Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Rencana Kado Untuk Mama


__ADS_3

Hari berikutnya,,,,,,


Pagi itu Dewa sudah bersiap-siap kekantor dibantu oleh istrinya tercinta saat mereka masih berada didalam kamar. Aya melayani suaminya dengan sepenuh hati, meski kadang dewa bertingkah menyebalkan.


Seperti pagi ini, saat Aya tengah mengancingkan kemeja suaminya , tangan dewa dengan seenaknya menyelinap masuk kedalam pakaian Aya dan merajalela sesuka hatinya. Hingga mengancingkan baju saja hampir 10 menit baru selesai, meskipun begitu Aya tetap sayang


"Sayang,,,"


"Iya mas??" jawab Aya saat memasangkan jas Dewa


"Kalau nanti kita kasih mama tiket liburan aja gimana? biar papa dan mama liburan menghabiskan waktu mereka" ucap Dewa


"Liburan kemana mas?!" tanya Aya


"Ke Itali misal? atau ke Paris?" ucap dewa


"Emm boleh juga mas,, kita kapan liburannya??" tanya Aya saat menatap suaminya


Kemudian Dewa menangkup wajah Aya dan membalas tatapannya dengan penuh cinta


"Sementara liburan kita tunda dulu yah, mas gak mau terjadi apa-apa dengan anak kita, kalau kondisi kamu stabil mas gak masalah, tapi kamu bisa rasa sendiri, setiap pagi kamu morning sick. Setidaknya setelah nanti lahiran yah" ucap dewa dengan lembut dan Aya tersenyum lalu mengangguk


"Aya pengen keliling dunia mas" ucap Aya


"Boleh,,," jawab dewa


Lalu Dewa memeluk Aya dan Aya memeluk nya dengan sangat erat. Aya begitu senang mencium aroma maskulin dewa yang begitu menenangkan hati dan pikirannya.


"Oh iya,, gimana mas semalam??" tanya Aya baru ingat dia ingin menanyakan hal itu kepada dewa tapi malah dia ketiduran


"Hari ini kami akan membahas kerjasama itu lebih lanjut, mas dan Bagas akan ke kantor Erika. Kamu tau sayang,,, ternyata Erika itu teman SMA Bagas, dan mas rasa keduanya seperti memiliki hubungan. Bahkan terlihat dari wajah Bagas seperti orang yang sedang jatuh cinta. Semalam kan Bagas pulang bersama Erika, makanya mas nyetir sendiri pulangnya" ucap Dewa


"Tapi kan mas,,, Erika sudah tunangan. Beritanya loh udah tersebar" ucap Aya


"Iya mas juga tau,,, ntahlah mas gak mau pusing. Itu urusan mereka. Ayo kita sarapan pasti anak-anak sudah menunggu kita" ucap Dewa


"Iya mas" jawab Aya


Sebelum mereka turun, dewa mengambil jatah paginya, seperti biasa 5 menit di pagi hari untuk saling berbagi energi cinta bersama istrinya. Setelah terpenuhi, barulah Dewa melepaskan istrinya dan mereka segera turun kebawah.


"Selamat pagi jagoan Ayah" sapa dewa saat melihat kedua putranya berada di meja makan


"Pagi ayah,,,, " jawab Sikembar


Lalu Aya mengambilkan Sarapan untuk Dewa dan dia sendiri sementara anak-anak sudah lebih dulu mengambil sarapan mereka di bantu oleh Sofi


"Ayah,,, kami mau cekolah" ucap Faza


"Sekolah? usianya apa sudah 4 tahun sayang?" tanya Aya


"Bulan depan 4 tahunnya mas,,, palingan anak-anak kalau mau sekolah kita Carikan sekolah Playgroup mas" jawab Aya


"Ouhh,,, begitu,,, beneran kalian mau sekolah sekarang??" tanya Dewa

__ADS_1


"Iyah" jawab Gaza


"Baiklah,,, nanti ayah Carikan Sekolah Islam yang ada Playgroup nya" jawab dewa


"Benelan ya ayah?!" tanya Faza


"Iya sayang" jawab Dewa


"Yeyyyy kita cekolahhh" teriak Faza dan Gaza dengan gembira


Aya dan dewa hanya tersenyum melihat antusias kedua putranya ingin sekolah.


"Pasti mereka lihat anaknya ibu Sonya mas,, tapi kan dia sekolah TK " ucap Aya


"Biarlah,,, kalau mereka mau sekolah, toh itu untuk melatih mereka bersosialisasi dengan teman-teman diluaran. kalau dirumah mereka kurang berkembang" ucap Dewa


"Iya mas,," jawab Aya


Tak lama kemudian mereka sudah selesai sarapan, lalu Aya dan anak-anak mengantarkan Dewa berangkat, sementara Bagas baru saja sampai didepan rumah Dewa


"Selamat pagi tuan,,, Nyonya" sapa Bagas dengan sopan


"Pagi" jawab Aya


"Wah rapi bener pagi ini, Bagaskara!!" sindir Dewa


"Tuan,,, anda terlalu berlebihan,,, bahkan saya setiap hari sangat rapi ketika berangkat kekantor" ucap Bagas membela diri


Wajah Bagas memerah karena malu, padahal biasanya Bagas juga seperti itu dan tidak ada yang berubah dari penampilannya, tapi hanya saja memang Bagas pagi ini sedikit lebih semangat dari biasanya, mungkin efek akan bertemu Erika lagi nanti


"Mas,,, berhenti menggoda Bagas, lihat tuh wajahnya sudah merah" ucap Aya saat mencolek pinggang suaminya


Dewa terkekeh lalu berpamitan kepada anak-anak dan istrinya


"Ayah pergi dulu yah" ucap Dewa saat anak-anak mencium tangannya


"Hati-hati ayah" kata si kembar


"Mas berangkat dulu ya" kata dewa yang kemudian mencium pipi Aya


"Hati-hati mas" jawab Aya


"Assalamualaikum" ucap dewa


"Wa'alaikumsalam" jawab Aya dan anak-anak


Kemudian Dewa masuk kedalam mobilnya bersama Bagas, sementara mobil Bagas di tinggal di rumah Dewa seperti biasa. Setelah kepergian dewa, Aya mengajak anak-anak masuk kedalam rumah.


Sementara itu,,,,


Megan baru saja sampai dirumah orang tuanya. Rencananya hari ini dia akan membereskan pakaiannya dan pindah ke apartemen baru miliknya. Saat sampai dirumah, Megan kaget ketika melihat sebuah mobil putih besar berada di garasi rumah


"Mobil siapa ini??!" ucap Megan yang kemudian masuk kedalam rumah

__ADS_1


"Assalamualaikum" ucap Megan saat masuk kedalam rumah


"Wa'alaikumsalam" jawab papa dan mama yang tengah minum teh di ruang depan


"Mobil siapa pa itu di garasi?!" tanya Megan langsung karena penasaran


"Mobil adikmu" jawab papa Megan


"Aya nginep disini?!" Tanya Megan


"Enggak,,, itu mobil adikmu dan kami disuruh memakainya" jawab mama


"Ouh di pinjemin ceritanya?? kirain di kasih" ucap Megan yang kemudian berlalu pergi


Papa dan mama tidak ingin memberitahu jika mobil itu diberikan untuk mereka. Jika Megan tau pasti Megan akan kembali mengacau kehidupan adiknya.


"Semalam kamu tidur dimana?! kok gak pulang?!" tanya mama


Langkah Megan terhenti dan kembali berbalik arah


"Semalam Megan nginep di apartemen Megan ma,, oh iya mulai hari ini Megan akan tinggal di apartemen. Karena Megan sering lembur jadi boss Megan membelikan apartemen untuk Megan" jawab Megan


"Apartemen?! seloyal itu boss kamu gan?!" tanya papa curiga


"Iya pa,,, boss Megan itu baik, bahkan bukan hanya Megan yang dapet bonus,, yah meski bonus mereka gak sebesar Megan sih. Udah Megan mau ke kamar beres-beres" ucap Megan yang kemudian menuju ke kamarnya.


"Pa,,, apa gak ada yang janggal sih pa? kemarin Megan dapet mobil mewah, sekarang apartemen. Apa jangan-jangan Megan jadi simpanan om-om?!" tanya mama


"Huss!! mama kalau ngomong dijaga! nanti kedenger sama Megan dia malah marah! lebih baik kita selidiki saja ma diam-diam. Papa juga takut kalau anak kita salah jalan. Sudah cukup dia mengacaukan rumah tangga adiknya dulu. Beruntung Dewa dan Aya masih berjodoh jadi mereka bisa berkumpul kembali" ucap papa panjang lebar


"Iya pa,,, kenapa ya pa Megan berbeda sifat dari adiknya, sangat jauh,,, mama sampai pusing ngomongin dia tapi gak pernah di dengar. Jangan sampai dia kena batunya" ucap mama


"Kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan semoga Megan bisa berubah" ucap papa


"Iya pa" jawab mama


Kedua orang tua itu terlihat bersedih saat mengingat kenyataan yang sudah terjadi. Tapi semua sudah takdir dan harus mereka jalani. Sebagai orang tua mereka hanya bisa menasehati, mengarahkan, memperingatkan, namun semua kembali lagi pada si anak.


Beberapa saat kemudian Megan kembali turun kebawah dengan membawa koper miliknya, lalu Megan berpamitan kepada papa dan mamanya setelah itu dia segera pergi. Tak lama dari kepergian Megan, papa dan mama mengikuti kemana Megan pergi.


.


.


.


bersambung,,,,,,,,


...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍...


...❤️ Terima kasih sudah mampir,...


...Semoga Suka❤️...

__ADS_1


__ADS_2