QIRRERA LOVE YOU

QIRRERA LOVE YOU
HATIKU BEKU


__ADS_3

Pulang larut malam pantangan bagiku, aku merasa gagal melobi Sandy yang cengengesan. Belum apa-apa Sandy sudah ingin menguasai jiwaku. Dia berpikir bahwa aku bisa dibeli atau tergiur dengan tampangnya atau kekayaannya.


Orang seperti Sandy tidak pantas untuk dicinta, tunangannya yang biasa ngintil kemana dia pergi mau ditendang seenaknya, dasar manusia kardus yang telat bersyukur.


Malam semakin larut, mataku sudah hampir tertutup ketika ponselku bergetar. Pikiranku langsung melayang kerumah di Bali dan ke Los Angeles, aku takut ada sesuatu. Biasanya Mama Evelyn sering meneleponku malam-malam karena disana Siang. Perbedaan waktu.


Dengan cepat tanganku mengambil ponsel dari nakas.


"Hallo ......" tidak ada jawaban hanya dengusan nafas terdengar.


"Hallo siapa ini? kakak atau Mama?" tanyaku khawatir. Aku lihat nomor ponselnya. Ternyata nomor pribadi.


"Aku mau tidur, tolong jangan ganggu." seruku. Pikiranku melayang ke Sandy, bisa saja dia yang iseng. Orang itu gampang ditebak hatinya.


Aku mematikan ponselku. Kemudian aku mematikan lampu tidur dan menggantikan dengan lampu kamar. Gara-gara ditelepon aku tidak bisa tidur, bolak balik posisi tetap juga tidak bisa tidur.


Aku bangun dan menuju Mini Bar, gadis sepertiku harusnya enjoy, memanfaatkan masa remajaku dengan berwarna bersama teman cowok atau ke Bar ramai-ramai.


Hidupku terperangkap dalam kesibukan yang tanpa batas, dari pagi sampai malam otakku terkuras. Kadang aku begadang sampai dini hari untuk menyelesaikan pekerjaan.


Kemanapun aku pergi pekerjaan tetap mengikutiku, jadi bukan perkara tempat yang membuat pekerjaan berkurang. Tapi Intensitas aku mengambil pekerjaan. Kecuali aku mengurangi pekerjaan itu sendiri dengan memangkas beberapa bisnis offline.


Setelah aku menyepi di Lampung kesibukanku tidak berkurang. Aku tetap bekerja dari jam sembilan pagi sampai jam lima sore secara online. Begitulah, tidak ada bedanya dengan di Bali. Selalu sibuk.


Aku mengurungkan mengambil pure milk dan beralih ke Vodca. Iseng. Aku Duduk di Mini Bar sambil mengambil gelas tangkai memasukan sedikit Vodca secara perlahan, kemudian menggoyang tangkai gelas, aroma Vodca keluar menusuk hidungku. Perlahan minuman itu beralih ketenggorokanku, yang jelas rasanya pahit.


Terus terang aku tidak cocok menjadi peminum, bukannya aku bisa ngantuk malah aku mual. Aku turun dari kursi bar menuju sofa ruang tamu, tidur disini terasa lebih nyaman. pikirku. Apalagi ditambah TV yang menonton kita. hehe...


Pukul. 10.15 WIB, rasa kantuk masih mendera ketika bell pintu terdengar. Aku bangun dari sofa bergegas ke lubang pengintip, melihat siapa yang datang. Hatiku berdebar, ternyata ada Sandy di depan pintu. Duhh...gimana ini. Belum pernah ada cowok berani menyambangiku sepagi ini.


"Morning...silahkan masuk." kataku terpaksa membuka pintu.


"Kamu baru bangun say?"


"Aku telat tidur. Silahkan duduk dulu aku mau mandi. Kamu bisa pilih minuman di Mini Bar. Kalau mau kopi panas ada Electric Kettle di kichen." kataku membuka pintu lebar-lebar. Aku tidak mau ada gosip aneh mengenai kedatangan Sandy.

__ADS_1


"Aku akan menunggumu." sahut Sandy menatapku genit. Tahu sendirilah aku cuma memakai Lingerie.


"Maaf aku memakai pakaian tidur."


"Itu lebih sexy." sahutnya mengedipkan sebelah matanya. Uuhhh....genit.


Wajahku kelihatan lebih tua dari umurku, itu tidak bisa dipungkiri. Pikiranku juga lebih matang, dalam pekerjaan aku termasuk orang yang sukses, tapi dalam asmara aku selalu gagal. Why??


Aku cepat-cepat mandi dan berdandan. Hari ini aku memakai celana panjang Jean dan baju kaos lengan panjang serta sepatu sandal. Pakaianku casual, rambut di kuncir kuda. Penampilanku sederhana sekali. Kemudian aku keluar dari kamar menemui Sandy.


"Aku tidak menyangka sudah jam sepuluh, aku terlambat bangun." kataku ikut duduk di Sofa.


"Aku yang kepagian kesini, aku sangat kangen denganmu."


"9Tadi malam kamu ada meneleponku?" tanyaku sambil mengambil air mineral di atas kulkas.


"Tidak ada, pulang dari Cafe aku dan Sarah berantem. Aku muak dengan tingkahnya yang lebay."


"Begitulah seorang pacar, dia pasti marah dengan sikapmu. Bersikaplah dewasa dan katakan kamu dan aku hanya teman bisnis tidak lebih." sahutku.


"Good morning, I brought breakfast for Miss, please enjoy. Have a nice day...if something is missing, press the Call Me button. Thank you." (Selamat pagi, saya mengantar sarapan pagi untuk Nona, silahkan menikmati. Semoga hari Anda menyenangkan...bila ada yang kurang tekan tombol Call Me. Trimakasih).


"Thanks, good job." sahutku kepada Waiter itu. Aku mengacungkan jempol atas pelayanannya yang cepat, sopan sesuai kreteria seorang Waiter.


"Kita breakfast dulu Mas." ajakku pindah ke meja makan.


"Padahal aku mau mengajakmu sarapan di suatu tempat." sahut Sandy kecewa.


"Hari ini aku mau bertemu Owner PT Semeru Barito, waktuku sedikit. Aku terus di telepon disuruh cepat pulang." kataku merubah mimik wajahku menjadi serius.


"Jangan cepat pulang ke Bali aku belum puas mengajakmu keliling."


"Aku seorang Owner, hampir setiap bulan aku perjalanan bisnis keluar Negeri, tidak ada waktu untuk santai."


"Ntah kenapa aku merasa cocok denganmu, mulai pandangan pertama aku telah jatuh cinta padamu." kata Sandy pelan. Dia mengusap wajahnya, kemudian matanya menatapku. Aku kehilangan kata-kata. Dasar lelaki...secepat inikah?

__ADS_1


"Trimakasih atas perhatianmu padaku. Aku jadi merasa tidak nyaman kalau lebih lama tinggal disini. Tentu Sarah sangat kecewa terhadapmu. Aku tidak sebaik yang kamu pikirkan, aku yakin kamu cuma kagum kepadaku dan cinta sejatimu adalah Sarah."


"Belum pernah aku merasakan kerinduan yang mendalam kepada wanita lain, selain kepada dirimu. Please Say...jangan pergi dari sisiku."


"Mas, mengertilah saya tidak mungkin akan merebut milik orang lain walaupun Mas Sandy sudah putus sekalipun. Disamping itu hati saya masih membatu, saya lagi broken heart."


"Karena kamu broken heart aku berani menawarkan pundakku sebagaƬ tempatmu bersandar. Aku siap sebagai pengawalmu, kemanapun kamu pergi."


"Maaf Mas aku tidak bisa, aku perlu menata hatiku yang hancur." sahutku tegas.


Dia menunduk lesu, tembakannya kurang jitu. Aku menertawakan kebodohannya. Aku pikir selama ini dia pasti berbuat begitu kepada para wanita, gampang banget dia jatuh cinta. Aku bukanlah tipe wanita yang gampang dijamah. Sorry saja.


"Makanlah Mas..." kataku membuka piring dan mengambil pisau dan garpu.


Sandy makan sekenanya, aku rasa dia kecewa atas penolakanku. Aku menjadi kurang respek kepadanya yang dengan gampang menyakiti hati pacarnya. Sabarrr itu kulakukan sekarang, karena tujuan utamaku ingin cepat bertemu dengan Owner PT Semeru Barito.


Aku sudah merasa gerah berada di Tarakan. Bayangkan saja Maimunah selalu meneleponku, menanyakan kapan aku pulang. Apa pedulinya. Mungkin karena Aku terlanjur berjanji membawakan oleh-oleh sehingga dia terus menungguku pulang.


"Apa aku bisa bertemu dengan Ownernya hari ini?" tanyaku hati-hati.


"Aku mengatur semuanya pertemuan yang akan kita lakukan. Aku juga mengadu tentang "kita" kepada mbak Mayang."


"Kamu terlalu gegabah, pasti mbak Mayang memarahimu. Makanya berpikir dulu sebelum berbicara."


"Dia tidak marah malah sangat setuju, kalau bisnismu jadi satu dengan bisnis mbak Mayang, kita akan menjadi orang terkaya di Indonesia menurut Forbes."


"Kamu dan mbak Mayang belum mengenalku, wajar kamu silau oleh latar belakangku yang glamour."


"Diriku ini hanya manusia biasa yang ingin mencintai kamu dengan sepenuh hatiku, yang tidak hanya menerima kelebihanmu saja akan tetapi aku juga akan menerima kamu apa adanya. Aku akan menerima semua kekurangan yang kamu miliki dan aku akan tetap menganggap kamu istimewa meskipun kamu memiliki kekurangan. Aku tidak akan perduli dengan hal itu, seburuk apapun kamu pokoknya aku akan menerima kamu apa adanya dan bukan ada apanya. Aku akan selalu mencintaimu....selalu....."


"Aku tidak bisa menjawab sekarang perlu aku pikirkan secara matang, karena tujuan dari pacaran adalah menikah." potongku cepat.


Malas mendengar gombalannya. Kalau tidak penting ingin bertemu mbak Mayang mungkin aku sudah usir orang ini.


****

__ADS_1


__ADS_2