
Papa dan mama Dewa sudah sampai dirumah Dewa, lalu keduanya masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam,,, papa,, mama?" ucap Aya saat melihat kedatangan papa dan mama mertuanya
"Eyanggggggg" teriak Sikembar yang berlari dari ruang keluarga menuju ke depan
"Haiii,,, kalian sedang apa?" tanya Eyang putri
"Main eyang,,," jawab Faza
"Eyang nginep dicini yah??" tanya Gaza
"Iyah,,, ini eyang bawakan makanan untuk kalian" ucap eyang putri
"Yeyy makacih eyang" Jawab Si kembar bersama
"Bik,,, tolong bawakan barang-barang tuan besar ke kamar tamu" ucap Aya
"Baik Nyonya"
Kemudian papa dan mama Dewa duduk diruang keluar bersama Aya dan juga cucu-cucu mereka sambil menikmati makanan yang di bawakan eyang putri dari rumah.
"Aya,, kenapa Dewa ke Papua mendadak?" tanya papa
"Aya juga gak tau jelasnya pa, tapi tadi pagi mas Dewa bilang, ada masalah dengan pemasok bahan mentah di perusahaan mas Dewa pa. Mas Dewa berfikir ada permainan dari pihak mereka" jawab Aya
"Jadi Dewa tidak menjelaskan yang lainnya kepadamu?" tanya papa
"Tidak pa,," jawab Aya
"Ya sudah kalau begitu,,, mungkin dia tidak ingin membuat kita khawatir. Semoga saja Dewa bisa menyelesaikan semuanya dengan baik" ucap papa
"Aamiin"
***
__ADS_1
Beberapa jam kemudian Pesawat yang ditumpangi Dewa sudah mendarat dengan selamat di bandara Sentani Jayapura. Lalu Dewa dan Bagas segera turun dari pesawat dan menuju keluar bandara. Sebelum mereka keluar, Dewa dan Bagas mengambil koper mereka dan setelah itu berjalan cepat ke jalur kedatangan. Disana sudah ada anak buah Dewa yang menunggu mereka.
"Selamat datang di Jayapura tuan Dewa, mari silahkan masuk kedalam mobil"
Dewa dan Bagas masuk kedalam mobil lalu supir itu memasukkan koper mereka kedalam bagasi, setelah itu dia masuk kedalam mobil dan menjalankannya meninggalkan bandara.
"Tuan,, apa kita kekantor atau ke lahan?" tanya Supir
"Kita kelahan saja dulu dan lewat jalan belakang"
"Baik,,,"
Karena Dewa ingin ke meninjau lahan terlebih dulu, maka supir harus menempu jalan memutar jika akan masuk dari arah belakang dan itu bisa memakan waktu setengah jam lamanya.
Sampainya di jalan belakang, Supir berhenti dan melapor kepada penjaga, setelah itu mobil menerabas masuk ke jalanan yang sedikit terjal dan berliku mengelilingi pepohonan yang menjadi bahan utama produksi kertas mereka.
"Tuan,, anda bisa lihat disana banyak pohon-pohon yang sudah ditebang" ucap Bagas
"Kita berhenti sebentar!" ucap Dewa
Supir memberhentikan mobilnya, lalu Dewa turun bersama Bagas dan berjalan kedepan melihat lahan yang sudah gundul.
"Permisi pak" ucap Dewa dengan ramah
Pria itu menoleh dan membalas senyuman Dewa
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya pak tua itu
"Saya hanya sekedar lewat di lokasi ini dan saya melihat banyak sekali pohon-pohon yang sudah ditebang. Apa ini penebangan liar pak? karena setahu saya lahan ini milik PT" ucap Dewa
"Anda siapa ya ??" tanya si bapak
"Saya calon Investor di perusahaan ini dan saya sedang meninjau lokasi sebelum saya berinvestasi nanti" jawab Dewa sedikit berbohong
"Mereka menebang tanpa ukuran, padahal sudah jelas tidak boleh melebihi batas penebangan karena bisa merusak lahan. Bapak bisa lihat di ujung sana,, tanahnya sudah longsor,, tapi sepertinya perusahaan ini tidak peduli dan baru sekarang saya dan teman-teman disuruh untuk menanam kembali. Padahal penebangan ini sudah lebih dari satu bulan lalu"
"Apa bapak tau kemana mereka menjual pohon-pohon itu??"
__ADS_1
"Kalau pastinya saya tidak tau pak, tapi menurut kabar yang beredar, perusahaan ini menjual kayu-kayu itu ke Surabaya dan Makassar, disana ada perusahaan kertas. Kalau setahu saya biasanya hanya dikirim ke Surabaya, hanya saja baru-baru ini ada kerjasama dengan perusahaan yang ada di Makasar"
"Ohh begitu,,, baik pak,, terima kasih banyak informasinya. Silahkan bekerja kembali" ucap Dewa
Kemudian Dewa pamit dan melanjutkan perjalanannya
"Sekarang aku tau alasannya! Diam-,Diam mereka mengalihkan kayu-kayu itu ke Makasar! dan mereka adalah pesaing kita Bagas" ucap Dewa
"Jadi apa yang harus kita lakukan selanjutnya tuan?"
" Kita ke kantor pusat mereka!" ucap Dewa dengan tegas
"Baik tuan!" jawab Bagas
Lalu keduanya kembali masuk kedalam mobil dan Dewa menyuruh anak buahnya untuk menjalankan mobilnya menuju ke kantor pusat. Dengan mengetahui titik masalah itu, Dewa sudah menyiapkan rencana untuk membuat mereka mengakui kecurangan mereka didalam kontrak kerjasama diantara keduanya.
Kemudian Dewa mengambil ponselnya dan mencari informasi perusahaan apa yang sudah bekerjasama dengan pemasok bahan baku yang sama dengan perusahaan miliknya. Saat Dewa mendapatkan informasi itu, Dewa dibuat tekejut ketika tau siapa dibalik ini semua
"Tedja dan Donny sudah bekerja sama untuk menghancurkan produksi kita!" ucap Dewa saat membaca informasi yang dikirimkan oleh tim penyelidiknya.
"Jadi mereka dalang di balik semua ini tuan?"
"Iya,,, dan mereka akan meluncurkan produk baru mereka yang menyerupai produk kita, dan bisa saja mereka akan menjual di bawah harga kita dan itu sebagai tujuan untuk membuat kita gulung tikar" Kata Dewa ketika menganalisis kedepannya yang bisa saja terjadi.
"Menurut informasi yang didapat dari penyelidikan, bulan lalu ada pengiriman 45 kontainer kayu ke Makassar, dan itulah sebabnya ada keterlambatan pengiriman ke Surabaya!" ucap Dewa
"Jadi kita harus bagaimana tuan?!" tanya Asisstent Dewa
"Kita temui dulu tuan Darjha, jika mereka tidak ingin lagi bekerjasama dengan kita maka mau tidak mau kita akan mencari pemasok lain dan biarkan mereka berproses dengan hukum setelah ini" Jawab Dewa
Beberapa menit kemudian mobil Dewa sudah sampai di kantor pusat perusahaan pemasok bahan baku milik perusahaan Dewa di Surabaya. Kayu-kayu yang dikirim dari Papua adalah jenis kayu-kayu kualitas tinggi. Lalu Dewa segera turun dari mobil bersama bagas dan masuk kedalam kantor itu.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung,,,,,,,