
Dewa bersama Aya dan anak-anak baru saja selesai sarapan bersama, kemudian Aya dan anak-anak akan mengantar kan Dewa ke kantor. Mereka berjalan beriringan menuju ke depan rumah.
"Mas,,, nanti pulangnya jangan sore-sore yah,,," ucap Aya
"Ada apa sayang?" tanya Dewa
"Nanti mampir dulu ke rumah mama Angel buat ambil asinan yang dibuat mama untukku" ucap Aya
"Baiklah bumil" ucap Dewa saat mencubit ujung hidung Aya dan anak-anak malah terkekeh melihat tingkah ayah mereka.
Langkah Aya terhenti saat sampai didepan rumah, dia melihat sebuah mobil Alphard putih dengan pita besar berada diatas mobil itu.
"Loh mas,,,, mobil siapa itu?!" tanya Aya kaget sekaligus bingung
"Wahhh mobilnya bagussssss" ucap Sikembar bersamaan,
"Ini mobil baru untukmu sayang" ucap Dewa dengan tersenyum
"Hah? untuk Aya mas??? tapi kan,,, Aya gak bisa nyetir mas,,, terus Aya juga jarang keluar rumah" ucap Aya dengan mata berkaca-kaca
Dewa memegang kedua tangan Aya dan menatap nya dengan penuh cinta
"Mobil kamu kan udah di kasih sama mama papamu dan Mobil ini sebagai gantinya" ucap Dewa
"Tapi masss,,, ini mobilnya sangat mahal,,, apa gak terlalu berlebihan?" ucap Aya
Sementara anak-anak sudah masuk kedalam mobil yang pintunya sudah terbuka
"Tidak ada yang berlebihan sayang,,, mas belikan mobil ini agar kamu dan anak-anak bisa nyaman. Nanti kamu bisa gunakan mobil ini untuk mengantarkan jemput anak-anak disekolah" ucap Dewa saat menyentuh kedua bahu Aya
"Tapi Aya kan gak bisa nyetir mas Dewaaaaa, lagian Aya kan lagi hamil besar gini" ucap Aya
"Mas sudah siapkan supir untukmu,,, Doni,,,," ucap Dewa
Kemudian Doni muncul dan memberi hormat kepada Dewa dan Aya
"Mas,,, bukannya pak Doni,,,,"
"Iya,,, pak Doni akan menjadi supir mobil ini dan pekerjaan nya di kantor akan di gantikan dengan yang lain. Sementara Edo tetap ikut mas ke kantor" ucap Dewa
__ADS_1
Mata Aya berkabut dan kembali berkaca-kaca, refleks Aya langsung memeluk Dewa dan menenggelamkan wajahnya di dada gagah suaminya
"Makasih yah mas,,,, mas Dewa selalu memberikan Aya dan anak-anak yang terbaik, Aya sangat beruntung memiliki suami sebaik mas Dewa" ucap Aya dengan perasaan haru dan bahagia
Dewa tersenyum dan mengusap lembut punggung Aya.
"Sudah kukatakan, aku akan membuatmu bahagia bersama ku. Aku ingin membayar kesalahanku dulu kepadamu Aya" jawab Dewa
Mendengar ucapan Dewa, membuat Aya semakin mempererat pelukannya. Aya benar-benar dibuat meleleh dengan semua sikap dan perlakuan Dewa kepadanya.
"Sayang,,,, sudah lepaskan pelukannya, malu dilihat pak Doni dan anak-anak" bisik Dewa kepada Aya
Aya tersadar jika ditempat itu bukan hanya ada dirinya dan juga dewa saja. Bahkan Aya sampai lupa jika ada pak Doni dan anak-anak. Dengan cepat Aya melepaskan pelukan dengan rasa tidak enak kepada semua. Aya sedikit malu karena malah terbawa suasana saat itu dan terlihat wajah Aya memerah karena malu
"Cieeeee bundaaaaaa" ucap anak-anak malah menggoda bundanya
"Kaliaaaannn yahh" ucap Aya yang kemudian masuk kedalam mobil dan menggelitik kedua putranya
"Hahaha ampun bundaaaa ampunnnnn" ucap si kembar kegelian dan Dewa hanya menggeleng- gelengkan kepalanya.
"Sayang,,, mas berangkat kerja dulu ya,,, pagi ini mas ada meeting bersama klien" ucap Dewa saat mengusap punggung Aya. Aya menoleh dan segera turun dari mobil barunya diikuti kedua putra kembar nya
"Iya mas,,, hati-hati yahh" ucap Aya yang kemudian mencium tangan Dewa dan diikuti oleh kedua putranya bergantian. Dewa merengkuh pinggang Aya dan mengecup pipinya sekilas
"Wa'alaikumsalam" jawab Aya
Lalu Dewa masuk kedalam mobilnya sendiri dan Edo segera menjalankan mobil meninggalkan rumah. Setelah mengantarkan kepergian Dewa, Aya mengajak anak-anak nya masuk kedalam rumah mereka.
"Yey mobil baluuuuuuuu" ucap Sikembar dengan gembira. Aya hanya tersenyum melihat tingkah kedua putranya itu.
Sementara di tempat lain....
Bagas dan Erika sudah masuk kedalam ruang rapat. Sempat papa Erika terkejut saat melihat putrinya tampil berbeda dari biasanya. Erika yang dulu terlihat seperti wanita karir yang stylish kini berubah menjadi Erika yang sederhana dengan mengenakan gamis dan hijabnya, membuat Erika terlihat lebih teduh. Papa Erika bahkan tidak lepas menatap putrinya dari mulai dia masuk sampai dia duduk di samping Bagas dengan tersenyum ramah kepala semuanya.
"Dia benar-benar sudah merubah putriku" batin papa Erika masih tidak percaya dengan apa yang dilihat saat itu
Melihat semua sudah berkumpul, Bagas tidak ingin membuang waktu. Dia langsung berdiri dan menyampaikan maksud dan tujuan dirinya mengumpulkan semua orang penting di perusahaan itu. Sementara papa Erika memperhatikan rencana apa yang tengah di persiapkan Bagas, sampai mengundang para kolega bisnis nya. Dengan penuh percaya diri Bagas menjelaskan secara detail ide marketing nya kepada semua orang yang hadir disana untuk mendongkrak penjualan semua pihak
"Saya yakin jika ide ini di jalankan, maka bukan saja para mitra kecil yang mendapat keuntungan namun pengelola, dan juga perusahaan pusat akan mendapat tambahan sumber laba yang sangat menguntungkan, karena kembali pada produk yang berada di bawah naungan perusahaan Syahbana adalah produk yang setiap hari di konsumsi oleh setiap lapisan masyarakat Indonesia, jadi tidak akan sulit untuk memasarkannya. Dan tentunya nanti kita akan memberi pembekalan kepada mitra-mitra kecil perusahaan ini bekal ilmu pengelolaan yang baik agar bisa sama-sama grow up!" ucap Bagas di akhir penjelasan nya
__ADS_1
"Yah saya setuju!!! ide anda sangat bagus tuan Bagas! dengan kita memperbanyak mitra kecil, maka kita bisa lebih mudah memasarkan produk-produk ini dan akan lebih meluas" ucap salah satu kolega
"Ya benar, saya setuju!! ide ini harus segera kita realisasikan agar segera terwujud" sahut kolega yang lain
"Ya benar!"
"Ya benar saya juga setuju"
Terbit semburat senyum di bibir tipis papa Erika ketika melihat respon para koleganya yang diluar dugaannya. Papa Erika benar-benar dibuat terkesan dengan apa yang Bagas lakukan pagi ini. Dengan begitu mudahnya Bagas mempengaruhi semua koleganya untuk menyetujui ide bisnis yang di rencanakan nya yang menurut papa Erika itu terlalu rumit dan bertele-tele tapi ternyata justru koleganya malah menyetujui ide dari Bagas itu. Bagas dan Erika pun terlihat begitu senang dengan kesepakatan yang diambil oleh semua pihak, tidak sia-sia mereka menginap dikantor beberapa hari untuk mempersiapkan segalanya.
"Baiklah, jika semuanya sudah setuju, maka saya meminta semua pihak menandatangani kesepakatan ini agar segera kita eksekusi dan tanpa membuang waktu lagi" ucap Bagas yang kemudian Erika mengeluarkan dokumen kesepakatan diatas meja didepan Bagas.
"Bagaimana Bapak Syahbana, apa anda juga menyetujui ide bisnis ini?" tanya Bagas kepada papa Erika
Papa Erika terdiam dan menatap Bagas juga Erika bergantian. Setelah itu papa Erika berdiri dan membuat semua orang menatapnya karena tak kunjung menjawab. Papa Erika berjalan kedepan menuju ke meja Bagas dan menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Jantung Bagas maupun Erika rasanya sudah ingin copot saja saat papanya tak kunjung menjawab malah berdiri didepan Bagas dengan tatapan dinginnya. Lalu Papa Erika menunduk dan mengambil pulpen dan langsung menandatangani dokumen itu diatas namanya sebagai pemilik perusahaan raksasa itu. Melihat tindakan papa Erika, Bagas dan Erika dibuat syok dan tidak menyangka jika papa dengan mudah menandatangani dokumen itu dan berarti papa Erika menyetujui ide yang direncanakan oleh Bagas. Sulit diungkapkan dengan kata-kata, rasanya Erika ingin sekali menangis dan memeluk papanya andai saja di ruangan itu tidak banyak orang.
Setelah papa menandatangani dokumen itu, papa Erika meletakkan kembali pulpen itu diatas dokumen yang sudah di tandatangani nya
"Papa harap kau tidak mengecewakan papa!" ucap papa Erika yang kemudian menepuk bahu Bagas dan berlalu pergi kembali ke tempatnya
Rasanya Bagas ingin pingsan saat itu, hanya mendapatkan tanda tangan dan juga tepukan di bahu nya saja sudah membuat semangat Bagas kembali berkobar. Belum lagi saat papa Erika berkata "Papa" bukan lagi bahasa formal seperti biasa.
Setelah papa Erika memberikan tanda tangannya, Bagas pun menandatangani dokumen itu lalu di sambung dengan para kolega yang maju satu persatu untuk menandatangani dokumen kesepakatan itu. Sekilas Bagas dan Erika saling menatap dengan senyum tipisnya penuh kebahagiaan.
Setelah rapat selesai, Bagas mengajak semuanya yang hadir menikmati makan siang bersama yang sudah di siapkan untuk menjamu para koleganya. Bagas lakukan ini untuk mempererat jalinan kerjasama diantara mereka.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,
Mampir ke Novel baru uni yukkk,,, Judulnya SKANDAL CINTA. Mampir yahhhh😍
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
__ADS_1
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
...Semoga Suka❤️...