QIRRERA LOVE YOU

QIRRERA LOVE YOU
SEMOGA COBAAN BERLALU


__ADS_3

Langkahku panjang mendahului Semeru, aku tidak peduli dengan tubuhku yang hanya terbalut gaun tidur. Untung aku tidak memakai Lingerie. Semeru bisa pingsan melihatnya, aku yakin dia akan menutup matanya.


"Pagi Ibu...." sapaku sopan kepada Ibu Poniyem yang sedang menyapu. Dia memandangku dari ujung rambut sampai ujung kaki. Apakah dia juga gerah melihat pakaianku dan rambutku yang acak-acakan.


"Pagi Nona..." sahutnya pendek dengan tersenyum, kemudian dia kembali melanjutkan menyapu.


"Semeru mana rumahmu yang rusak."


"Lihat gentengnya banyak yang pecah."


"Mustahil batu sekecil itu bisa membuat genteng pecah." sahutku sinis.


"Masuk kamu kedalam supaya tahu kenyataannya."


"Enak aja, kamu kira aku wanita murahan..."


"Masuk atau aku seret kamu ke dalam, kamu membuat darah tinggiku kumat. Kalau tidak masuk, mana kamu lihat genteng yang bocor."


"Aku tidak peduli!!" teriakku.


"Ibu ajak perempuan ini ke dalam." perintahnya membuat Ibu Poniyem menaruh sapunya, dia mendekatiku.


"Mari Nona.. ." ajaknya. Aku terpaksa menurut, mataku mendelik kepada Semeru, aku benci padanya. Ingin sekali aku menggaruk mukanya yang sadis.


Bu Poniyem membuka pintu kamar, aku mengikutinya. Dan....


Aku terpana, ternyata di dalam kamar itu sangat mewah. Ruangannya memanjang kebelakang. Aku tidak tahu ada apa di belakang, yang jelas kamar yang aku kira kamarnya Semeru adalah ruang tamu. Sedangkan kamar Ibu Poniyem tersendiri, tidak menyatu dengan ruangan luas itu.


"Hitung barang yang rusak." suara bariton Semeru mengagetkanku. Aku tidak bisa mengelak karena batu biru berserakan. Kalau aku hitung mungkin ada ratusan. Pantaslah gentengnya pecah.


Dheo bikin ulah saja. Kulihat TVnya juga ambruk, rasanya semua barang yang ada di sana kotor dan pecah.


"Makanya Pakai genteng yang kuat supaya tidak bocor." sahutku kesel.


"Ngapain kamu marah, kalau tidak punya uang suruh brondongmu gantiin, makanya jangan sembarang masukin brondong ke kamar....."


"Diem mulutmu, aku solder mulutmu baru nyahok!!" sahutku dengan mata merah.


"Jangankan baru segini, rumahmu aku sanggup beli." sambungku.


"Nih beli lima miliar saja."


"Rumah apa lima miliar, dasar kemaruk. kamu asal bicara, no action talk only. Ini mah kandang ayam." aku sengaja menghinanya.


"Bilang saja kamu tidak punya duit jangan soq belagu."


"Aku memang miskin, jadi tidak usah ganti." sahutku berusaha keluar dari ruangan itu.


"Wuiihh...jangan coba lari, ganti semuanya." teriak Semeru menangkap tanganku.

__ADS_1


"Lepaskan tanganku, jijik!!" kataku menepis tangannya.


Aku melihat rahangnya mengeras, aku tahu dia sangat marah, tapi aku tak peduli.


Kemudian aku bersandar di tembok, menyerah atas tuntutannya. Aku membuka ponselku dan menghubungi General Managerku.


"Giovano help four Scurities to ask to be sent here, he is taking medicine. I'm afraid he's in trouble on the road." (Giovano tolong kirim empat Scurity untuk menjemput temanku kesini, dia nge drug. Aku takut dia bermasalah di jalan).


"Sorry, owner, it's better to hire a person to be safer." (Maaf Owner, sebaiknya menyewa Oknum supaya lebih aman).


"Tidak bisa Gio, dia anak Konglomerat, aku menjaga prestigenya. Suruh bagian accounting menyiapkan ticket bolak balik ke Lampung Selatan. Aku mengantarnya sampai Bandara Radin Inten II di Jalan Branti Raya. Kontak aku saat sudah dapat ticket, atau SMS nomer penerbangannya."


"Ok. Owner....we are ready."


"Thank you Giovano, enjoy your work." kataku menutup ponselku.


Aku rasa Semeru tidak mengerti apa yang aku bicarakan dengan GM ku. Dia ikut bersandar di tembok dengan mata awas menatapku. Dia pikir aku akan kabur, dasar kemaruk.


"Mana nomor rekeningmu supaya cepat selesai urusanku denganmu. Aku sudah muak berurusan dengan pecundang sepertimu. Ini pertemuan kita yang terakhir, tidak ada lagi tuduhan melempar batu." kataku tanpa menoleh.


"Tentu kamu harus menggantinya, daripada kamu membusuk di penjara."


"Kamu yang akan membusuk bukan aku."


"Nih nomornya jangan banyak bacot." katanya melempar secarik kertas padaku.


"Hitung semuanya sampai yang sekecil-kecilnya, aku tidak mau berhutang denganmu."


"Hahaha...mana ada orang punya barang tidak tahu harganya, kecuali dapat maling. Hidupmu memang mencurigakan. Sebuah gubuk menyimpan barang-barang mewah, dari mana asalnya kecuali.....


"MALING!! benar dugaanmu." sahut Semeru kesel.


"Bank belum buka, aku pulang dulu kamu tidak boleh pergi sebelum aku bawa uang." kataku keluar dari ruangannya.


"Aku tunggu, jangan harap kamu selamat kalau ingkar janji."


"Beresss...tunggu sampai memutih rambutmu...hahaha..." sahutku tertawa sambil berlari.


Pergilah kamu kurcaciku, apakah kamu mengira aku sebodoh dirimu?.


"Bu...bersihkan semuanya."


"Dalem Tuan...." sahut Bu Poniyem sopan.


"Bicaralah yang wajar, jangan membuat orang lain curiga. Aku akan pergi dulu." kata Semeru.


"Nona itu melarang Tuan pergi, bagaimana kalau dia membawa uang kesini?"


"Bank belum buka, aku sebentar saja...." sahut Semeru mengambil jaket dan tas ranselnya.

__ADS_1


Semeru bergegas pergi dengan sebuah Ojek online, dia tidak mau acara pertemuannya dengan sang Bunda terlewati. Setahun telah berlalu, dimana dia harus berpisah dengan keluarganya. Karena fitnah istri muda Ayahnya.


Ayahnya seorang Saudagar kaya dari Kalimantan yang menggeluti bisnis Batu Bara dan perkebunan Kelapa Sawit. Perusahannya bernama PT. SEGARA BARITO" yang membawahi ribuan buruh.


Umurnya sudah dua puluh enam tahun ketika dia pertama kali menjabat sebagai CEO di PT SEMERU BARITO. Ayahnya sangat menyayanginya.


Sayang sekali, godaan itu datang saat dia berulang tahun.


Mayang adalah mantan seorang Artis Ibu kota. Waktu itu dia di cekoki minuman keras oleh suruhan istri muda Ayahnya, sehingga dia mabuk. Dalam keadaan mabuk, ntah bagaimana ceritanya, istri muda Ayahnya membawanya ke kamar.


Baginya itu adalah rekayasa yang rapi, ketika Semeru sudah dikamarnya Mayang segera menghubungi Pak Haji Saleh (Papanya Semeru). Dan terjadilah apa yang diingini Mayang yaitu anak semata wayangnya yang menjadi CEO di PT. SEMERU BARITO terlempar ke jalanan.


Jabatan itu kini digantikan oleh Sandy Perkasa adik dari Mayang.


Ayahmu sudah kena "lintrik" kata guru spiritualnya, Uztad Yaman. Ketika dia dan Bundanya bertanya tentang tindak tanduk Ayahnya yang prontal setelah ketahuan nikah siri dengan Mayang.


Seharusnya Bundanya yang marah karena telah dimadu secara diam-diam, tapi Bundanya memilih bersabar dan tetap tinggal serumah dengan Ayahnya supaya hartanya tidak semua diambil Mayang.


"Percayalah kepada Allah ketika segala sesuatu tidak berjalan seperti yang kamu inginkan. Allah telah merencanakan sesuatu yang lebih baik untukmu.” kata Gurunya bijak.


kata-kata itu yang membuat Semeru iklas menjauhi keluarganya dan kemewahannya. Yang penting dia masih bisa bertemu dengan Bundanya seminggu sekali walaupun cuma tiga puluh menit.


"Berhenti di depan Hotel Emersia bang." kata Semeru.


"Ya bang."


Semeru melangkah dengan tergesa-gesa menuju Lobby Hotel.


"Silahkan Tuan, Nyonya besar sudah menunggu." kata Vivi seorang staff F.O dengan sopan.


"Ya Trimakasih." sahut Semeru cepat. Dalam setahun ini staff F.O sudah hafal dengan kedatangan Semeru.


Lantai dua kamar Suite Room nomer 282. Semeru memencet bell. Suara kaki mendekati pintu dan wajah Mamanya dengan senyum mengembang menyambut kedatangannya.


"Assalamualaikum....."


"Wa'alaikumussalam...." jawab bundanya dengan senyum sumbringah.


Semeru lalu salim kepada bun.danya, rasa haru menyelimuti perasaan mereka berdua. Walaupun sering Vidio Call, tetap saja bundanya menangis setiap bertemu.


"Bagaimana keadaanmu nak?, apa Bibik sudah sehat?"


"Bibik sudah sehat, dia kecapekan. Aku suruh tidak usah jualan, tapi tetap saja dia jualan sayur, kebetulan Pasarnya dekat rumah. Dia senang mendapat uang dari kerja kerasnya."


"Semoga kita bisa bersama lagi, Pak Haji sudah semakin lengket sama ****** itu, Bunda ngenes melihat dandanannya yang bak sosialita. Lama-lama kita akan kembali dari nol."


"Guru Yaman juga bilang begitu, sebelum harta Ayah habis pasti dia tidak akan pergi. Bila perlu dia akan membunuhku, sayang sekali mereka gagal mengambil nyawaku. Allah masih melindungiku."


"Semoga kamu dan Bibik selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta'ala dan dijahui dari segala cobaan dan godaan."

__ADS_1


"Aamiin ya rabbal alamin....."


*****


__ADS_2