
'Bibik dan Maimunah berlomba mengintip tetangga sebelah. Aku tidak mood aksi mereka. Tadi ngelihat ceweknya saja udah enek, pilihan Semeru rupanya hanya segitu. Tidak tahu kenapa hari ini aku merasa tidak bergairah.
"Nona, Tuan Semeru dan Sisilia duduk di luar, tidak masuk ke dalam. Beda dengan Nona yang datang terus menendang pintu Tuan Semeru dan masuk ke dalam. Seorang gadis tidak boleh masuk ke dalam kamar laki-laki........"
"Stop bicara Bik mereka sudah masuk ke dalam. Tadi memang di luar sekarang udah di dalam hahaha....." seru Maimunah tertawa ngakak. Aku cuma nyengir.
"Astaga, Tuan Semeru ....." Bibik berdiri kembali mengintip.
"Bik puasin mengintip baru ceramah. Dia pacarnya Bik, aku musuhnya...ingat itu. Tujuanku kesana berantem, tujuan ceweknya kesana pacaran." kataku sinis.
"Tapi udah keluar lagi koq, tidak mungkin mereka berbuat aneh-aneh, Tuan Semeru rajin mengaji dan pacarnya......."
"Rajin menabung." potongku cepat. Bibik dan Maimunah tertawa.
Ponselku berbunyi, yang menelepon nomor pribadi. Aku membiarkan saja, karena setiap diangkat dia tidak bicara, hanya suara nafasnya saja terdengar. Dulu aku mengira Sandy, belakangan aku berpikir itu pasti Dheo atau Andre.
Sandy selalu meneleponku atau DM di Instagram, setiap saat berkabar tentang dirinya atau perusahannya. Aku malas membaca atau membalasnya. Sudah sering aku ingatkan kepada semua orang bahwa aku Moody. Makanya aku tidak senang ada yang minta nomer WA karena aku membalasnya bisa sebulan.
Sandy juga sering menahan marah kalau aku cuma membaca SMS nya dan tidak aku balas. Kecuali hari ini, SMSnya langsung aku tanggapi.
"Sayank, Pak Haji ingin berbicara lima belas menit lagi. Mungkin dia berkenan dan kita bisa berkolaborasi di PT Semeru. tulisnya.
"Oke Mas...semoga angin Sorga menghampiriku." balasku senang.
Aku cepat-cepat menuju ruang kerja dan menutup pintunya. Tidak berapa lama ponselku bergetar. Aku membukanya. Suara Pak Haji terdengar membuatku panas dingin karena dia mengucap salam
"Wassalamualaikum....."
"Wa'alaikumsalam....." jawabku gemetar karena ini pertama kali aku membalas salam. Dari dulu aku membalas salam dengan bahasa biasa karena aku tidak tahu, takut salah pengucapan.
"tut..tuuttt...tuuttt...." sambungan telepon terputus.
"Saya mohon maaf Pak Haji, ini pertama kali saya membalas salam, selama ini saya takut salah pengucapan. Ini sesuatu yang sangat prinsipil dan riskan, sehingga saya harus hati-hati. Tapi saya akan belajar lebih banyak." tulisku dengan tangan gemetar. Aku takut menyangkut sara.
Lama tidak dibalas, kembali aku SMS...
"Apakah saya tadi salah berucap? jika salah maafkan saya. Mohon bimbingannya Pak Haji. Saya ucapkan trimakasih karena Pak Haji berkenan menghubungi saya, walaupun saya kecewa karena kita belum berbicara panjang." tulisku.
Tidak juga dibalas. Terus terang aku belum pernah melakukan ini ke semua Owner yang pernah aku ajak kerja sama. Biasanya kalau mereka menolak aku langsung chat. Aku tegas dan malas bertele-tele, apalagi aku yang punya modal.
__ADS_1
Aku tidak mengerti kenapa animoku tinggi sekali untuk ikut andil di Pt. Semeru Barito. Padahal aku bisa saja membeli beberapa lot saham dari Pt Semeru Barito dengan harga sedang. Pembagian dividen dari investasi saham dilakukan dua kali dalam setahun. Sangat gampang.
Disini aku merasa tertantang, karena Pak haji tidak pernah menerima pemodal lain ikut di dalam Perusahannya. Dia pemodal tunggal yang bertangan dingin. Perusahannya belum pernah cacat dimata hukum dan pajak. Kalau aku bisa memiliki 25% saham di Pt. Semeru Barito aku akan bangga. Apalagi aku bisa memiliki 50% aku pasti melambung.
"Dreerrtt...dreerrttt....." Ponselku kembali bergetar.
"Saya menunggumu di Resto Kayu Watu, kita akan ngobrol santai." tulis Pak Haji. Aku senang, akhirnya Pak Aji mau bicara.
"Maaf Pak Haji, alamat ini dimana? Bali, Lampung apa Tarakan?" balasku bingung.
"Lampung."
"Trimakasih Pak Haji, saya otw...."
Aku berkemas, memakai baju panjang yang ada belahan disamping dan bawahan celana legging muslimah. Rambutku dijalin oleh Maimunah. Aku tersenyum geli melihat tampangku di cermin. Mirip dengan gadis tempo dulu. Sederhana dan anggun.
"Kurang memakai krudung saja, nanti setelah sah Nona baru memakai krudung." kata Maimunah.
"Sah apanya?"
"Kata Bibik Nona mau ketemu Pak Haji, calon suami....."
"Iss ngawur...itu temanku, bukan calon suami."
"Dasar senang gosip...nanti dikira benaran. Pak Haji sudah tua, sudah punya istri cantik, aku bertemanan juga sama istrinya."
"Owalahh...salah lagi." kata Maimunsh tertawa.
"Mai kamu sudah panggil Taxi online?"
"Sudah Nona, mobilnya sudah ada di depan menunggu Nona."
"Aku berangkat dulu."
"Ya Nona hati-hati."
Maimunah sudah membuka pintu mobil, terbesit perasaan ini mobil Semeru, tapi aku abaikan. Tidak mungkin, Maimunah sendiri yang membukakan pintu mobil.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, aku duduk manis sambil membayangkan menjadi Bos Batubara.
__ADS_1
"Kamu mau kemana, kamu kira mobil ini tahu rencana mesummu." aku mendongak mendengar suara itu. Sabarr...sabarrr... bisikku dalam hati.
"Rupanya kamu, kenapa setiap aku pergi kamu selalu menjadi sopirnya. Aku heran sama Maimunah, apa dia buta sehingga sopirnya orang gila.
"Mana pacarmu yang soleha itu? tidak kamu ajak sebagai kenek?"
"Kemana kamu akan pergi, jawab!!" tanya Semeru dengan nada tinggi.
"Resto Kayu Watu."
"Siapa yang kamu temui disana, pacarmu?" Aku diam, malas berantem dengannya.
"Kenapa kamu diam, apa kamu malu pacaran dengan suami orang. Aku yakin Pak haji ini sudah punya istri dan kamu gula-gulanya."
"Semeru, urus saja pacarmu, jangan banyak bacot dech. Aku saja tidak peduli dengan pacarmu yang soq soleha tapi masuk ke dalam kamarmu. Kamu bisa menghinaku dengan kata-kata perempuan murahan, tapi kamu sendiri masuk berdua ke dalam kamar."
"Kamu tahu apa, tidak seperti dugaanmu. Pikiranmu negatif. Aku tidak ada berbuat aneh."
"Kamu pikir aku tidak tahu, emangnya aku buta. Aku ngintip dari atas, kamu masuk kamar berdua, nah, ngapain itu."
"Dia pacar boongan, aku mengontraknya supaya Ayahku tidak menjodohkanku dengan pilihannya."
"Akhirnya kamu beneran suka dengan Sisilia bukhan? bukankah dia wanita idamanmu."
Semeru diam, mobil terus melaju dengan tenang. Akupun tidak peduli walaupun hati kecilku menginginkan supaya Semeru berterus terang dan bercerita panjang.
Mobil berhenti di parkiran Resto. Ternyata Resto ini tidak begitu jauh dari tempat tinggalku. Cuma lima belas menit sudah sampai, jalanan juga tidak begitu ramai. Aku turun dari mobil setelah Semeru membukakan pintu mobil. Dia menatapku dengan benci. Aku tidak peduli.
"Jualah dirimu dengan harga mahal supaya bisa membuat Hotel." katanya ketus.
"Ada lagi pesanmu? kalau tidak ada, aku akan menemui pacarku." sahutku tenang. Aku harus sabar, yang penting aku tidak pernah melakukan yang dia tuduhkan.
Dengan langkah tenang aku masuk ke dalam Resto. Ramai sekali. Seorang waiter mencoel tanganku dan memberi kode untuk mengikutinya.
Aku diajak ke belakang di tengah-tengah perkebunan. Disitu tertata rapi beberapa Gazebo. Tempatnya nyaman dan indah.
"Bapak Haji sudah menunggu Nona, silahkan Nona ke Gazebo nomor 10." kata waiter itu sopan.
"Trimakasih."
__ADS_1
Aku melangkah ke Gazebo yang ditunjuk dengan percaya diri. Mataku terbelalak ketika melihat Pak Haji dan seorang Wanita saling suap-suapan. Langkahku terhenti, apa yang harus aku lakukan? mereka kelihatan sangat mesra.
*****