QIRRERA LOVE YOU

QIRRERA LOVE YOU
SURAT WASIAT


__ADS_3

Keberuntungan berada dipihakku, aku bersyukur. Ketika asmara mengaduk jiwa dan akal sehat hampir lenyap, ada ketukan pintu berkali-kali. Kami buru-buru bangkit dari ranjang dan menyambar pakaian masing-masing.


Hampir saja terjadi insiden dipagi hari antara aku dan Semeru. Aku tertawa cekikikan melihat tampang Semeru yang kecut. Tadi dia begitu bernafsu, setelah ada ketukan dipintu dia menjadi kecewa. Sialan!!. gerutunya.


"Tuan, Pak Pengacara sudah datang tolong Tuan dan Nyonya ke ruang kerja Pak Haji." suara pengawal ada di balik pintu.


"Aku mau mandi dulu, sebentar aku datang." sahut Semeru dengan mulut manyun.


"Jangan mentertawakan aku sayank... tragedi malam hari pasti sukses, aku berharap supaya kamu siap stamina, minum vitamin yang banyak" kata Semeru meluncur ke kamar mandi.


Aku menjebikkan bibirku tanda mengejek. Terus terang aku belum siap jika harus melakukan yang satu itu. Perasaan takut dihina menguasai jiwaku. Seandainya aku tidak perawan alangkah malunya diriku. Semeru akan mengejekku, merendahkanku sampai puas.


Tidak habis-habisnya aku mengutuk Dheo, yang mengaku telah memperkosaku. Sebenarnya aku ragu, untuk membuktikan aku malu ke Dokter. Serba salah, aku pasrah dan menerima nasib saja dach.


Aku mulai berbenah memakai Jilbab tanpa bersolek terlalu menor.


"Kamu cantik sekali istriku." puji Semeru membuat aku meleletkan lidahku.


"Kamu mengejekku atau minta jatah." sambung Semeru buru-buru memakai baju. Aku melengos dan menjauh takut disosor. Semeru sengaja memamerkan badannya di depanku membuatku ingin menggigitnya. gemess.


Kami keluar dari kamar berjalan tergesa-gesa supaya cepat sampai. Rumah induk tidak begitu jauh dari rumah kedua. Aku sedikit ngos-ngosan sampai di ruang kerja Pak Haji karena aku setengah berlari.


"Silahkan masuk Tuan, Nyonya, Nyonya besar telah menunggu." kata Pak Dahlan staf dari Perusahan PT. Sagara Barito.


"Trimakasih Pak." sahut Semeru. Kami masuk ke dalam ruang kerja Pak Haji. Ruangannya luas dan kokoh. Aku ingat bangunan Pemerintahan yang kokoh, kuat, tanpa seni.


"Assalamualaikum...."


"Wa'alaikumussalam..."


Aku salim sama Bunda setelah itu duduk disampingnya. Ternyata di dalam banyak orang, ada juga Bu Mayang yang duduk di pojok dan saudara sepupu Semeru mungkin sebagai saksi.


Pak syamsul adalah pengacara keluarga Semeru dari dulu, jadi sudah seperti keluarga sendiri, saling silahturahmi dan saling memahami. Umurnya sudah hampir 50 tahun, sebentar lagi dia berencana pensiun karena Alamsyah anak semata wayangnya akan meneruskan.


Kini dia duduk di kursi dimana Almarhum Pak Haji sering duduk. Wajahnya terlihat sedih. Aku merasa Bunda sering menatap aneh kepada Pak Syam. Apa perasaanku saja, ntahlah.

__ADS_1


Setelah mengucap salam Pak Syam lalu mengambil map biru yang berada di brankas dinding. Kodenya hanya Bunda yang tahu.


"Mari kita membaca siapa-siapa saja yang berhak atas harta yang berada dibawah naungan PT Semeru Barito dan PT Segara Barito." ucap Pak Syam memandang kami semua.


"Kekayaan Pak Haji Saleh sampai saat beliau meninggal mencapai US$ 6,2 miliar atau Rp 89,9 triliun."


Sungguh fantatis, aku sampai melongo. Semeru juga kaget dia pasti tidak mengira dirinya tajir melintir.


"Tapi sayang sekali harga saham hari ini anjlok dari 750 ribu per lot menjadi 500 ribu rupiah per lot." kata Pak Syamsul melirik Semeru. Mataku langsung menghujam ke Semeru. Rasain loe!! bathinku kesal.


"Kenapa bisa turun Pak Syamsul?" tanya Bunda sambil mengelus dadanya.


"Ini sebuah konspirasi pasar atau mungkin ketidaktahuan Tuan Semeru, saya tidak berani menuduh, semua masih azas praduga. Saya akan memperlihatkan kepada kalian semua contoh kecil yang membuat bangkrut, bagaimana selayaknya bertingkah laku sebagai anak seorang konglomerat." kata Pak Syamsul sambil mengarahkan projector HP ke dinding.


Terlihat Semeru dan Sarah malam itu bersenang-senang, saat itu masih banyak orang tapi Sarah tanpa peduli selalu menempel kemanapun Semeru pergi tanpa tahu efek yang akan terjadi.


"Aku minta maaf karena tidak mengerti begini jadinya, aku buta tentang itu. Untuk kedepannya aku akan hati-hati." kata Semeru, kemudian dia berdiri menghampiri Bunda dan berlutut mohon maaf.


Setelah itu dia menghampiriku dan berlutut aku cepat membangunkannya, menyuruh duduk disampingku. Aku memegang telapak tangannya memberi kehangatan. Ada rasa kasihan juga, dasar Semeru.


"Uang bisa dicari jangan terlalu bersedih, Bunda harapkan jangan cepat tergoda dengan perempuan murahan yang tidak jelas. Kamu harus satu istri seumur hidup, jangan membuat istrimu menderita." sindir Bunda membuat Bu Mayang salah tingkah.


"Ya Bunda maafkan aku." sahut Semeru.


"Untuk mempersingkat waktu saya akan bacakan nama-nama yang tertera di kertas wasiat ini." kata Pak Syamsul membuka lembaran kertas HVS dari map.


1, Bunda Sri sebagai orang tua tunggal berhak mendapatkan 50% saham di PT Segara Barito yang bergerak di bidang Batu Bara.




Semeru sebagai anak tunggal berhak mengambil alih Semeru Barito dengan 100% saham menjadi miliknya.


__ADS_1



Nyonya Mayang hanya bisa menuntut satu miliar (1m) kepada PT Semeru Barito dan Rumah yang sudah dia tempati.




Qirrera Binar Kenzo adalah pewaris tunggal seluruh rumah dan 50% Perusahan Segara Barito.




"SELESAI"


"No...aku tidak pantas mengambil hak milik orang, aku sudah punya segalanya dan tidak serakah." kataku berdiri dan minta surat wasiat di revisi ulang.


"Maaf Nyonya Semeru, ini semua adalah wasiat dari Almarhum, tidak boleh diganggu gugat. Nyonya harus terima, untuk kedepannya warisan ini bisa lebih dikembangkan supaya apa yang di amanahkan menjadi berkah." kata Pak Syamsul.


"Pak Haji tidak mungkin salah pilih, dari sekian orang yang ingin kerja sama dengan Bapak, hanya Qirrera yang di terima, seolah sudah ada yang mengatur. Semoga kamu bisa lebih memajukan Perusahan ini." kata Bunda menatapku. Banyak petuah yang aku dan Semeru terima dari Bunda, Pak Syamsul dan yang lainnya.


Acara akhirnya bubar berlanjut dengan makan bersama dengan pemotongan nasi tumpeng. Aku yang tidak doyan nasi hanya bisa memakan sayur urap dan tiga T. yaitu Tempe, Tahu, Telor.


"Mbak Sri aku mohon maaf selama ini telah menyakiti hati keluarga mbak. Waktu itu saya seolah-olah kena guna-guna dari Pak Haji. Sehingga saya mau kepada seorang Bapak tua. Seharusnya saya tidak melakukan ini terhadap mbak."


"Hee Mayang, bukannya kamu yang main lintrik, yang membuat Pak Haji melempar Semeru ke jalanan. Untung kami ketemu Qirrera, kalau tidak Semeru tetap menjadi gelandangan." sergah Bunda menampik uluran tangan Bu Mayang.


"Yang menemukan Qirrera adalah Sandy bukan Pak Haji. Kami memperkenalkan Qirrera kepada Pak Haji. Makanya Sandy sangat dendam karena calon istrinya di tikung." jelas Bu Mayang.


"Sebelum Sandy tahu Qirrera, aku sudah tahu duluan karena Qirrera tetanggaku di lampung. Rumah kami nempel dan kami saling sowan, waktu aku menjadi sopir grabb Qirrera yang membelikan mobil dan dia juga membiayai semua operasi Bu Poniyem pengasuhku. Jadi siapa yang duluan?" tungkas Semeru sengit.


"Tapi dulu kita musuhan." bisik semeru membuatku geli.


*****

__ADS_1


__ADS_2