Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Aku Ingin Membencinya


__ADS_3

Hari berikutnya,,,,,,,


Seperti kemarin, pagi ini Aya akan kembali kerumah sakit untuk menemani Nadya bersama anak-anak sementara Dewa tetap pada tugas utamanya yaitu pergi ke kantor untuk bekerja. Namun pagi ini Aya tidak membuatkan bubur lagi karena kemarin Nadya tidak ingin dibuatkan apapun oleh Aya, jadi Aya memutuskan untuk membawakan Buah-buahan saja nanti. Setelah selesai bersiap keluarga kecil Dewa sarapan bersama dan kemudian berangkat kerumah sakit.


Dipertengahan jalan, Aya meminta Dewa untuk berhenti disebuah toko buah, lalu Aya membelikan parcel buah untuk dibawa kerumah sakit. Setelah itu Dewa melanjutkan perjalanan menuju kerumah sakit.


"Ayah, nanti pulang kantor jam berapa?!" tanya aya kepada ayahnya anak-anak


"Kemungkinan jam 2an , kenapa bunda?!" Jawab Dewa


"Oh gak papa, nanti biar Bunda dan anak-anak dijemput sama Edo" ucap Aya


"Ohhh iya nanti Ayah kabari kalau bisa jemput, nanti ayah jemput" jawab Dewa


"Baiklah" ucap Aya


Tak lama kemudian mobil Dewa sampai dirumah sakit, Lalu Aya, sikembar dan juga Sofi turun dari mobil Dewa setelah berpamitan kepada Ayahnya sikembar. Kemudian Dewa menjalankan mobilnya menuju ke kantor sementara Aya berjalan masuk kedalam rumah sakit


"Sayang,,, bunda masuk dulu yah,, kalian tunggu di taman, nanti bunda ke taman juga" ucap Aya dengan pelan


"Iya bunda" jawab sikembar bersamaan


"Nitip sikembar ya Sof" ucap Aya dengan tersenyum


"Baik Nyonya" jawab Sofi


Aya masuk kedalam rumah sakit dan menuju ke ruangan Nadya dirawat, semenatara Sofi membawa anak-anak ke taman. Rencana Aya hari ini, dia ingin mengajak bicara Nadya baik-baik


"Siapa tahu dengan bicara sesama perempuan dia bisa sadar" batin Aya


Saat Aya sampai didepan pintu kamar Nadya, Aya bertemu dengan keluarga paman Nadya yang baru saja keluar dari ruangan itu.


"Selamat pagi pak, buk ,,, saya Cahaya istrinya Dewa"


"Ohhh iya,,, mau jenguk Nadya ya?" tanya istri paman Nadya


"Iyah,,, apa Nadyanya sudah bangun bu?" tanya Aya


"Sudah, tadi juga sudah diperiksa dokter, kemungkinan lusa dia sudah boleh pulang. Oh iya,,, ibu dan bapak mau pulang dulu bersih-bersih, nanti kami kembali lagi"

__ADS_1


"Baik bu, hati-hati" ucap aya


Kemudian mereka mengucapkan salam, dan setelah aya menjawab salamnya, Aya masuk kedalam ruangan Nadya


Ceklekk


"Assalamualaikum" ucap Aya saat masuk kedalam


"Wa'alaikumsalam" jawab Nadya jutek


"Selamat pagi mbak Nadya,, bagaimana kabarnya? udah semakin sehat?" tanya Aya ramah


"Buruk kalau lihat kamu" jawab Nadya ketus namun hanya di senyumi Aya. Lalu aya meletakkan parcel buah di meja samping Nadya.


"Hmmm mbak Nadya gak bosen di ruangan ini terus?!" tanya Aya


"Bosen" jawab Nadya singkat


"Mau jalan-jalan ketaman?!" tanya Aya


"Memangnya boleh?!" tanya balik Nadya


Lalu Aya datang kembali ke kamar Nadya bersama suster membawa kursi roda. Setelah Suster memindahkan Nadya di kursi roda,


"Terima kasih ya sus" ucap aya ramah


"Sama-sama bu" jawab kedua suster yang membantu Aya.


Lalu Aya mendorong kursi roda itu menuju ke taman, sementara Nadya masih diam dan tidak ingin berbicara apapun. Meski begitu didalam hatinya yang terdalam, Nadya tidak habis fikir ternyata Cahaya berbeda dari Megan. Nadya bisa melihat ketulusan didalam diri Cahaya, meski dia bersikap jutek tapi Cahaya tidak membalasnya dengan hal yang sama.


Tak lama Cahaya dan Nadya sudah sampai di taman rumah sakit yang disana banyak orang-orang yang duduk dan juga banyak anak-anak bermain termasuk sikembar.


"Bundaaaaaaa" teriak sikembar melambaikan tangan dari kejauhan yang tengah bermain prosotan


"Haloooo sayang" balas Aya dengan senyuman dan lambaian tangan.


Nadya melihat bagaimana sisi keibuan dari sosok Cahaya, rasanya sangat iri memiliki kebahagiaan seperti itu.


"Mbak,,,, aku ingin sedikit bercerita dengan mbak Nadya, yahh kalau mau dibilang curhat,,, gak juga sih,, aku gak mau curhat,,, tapi mungkin lebih ingin berbagi cerita tentang aku dan juga mas Dewa" ucap Aya dengan senyum saat melihat kearah Nadya. Sementara Nadya masih memandang lurus kedepan tapi sudah menajamkan indra pendengarannya.

__ADS_1


"Dulu,,, saat Mas Dewa masih bersama kak Megan,, aku begitu sayang kepada mas Dewa, tapi rasa sayang itu seperti adik dan kakak. Tapi setelah mas Dewa bercerai dengan kak Megan lalu kak Megan pergi dari rumah, aku mulai membenci mas Dewa, ditambah dia memaksaku untuk menikah dengannya. Itu benar-benar membuatku tidak percaya ada pria yang melakukan hal serendah itu dan karena sebab itu aku membencinya..... aku menjalani rumah tangga bersama mas Dewa itu awalnya tanpa cinta mbak, sampai ntah kapan aku juga tidak mengerti rasa cinta itu tumbuh dengan sendirinya.... saat itu aku memutuskan meninggalkan mas Dewa karena kak megan kembali, cintanya kembali....." ucap Aya yang masih dengan tersenyum


Nadya tidak mengerti Disaat bercerita seperti itu kenapa cahaya malah tersenyum bukannya menangis atau marah meluap-luap


"Aku menjalani hidup sendiri, dengan harpanku bisa melupakan mas Dewa , aku ingin membencinya tapi bukan lupa atau benci melainkan hatiku semakin tersiksa selama 3 tahun lamanya. Sampai aku baru tau jika saat aku pergi ternyata aku dalam keadaan hamil, aku memang merasa menderita tapi aku terus berusaha untuk kuat demi anak-anakku. Ternyata bukan hanya aku yang menderita, mas Dewa mengatakan jika selama 3 tahun belakangan ini dia sangat tersiksa, dia baru menyadari jika cinta kami sudah tumbuh dihatinya. Bahkan para pelayan mengadu waktu aku kembali, jika selama 3 tahun belakangan ini hidup mas Dewa terasa tidak tau arah. Sampai akhirnya takdir mempertemukan kami kembali dan mas Dewa berjanji akan memperbaiki semuanya dan memulainya lagi dari awal" ucap Aya dengan masih tersenyum meski hatinya kembali merasakan sakit jika mengingat masa lalu yang sudah dilewati


"Kenapa kau ceritakan padaku?!" tanya Nadya


Aya tersenyum melihat Nadya sekilas lalu kembali menatap kedepan


"Mbak,,, Memang kita tidak pernah tau dimana hati kita akan kita labuhkan, dan aku tidak tau sedalam apa cinta mbak Nadya kepada suamiku. Tapi apa mbak tega melihat kedua anak kami tumbuh besar tanpa seorang ayah? coba mbak Nadya bayangkan ketika mbak nadya berada di posisiku, apa yang akan mbak Nadya lakukan jika ada wanita lain yang ingin merebut suami mbak?. Aku tidak bermaksud menggurui karena aku yakin mbak adalah wanita yang cerdas, dan berpendidikan,,, Aku hanya mengingatkan, lebih baik mbak lupakan rasa terhadap suamiku daripada mbak Nadya akan lebih terluka jika mas Dewa sendiri yang menolak dan lebih memilih menjauhi mbak. Bahkan mbak Nadya akan kehilangan sosok teman dari mas Dewa, karena aku yakin mas Dewa akan membenci mbak Nadya jika kesabarannya sudah habis" ucap Aya dengan menatap dalam Nadya


Deg!


"Jika mbak Nadya siap untuk kehilangan seorang teman, yah silahkan teruskan saja sampai dimana usaha mbak Nadya ingin mendapatkan mas Dewa. Malahan jika Aku lihat, Mas Dion jauh lebih mencintai mbak Nadya. Coba lihat dengan mata hati mbak Nadya, ada cinta dan ketulusan dari diri mas dion untuk mbak" ucap Aya


"Dion?!"


"Iya mas Dion,,," jawab Aya


Sejenak Nadya berfikir dan merenungi semua ucapan Cahaya. Selama ini dia begitu egois dan hanya mementingkan kebahagaiaannya sendiri. Nadya memaksakan kehendaknya untuk bersama Dewa, tapi sama sekali tidak memperhatikan Dion.


"Apa aku bisa ....."


"Tentu bisa mbak, buka hati mbak untuk mas Dion, aku yakin mbak akan bisa melupakan perasaan mbak terhadap suamiku" jawab Aya dengan tersenyum saat melihat Nadya


Dari tempat tak jauh Aya dan Nadya duduk, ada Dion yang mendengar semua cerita Cahaya dari awal hingga Akhir. Awalnya Dion ingin menjenguk Nadya lagi tapi langkahnya berpaling saat Dion melihat Cahaya membawa Nadya seperti ke arah taman dan Dion mengikuti mereka.......


"Cahaya memang wanita yang baik,,,, terima kasih cahaya, semoga setelah ini, Nadya mau membuka hatinya untukku " batin Dion tersenyum


.


.


.


.Bersambung............


Hayuklah gengs pada komen biar rameeeeeee

__ADS_1


😘


__ADS_2