Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Mantan Suami Megan!


__ADS_3

Waktu menjelang siang,,,


Setelah kepulangan papa dan mama Dewa, Aya mengajak anak-anak nya untuk segera tidur siang. Sementara Dewa tengah berada di ruang kerjanya.


"Kalian harus cepat tidur yah,,, nanti sore kan mau diajak jalan-jalan sama ayah ke mall" ucap Aya kepada anak-anak


"Bunda ikut??!" tanya Faza


"Enggak sayang,, kata dokter bunda harus banyak istirahat dulu dirumah. Jadi nanti kalian jalan-jalannya ditemenin saja ayah aja" ucap Aya saat mengusap kepala kedua putranya yang berada di sisi kanan dan kirinya


"Baik bunda"


Kemudian Sikembar memejamkan matanya dan mencoba segera tidur. Aya terus mengusap usap sayang keduanya dan tak lama kemudian terdengar nafas halus yang menandakan Sikembar sudah tertidur. Setelah memastikan mereka berdua tertidur pulas, barulah Aya bangkit dan turun dari tempat tidur dengan perlahan. Lalu Aya segera keluar dari kamar Faza.


Ceklekkkk


"Anak-anak sudah tidur sayang?!" tanya Dewa mengejutkan Aya


"Astagfirullah!! udah mas,,, ngagetin aja deh!" ucap Aya


"Hehe,, maaf,,, ayo kita juga tidur" ucap Dewa merangkul istrinya dan mengajaknya berjalan keatas.


"Apa itu mas?!" tanya Aya saat melihat Dewa membawa kertas di tangannya


"Ohh,, ini ada tawaran kerja sama dari perusahan Majalah. Bagas mengirimkan tadi dan baru mas cetak" Jawab Dewa


"Oh,,,," sahut Aya


Lalu keduanya masuk kedalam kamar dan Dewa meletakkan kertas ditangannya keatas meja rias istrinya setelah itu keduanya membaringkan diri diatas tempat tidur.


Dewa merapatkan dirinya pada Aya dan mengusap lembut wajah Aya dengan penuh perasaan. Aya pun merasa nyaman ketika berada di samping Dewa.


"Mas,,,"


"Iya??" jawab Dewa


"Mas sayang sama aku?!" tanya Aya


"Jelas mas sayang! bahkan mas sangat mencintaimu" ucap Dewa


Aya tersenyum sembari membelai lembut dada bidang Dewa


"Aya pengen makan ketoprak mas" ucap Aya dan dewa terkekeh


"Kamu ngidam ketoprak?!" tanya Dewa

__ADS_1


"Iya mas,,, ketoprak yang dijual Abang kumis di Deket kampus Aya dulu mas,,, pengenn banget Aya makannya mas" ucap Aya dengan nada memelas


"Buka sampe jam berapa?!" tanya Dewa


"Biasanya buka sampe jam 5 mas, itu dulu tempat langganan Aya dan temen-temen makan ketoprak" ucap Aya


"Ya sudah sekarang kita tidur dulu, sore nanti sepulang dari jalan-jalan mas akan belikan untukmu" ucap Dewa


"Beneran ya mas??!!! cabenya 3 ya mas, terus sambel kacangnya yang banyak, tahunya dikit aja tapi" ucap Aya


"Iya iya,,, nanti mas belikan, sekarang kita tidur!" ucap Dewa yang kemudian mendekap istrinya agar Aya berhenti bicara dan segera tidur. Aya pun begitu senang ketika dewa berjanji akan membelikan ketoprak, sudah sangat lama Aya tidak memakan makanan itu, terakhir saat dirinya selesai sidang skripsi dan makan bersama teman-teman nya.


Meski Aya sedikit sedih karena harus kehilangan kontak teman-temannya karena ponselnya yang lama sudah rusak sejak Aya kabur dari rumah Dewa dulu, Dan Dewa sempat membanting ponsel Aya sampai hancur berkeping-keping.


1 jam kemudian Dewa terbangun lebih dulu, lalu dia melepaskan pelukannya dan beranjak dari tidurnya. Dewa mengambil kertasnya tadi dan membacanya dengan teliti.


"Majalah Feminim?! bukannya ini milik keluarga Erika Syahbana? Hmm,,, cukup menarik tawaran mereka" ucap Dewa sembari mempelajari tawaran kerjasama untuk perusahaan.


Kemudian Dewa melihat jam sudah menunjukkan pukul 14.30 WIB, Dewa bangkit dan bersiap untuk pergi bersama anak-anak nya. Tak lama kemudian Aya terbangun saat mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi. Dilihatnya dewa sudah tidak ada di sampingnya. Lalu Aya bangun dan mengambil pakaian untuk suaminya.


Sementara itu, ditempat lain,,,,


Erika baru saja tiba di kantor Evan, Setelah memarkirkan mobilnya Erika berjalan masuk kedalam kantor itu dan menuju ke ruangan Evan. Dengan harapan Evan akan senang ketika melihatnya datang.


Ceklekkkk


"Mas Evan!" ucap Erika dengan nada tinggi


Buru-buru Evan melepaskan rangkulannya pada Megan dan langsung berdiri


"Erika,, heyy,,, kau sudah sampai disini?!" ucap Evan yang langsung menghampiri Erika dan memeluknya


"Siapa dia mas?!" tanya Erika mendorong Evan


"Dia Megan, salah satu model senior di sini" jawab Evan


Megan berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Erika, dengan senyum manis bak malaikat Megan menyapa Erika yang terlihat bringasan karena menahan cemburu


"Hallo mbak Erika, saya Megan, mbak tidak perlu berfikir buruk terhadap kami. Kami hanya membahas konsep pemotretan besok" ucap Megan dengan sangat lembut


Erika tidak membalas sedikit pun uluran tangan Megan dan hanya meliriknya dengan kesal.


"Sudahlah Erika,,, jangan cemburu,,, ada apa kamu kemari hah?!'" tanya Evan yang kemudian mengajak Erika duduk,


"Pak Evan, mbak Erika, saya pamit dulu" ucap Megan yang kemudian mengambil kertas diatas meja dan berlalu pergi dengan membawa rasa kesalnya. Sebelum Megan menghilang, Megan melirik kearah Erika dengan tatapan tidak senangnya.

__ADS_1


Ceklek


(Pintu tertutup setelah Megan keluar)


"Aku gak suka dengan wanita itu mas!!" ucap Erika


"Jangan begitu,,,, dia itu sudah banyak membantu perusahaan mas Sayang, sejak awal mas membangun perusahaan ini, dialah model satu-satunya yang tetap bertahan sampai detik ini. Kau tau,, banyak klien mas yang lain begitu puas dengan hasil foto-foto produk yang di kenakan oleh Megan. Please jangan cemburu" ucap Evan membujuk Erika


"Ntah, perasaanku gak enak mas! apalagi mas pake pegang-pegang dia!! ngapain coba! gatel banget jadi orang!!' Sarkas Erika


"Iya iya maafkan aku,,, aku tidak akan mengulanginya lagi... jangan cemberut dong,, nanti cantiknya hilang" ucap Evan saat mengangkat dagu Erika


Erika luluh kemudian dia tersenyum kepada Evan


"Jangan pernah hianati aku mas!" ucap Erika dan Evan hanya mengangguk


"Nanti malam, aku nginep di apartemen mu ya?!" ucap Evan


"Gak boleh mas,, kita belum menikah,,, aku gak mau kalau kita kebablasan" ucap Erika


"Ahh kamu selalu begitu,,, sebentar lagi kita juga akan menikah bukan?! toh sekarang ataupun nanti kamu akan tetap menjadi istriku" ucap Evan saat akan mencium Erika namun dengan cepat Erika berpaling dan Evan hanya mencium pipinya


"Aku akan memberikan segalanya setelah kita menikah! Oh iya aku hampir lupa!!" ucap Erika yang kemudian mengambil sesuatu dari dalam tasnya


"Mas aku baru ngajuin kontrak kerja sama dengan salah satu perusahaan kertas terbesar di kota ini. Mudah-mudahan dia mau menerima kerjasama itu, jadi perusahaan ku bisa semakin berkembang nantinya" ucap Erika dengan sangat senang. Evan terdiam dan membaca isi kontrak kerjasama itu


"Perusahaan ini seperti tidak asing lagi,,, bukannya ini milik,,,,,,,,," batin Evan mengingatkan-ingat nama yang tertera di pemilik perusahaan kertas itu adalah Dewa Kusuma Wardana.


"Mantan suami Megan!"


Deg!


.


.


.


Bersambung,,,,,


...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍...


...❤️ Terima kasih sudah mampir,...


...Semoga Suka❤️...

__ADS_1


__ADS_2