QIRRERA LOVE YOU

QIRRERA LOVE YOU
LOS ANGELES


__ADS_3

Biasanya kalau lagi berantem unek-unek yang tersimpan dihati akan keluar, begitu juga Semeru. Dia mengeluarkan semua isi hatinya kenapa dia selingkuh.


"Kamu selalu menganggap aku rendah dan tidak bisa apa-apa. Aku merasa tidak ada harganya dihadapanmu. Tidak ada orang yang memujiku kecuali Mayang. Orang tuaku sendiri terpengaruh kepadamu. Yang membuat aku sakit hati Ayahku mewariskan hartanya padamu, kamu begitu pongahnya menerima, sedangkan Mayang menderita tidak ada yang mengurus. Kamu menganggap dirimu sempurna dan suci, padahal kamu perempuan yang tidak berharga di wargamu, seorang janda yang diusir."


Itulah kata-kata yang membuat diriku berada di Los Angeles bersama Sagara saat ini. Aku tinggalkan semuanya. Selama ini yang ada dipikiran Semeru begitulah sosokku, aku tidak menyalahkan penilaiannya. Semua orang bebas menilai orang lain tanpa intropeksi diri. Aku memang lambat mencintai dia, tapi aku tidak mau dan tidak pernah akan berpaling kepada yang lain.


Setelah kami berantem dan Semeru pergi, aku kumpulkan semua Sertifikat rumah dan surat-surat penting. Aku juga memberi buku tabunganku dan ATM dari gaji yang aku terima selama ini. Untungnya aku tidak pernah memakainya. Semua barang, baju dan segalanya aku masukan peti kemas dan dibawa kerumah Semeru.


"Pedro tolong antar semua barang ini ke rumah Tuan Semeru aku mau pindah." titahku kepada pengawalku yang setia. Kelima pengawalku aku bagikan uang.


"Nyonya mau kemana?" tanyanya khawatir.


"Aku mau pulang, kamu berangkat duluan, aku akan memeriksa para buruh di perkebunan."


"Nyonya akan Pulang ke Bali?"


"Tidak Pedro, aku pulang kerumahku." sahutku berusaha tersenyum. Pedro mengangguk. Mungkin dia berpikir aku pulang ke rumah Semeru. Semua pengawalku sibuk beres-beres. Setelah semua pergi aku memberi upah Yesi, Vadae dan Bibik Saodah.


"Mulai hari ini aku tidak memakai jasa kalian lagi, maafkan aku jika selama ini mengecewakan kalian. Semoga suatu hari nanti kita bertemu kembali." kataku menyerahkan amplop.


"Nyonya mau kemana?" tanya Yesi mulai menangis. Aku hanya terernyum


Mereka menangisiku dengan tulus. Ada perasaan hampa ketika aku dijemput oleh pegawai Maskapai. Aku cuma membawa satu koper dan satu tas ransel yang berisi ponselku dan Laptop.


Dari Kalimantan aku akan ke Jakarta. Setelah itu aku akan naik Maskapai American Airlines menuju Los Angeles. Sekitar 26jam aku menghabiskan waktu di pesawat sekalian transit. Cukup melelahkan bagi Sagara.


Aku bersyukur Sagara bisa bobo manis di Bassinet, dia tidak rewel. Sebagai penumpang first class aku dilayani dengan istimewa ketika kami berada di Pesawat.

__ADS_1


Sagara adalah pelipur laraku, Mama menyambutku dengan kerinduan yang membuncah. Tidak bisa dibayangkan betapa senangnya Mama ketika aku tiba-tiba datang. Sebenarnya aku tidak mau membebankan pikiran Mama dengan masalahku tapi Mama seolah sudah curiga.


"Qi...apa yang kamu pikirkan tentang berumah tangga, sehingga egomu kamu pertahankan." kata Mama Evelyn yang memeliharaku dari kecil. Sekarang dia sudah tua tapi masih cantik dan sehat. Dia hidup sendiri dengan melukis.


"Maa, aku menikah dengan latar belakang ditipu dan suamiku berselingkuh, aku sakit hati. Susah bagiku untuk kembali." sahutku sedih.


"Setelah ditipu kamu mencintainya dan menikmati pernikahanmu. Terus kamu lari dari masalahmu dan tidak mau menyelesaikannya."


"Tidak seperti yang Mama pikirkan, aku kurang bisa membawa diri sehingga suamiku berselingkuh. Aku tidak lari dari masalah, aku pergi untuk menyembuhkan hatiku dan menata hidupku demi anakku."


"Bagaimana kalau suamimu menjemputmu, bukankah kamu belum cerai?"


"Jangan dipikir, tergantung pembicaraan kami selanjutnya. Aku ingin dia tahu bahwa aku mampu hidup tanpa hartanya, dan perselingkuhannya sangat membuat aku sengsara. Kata-katanya mengakiti hatiku Aku juga ingin tahu setelah aku pergi mampukah dia mengelola perusahannya."


"Mama menyarankan pikirkan anakmu, dia tentu ingin sosok Ayah."


Sudah dua hari aku berada dirumah mamaku di Los Angeles. Rumah ini tidak ada perubahan, tetap adem dan kokoh. Mama kaget saat aku datang bersama Sagara. Hari itu juga Mama sibuk membeli perlengkapan Sagara. Pampers, baju bayi, Rafferty’s Garden makanan bayi organik dan semuanya....


Aku sampai heran melihat tumpukan belanjaan Mama dari online shop.


"Kamu akan bangkrut Mamaa.." kataku ketika ikut menata barang belanjaan Mama.


"Aku sudah lama merindukan kalian, please dont go." kata Mama bersemangat.


"Mama aku kesini berlibur sambil bekerja, jadi jangan berharap aku selamanya disini. untuk sementara simpan pikiran senangmu, karena aku bisa saja ke Bali suatu hari."


"Apakah kamu tidak bisa bekerja dari sini, Mama bisa bantu kamu."

__ADS_1


"Bisa Maa, aku bekerja lewat Online, tidak masalah bagiku. Aku ingin Mama standby untuk Sagara sebelum dapat baby sister."


"Okay ... Mamaa akan memperkenalkan dia sebagai cucu yang terhebat." sahut Mama menggendong Sagara.


Aku mulai hidup di belakang laptop, tidak ada akses komunikasi Semeru denganku. Aku hanya berkomunikasi dengan Pak Jayus di PT Segara Barito, sedangkan di PT Semeru Barito aku tetap mengelola dan memimpin Perusahan secara Online. Aku terus berkomunikasi dengan mandor dan buruh.


"Ada apa Boss, aku melihat beberapa peti kemas turun dari mobil dan masuk ke rumah kedua, 'sedangkan yang punya peti tidak kelihatan batang hidungnya, where are you now boss?" kata Pak Jayus ketika di hari kelima aku mulai menghubunginya lewat Video Call.


"Aku memanjakan diri dengan berlibur, dan mencari inspirasi untuk mendongkrak perusahan supaya lebih melesat. Aku ingin menggandeng Artis Hollywood untuk memperkenalkan saham kita, siapa tahu saham kita bisa to the moon."


"Rencana yang bagus, aku juga ingin sepertimu, tapi aku mrndengar selentingan bahwa ada perang dunia ketiga yang membuat kamu meninggalkan Kalimantan."


"Pendengaranmu cukup tajam my friend, aku pergi bukan terkena nuklir aku pergi membawa bendera putih, demi orang disekitarku yang tidak mengerti aku."


"Bendera putihmu tidak membuat hati mereka damai, malah terjadi perang antara Tuan Semeru dan Nyonya besar, kamu salah besar mengambil tindakan. Berpikirlah sebelum memutuskan sesuatu. Kamu ingin membakar satu orang, tapi yang lain ikut terkena imbasnya termasuk aku."


"Sorry, aku tidak berpikir sampai kesitu. Biarlah semua kejadian ini menjadi penghias hidup Tuan Semeru aku tidak peduli, tugasku hanya membuat perusahan tetap eksis. Aku butuh Pak JayusLOS untuk membantuku."


"Siap Boss, aku menyiapkan bahuku untuk sandaranmu. Demi kamu apapun aku akan lakukan, walaupun aku merasa duduk di atas bara."


"Semoga kesetiaanmu kepada perusahan menjadi suri tauladan bagi staf lainnya. Aku tidak bisa menilaimu dengan rupiah, sejatinya kamu tidak ternilai....."


"Sebenarnya kamu sukses membuat aku melambung tinggi sampai aku tidak menemukan jalan turun, semoga pujianmu tulus dari hati yang damai. Aku acapkali terjebak dengan kesombonganku, padahal aku tahu kamu hanya ingin tenagaku bukan cintaku."


"Good luck my friend wish you success in the future...thank you." kataku cepat sebelum dia lebih jauh mengobral cinta.


"Boss...!!"

__ADS_1


*****


__ADS_2