Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Bunda kok Gak cium Ayah?


__ADS_3

Malam menjelang,,,,,,


Setelah selesai makan malam, Dewa mengajak kefua putranya duduk di ruang keluarga sambil nonton TV, Sementara tengah berada di dapur membuatnya susu untuk si kembar.


"Faza,,,Gaza,,, apa kalian masih takut sama Ayah?" tanya Dewa


"Emm... gak takut lagi yah,, " ucap Faza


"Kalena, ayah gak celem lagi" sahut Gaza


Dewa tersenyum


"Kalau udah gak takut, sini dong deket sama Ayah, jangan jauh-jauh gitu" ucap Dewa


Lalu Gaza dan Faza pun duduk merapat kepada Dewa, duduk di sisi dan kanannya, kemudian Dewa merangkul kedua putra kembarnya dan sikembar pun malu-malu sesaat mereka tersenyum saat menatap Dewa


"Nama lengkap kalian siapa?" tanya Dewa


"Faca Cadewa dan dia Gaca Cadewa adik Faca" ucap Faza


Tak lama Aya sudah tiba di ruang keluarga dengan membawa susu untuk si kembar


"Gaza, Faza, minum susu dulu sayang,, setelah itu kalian bobok, udah malem" ucap aya saat memberikan susu


"Iya bunda, kok Ayah gak di buatin?"tanya Gaza


"Ayah udah gede, biar buat sendiri" jawab Aya tanpa menoleh kearah Dewa


Dewa hanya tersenyum kecut mendengar jawaban Aya.


"Besok, Aku izin mau bawa Anak-anak kerumah orang tuaku, apa boleh mas?" tanya Aya dengan takut-takut


Dewa sempat kaget dan ingin marah, tapi dia tidak ingin membuat Aya pergi lagi


"Boleh, tapi harus bersamaku" ucap Dewa


"Terserah" jawab Aya singkat


Faza dan Gaza sudah selesai meminum Susu mereka, lalu keduanya pamit kepada Dewa untuk segera tidur, di kecupnya pipi kanan dan kiri Dewa bersamaan. Dewa dan juga Aya sangat terkejut dengan yang di lakukan Sikembar. Belum ada 1 hari sikembar sudah bisa akrab dengan Ayah mereka

__ADS_1


"Celamat malam Ayah,," ucap Faza dan Gaza


"Selam...at malam ...Sayang " jawab Dewa sedikit Gagu ketika masih tidak percaya dengan apa yang dirasakannya saat ini.


"Bunda kok Gak cium Ayah? katanya mau bobok?" tanya Faza


Aya mendadak kaku ketika Putranya berkata seperti itu, memang yang di lakukan Aya kepada kedua putranya sebelum tidur pasti mencium pipi mereka bergantian, dan juga keduanya sama-sama melakukan itu terhadap bunda mereka.


"Emm.... itu... nanti Bunda cium kalian aja.. ayo cepat kita kekamar" ucap Aya yang dengan cepat menggandeng kedua putranya sebelum banyak pertanyaan yang keluar dari keduanya


Faza dan Gaza berjalan bersama Aya menuju kamar mereka, sesekali sikembar menoleh ke belakang dan tersenyum saat melihat Dewa. Dewa pun membalas senyuman kedua putranya dan menatap kepergian mereka sampai tidak terlihat lagi.


Aya berbaring bersama kedua putranya dan menepuk-nepuk pelan bergantian setelah membaca doa sebelum tidur. Tak lama kemudian keduanya sudah tertidur sementara Aya masih belum bisa memejamkan matanya sama sekali. Ntah apa yang dipikirkannya saat ini.


Beberapa saat kemudian, Dewa membuka pintu kamar mereka dan masuk perlahan. Dewa melihat Aya dan kedua putranya sudah tidur, lalu Dewa duduk di samping Aya dan menatap ketiganya bergantian.


"Ayah gak akan bisa mengembalikan waktu yang sudah hilang, tapi Ayah janji di masa kini dan yang akan datang nanti, Ayah akan selalu ada untuk kalian. Apapun akan Ayah lakukan untuk kebahagiaan kalian" ucap Dewa lirih. Disekanya air mata dewa yang jatuh tanpa diminta.


Kemudian Dewa mengusap kepala kedua putranya bergantian setelah itu mengusap wajah Aya dengan lembut


"Maafin Ayah ya,,, bunda" ucap Dewa saat mengecup kening Aya


'Sekeras-kerasnya baru, akan cekung juga jika terus terkena tetesan air'


*****


Hari berikutnya........


Pagi-pagi sekali Dewa sudah mengajak Sikembar keluar rumah, ntah kemana perginya Dewa sama sekali tidak memberitahu Aya. Sementara Aya saat ini tengah berada di dapur untuk menyiapkan sarapan bersama Diah.


"Nyonya, kami senang nyonya kembali kerumah ini" ucap Diah


"Benarkah?" tanya Aya


"Iya nyonya, selama kepergian Nyonya, kami serasa tidak ingin bekerja disini lagi Nyonya. Tuan sangat kacau, tidak pernah bicara dan wajahnya selalu mendung. Tapi setelah Nyonya kembali bersama tuan muda, Tuan Dewa serasa hidup kembali Nyonya. Rumah ini kembali berwarna" ucap Diah


"Jadi semua gara-gara aku pergi?" tanya Aya dengan tersenyum


"Mungkin bisa begitu Nyonya. Hehe maafkan kami Nyonya" ucap Diah

__ADS_1


"Gak papa,,, kalau gak begini, mungkin dia gak berubah" ucap Aya.


Kemudian Aya menata hidangan diatas meja


"Bundaaaaaaaaaa" Teriakan Faza dan Gaza menggema di rumah itu, seiring teriakan mereka, kedua sikembar menghampiri bundanya dengan begitu semangatnya dan bunda Aya di buatnya terkejut dengan penampilan gaya rambut Faza dan Gaza saat itu.


"Ya Allah,,,,,,, siapa yang motong rambut kalian begitu hah?!" ucap aya kaget


"Ayah bunda,,, baguc kan bunda??? ganteng kan kayak Ayah?" tanya Faza dan Gaza bersahutan


Sementara Dewa senyam senyum menghampiri mereka dan Aya menatap Dewa dengan Tajam


"Mas, kenapa mas potong rambut anakku kayak gini hah?!" ucap Aya protes


"Mereka juga anak Ayah bunda, jadi gak masalah dong kalau Ayah motong rambut anaknya, iya kan sayang?" ucap Dewa meminta pembelaan kepada kedua putranya


"Iya bunda,, jangan malah bunda,,, ini kelennn loh bundaaa" ucap Gaza


Aya menepok jidat ketika mendengar belaan Sikembar kepada Ayahnya sementara Dewa hanya mesam mesem melihat kekesalan Aya


"Bunda,,,, Ayah sengaja potong rambut mereka beda gini biar Ayah bisa membedakan mana Faza dan mana Gaza. Jadi biar gak salah panggil" ucap Dewa ketika mensejajarkan tinggi badannya dengan kedua putranya.


"Hadeh,,, terserah kalian! sekarang mending Kalian berdua ikut bunda buat mandi!" ucap Aya


Lalu Aya menggandeng kedua putranya untuk kekamar mandi sementara Dewa keatas juga akan membersihkan dirinya setelah ikut potong rambut seperti putranya. Rasanya Dewa sangat senang pagi-pagi sudah membuat Aya kesal kepadanya.


Setelah itu mereka sarapan bersama dan kemudian Dewa menepati janjinya untuk mengantar Aya kerumah orang tuanya. Meski sebenarnya dia sangat malas, apalagi jika disana ada Megan. Dewa tidak ingin ribut lagi dengan keluarga Aya. Sepanjang perjalanan Anak-anak tampak begitu senang karena bisa menghabiskan waktu bersama ayah dan bundanya. Selama ini sosok bunda yang ada di hidup mereka, sering kali anak-anak bertanya dimana Ayah mereka, Aya hanya bisa beralasan jika papanya tengah berlayar menangkap baby shark. Meski itu sebuah kebohongan, tapi tidak ada alasan lain untuk katakan Aya saat itu.


Tapi Aya sudah meminta maaf kepada putra-putranya jika papanya adalah Dewa Kusuma Wardana....


.


.


.


Kira-kira gimana yahhh reaksi keluarga Aya?😁😅


Dewa ketemu Megan gak nih?!🤭

__ADS_1


__ADS_2