
Mobil Dewa sudah sampai di rumah sakit, lalu para suster membawa Nadya keruang IGD sementara Dewa dan Devan menuju ke ruang administrasi dan yang menunggu Nadya adalah pamannya. Setelah selesai mengurus administrasi Dewa dan Devan kembali menemui paman Nadya
"Apa dokter belum keluar?!" tanya Dewa panik
"Belum tuan" jawab paman Nadya
Lalu Dewa dan Dan Devan ikut duduk bersama paman Nadya dan menunggu dokter keluar. Tak lama seorang dokter keluar dari ruangan
"Bagaimana kondisi keponakan saya dok?!" tanya paman Nadya
"Kaki kanannya patah pak, dan pasien harus beristirahat total sampai kondisinya pulih" jawab dokter
"Baiklah dok, apa kami sudah boleh menjenguknya?" tanya Paman Nadya
"Sebentar lagi Pasien akan di pindahkan keruang rawat" jawab Dokter
2 orang suster membawa Nadya keluar dari ruangannya dan akan memindahkan keruang inap. Dewa memesan kamar VIP untuk Nadya agar mendapatkan perawatan yang maksimal dari rumah sakit. Kemudian paman, Dewa dan Devan mengikuti Nadya menuju keruangannya.
"Nad,, maaf karena menolongku kamu harus terluka" ucap Dewa merasa bersalah
"Aku udah gak papa Wa, hanya kakiku saja yang patah" ucap Nadya
"Meskipun begitu, aku sangat berterima kasih kepadamu. Aku akan bertanggung jawab atas semua biaya rumah sakit ini sampai kamu benar-benar sembuh" ucap Dewa
"Terima kasih Wa karena sudah perhatian padaku" jawab Nadya
Setelah cukup lama Dewa berada dirumah sakit, Dewa berpamitan kepada paman dan juga Nadya. Kemudian Dewa dan Devan keluar dari ruangan Nadya menuju ke parkiran. Terbesit rasa bahagia dihati Nadya karena Dewa menjadi perhatian sesuai dengan yang diinginkan nya. Dengan begitu Nadya berharap Dewa akan bersamanya dan segera melupakan Cahaya Istrinya.
Devan menjalankan mobilnya menuju kerumah Dewa
"Devan, kau urus semua keperluan Nadya sampai dia sembuh" perintah Dewa
"Baik tuan" jawab Devan
Beberapa saat kemudian mobil Dewa sudah sampai dirumah, lalu Dewa masuk kedalam rumah dan disambut oleh anak-anak dan juga Aya istrinya.
"Assalamualaikum" ucap Dewa saat masuk kedalam rumah
"Wa'alaikumsalammmmm" jawab Aya dan anak-anak bersama
Lalu Aya mencium tangan Dewa dan mengambil jas dan juga tasnya, anak-anak pun mengikuti jejak Aya yang mencium tangan Ayah mereka
"Ayah udah pulang yahhh" ucap Gaza
__ADS_1
"Iya sayang,,, Ayah mandi dulu yah, setelah itu kita main bersama" ucap Dewa
"Baik yah" jawab Faza dan Gaza bersamaan
Kemudian Dewa dan juga Aya berjalan menuju ke kamar mereka. Aya melihat Dewa seperti memikirkan sesuatu hal yang berat, lalu Aya meletakkan jas dan tas Dewa sementara dewa melepas pakaiannya
"Mas,,, ada masalah??" tanya Aya saat membantu Dewa melepas kancing bajunya
"Kamu tau aku sedang ada masalah?" tanya Dewa
"Sepertinya begitu,,, ada apa??" tanya Aya saat mengusap wajah Dewa dengan sayang
"Tadi,,,, Nadya kecelakaan di proyek" ucap Dewa
Deg!
"Terus?!" tanya Aya kaget
"Dia kejatuhan alat bangunan dari lantai atas dan kakinya patah. Sekarang dia dirawat dirumah sakit" ucap Dewa
"Bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Aya
"Dia sudah sadar hanya saja kakinya yang parah" ucap Dewa dengan nada lesu
"Ohh begitu,,, sudah begini saja mas, nanti biar Aya yang menjenguk dan memastikan keadaan Nadya. Mas tidak perlu khawatir lagi dan fokus saja pada pekerjaan mas. Toh sama saja bukan Mas atau Aya yang datang kerumah sakit?!" ucap Aya
"Enggak lah mas, justru Aya senang karena bisa membantu mas. Bagaimana?" ucap aya
"Ya sudah kalau begitu, terima kasih sayang" ucap Dewa yang kemudian menghadiahkan satu kecupan kepada istrinya
"Iya mas,,, sekarang mas mandi, Aya siapkan pakaian mas yah" ucap aya
Dewa menurut lalu dia masuk kedalam kamar mandi sementara Aya menyiapkan pakaian untuk Dewa.
"Aku gak akan membiarkan mas Dewa merasa bersalah terhadap Nadya, karena aku yakin dia akan memanfaatkan situasi seperti saat ini" ucap Aya didalam hatinya.
Tak lama kemudian Dewa keluar dari kamar mandi dan melihat Aya malah melamun sambil memegangi pakaiannya.
"Sayang,,,, heyyy kok malah ngelamun?!" tanya Dewa saat mengusap Pipi Aya
"Eh enggak papa mas,,, heheh ini pakaiannya" ucap aya saat memberikan pakaian kepada Dewa
"Kamu mikirin apa sayang?" tanya Dewa
__ADS_1
"Emm,,, gini mas,,,, Aya mau kasih tau mas Dewa kalau,,,,, cincin kawin kita dulu sudah Aya jual mas" ucap aya dengan takut-takut
"Kamu jual? untuk apa sayang?"tanya Dewa yang langsung duduk disamping istrinya
"Waktu itu Aya kan pergi dari rumah gak bawa uang mas dan hanya itu satu-satunya barang berharga yang Aya punya. Jadi Aya putuskan untuk menjualnya" jelas Aya
"Hmm,,, kalau mas marah gimana?!" tanya Dewa setengah meninggi
Aya menunduk dengan wajah memelas, dia begitu takut jika Dewa juga marah seperti mamanya.
"Bunda harus dihukum karena menjual cincin pernikahan kita!" Sarkas Dewa
"Bunda pasrah" jawab Aya benar benar pasrah
"Hukumannya, Bunda harus mengandung lagi!" ucap Dewa dengan seringai liciknya
Aya langsung mengangkat wajahnya dan menatap Dewa, Dewa terkekeh geli melihat wajah merah istrinya yang mungkin kesal karena dirinya
"Jahattt bangettttt,,,, sihhhhhhh marahnya!!!" Sarkas Aya yang sudah memukuli dada Dewa sementara Dewa masih terkekeh kegelian
"Sudah, sudah jangan marahhh,,, nanti kita beli cincin lagi, atau mau gelang?kalung?anting?" ucap Dewa saat menangkap tangan Aya
"Cincin aja mas, yang sama seperti mas belikan dulu yah" ucap Aya
"Kenapa tidak dengan yang lain juga?!" tanya Dewa
"Enggak mas, nanti uang mas habis heheh" ucap Aya
"Sayang,,,, semua yang aku miliki juga milikmu. Kamu boleh meminta apa saja asalkan jangan meminta mas mengambilkan bulan untukmu" ucap Dewa
Aya merona saat mendengar kata-kata gombal Dewa,
"Cukup belikan Aya cincin pengganti saja mas. Aya gak mau yang lain" ucap Dewa
"Baiklah" jawab Dewa yang kemudian memberikan kecupan manis kepada istrinya.
Dewa sangat beruntung memiliki istri yang bukan type wanita yang suka berfoya-foya. Meski sebenarnya Dewa tidak pernah mempermasalahkan jika Aya ingin berbelanja apapun yang diinginkannya.
Setelah perbincangan dan kemesraan mereka sore itu, Dewa dan Aya turun kebawah untuk menemani anak-anak mereka bermain.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung......