Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Seperti Macan Betina!


__ADS_3

Pagi itu Aya sudah bersiap untuk kerumah sakit bersama Dewa dan juga anak-anak. Aya tidak ingin meninggalkan sikembar dirumah namun dia mengajak Sofi untuk menjaga anak-anak nanti selama Aya dan Dewa masuk keruangan Nadya dirawat karena tentu anak-anak dilarang untuk masuk kedalam rumah sakit.


Setelah selesai bersiap Dewa mengajak mereka untuk berangkat pagi itu, tak lupa Aya membawakan bubur untuk Nadya. Lalu mereka masuk kedalam mobil dan meninggalkan rumah.


"Bunda,,, nanti kalian pulangnya di jemput supir ya" ucap Dewa


"Iyah gak papa,,, Ayah fokus aja sama kerjaan di kantor, biar Urusan tante nadya kita yang urus yahh anak-anak" ucap Aya


"Iyahh bunda" jawab Faza dan Gaza bersamaan.


Aya sudah tidak sabar ingin memberi sedikit kejutan pada Nadya pagi ini. Pasti Nadya akan terkejut jika dirinya yang akan menemani Nadya.


Beberapa saat kemudian, mobil Dewa sampai di halaman rumah sakit, lalu Aya berpamitan kepada Dewa, begitu juga anak-anak. Setelah itu Aya turun dari mobil diikuti juga anak-anak dan Sofi. Kemudian Sofi mengajak anak-anak ke taman bermain yang ada dirumah sakit dan Aya berjalan menuju keruangan Nadya. Sementara Dewa sudah menjalankan mobilnya menuju ke kantornya.


"Kayaknya ini deh ruangannya,,," ucap Aya saat berada didepan ruangan Nadya sesuai, informasi dari Dewa.


Ceklek


Aya membuka pintu dan melihat Nadya bersama dengan dokter dan juga suster yang tengah memeriksa keadaannya


"Assalamualaikum" ucap Aya saat masuk


"Cahaya?!" ucap Nadya kaget setengah mati melihat kedatangan Cahaya


Aya masuk kedalam dengan senyuman ramah dan melihat wajah keterkejutan Nadya karena kedatangannya.


"Bagaimana keadaannya dok??" tanya Aya sembari meletakkan kotak makanan di meja kecil.


"Keadaannya sudah membaik, hanya luka kakinya saja yang belum sembuh" jawab dokter


"Ohh begitu,,, kira-kira berapa lama ya dok sampai pulihnya?" tanya Aya lagi


"Yah bisa 1 sampai 2 bulan untuk kembali pulih seperti sedia kala. Pasien harus latihan berjalan setelah luka luarnya sembuh" ucap dokter


Kemudian Dokter dan suster pamit untuk keluar dari ruangan pasien dan Aya duduk di kursi Nadya dengan tatapan ramah sementara Nadya terlihat tidak senang dengan kehadiran Cahaya


"Kenapa kamu kemari?!" Ucap Nadya dengan ketus


"Suamiku sedang ada meeting di kantor, maka aku yang akan menggantikannya untuk menjagamu. terima kasih yah mbak Nadya, karena sudah menolong suamiku" ucap Aya dengan santai namun memberi penekanan pada kata 'Suamiku'


"Oh jadi kamu kesini menggantikan Dewa?!harusnya kamu dirumah saja, karena melihatmu membuat kondisiku memburuk!" ucap Nadya dan membuat Aya tertawa kecil


"Ya Allah,,, bagaimana bisa mbak Nadya? tadi loh jelas-jelas dokter bilang kondisi mbak Nadya itu udah membaik, hanya kaki mbak saja yang masih luka. Aku gak mau buat keributan loh disini, aku berniat baik untuk menjaga anda sampai sembuh" ucap Cahaya

__ADS_1


"Aku yang merasa bukan dokter!" jawab Aya


"Terserah, yang jelas aku akan disini. Apa mbak Nadya mau makan? aku tadi sudah membuatkan bubur untuk mbak kalau mau" ucap Cahaya menawari


"Makan saja sendiri! bisa jadi bubur itu kamu kasih racun agar aku cepat mati!" sarkas Nadya


"Astagfirullah,, mbak nadya zolim sekali padaku, aku tidak menaruh racun didalamnya. Masakanku enak, dan suamiku juga suka" ucap Aya membuat Nadya benar benar muak


"Terserah! aku gak percaya!" sarkas Nadya


"Ohhh gak percaya? baiklah,,, aku coba yah,, kalau aku mati berarti bubur itu ada racunnya. Tapi kalau aku gak mati, mbak Nadya harus makan bubur itu sampai habis" ucap Aya yang kemudian membuka kotak makanan yang dibawanya lalu mengambil bubur Ayam yang dibawanya tadi.


Aya duduk disamping Nadya dan menyuapkan bubir untuk dirinya sendiri.


"Tuh lihat,, aku gak mati kan? bubur ini beneran gak ada racunnya. Rasanya juga enak dibandingkan makanan rumah sakit itu yang pasti gak ada rasanya" ucap Aya


Sejenak Nadya berfikir dan melihat lagi menu makanan dari rumah sakit, memang terlihat enak tapi pasti tidak ada rasanya, sementara bubur Ayam yang dibawakan Cahaya dari aromanya saja tercium bau wangi dan menggugah selera


"Berikan padaku! aku bisa makan sendiri!" sarkas Nadya


Aya hanya terkekeh didalam hati melihat sikap nadya. Katanya gak mau tapi ternyata kepengen juga. Kemudian Aya mengambilkan bubur Ayam untuk Nadya dan Nadya pun menikmati bubur Ayam buatan Cahaya.


"Mbak Nadya, aku boleh tanya gak?!" ucap aya


"Apa?" sahut Nadya


Uhukkkk uhuuukkk uhukkkkkk


Sontak Nadya tersedak saat mendengar pertanyaan Istri Dewa itu. Dengan cepat Nadya mengambil gelas air putih dan meminumnya sampai habis.


"Benarkan ucapanku?!" ucap Cahaya


"Apa urusanmu?! suka atau gak suka itu bukan urusanmu!" sarkas Nadya


Cahaya tertawa mengejek ketika mendengar ucapan Nadya. Dari gelegatnya saja sudah terlihat jika Nadya menyukai suaminya.


"Aku bisa lihat dari sikap mbak ke mas Dewa! daripada mbak Nadya itu sakit hati lebih dalam, lebih baik lupakan suamiku. Karena sampai kapanpun mas Dewa hanya mencintaiku" ucap aya dengan santai


"Ck! PD sekali kamu! kamu gak inget jika Dewa juga pernah mencintai kakakmu?!" sarkas Nadya


Aya berdiri dengan tatapan tajam menusuk Mengarah kepada Nadya


"Iya memang begitu dan aku juga tidak bisa mengubah takdir!, Tapi satu hal yang aku yakini, bahwa saat ini dan sampai kepapanpun nanti mas Dewa akan hanya mencintaiku, dan aku TIDAK AKAN MEMBIARKAN WANITA LAIN MEREBUT SUAMIKU!!" ucap Aya dengan tatapan tajam kepada Nadya.

__ADS_1


Aya tersenyum tenang lalu kembali duduk di kursinya, sementara Nadya merasa terkejut dengan sisi lain dari seorang cahaya.


"Mau nambah lagi mbak NADYA?!" ucap Aya kembali melunak


"Gak! aku sudah kenyang!" jawab Nadya


"Aku bener-bener gak nyangka, Cahaya bisa terlihat seperti macan betina!" batin Nadya


Nadya bertambah kesal dengan Aya, apalagi mendengar perkataan Aya yang membuatnya semakin muak. Tak lama kemudian seseorang membuka pintu


Ceklek


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam, Dion?" ucap Nadya saat melihat Dion datang membawa buah dan juga buket bunga.


"Aku dengar dari Dewa kalau kamu kecelakaan, bagaimana keadaanmu Nad? aku khawatir sampai aku batalkan rapat pagi ini untuk menjengukmu" ucap Dion tidak memperhatikan ada Cahaya di dekat Nadya


"Aku udah gak papa ion, tinggal kakiku saja yang masih sakit karena patah tulang"jawab Nadya


"Kamu cepet sembuh yah" ucap Dion yang kemudian mengusap kepala Nadya dengan sayang


"Ehem,,,," Aya berdehem saat melihat kedua anak manusia itu seperti tidak menganggapnya. Lalu Dion melihat seorang wanita yang terlihat tidak asing baginya.


"Em,,,, kamu bukannya,,,,, ehh siapa yahh lupa namanya A..aya bener gak? adiknya megan?!" tanya Dion


"Iya benar, saya Cahaya adiknya kak Megan" jawab Aya


"Dia istrinya Dewa ion" ucap Nadya malas


"Iyah aku tau kalau Dewa menikah lagi, dan kamu masih saja mengejarnya!" ucap Dion


"Berhenti mengataiku!" sarkas Nadya


"Tapi itu kenyataan Nad! kamu buka mata hatimu! lihat Dewa sudah bahagia bersama pilihannya! dan kamu, kamu masih saja mengharapkannya!" sarkas Dion


"Emm, aku keluar dulu ya,,,, mau lihat anak-anak" ucap Aya yang ingin memberikan ruang dan waktu untuk Nadya dan Dion.


Dari sikap dan ucapan Dion memperlihatkan jika Dion begitu mencintai Nadya, Tapi Nadya sepertinya yang belum bisa membuka hati untuk Dion. Aya memilih untuk keluar dan menemui anak-anaknya di taman bermain, sementara Nadya dan dion masih berdebat dengan argumen mereka masing-masing.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2