
Setelah selesai membereskan pakaiannya, Erika dan Bagas keluar dari kamar mereka dan akan kembali pulang kerumah Bagas. Sementara papa Erika tidak keluar dari ruang kerjanya dan hanya mama Erika yang keluar dan mengantarkan Erika dan Bagas sampai di depan rumah.
"Kami pamit ya ma" ucap Erika
"Iya, kalian hati-hati. Kalau ada apa-apa kasih tau papa dan mama" ucap mama
"Iya ma,,, Salam untuk papa, Assalamualaikum" ucap Erika
"Wa'alaikumsalam" jawab mama
Kemudian Erika dan Bagas masuk kedalam mobil dan meninggalkan kediaman Syahbana. Mama hanya bisa melihat kepergian putri semata wayangnya bersama suaminya, meski papa tidak menyetujui kepergian mereka tapi mama yakin jika mereka berdua bisa hidup mandiri dan suatu saat nanti papa akan memberikan restu pada Erika dan Bagas. Lalu mama masuk kedalam rumah kembali.
Beberapa menit kemudian mobil Bagas sudah sampai di depan rumah, lalu Mereka turun dari mobil dan Bagas mengambil koper Erika dan membawanya masuk kedalam rumah.
Bagas membawanya kedalam kamar dan Erika menyusunnya didalam lemari disamping lemari pakaian Bagas. Sementara Bagas keluar dan menyiapkan makan siang untuk mereka.
"Masak apa mas??" tanya Erika Setelah selesai membereskan pakaiannya dan menyusul Bagas yang berada di dapur
"Ini cuma buat SOP ayam, sambal tomat, sama telur di sambel balado" jawab Bagas
"Emm,, kayaknya enak" ucap Erika yang langsung duduk dan mereka makan siang bersama.
"Mas,,, mas Bagas bantuin aku di kantor majalah Feminim aja" ucap erika
"Tidak sayang, mas harus tetap bekerja di perusahaan tuan Dewa, karena mas sudah berjanji pada Papamu tidak akan bekerja di perusahaan Syahbana. Tapi mas akan tetep bantuin kamu" jawab Bagas
"Tapi mass,,,,"
"Jangan terlalu cemas,,, mas pasti akan bantuin perusahaan kamu semampu mas" ucap Bagas dan Erika mengangguk dengan tersenyum kecil meski sedikit kecewa.
Setelah selesai makan siang, Erika dan Bagas segera menjalankan ibadah Zuhur mereka. Lalu Erika mengajak Bagas untuk berbelanja keperluan rumah tangga mereka.
Sementara di tempat lain,,,,
Dewa masih berada di kantor nya, sejak sampai di kantor, dewa jadi uring-uringan kepada semua pegawainya. Bahkan hari ini di kantor Dewa terasa sangat menegangkan.
"Mbak, Vannya,,,, tuan Dewa kenapa sih?!" tanya salah satu pegawai kepada sekertaris dewa
"Gak tau,,, lagi sensi kayaknya. Aku aja juga kena semprot!! mana kak Bagas gak ada! ah pusing deh!!" ucap Vannya
Ceklekkkk
Pintu ruangan dewa terbuka Vannya dan pegawai itu langsung terdiam saat Dewa keluar dari ruangannya. Dewa melihat kedua wanita itu dengan tatapan tidak suka
"Kalau kalian sudah bosan bekerja di kantor ini, segera urus surat pengunduran diri kalian!!!" Sarkas Dewa yang kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka.
Dewa berjalan menuju ke depan kantor lalu dia masuk kedalam mobilnya dan mengendarai mobilnya meninggalkan kantornya. Dewa tidak bisa berfikir jernih jika dalam kondisi sedang marah kepada istrinya.
Sementara Dirumah Dewa,,
Aya sedang menemani kedua putranya bermain di kamar Faza. Meski saat ini Aya tengah bermain bersama anak-anak pikirannya masih tertuju pada Dewa yang tadi pagi marah kepadanya.
Tak lama kemudian mobil Dewa sudah sampai didepan rumah, lalu Dewa turun dari mobilnya dan masuk kedalam rumah
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam tuan" jawab pelayan
__ADS_1
"Kemana tuan muda dan Nyonya?!" tanya Dewa
"Ada di kamar tuan muda Faza"
Lalu Dewa melangkah kearah kamar Faza dan ingin membuka pintu kamar putranya namun sedikit ragu. Namun Dewa akhirnya tetap membuka dengan perlahan
Ceklekkkk
Dewa melihat Aya tengah berbaring bersama kedua putra mereka, terlihat si kembar sudah terlihat tertidur pulas. Dewa pun menutup kembali pintu kamar itu dan memilih untuk ke kamar atas.
"Bisa-bisanya dia tidur, sementara aku kepikiran terus!!" ucap Dewa ngedumel sendiri.
Sampainya di kamar Dewa berganti pakaian dan menjatuhkan dirinya diatas tempat tidurnya. Dewa memejamkan mata, mencoba untuk tidur siang namun matanya terasa sangat sulit untuk tidur.
Sementara itu, Aya keluar dari kamar Faza Setelah menidurkan kedua putranya. Lalu Aya kebelakang untuk mengambil air minum
"Nyonya,,, tuan Dewa sudah pulang" ucap pelayan
"Benarkah? sekarang dimana?!" tanya Aya
"Mungkin di kamar atas Nyonya" jawab pelayan
Kemudian Aya membawakan es jeruk dan membawa ke kamar atas. Aya berfikir pasti Dewa masih sangat marah, biasanya dia selalu menganggu Aya ketika tengah bersama anak-anak.
Aya membuka pintu kamarnya dengan perlahan, dilihatnya Dewa tengah berbaring diatas tempat tidurnya. Lalu Aya masuk dan meletakkan segelas es jeruk itu diatas meja. Aya melihat Dewa seperti sedang tidur. Matanya terpejam dengan memeluk guling di sampingnya. Sementara Aya hanya bisa memandangi wajah damai dewa saat tidur seperti itu.
"Massss" ucap Aya saat menyentuh wajah Dewa
Dewa tak bergeming sedikitpun, lalu Aya menunduk dan akan pergi meninggalkan Dewa yang seperti nya enggan untuk bicara.
Saat Aya berdiri dan beranjak dari tepian tempat tidur, Dewa menahan tangan Aya dan membuat Aya melihat kearah Dewa
Keduanya saling diam, lalu Dewa duduk dan menarik perlahan tangan Aya hingga membuatnya duduk kembali
"Mas masih marah yah?!" tanya Dewa
"Menurut mu?!" jawab Dewa
"Aya,, minta maaf ya mas,, Aya salah mas" ucap Aya
"Mas hanya kesal padamu!" ucap dewa
"Iya mas,,, Aya tau, mas kesal padaku,, mas marah padaku,, aku minta maaf" ucap Aya dengan menunduk
Dewa menghela nafas kasar lalu mengusap pelan kepala Aya
"Sudahlah,,, bagaimana pun dia tetap kakak mu. Tapi mas hanya tidak ingin kamu terlalu mengurusi urusan Kakak mu!!" ucap Dewa
Aya mengangguk pelan dengan merenungkan ucapan Dewa. Lalu Dewa menarik Aya dan memeluknya.
"Maafin Aya ya mas"
"Iyah"
Dewa mengecup kening Aya dan terus memeluknya, melepaskan sesak di dadanya sedari pagi.
Sementara di tempat lain,,,,
__ADS_1
Bagas dan Erika baru saja sampai dirumah Setelah berbelanja bahan pokok di salah satu minimarket yang tak jauh dari komplek. Kemudian mereka membawa barang-barang yang mereka beli dan meletakkan didapur.
Setelah beres, Bagas menjatuhkan dirinya diatas sofa untuk merenggangkan otot-otot nya sementara Erika membuatkan es teh untuk suaminya.
"Ini diminum dulu mas es nya" ucap Erika
Bagas langsung duduk lalu melihat es teh didepannya dan meminumnya
"Emm,, segerrrrr" ucap Bagas
Erika tersenyum saat melihat Bagas meminum teh buatannya, ini adalah es pertama yang dibuat Erika seumur hidupnya. Lalu Bagas menarik Erika dan memeluknya,
"Makasih yah,,, esnya seger" ucap Bagas sembari meremas lembut tangan Erika
Erika mengangguk, wajahnya memerah, hanya bisa membuat es saja dia sebahagia ini, itu pun dia melihat tutorial di Chanel Yutube. Lalu Bagas mencium kening Erika dan Erika pun mengusap dada Bagas dengan lembut.
"Dulu,,, waktu kita masih pacaran, aku pengen banget pegang tangan kamu kayak gini,,," ucap Bagas
"Bukannya kamu sering pegang tangan aku?!" tanya Erika
"Iya sering, tapi pas nyebrang jalan! kalau berduaan kan gak pernah!" jawab Bagas dan Erika terkekeh
"Nihh pegang!!! puas-puasin pegangnya!!" jawab Erika ganti Bagas yang terkekeh
"Kalau sekarang bukan pengen pegang tangan, tapi,,,,,"
"Tapi apa?!" tanya Erika saat menatap Bagas
CUP
Bagas mengecup bibir Erika dengan sangat lembut, Erika kaget namun sesaat kemudian memejamkan mata dan membalasnya.
"Ternyata manis banget" ucap Bagas dan Erika membuka matanya.
"Hoamm,,,, aku ngantuk mas" ucap Erika yang kemudian menyenderkan kepalanya di dada bidang Bagas
"Awwwww!!!" Erika kaget saat Bagas tiba-tiba menggendong nya dan membawanya kedalam kamar
"Mau,,, kemana mas?" tanya Erika dengan deg-degan
"Ke kamar" jawab Bagas
"Mau ngapain mas siang-siang?!" tanya Erika sedikit takut
"Katanya tadi ngantuk, ya kita tidur siang. memangnya mau ngapain?! apa kamu mau buat anak sama aku?!" tanya Bagas dan langsung membuat wajah Erika memerah
Bagas terkekeh lalu menurunkan Erika diatas tempat tidur mereka. Kemudian Bagas mendorong Erika dan menjatuhkan dirinya disamping Erika
"Mumpung ada waktu tidur siang, kita tidur sekarang" ucap Bagas saat memeluk Erika dan membawanya kedalam dekapannya
Erika senyum-senyum sendiri saat berada di dekapan bagas. Rasanya sangat nyaman dan membuatnya ingin lagi dan lagi untuk di dekap.
"Hangat" batin Erika
.
.
__ADS_1
.
Bersambung,,,,,,