Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Membuat Anak Yang Banyak


__ADS_3

Mobil Dewa baru saja sampai dirumahnya, saat mereka tiba, Dewa dan Aya melihat mobil papa Dewa sudah terparkir didepan pintu rumah mereka. Lalu Dewa mengajak Aya turun dari mobil mereka.


"Assalamualaikum" ucap Dewa saat masuk kedalam rumah bersama Cahaya


"Wa'alaikumsalam, Dewa,,, kamu sudah pulang?" ucap mama. Kedua orang tuan Dewa tengah duduk di ruang tamu begitu juga Dewa dan Cahaya.


Aya melihat Sofi baru keluar dari kamar Faza dan menanyainya


"Sofi,,, dimana Faza dan Gaza?" tanya Aya


"Tuan muda Baru saja tidur Nyonya" jawab Sofi


"Ohh ya sudah kalau gitu,, mungkin dia lelah bermain tadi" ucap Aya


"Wa, mama dengar Nadya kecelakaan di proyek? dan itu karena menyelamatkan kamu?!" tanya mama


"Apa benar itu wa?!" tanya papa


"Iya pa, ma, itu benar, jadi kejadiannya kemaren pas Dewa ninjau proyek, ada bahan bangunan jatuh dari lantai atas dan hampir mengenai Dewa. Tapi Nadya melihatnya dan mendorong Dewa, malah sekarang dia yang kena" jawab Dewa


"Bagaimana keadaannya?" tanya mama


"Kakinya patah tulang, kalau yang lainnya baik-baik saja. Dewa sudah membawa ke rumah sakit dan memberikan pelayan yang terbaik untuk Nadya ma, dan juga Aya mau menjaga Nadya dirumah sakit sampai siang ini tadi menggantikan Dewa" ucap Dewa


"Tetep beda wa, kan Nad menyelamatkan kamu bukan Aya jadi yang harusnya menemani Nadya itu kamu bukan aya" ucap mama


"Sama saja ma, lagian kan mas Dewa banyak pekerjaan di kantor dan Aya tidak ada kerjaan lain selain mengurusi anak-anak. Jadi gak ada salahnya kan Aya menggantikan mas Dewa dan lagi mas Dewa kan suami Aya " jawab Aya


"Kalau gitu kamu kerja saja Aya, biar anak-anak mama yang jaga. Mama bisa kok jagain sikembar" jawab mama


"Ma,,, jangan keterlaluan. Anak-anak lebih membutuhkan ibunya dibandingkan Aya harus bekerja!" Dewa


"Sudah-sudah tidak perlu mempermasalahkan ini. Lagian mama keterlaluan, mama tidak perlu ikut campur masalah keluarga Dewa. Biar dia memutuskan sendiri yang terbaik untuk keluarganya" ucap papa


"Yah kalau misal Aya merasa uang dari Dewa kurang, apa salahnya pa kalau dia kerja juga" jawab mama


Aya hanya terdiam dan tidak mengerti kenapa jadi masalah pekerjaan yang di bahas. Padahal mereka tengah membahas masalah Nadya, tapi kenapa jadi Aya merasa di pojokkan.

__ADS_1


"Dewa tidak mengizinkan Aya bekerja ma, biarkan Aya fokus membesarkan kedua anak kami. Bahkan Dewa masih sanggup menafkahi istri dan anak-anak Dewa sebanyak apapun anak Dewa nanti" ucap Dewa


Aya menoleh kearah Dewa saat mendengar ucapan terakhir Dewa 'Sebanyak apapun?'


"Hah,,, terserah kalian lah" ucap mama yang kemudian beranjak dari sofa menuju ke belakang.


"Mas mau minum apa? papa juga mau minum apa?" tanya Aya


"mas minta air dingin saja sayang" jawab Dewa


"Papa gak usah Aya, tadi papa sudah minum kopi" jawab papa


"Baiklah pa,, Aya ambilkan minum dulu ya mas" ucap Aya saat menatap Dewa


Kemudian Aya beranjak dari sofa dan berjalan menuju ke dapur untuk mengambil air dingin didalam kulkas. Saat di dapur Aya bertemu mama yang juga tengah mengambil air dingin untuk mendinginkan hati dan pikirannya.


"Ma,,, mama kenapa sih ma sepertinya mama sensi sama Aya?" tanya Cahaya


"Siapa yang sensi? mama cuma kasih pendapat aja kalau kamu merasa gak punya kerjaan, mending kamu cari kerja, dan Kalau kamu masih merasa uang yang diberikan Dewa kurang!" jawab mama


"Ma,,, Aya sudah merasa cukup dengan apa yang sudah mas Dewa berikan untuk aya ma, berapapun itu yang Mas Dewa kasih" ucap Aya


"Ma,,, cincin itu Aya jual karena,,,,," belum Aya selesai bicara Dewa sudah sampai di dapur dan sudah sempat mendengar ucapan mamanya


"Karena untuk menyambung hidupnya saat di Surabaya ma! Dewa gak keberatan Aya menjual cincin kawin kami, dan juga Dewa sudah memesan cincin yang sama di tempat yang sama" Sahut Dewa yang kemudian menghampiri Aya dan merangkul pinggangnya dihadapan mamanya


"Iyaa terus saja bela istrimu Dewa dan lupakan mama!" ucap mama Dewa yang kemudian pergi meninggalkan Dewa dan juga Cahaya didapur


Aya menatap Dewa dengan tatapan sendu, terlihat dimata Aya semburat kesedihan. Dewa mengerti sekarang jika mama masih belum sepenuhnya menerima Aya sebagai mantunya.


"Mungkin mama menerima Aya, karena kami datang membawa sikembar" batin Dewa


Kemudian Dewa memejamkan matanya dan mengecup Aya begitu dalam lalu melepaskannya.


"Mungkin mama perlu waktu untuk mengenalmu sayang" ucap Dewa dan diangguki Aya


"Wa,, papa dan mama balik dulu ya,, itu mamamu ngajakin pulang" ucap Papa

__ADS_1


"Iya pa" jawab Dewa


"Aya, jangan dimasukan hati ucapan mamamu. Dia memang begitu orangnya. Assalamualaikum" ucap papa Dewa


"Wa'alaikumsalam" jawab Aya dan Dewa bersamaan


Kemudian papa Dewa berjalan keluar dan masuk kedalam mobil, sementara mama sudah lebih dulu masuk kedalam mobil karena kesal dengan Dewa yang lebih membela Istrinya dibanding mamanya. Lalu supir Papa Dewa menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Dewa.


Dewa mengajak Aya ke kamar mereka untuk beristirahat siang. Aya membantu Dewa melepasi pakaian kantornya dan menggantinya dengan pakaian santai kemudian keduanya berbaring di tempat tidur. Dewa merapatkan Aya kepadanya dan memeluknya dengan sangat erat.


"Mas,,,," kata Aya


"Apa sayang?" jawab Dewa


"Apa sebelumnya mama tidak seperti ini kepada kak Megan?" tanya aya


"Kenapa kamu bertanya seperti itu sayang? mas gak peduli sedekat apa mama dan megan dulu. Yang terpenting bagi mas, kamu selalu ada di sisi mas" jawab Dewa


"Tapi mas, dulu kan kak Megan bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Sedangkan Aya hanya dirumah dan menghabiskan uang mas dewa saja" ucap Aya


"Sayang,,, sudah mas bilang, mas lebih senang kamu dirumah dan mengurus anak-anak kita. Bahkan mas berencana akan membuat anak yang banyak bersama kamu" ucap Dewa


Aya langsung mendongak dan menatap Dewa seakan tidak percaya


"Jadi mas mau membuat Aya hamil terus?!" tanya Aya


"Iya, itu resiko kamu menjadi istri mas Aya. Kalau kamu masih kekeh ingin bekerja, Jalan satu-satunya agar kamu tetap dirumah adalah dengan kamu hamil dan melahirkan anak-anak ku lebih banyak." ucap Dewa membuat Aya bergidik


Lalu Dewa mengecup Aya berkali-kali sementara Aya hanya diam masih dalam ekspresi tidak terbaca. Dewa menyeringai nakal dan menyerang Aya tiba-tiba. Aya yang tanpa persiapan apapun berujung pasrah dan membiarkan Dewa melakukan apa yang diinginkannya.


"Aku mencintaimu dan sampai kapanpun akan mencintaimu Cahaya" bisik Dewa ditengah pergulatan cinta mereka....


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung,,,,,,,,,,


__ADS_2