dewa yang kemudian duduk di samping Aya.


Aya melihat sebuah bingkai Foto beberapa orang yang disana bisa dengan jelas Aya lihat ada Dewa dan juga Nadya


"Itu foto temen-temen mas waktu kuliah, yang pake kaos biru namanya Dion, dan wanita itu namanya Nadya. Kayaknya kamu pernah melihat mereka deh di acara pesta mas dulu sama Megan" ucap Dewa


"Iya, inget kok. Bahkan inget banget beberapa waktu lalu Aya sempet nyiram dia pake air di toilet" ucap Aya


"Apa? kalian berantem?" tanya Dewa


"Iya mas, dia duluan yang mulai gak bisa jaga omongan mas. Dia bilang Aya dan kak megan itu sama, padahalkan gak gitu" ucap Aya membela


"Terus?" tanya Dewa


"Iya dia bilang kita gak selevel lah, trus Aya dibilang cuma pengen harta aja lah, ya udah Aya geregetan dan Aya siram dia pake air mas. Itu kejadiannya pas kita makan malam sama klien mas waktu itu" ucap Aya


"Kok kamu gak cerita sayang? hm?" tanya Dewa


" Ini udah cerita, dan menurut Aya sih gak penting mas. Oh iya kalau Aya lihat kayaknya dia ada hati sama mas!" ucap Aya


"Ah gak mungkin, dia itu lebih deket sama dion sayang,,, bukan sama mas" ucap Dewa


"Aya bisa lihat dari cara dia ngomong dan sikap dia mas. Kelihat kalau dia itu suka sama mas!" ucap Aya


"Susah yah jadi orang ganteng, banyak yang suka" ucap Dewa


"Oh jadi bangga nih, disenengin sama banyak wanita?! oke fine Aya mau keluar dari sini dan tidur sama anak-anak!" ucap Aya yang kemudian beranjak dari tempat tidur namun Dewa langsung memeluk pinggang Aya dan menjatuhkannya di tempat tidurnya.

__ADS_1


"Apa?!" ucap Aya saat Dewa menatapnya dengan senyum manisnya


"Kalau ngambek gitu makin cantik" ucap Dewa


"Gak usah gombal! gak mempan! udah minggir ah, Aya mau nyusulin anak-anak!" ucap Aya mencoba mendorong Dewa namun percuma, tenaganya tidak akan seladan dengan Dewa yang lebih kekar dan gagah seperti itu.


Bukannya Dewa pergi malah dikecupnya Aya hingga membuatnya terdiam, dalam dan semakin dalam. Saat Aya mulai terbuai, tiba-tiba Aya mendorong Dewa kuat sampai Dewa terjatuh di samping Aya. Lalu Aya bangun dan beranjak dari tempat tidurnya,


"Ada apa sayang?" tanya Dewa kaget dan ikut bangun


Aya sudah berlari ke kamar mandi dan muntah-muntah didalam kamar mandi


"Aya,,, kamu kenapa sayang??" tanya Dewa cemas


"Mual banget mas perut Aya sama melilit rasanya" jawab Aya saat sudah mencuci mulutnya


"Mual? jangan-jangan kamu hamil lagi?!" tanya Dewa dengan raut wajah kaget bercampur bahagia


Belum Aya menjawab apa-apa Dewa sudah berhambur turun kebawah dan menyuruh pelayan dirumah itu untuk membelikan tespack di apotik yang tak jauh dari rumah itu.


"Aya muntah-muntah ma, kayaknya hamil deh" ucap Dewa dengan begitu senangnya


"Beneran Ya?!" tanya mama saat Aya sudah sampai di anak tangga


"Palingan cuma masuk angin ma, kayaknya gak hamil. anak-anak dimana ma?" tanya Aya


"Mereka lagi tidur sama papa" jawab mama


"Siapa tau beneran sayang" ucap Dewa


"Enggak mungkin mas, kan baru juga seminggu. mana bisa langsung jadi gituuu" ucap Aya berbisik kepada Dewa.


"Tapi kan tiap malem buat....." ucap Dewa belum selesai namun Aya sudah menutup mulut Dewa karena ada mama disana.


"Massssss!" ucap Aya


Mama Dewa hanya terkekeh ketika melihat perdebatan Aya dan juga Dewa.

__ADS_1


"Hadehh,,, " ucap mama yang langsung pergi meninggalkan Dewa dan juga aya kembali menuju kamarnya


Aya pun kembali naik keatas dan disusul oleh Dewa. Tak lupa Dewa mengunci pintu setelah mereka masuk kedalam kamar Dewa. Terlihat Aya merebahkan dirinya dan disusul Dewa yang juga ikut merebahkan dirinya.


"Marah?!" tanya Dewa


"Enggak mas,, cuma lagi gak enak bener rasanya perut Aya" ucap Aya saat memegangi perutnya. Lalu Dewa bangun dan mengambil minyak angin dan mengusap diperut Aya dengan pelan.


"Apa perlu mas panggilin dokter?" tanya Dewa


"Gak usah mas, palingan sebentar lagi sembuh mas" ucap Aya


"Buka bajunya sayang, mas usapin punggung kamu" ucap Dewa


Aya menurut lalu membuka gamisnya dan Dewa mengatur suhu kamarnya. Saat Dewa masih mengusap-usap punggung Aya dengan minyak Angin, Ketukan pintu dari pelayan mengusik mereka. Pelayan sudah membawakan pesanan Dewa, dan Dewa mengambilnya lalu kembali mengunci pintu kamarnya.


Dewa menyimpan tespack didalam lacinya sementara Aya sudah beberapa kali sendawa. Dewa naik ke tempat tidur dan ikut berbaring dengan memeluk istrinya.


"Masih mual perutnya?" tanya Dewa


"Iya mas, mungkin mau dateng tamu bulanan mas, kadang mual kadang perut Aya keyak melilit. Udah biasanya kayak gini tiap bulan" ucap Aya saat menenggelamkan dirinya didalam pelukan Dewa


"Hmm,,, jadi bukan karena hamil? padahal mas berharap kamu hamil lagi" ucap Dewa


"Masa subur Aya udah lewat mas, gak mungkin jadi" ucap Aya saat mengusap wajah Dewa dengan lembut.


"Ya sudah, nanti pas sudah masa subur kita buat lagi yah yah yah" ucap Dewa dengan penuh harap


Aya hanya tersenyum lalu kembali mengubur wajahnya didalam pelukan Dewa. Aya merasa benar-benar lemas saat itu, Tak lama Aya sudah tertidur bersama Dewa....


.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2