Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Takut Ditolak


__ADS_3

Sampainya dirumah, Aya mengajak anak-anak untuk segera mandi sore, Sementara Dewa memilih beristirahat di kamar melepas lelahnya. Beberapa menit kemudian anak-anak sudah selesai mandi dan berganti pakaian, lalu Sofi mengajak anak-anak untuk bermain di ruang tengah Sementara Aya berjalan menuju ke kamar atas.


Ceklek


Aya membuka pintu dan melihat Dewa yang tengah merebahkan dirinya diatas tempat tidur mereka. Aya masuk dan mengambil handuk karena pakaiannya sudah basah setelah memandikan anak-anak tadi


"Sayang,,," ucap Dewa saat Aya akan melewatinya


"Mas,, capek banget ya??" tanya Aya yang mampir dan duduk di tepian tempat tidur mereka


"Iya,,, capek banget rasanya" ucap Dewa saat menyentuh tangan istrinya


"Mau mandi bareng? nanti Aya gosokkin punggung mas, gimana?" tanya Aya


"Emm boleh" jawab Dewa yang langsung duduk dan beranjak dari tempat tidur nya.


"Tapi cuma gosok punggung yah,, jangan minta lebih!" ucap Apa memperingatkan


"Kita lihat saja nanti!!!" jawab Dewa dengan menyeringai nakal kepada istrinya.


Lalu Dewa dan Aya masuk kedalam kamar mandi, Aya mengisi air hangat didalam bathub nya, dan dimasukkan wewangian dan juga bubble setelah itu mereka berendam didalam bathub. Sore itu mereka habisnya dengan saling memanjakan diri satu sama lain, merelaksasi tubuh bergantian.


30 menit kemudian keduanya sudah keluar dari kamar mandi dan bersiap untuk ibadah Maghrib bersama anak-anak juga. Setelah selesai ibadah mereka, Dewa mengajak keluarga kecilnya untuk makan malam bersama.


Sementara itu di tempat lain,,,,,,,,


Dion tengah melajukan mobil nya menuju ke rumah Dewa, rencana nya Dion ingin menemui sahabat nya itu dan meminta saran kepadanya terkait hubungannya dengan Nadya. Sebagai Sahabat yang sudah berpengalaman soal pernikahan, Dion membutuhkan saran dari Dewa dan perjalanan yang di tempuh Dion lumayan jauh, membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai dirumah Dewa.


Begitu sampai dirumah Dewa, Dion segera turun dan menekan bel rumahnya


Ting Tung,,,,,,, Ting Tung,,,


Pelayan membuka pintu, dan melihat Dion berdiri didepan pintu

__ADS_1


"Assalamualaikum bik,, Tuan Dewa ada?" tanya Dion


"Wa'alaikumsalam tuan, ada didalam,, silahkan masuk,,, saya panggil kan tuan dulu yah"


Dion duduk di ruang tamu dan pelayan keruang keluarga menemui Dewa


"Tuan,, di depan ada tuan Dion mencari anda"


"Dion? baiklah aku kesana,,, tolong kamu buatkan minuman" ucap Dewa


"Baik tuan"


"Mas kedepan dulu ya" ucap Dewa kepada Aya


"Iya mas,,, Aya disini aja sama anak-anak" jawab Aya


Dewa beranjak dari kasur lantai dan berjalan kedepan menemui Dion. Terlihat Dion yang tengah duduk santai di sofa ruang tamunya.


"Dion"


"Wa,,,, sorry aku ganggu malam mu" ucap Dion


"Gak masalah,, ada apa? tumben kamu kesini?" tanya Dewa saat dia sudah duduk di samping Dion.


"Em,,, aku pengen minta saran dari kamu wa, kalau misal aku lamar Nadya dalam waktu dekat ini gimana ya menurutmu?" tanya Dion


"Hubungan kalian sudah sejauh mana?" tanya Dewa


"Hubungan kami sih sedikit ada kemajuan Wa daripada dulu, sekarang Nadya sudah sedikit terbuka ke aku, tapi aku takut ditolak" jawab Dion


"Kalau kamu serius pasti Nadya akan menerimamu!, Mumpung dia masih disini, kamu bisa melamarnya Di" ucap Dewa


"Kalau aku di tolak gimana?!" tanya Dion

__ADS_1


"Ah belum di coba sudah takut ditolak! Cemen banget kamu! coba dulu aja,, aku yakin Sih Nadya bakal terima kamu!" ucap Dewa


"Hmmm semoga aja gitu ya wa, aku pengen cepet nikahi Dia sebelum ada saingan lagi" ucap Dion


"Lebih cepat lebih baik, mumpung masih muda dan masih kuat!" ucap Dewa setengah mengejek Dion


"Sialan kamu!! aku masih kuat Wa! bahkan buat 10 anak aku juga masih sanggup!" Sarkas Dion yang membuat Dewa tertawa keras.


Keduanya kembali berbincang hangat sementara Aya sudah mengajak kedua putranya untuk pindah ke kamar mereka untuk segera tidur. Setelah menidurkan keduanya, Aya berjalan keatas menuju kamarnya untuk istirahat lebih dulu.


Tepat pukul 22.00 WIB, Dion berpamitan kepada Dewa karena keenakan ngobrol sampai lupa waktu.


"Aku pulang ya wa, sorry ganggu waktu istirahat mu" ucap Dion saat akan masuk kedalam mobilnya


"Santai aja, yang penting kamu gak nginep di rumahku! bisa ganggu waktuku berdua dengan istriku!" ucap Dewa


"Hahaha,,,,, salam buat Aya,, assalamualaikum" ucap Dion


"Ogah! mana mungkin salam dari pria aku sampaikan pada istriku! Wa'alaikumsalam!" jawab Dewa dan kemudian Dion menjalankan mobilnya dengan terkekeh mendengar jawaban Dewa.


Setelah Dion pulang, Dewa masuk kedalam rumah dan berjalan menuju kekamar atas. Dewa yakin jam segini, pasti Aya sudah tidur lebih dulu dan benar saja, Saat dewa sudah masuk kedalam kamar mereka, Aya sudah tergeletak di atas tempat tidur mereka.


Dewa mematikan lampu utama menyisakan lampu tidur kecil di samping mereka, lalu Dewa merebahkan dirinya di samping istrinya. Dewa merapatkan diri dan memeluk Aya dari belakang dengan begitu erat. Aya merasa sebuah tangan memeluknya erat, matanya sudah sangat berat dan Aya memilih untuk terus memejamkan matanya.


"Selamat tidur istriku" ucap Dewa saat mengecup tengkuk Aya yang terjangkau olehnya.


Dewa memejamkan matanya dan akan menyusul istrinya menuju ke alam mimpi yang indah malam ini.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.......


__ADS_2