Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Terlalu Berlebihan


__ADS_3

Mobil Megan sampai di apartemen nya lalu dia turun dan mengambil kopernya masuk kedalam apartemen itu.


"Ohh disini apartemen Megan pa,,, bagus banget kayaknya pa" ucap mama ketika melihat betapa bagusnya apartemen yang di tinggali Megan


"Iya,, pasti harganya juga gak murah ma,, ya sudah lain kali kita kesini lagi" ucap papa yang akan menjalankan mobilnya kembali. Namun papa langsung memberhentikan gerakannya saat melihat Megan sudah turun lagi namun kali ini dia bersama seorang pria yang dilihat dari tampilannya sangat rapi dan juga gagah.


"Ma,, Megan sama siapa?!" tanya papa menunjuk kedepan


"Itu,,, itu kayak yang di berita infotainment pa,, kalau gak salah namanya Evan pa,, itu tunangannya Erika yang anak kolongmerat di kota ini" ucap mama mengingat-ingat


"Apa?! jangan sampai dia menjadi duri didalam hubungan orang lain!!" ucap papa yang langsung turun menghampiri Megan yang tengah berbincang renyah bersama Evan


"Megan!!" teriak papa tak jauh dari Megan berdiri


"Papa??" ucap Megan sangat kaget ketika melihat papa dan mama berjalan menghampirinya


"Papa dan mama ada apa kemari?? bukannya tadi,,," ucap Megan belum selesai


Plaaakkkk


Tamparan keras mengenai wajah mulus Megan saat itu dan membuat Evan sangat kaget.


"Pak,,,,, kenapa bapak menampar Megan?!" tanya Evan kaget


"Kamu,,,, apa kamu tidak tau dia sudah bertunangan dengan seorang putri dari keluarga kaya?!" ucap papa Megan


" Pa,,, ini pak Evan,, bos Megan di kantor, papa jangan salah paham" ucap Megan sembari memegangi pipinya yang panas


"Betul pak, saya kemari untuk mengajak Megan ke kantor klien kami" ucap Evan mempertegas


Papa dan mama Megan terlihat bimbang ketika mendengar ucapan Evan saat itu.


"Kami kira,,,"


"Pa,,, papa bikin malu Megan di depan pak Evan, saya minta maaf ya pak atas ketidaknyamanannya" ucap Megan membungkuk didepan Evan


"Bagaimana pun papa dan mama memperingatkan kepadamu!!! jangan sekali-kali merusak kebahagiaan orang lain, papa dan mama tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk terhadapmu" ucap papa


"Papa terlalu berlebihan" jawab Megan

__ADS_1


Kemudian papa dan mama Megan pergi meninggalkan keduanya.


"Kamu gak papa?" tanya Evan sedikit cemas melihat pipi merah Megan yang belum juga hilang bekasnya


"Sakittt banget mas,,, untung papa dan mamaku gak curiga" jawab Megan


"Kau ini!! sangat nakal!" ucap Evan


"Mas sihh, kenapa coba tumben banget gak langsung kekantor jam segini" ucap Megan yang kemudian mereka naik kedalam mobil Megan


"Aku merindukanmu sayang!" ucap Evan yang kemudian mengecup Megan saat mereka berada didalam mobil dan Evan menjalankan mobil Megan ke kantornya


"Gak puas semalem?!" tanya Megan dengan manjanya


"Puasss,, tapi mau lagi" jawab Evan menjawil dagu megan


"Dasar mesum!!" ejek Megan


"Siapa yang mengajariku mesum hah?! kamu kann??!" ucap Evan dan Megan hanya ter kekeh


Mobil mereka terus melaju membelah jalanan menuju ke kantor Evan.


Mobil Dewa sudah sampai didepan kantor Erika. Lalu Dewa dan Bagas segera turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam pintu utama, disana sudah ada Adi Kuncoro yang menunggu kedatangan mereka


"Selamat pagi tuan Dewa,,, mari langsung ke ruangan Nona Erika" ucap Adi


"Baiklah" jawab Dewa


Kemudian ketiga pria itu berjalan masuk kedalam lift dan menuju ke ruangan Erika.


Ting!


Pintu lift terbuka dan ketiganya keluar dari lift. Adi mengarahkan Dewa ke ruangan Erika yang sudah terlihat didepan mereka


Ceklekkkk


"Silahkan masuk tuan" ucap Adi, Lalu mereka masuk kedalam ruangan Erika


"Selamat datang di kantor kami tuan Dewa" sapa Erika dengan ramah

__ADS_1


"Iya"


Lalu Dewa dan yang lainnya duduk di sofa tamu. Terlihat wajah Bagas memerah ketika melihat Erika memakai rok kerjanya diatas lutut. Rasanya membuat Bagas belingsatan sendiri, tidak rela jika Erika mengenakan rok sependek itu, apalagi diruangan itu hanya ada dia saja yang wanita.


Dewa dan Erika memulai perbincangan mereka membahas kerjasama perusahaan mereka, sementara Bagas tidak konsen karena posisi duduknya sangat jelas bisa melihat paha mulus Erika yang terekspos sangat jelas didepan matanya


"Ehem" Bagas berdehem melonggarkan tenggorokan.


Lalu Erika menoleh kearah Bagas dan melihatnya melonggarkan ikatan dasinya. Bagas memberi isyarat dengan mata menunjukan arah bawah kepada Erika, Erika sempat bingung dengan isyarat yang di berikan Bagas. Beberapa kali Bagas menegaskan dengan sorotan matanya dan Erika baru sadar jika pandangan Bagas tertuju pada pahanya.


Buru-buru Erika menarik-narik rok nya maju ke depan namun sangat sulit. Lalu Bagas mengambil bantal dan memberikannya kepada Erika dan wajah Erika berubah memerah. Dewa sempat tersenyum, namun dia berpura-pura tidak melihat dan hanya berfokus pada lembaran kertas didepannya.


"Tuan Dewa, mari kita ke bagian produksi majalah" ajak Erika sedikit kaku


"Baiklah" jawab Dewa hanya tersenyum datar


Kemudian Dewa beranjak bersama yang lainnya. Mereka berjalan beriringan menuju ke pusat percetakan majalah di perusahaan Erika. Sampainya di tempat itu, mereka di sambut oleh kepala produksi dan mereka menjelaskan detail produksi majalah mereka, dan juga sumber-sumber informasinya.


Saat ini Erika berdiri tak jauh dari Bagas berdiri, Ketika ada kesempatan bagi Bagas untuk bicara Bagas mendekat ke Erika dan berbisik sesuatu


"Jangan pakai rok itu lagi Rika! apa kau ingin memamerkan paha mulusmu di depan semua lelaki hah?!" bisik Bagas yang langsung membuat wajah Erika merona dan menahan rasa malunya.


Bagas langsung mundur kembali dan sedikit menjauh dari Erika berdiri. Sementara yang di rasakan Erika saat ini seperti sedang olahraga jantung dengan perasaan yang sangat sulit dijelaskan.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,


......Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......


...❤️ Terima kasih sudah mampir,...


...Semoga Suka❤️...

__ADS_1


__ADS_2