Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Ada Apa Dengan Aya?


__ADS_3

Mobil terus melaju tanpa arah dan tujuan saat itu. Lalu Dewa menyuruh supirnya berhenti di sebuah restoran lalu mengajak Bagas dan supirnya untuk makan siang bersama. Mereka pun memesan makanan yang ingin mereka nikmati di restoran itu


"Tuan,,, kemana kita akan pergi?" tanya Asisstent Dewa


"Aku belum tau. Yang jelas kita harus mencari supplier baru dan setelah itu kita urus Dardja dan antek-anteknya!" jawab Dewa


"Tuan,,, saya tau satu perusahaan yang memiliki kayu yang bagus dan sepertinya lebih unggul dari milik perusahaan tuan Dardja" ucap anak buah Dewa yang merupakan penduduk tetap di Papua


"Dimana?" tanya Dewa


"Tidak jauh dari tempat ini tuan, nanti saya akan antarkan anda pada perusahaan yang menaunginya"


"Baiklah" jawab Dewa


Beberapa menit kemudian mereka selesai makan siang bersama, Dewa dan Bagas menjalankan ibadah Zuhur terlebih dulu sebelum mereka melanjutkan tugas selanjutnya. Supir Dewa mengajak Dewa dan Bagas menuju ke perusahaan yang menjual kayu-kayu berkualitas tinggi dan tidak kalah kualitasnya dengan milik Dardja.


Beberapa menit setelah sampai di perusahaan itu, mereka masuk kedalam kantornya.


"Permisi mbak, kami ingin bertemu dengan tuan Seno" ucap anak buah Dewa


"Apa tuan-tuan sudah membuat janji?"


"Belum, tapi kami datang dari jauh untuk memberikan penawaran kerjasama"


" Baiklah,, silahkan tunggu sebentar, saya akan tanyakan kepada sekertaris boss"


Lalu Ketiga pria itu memilih duduk disofa tunggu sembari menunggu persetujuan dari pemimpin perusahaan itu.


"Atas nama tuan siapa?" tanya Resepsionis


"Dewa" jawab Dewa


Beberapa saat kemudian, resepsionis itu memanggil Dewa dan mempersilahkan ketiganya ke ruangan Boss besar nya. Dewa pun tidak ingin membuang waktu, dia dan anak buahnya langsung berjalan menuju ke ruangan Boss mereka.


"Silahkan masuk tuan-tuan,,, " ucap sekertaris dengan sopan


Ketiganya masuk kedalam dan melihat didalam ada seorang pria paruh baya bersama seorang Asissten yang berdiri tegak di sampingnya.


"Selamat siang tuan Seno" ucap Dewa


"Selamat siang,, silahkan duduk tuan Dewa dan semuanya" kemudian mereka duduk di sofa tamu bersama.


"Ada yang bisa kami bantu tuan Dewa?" tanya Seno

__ADS_1


"Begini tuan,,, kami memiliki perusahaan produksi kertas di Surabaya, dan kami sedang mencari pemasok baru " tanya Dewa


"Ohhhh begitu,,,, kami masih perusahaan yang baru berkembang tuan, dan kami tentu menginginkan perusahaan kolega kami yang mampu membantu kami untuk grow up kedepannya, jadi tidak hanya perusahaan kolega kami yang berkembang, tapi perusahaan kami juga begitu, intinya saling menguntungkan" ucap tuan Seno


"Tentu,,, didalam kerjasama harus saling menguntungkan dan bagi saya yang utama adalah menjujung tinggi kejujuran dan kesetiaan. Saya bukan orang yang suka bertele-tele. Pertama saya harus memastikan kayu-kayu yang anda tawarkan adalah kayu-kayu yang berkualitas baik, Jika saya cocok dengan kayu-kayu anda, maka kami akan memberikan kontrak kerjasama dan silahkan anda pelajari kontrak kerjasama itu terlebih dulu. Setelah keduanya sudah sepakat maka akan terjadi kerjasama diantara kita. Tentunya kedua belah pihak merasa mendapatkan keuntungan" ucap Dewa panjang lebar


"Baik tuan,, saya mengerti, kalau begitu,, jangan membuang waktu, mari kita langsung ke lahan kami untuk melihat kayu-kayu milik perusahaan kami" ucap tuan Seno


"Baik"


Setelah mereka cukup lama berbincang, mereka pun memutuskan untuk ke lahan dan melihat sendiri kayu-kayu yang akan dijadikan pengganti pasokan pada perusahan Dewa. Sepanjang perjalanan keduanya terlihat saling berbincang dan bertukar pikiran.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di lahan perkayuan yang terhampar sangat luas. Dewa turun dari mobil dan melihat salah satu diantara kayu yang ada di lahan itu.


"Ini tuan,, lahan kami dan kayu-kayu yang dihasilkan"


"Kayu disini sepertinya bagus-bagus" ucap Dewa saat memegang satu pohon yang berdiri tegak di sampingnya


"Iya tuan,,, kami pun tidak bisa menebang melewati batas penebangan agar alam ini tetap stabil, dan setelah menebang, kami segera menggantinya dengan yang baru seperti ini" ucap tuan Seno menunjukkan pohon muda yang terlihat belum lama di tanam


"Bagus kalau begitu, jadi alam ini tetap terjaga tidak diexplorasi terus menerus. Karena hutan butuh peremajaan juga agar tetap stabil" ucap Dewa


"Mari kita berkeliling lagi tuan Dewa" ucap tuan Seno


Tuan Seno masih ingin mempelajari isi kontrak perjanjian yang ditawarkan oleh perusahaan Dewa. Dewa juga tidak mempermasalahkan itu dan memberi waktu kepada tuan Seno untuk mempelajari kontrak itu.


Setelah berjam-jam mereka bertemu dan membahas banyak hal, Dewa berpamitan untuk kembali ke hotel karena waktu juga sudah beranjak malam tanpa terasa dan besok mereka akan kembali bertemu di perusahaan Tuan Seno untuk membahas kelanjutannya.


Sesampainya di hotel,,,,


Dewa mengambil ponselnya dan menghubungi istrinya tercinta.


Tuuuuuutttttttttt Tuuuuuttttttt Tuuuuuttttttt


"Hallo, Assalamualaikum mas" ucap Aya dari sambungan telfonnya


"Wa'alaikumsalam sayang,,, kamu lagi apa? maaf mas baru bisa memberi kabar padamu sekarang. Ini saja mas baru pulang dari perusahaan kolega mas" ucap Dewa


"Habis nidurin anak-anak mas,,, tadi anak-anak nanyain mas Dewa, Aya pun khawatir karena mas gak ngabarin Aya, sudah sampai atau belum" ucap Aya


"Maaf sayang,,, kondisinya sangat genting, dan sangat tidak kondusif tadi. Mas harus menghadapi penghianatan yang di lakukan tuan Dardja bersama antek-antek nya. Mas seharian mencari perusahaan pengganti karena mas sudah memutuskan kerjasama dengan perusahaan tuan Dardja yang ternyata dia bekerja sama dengan pesaing perusahaan mas" ucap Dewa


"Semoga urusan mas segera selesai ya mas, dan segera pulang,, Aya rindu mas" ucap Aya dengan suara malu-malu

__ADS_1


Dewa tersenyum saat mendengar istrinya merindukannya, padahal baru sehari ditinggal sudah rindu


"Mas juga merindukanmu sayang, tunggu mas pulang yah" ucap Dewa


"Iya mas,,, mas harus hati-hati yah,,"


"Iya sayang"


Setelah cukup lama mereka berbincang, Aya mematikan sambungan telfonnya. Aya merasa perutnya sangat mulas, lalu Aya cepat-cepat turun dan memanggil mama mertuanya. Aya menuruni anak tangga dengan pelan sembari memegangi perutnya yang terasa sangat sakit


"Maaa,,,,, maaaaamaa" teriak Aya saat sudah berada di anak tangga bawah


Ceklek


Mama dan papa Dewa berlari kearah Aya yang sudah terduduk di lantai


"Kamu kenapa Aya?!" tanya mama


"Perut Aya sakit ma,,," ucap Aya


",Apa?! Ayo pa kita bawa ke rumah sakit!!" ucap mama


"Ayo!" jawab papa


Lalu Mama menegakkan Aya dan memapahnya menuju ke luar rumah, Sementara papa sudah berlari kedepan dan menyuruh Edo untuk menyiapkan mobil untuk berangkat ke rumah sakit.


"Sofiiiii!!!" teriak mama Dewa


"Iya Nyonya besar?!" ucap Sofi yang baru sampai didepan rumah dengan ngos-ngosan karena berlarian dari kamar nya


"Kamu jaga tuan muda, kami mau kerumah sakit!" ucap mama Dewa


"Baik Nyonya" jawab Sofi


Kemudian Edo menjalankan mobil menuju kerumah sakit terdekat. Berharap tidak terjadi apa-apa pada Aya


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,,,,,,,


__ADS_2