QIRRERA LOVE YOU

QIRRERA LOVE YOU
RICUH


__ADS_3

Sebagai seorang laki-laki pantang baginya untuk menangis, tapi hari ini air matanya keluar menetes bebas membasahi pipinya. Kedua tangannya tercakup menutup wajah. Semeru benci sama perasaannya yang terlalu cengeng. Dia mengutuk dirinya yang terjebak dalam lingkaran kesedihan yang dia ciptakan dengan egonya.


"Sayank, seandainya kamu tahu betapa menderitanya hatiku sekarang ini, seperti ikan tanpa air, mungkin kamu punya rasa iba. Kamu begitu ephoria memanfaatkan kebebasanmu tanpa peduli perasaanku. Sudah sehari kamu di Bali, tapi secuilpun khabar tidak kamu kirim." suara Semeru terdengar lirih saat dia menonton lewat ponselnya kegembiraan Qirrera di Bali.


Berita tentang Qirrera booming di warga wansa, banyak yang mencibir karena dia pindah keyakinan, tapi banyak pula yang kagum karena suaminya anak Pak Haji Saleh, konglomerat batu bara yang tajir melintir.


Semeru keluar dari rumahnys menuju kantor Ayahnya. Dia ingin menghibur hatinya dengan cara kembali menjadi CEO Semeru Barito. Mungkin dengan begini kerinduannya bisa terobati. Hatinya sakit apabila mengingat Qirrera. Mencari kesibukan itu tujuannya. Dia hanya bangga dan merasa gembira ketika Qirrera menyebut namanya dengan nyonya Semeru. Dia tidak mau menambahkan Qirrera atau apa.


"Ayah, aku akan mengurus kembali PT. Semeru Barito. Untuk sementara aku tetap berkantor di tempat dulu. Rencananya aku akan membuat kantor baru di sekitar sana. Aku akan merelakan Sandy dan perempuan itu mengambil rumahku." kata Semeru to the point ketika dia sudah duduk berdua bersama ayahnya.


"Dia istri ayah, apakah kamu tidak ingin menyebut namanya atau statusnya sebagai seorang Ibu?"


"Jangan membuat pikiranku berubah, Ibuku hanya Bunda." sahut Semeru tegas.


"Ayah tidak bisa memaksamu, yang penting jangan terlihat ada gejolak dalam keluarga kita. Jangan ada polemik, Ayah menyarankan kalau kamu membuat kantor lebih baik disini saja, lahan kita sangat luas sangat cukup untuk sebuah kantor."


"Dimana saja boleh asal nyaman. Aku akan memerintahkan Pak Ode untuk mengurus IMB nya."


"Apakah istrimu tidak perlu kantor, Ayah rasa kantornya lebih bagus berada satu lokasi denganmu, cuma beda lantai. Dia lantai dua sedangkan kamu lantai satu." saran Pak Haji.


"Bisa juga." jawab Semeru ragu-ragu. Dia tidak yakin istrinya akan kembali. Sudah puluhan panggilan, ribuan kata dia kirim ke Qirrera tapi satupun tidak ditanggapi.


"Ayah akan memanggil sepuluh pengawal untuk menemanimu ke kebun. Akhir-akhir ini Sandy sering membuat ulah dengan memotong gaji buruh sampai tiga puluh persen, jadi buruh sering demo dan mereka bekerja asal-asalan."


"Aku akan komunikasi dengan buruh dan menerapkan peraturan baru yang sama-sama menguntungkan. Mohon doa dari Ayah supaya rencana ini berhasil."


"Ayah selalu akan ada di belakangmu, mulailah kamu berusaha supaya istrimu bangga padamu dan rumah tangga kalian langgeng." kata Pak Haji haru, anaknya sudah kembali seperti dulu. Perasaannya sangat gembira, seperti memenangkan lotere.


Banyak hal yang mereka perbincangkan sampai akhirnya Semeru pamit untuk pergi ke perusahan Semeru Barito.


"Selamat siang Tuan kami menghadap." ke sepuluh pengawalnya sudah berada di hadapannya dengan gagah. Mereka pemuda pilihan yang berbadan tegap dan sehat.


"Kalian naik Bus aku akan naik Jeep Wrangler" titah Semeru seperti biasanya.

__ADS_1


Mobil membelah jalan Slamet Riyadi menuju kampung Karang Anyar, kemudian masuk ke Perkebunan Kelapa Sawit yang luasnya 250 hektar.


Kantor Semeru Barito ada paling depan masih di Wilayah Daerah Kedung Undo 11. Dua orang scurity menghentikan mobil Semeru seraya berkata dengan tampang galak.


"Maaf Tuan ini Wilayah terlarang, bagi yang tidak berkepentingan dilarang masuk."


"Buka plangnya, aku mau mencari Tuanmu di dalam." sahut Semeru ketus.


Melihat Tuannya dihadang sepuluh pengawal Semeru turun dan menghardik dua orang scurity Sandy.


"Berani kalian dengan Tuan Semeru, dimana akal sehat kalian!!"


"Kami hanya menjalankan tugas." tungkas mereka mundur ketika pengawal Semeru merangsek.


"Biarkan mereka pergi, kita masuk ke dalam." komando Semeru membuat pengawal kembali ke mobil.


Mobil meluncur memasuki halaman Kantor PT. Semeru Barito dengan pelan. Ada beberapa orang keluar dari Kantor dengan wajah bengis.


"Kalian mau apa? mana bos kalian suruh keluar....."


"Jangan membuat masalah Tuan, Bos kami sudah bekerja dengan baik sesuai peraturan, kalau Tuan datang semena-mena untuk merebut apa yang sudah di kerjakan, sungguh sangat keterlaluan." kata Udin salah satu pengawal Sandy.


"Maksudmu apa? Perusahan ini milikku dan aku membuat dari nol sampai bisa sebesar ini. Sedangkan Bos kamu hanya sebagai pegawai yang meneruskan yang sudah ada, diapun tidak sampai tiga tahun berada disini sudah mencoba mengambil alih perusahan. Apa tidak gila, itu konyol."


"Bos Sandy sekarang pemilik tunggal perusahan ini, itu sudah ada hitam diatas putih dan Ibu Mayang sebagai pemilik Rumah besar, ini semua perintah Pak Haji." sahut Udin berani.


"Aku mau melihat surat itu supaya aku mengerti perusahanku sudah ada yang merampoknya." kata Semeru tidak mengindahkan larangan dari pengawal Sandy.


Tidak bisa dihindari percecokan, adu mulut yang sengit dan berlanjut saling pukul. Terjadi bentrokan dari kedua kubu, membuat Semeru menghubungi Ayahnya.


"Lihatlah Ayah, ini hasil ciptaan Ayah. Aku sendiri dilarang masuk keperusahanku." kata Semeru Video Call Ayahnya.


Pak Haji mengerutkan alisnya, dia tidak menyangka anaknya akan mendapat masalah di perkebunan.

__ADS_1


"Tunggu, Ayah akan datang." kata Pak Haji memutuskan hubungan sepihak.


"Kalian bodoh mau di perbudak Sandy, aku sudah nemanggil Polisi untuk menangkap kalian." teriak Semeru marah.


Mendengar perkataan Semeru mereka satu persatu mundur dan lari.


"Jangan dikejar, biarkan mereka lari." titah Semeru kepada pengawalnya yang bringas.


Semeru duduk di depan Kantornya karena pintu utama dikunci dari dalam, dia tidak mau berbuat kasar sebelum dia tahu duduk persoalannya.


Sandy tidak mungkin berani berbuat gegabah kalau tidak ada sesuatu yang membuat dia yakin bahwa tindakannya ini benar. Sandy seorang Sarjana, pasti dia sudah tahu hukum.


Tidak berapa lama Pak Haji datang dan dikawal oleh Polisi.


"Pintu dikunci dari dalam Pak Haji." kata pengawal menyambut kedatangan Pak Haji.


"Sandy keluar kamu." teriak Pak Haji berkali-kali. Tapi tidak ada tanggapan. Semeru yakin Sandy sudah tidak ada di dalam, dia pasti sudah lari keluar.


"Ayah, dobrak saja. Aku rasa Sandy sudah kabur kerumah kakaknya." kata Semeru.


Ayah berjalan memutar. Semeru berpikir Ayahnya pasti ketempat istri mudanya mencari Sandy. Kedua Polisi itu mengikuti Ayah ke belakang, dia tidak khawatir karena sudah ada Polisi.


"Jangan mengotori tangan kalian semasih bisa diselesaikan dengan musyawarah. Kalian antisipasi saja siapa tahu Sandy kembali membawa pasukan."


"Siap Tuan!!"


Semeru berinisiatif untuk mendobrak pintu utama, dia kaget melihat Kantor sudah hancur lebur. Surat-surat berserakan.


"Brengsek Sandy." pekik Semeru membuat pengawal menyerbu masuk.


"Bikin video sebagai bukti, setelah itu kalian boleh merapikan barang-barang yang berserakan. Semua surat-surat, kalian pindahkan ke rak supaya bisa di kroschek lagi.


****

__ADS_1


__ADS_2