
3 Tahun kemudian...........
Waktu demi waktu telah terlewati,,,,,,,,,
Kesedihan, kesakitan bahkan kebahagiaan dirasakan oleh Aya. Masih jelas di benak Aya sampai saat ini, bagaimana perjuangannya selama mengandung berbulan-bulan, melahirkan tanpa dampingan suami, bahkan mengurus juga hanya sorang diri. Tapi Aya tidak pernah mau mengeluh dan tekadnya sudah sangat kuat ingin menjadi ibu dan juga Ayah bagi anak-anaknya saat ini. Aya adalah sosok wanita yang kuat dalam menjalani hidup mandiri membesarkan anak-anaknya sampai seusia ini.
Saat sebelum melahirkan Aya sempat cuti hamil , kemudian ia kembali bekerja dan kedua buah hatinya di urus oleh ibu Dessy. Disaat yang tersulit Aya hanya di bantu oleh ibu Desy dan juga Anam, kedua orang itulah yang mengerti betul bagaimana perjuangan Aya dalam mengurus anak kembarnya selama hampir 3 tahun ini. Ibu Dessy sudah menganggap anak-anak Aya sepeerti cucu-cucunya sendiri dan tidak dilupakan Aya, setiap bulan Aya memberikan sedikit uang untuk ibu Desy karena sudah membantunya menjaga buah hatinya selama dia bekerja di pabrik.
"Faza,,, Gaza,,,, kita sarapan dulu yukk sayang,,, " ucap Aya ketika memanggil putra-putranya yang tengah bermain mobil-mobilan diruang depan
"Iya bunda..." jawab mereka bersamaan
Kemudian Faza dan Gaza menghampiri bundanya dan mereka sarapan bersama.
"Emmm macakan bunda yang telbaik" ucap Gaza saat menyantap makanan di hadapannya
"Iya donkk kan bundaku" jawab Gaza
"Ihh bunda ku!" ucap Faza
"Bundaku!!"" ucap Gaza
"Udah udah habiskan sarapan kalian, bunda ya bunda kalian berdua. Habis ini kita kerumah eyang putri ya" ucap Aya kepada putranya. Eyang putri merupakan panggilan untuk ibu Desy.
"Iya bunda" jawab Serentak
"Inget yah sayang,, jangan bikin eyang sakit kepala. Kalian harus nurut kata Eyang, nanti kalau mau makan siang, minta Eyang ambil di dapur kita yahh,, kita gak boleh ngerepotin Eyang terus-terusan" ucap Aya
"Iya bunda, nanti kalau Gaca udah becal, Gaca akan bantuin bunda kelja untuk cali uang yang buanyaaakkkkk bunda" ucap Gaza
"Iya,,, Faca juga akan bantuin bunda dan nanti kalau kami cudah becal kami akan jagain bunda dali olang-olang jahat!! kayak gini nihh bundaaa" ucap Faza mempraktekkan seperti superhero
"Hahahahah kayak superhero yahh?" tanya Aya
"Iya bunda" ucap Faza
Aya tersenyum bahagia ketika melihat bagaimana lincahnya putra-putra mereka. Airmata kebahagiaan pun jatuh dipelupuk matanya.
"Bunda jangan nangiccc, bunda jangan cedihhhh nanti kami ikut cedihhh" ucap Gaza ketika menghampiri Aya dan duduk di pangkuannya. lalu diusaplah air mata Aya yang mengalir dipipinya. Kemudian Faza pun juga ikut duduk di pangkuan sebelah kiri Aya
"Bunda jangan nangiccc" ucap Faza
"Bunda gak nangis sayang, bunda bahagiaa banget punya kalian berdua. Bunda bangga punya anak-anak yang baik dan kuat seperti kalian. Kalian lah alasan bunda bertahan hidup. Terima kasih penyemangat bunda" ucap Aya yang kemudian mencium pipi gembul putranya bergantian. Lalu Aya memeluk keduanya bersamaan. Aya cukup bahagia bersama Faza dan Gaza, Rasanya dia tidak ingin kebahagiaan lain, kedua nya saja sudah cukup membuat Aya semangat menjalani hidup yang berat dan pahit.
__ADS_1
Setelah moment haru mereka, Aya membereskan piring-piring mereka lalu bersiap untuk berangkat bekerja. Tak lupa Aya menggandeng Kedua jagoannya dan keluar dari rumah.
"Selamat pagi ganteng-ganteng nya Om" sapa Anam saat melihat putra kembar Aya
"Pagi Om, Om mau kelja cama bunda ya Om??" tanya Gaza
"Iyah,,, kayak biasa ganteng. Kalian mau kerumah Eyang ya?" tanya Anam
"Iya,,, mau main cama Dapid nanti Om" jawab Faza
"Oke deh,, jangan nakal yahhh" ucap Anam
Lalu Aya berjalan ke rumah ibu Desy dan tak lama Ibu Desy keluar dari rumah.
"Eyang putriiii" ucap Gaza dan Faza bersamaan
"Udah ganteng, wangi lagi,,,," ucap ibu Desy
"Kan udah mandi eyang,, eyang Dapid udah kecini belum??" tanya Faza
"Sebentar lagi kayaknya kesini" jawab Ibu Desy
"Ibu, Aya nitip anak-anak ya bu. Faza, Gaza inget yahh nurut sama eyang. Gak boleh bikin eyang pusing" ucap Aya
"Baik bunda" jawab Faza dan Gaza bersamaan.
Kemudian Aya dan Anam berangkat ke pabrik bersama setelah berpamitan.
"Mbak Sukma gak mau nikah lagi?? kasihan loh mbak anak-anak mbak sukma kan masih kecil dan butuh sosok seorang ayah" ucap Anam saat berjalan bersama Aya
"Ntah lah Nam, rasanya mbak masih trauma untuk menikah lagi. Mbak masih ingin sendiri dan membesarkan anak-anak mbak sendiri. Mbak yakin mbak bisa membesarkan anak-anak mbak sendiri tanpa Ayah, kenapa kamu ngmng gitu?? tumben" ucap Aya
"Hehe gak papa sih mbak, itu loh ada temen Anam nanyain mbak Sukma. Kalau saja mbak Sukma mau giti di comblangin sama dia" ucap Anam
"Haha kenapa gak sama kamu aja?!" ucap Aya
"Hahah bercandanya gak lucu! keterlaluan! Minggu depan Anam udah mau lamaran mbak! gak mungkin aku nikah sama wanita lain mbak. Aku tuh cinta banget sama dia, aku gak mau menghianati cintanya mbak" ucap anam
Aya tersenyum kecil ketika mendengar ucapan Anam.
"Wanita itu sangat beruntung karena menjadi pendampingmu Nam, kamu orangnya baik dan penyayang. Kamu juga mencintainya dengan tulus. Berbeda dengan kisah mbak yang.... ah sudah lah. Males bahasnya!" ucap Aya terpotong
"Nyebelin! kalau cerita gak dilanjutin!!!" sarkas Anam
__ADS_1
"Hahaha udah lah, lagian udah masuk pabrik! mbak mau kerja keras buat Gaza dan Faza! Bye" ucap Aya yang langsung pergi meninggalkan Anam. Namun Anam masih terdiam dan menatap kepergian Aya.
"Aku tau mbak sukma pasti sangat sakit hatinya. Dia wanita yang kuat, sangat kuat untuk berjuang hidup demi anak-anaknya. Sungguh mungkin jika aku dipertemukan lebih dulu dengan mbak Aya, Pasti aku akan menikahinya. Tapi aku sudah menjatuhkan hatiku sama Lisa dan dia juga gadis yang baik seperti mbak Aya. Aku hanya bisa berdoa, semoga Allah memberikan kebahagiaan kepada mbak Aya" ucap Anam didalam hatinya.
Kemudian Anam pergi menuju keruangannya......
Sementara itu.......
Di tempat lain, Dewa tengah berada di ruang kerjanya. Ia mengambil sebuah buku agenda, lalu di bukanya. Didalam buku Agenda terselip foto Aya berukuran 3x4 yang di pakai untuk keperluan Nikah mereka saat itu. Terlihat di foto itu Aya tersenyum kaku dan dapat dilihat keterpaksaan didalam expressi wajahnya, lalu diusapnya foto itu perlahan oleh Dewa. Foto yang selama 3 tahun ini dia pandang dan dia sentuh. Foto yang selama 3 tahun ini sedikit mengobati rasa kerinduannya kepada Istrinya.
"Gak kerasa, sudah 3 tahun kita berpisah Aya, selama itulah aku mencarimu namun tidak ketemu. Bahkan aku sudah mengerahkan semua anak buahku tapi kenapa kamu pergi sangat jauh Aya! hatiku terasa kosong tanpamu!" ucap dewa saat menatap foto Aya, tanpa terasa bulir-bulir bening keluar dari ujung matanya.
"Kamu dimana Aya? kamu lagi apa? bagaimana keadaanmu? Apa kamu tidak pernah merindukanku Aya?!" ucap Dewa bertanya pada foto Aya, Dewa benar-benar seperti orang tidak waras.
Ceklekkkk
"Selamat pagi tuan" ucap sekertaris Dewa
Dewa kaget lalu menyimpan kembali foto Aya dan di usapnya air matanya seketika
"Harusnya kau ketuk dulu pintu ruangan ini!!!" sarkas Dewa
"Maaf tuan, saya salah..." ucap sekertaris Dewa
"Ada apa?!" ucap Dewa dingin
"Besok adalah hari jadi pabrik kita yang di surabaya, seperti tahun-tahun sebelumnya selalu diadakan acara syukuran. Apa anda akan datang ke acara itu tuan?" tanya Sekertaris Dewa dengan ketakutan
"Apa jadwalku besok padat?!" tanya Dewa
"Besok tidak ada pertemuan tuan, hanya bekerja dikantor seperti biasa" jawabnya
"Katakan pada Devan untuk mengatur keberangkatanku besok bersamanya!" jawab Dewa
"Baik tuan, saya permisi, sekali lagi saya minta maaf" ucap Sekertaris Dewa yang kemudian pergi meninggalkan Dewa.
Dewa beranjak menuju ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.........